MasukHening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.
Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.
“Kalau aku menolak?” tanyanya tenang.
Erina menatap lurus ke depan.
“Paduka Ryan bukan tipe orang yang membiarkan saksi hidup bebas berkeliaran. Kau sudah memukul anak buahnya.”
Ia berhenti sejenak, lalu menatapnya secara serius.
“Dan kau cukup kuat untuk membuat mereka penasaran.”
Artinya jelas. Menolak pun bukan pilihan aman. Fang Zhe menyandarkan punggungnya perlahan.
“Apa tugasku?”
“Menjagaku. Mengikutiku. Dan patuh pada perintahku.” jawab Erina singkat.
Tanpa banyak basa-basi lagi, Fang Zhe mengangguk.
“Aku terima.”
DIIIIIING!
Panel sistem kembali muncul.
MISI UTAMA SELESAI!
‘100 poin telah ditambahkan.’
‘Total poin saat ini: 150.’
‘Host membuka akses: Toko Sistem Tingkat 1.’
Fang Zhe menahan napas sejenak. Baru beberapa jam sejak ia kembali ke kota ini. System benar-benar bukan kebohongan. Sepertinya menyelesaikan misi yang ada, benar benar bisa merubah takdirnya.
Di sampingnya, Erina mulai menyilangkan tangan.
“Mulai sekarang, kau bekerja untukku. Gajimu akan dibicarakan resmi besok. Untuk malam ini ikut aku.”
Mobil berbelok memasuki kawasan elit kota Shange.
Gerbang besi hitam tinggi terbuka otomatis setelah mobil mendekat. Di baliknya, terbentang taman luas dengan lampu taman tertata rapi, air mancur kecil di tengah, dan bangunan megah bergaya modern klasik berdiri anggun.
Fang Zhe sedikit terdiam.
Rumah ini lebih seperti mansion. Mobil berhenti di depan pintu utama. Yang membuat beberapa pelayan segera menyambut dengan hormat.
“Nona.”
Erina turun lebih dulu. Fang Zhe mengikutinya, tetap menjaga jarak satu langkah di belakang, refleks alami yang telah muncul sejak transfer bela diri tadi.
Saat memasuki ruang utama, matanya menangkap interior marmer putih, lampu gantung kristal, dan rak kaca berisi botol-botol obat mahal.
Paviliun Obat…
Ia mulai memahami kediaman ini bukan hanya tempat peristirahatan.
Namun saat Erina berhenti di tengah ruangan dan berbalik menghadapnya.
“Dengarkan baik-baik, Fang Zhe.”
Nada suaranya kini berubah profesional.
“Ini adalah kediamanku sekaligus pusat pribadi Paviliun Obat. Tidak semua ruangan boleh kau masuki.”
Ia mengangkat satu jari.
“Lantai dua sisi timur. Ruang penelitian. Tanpa izinku, kau tidak boleh menyentuh apapun di sana.”
Jari kedua terangkat.
“Ruang penyimpanan bahan obat langka. Bahkan menyentuh botolnya saja bisa bernilai ratusan juta. Jika kau menyentuhnya, dan tak sengaja merusak kualitasnya... Gajimu akan dipotong!”
Jari ketiga.
“Dokumen kerja di ruang studi. Jangan pernah membacanya tanpa izin dariku bahkan memasukinya.”
Tatapan Erina tajam, memastikan Fang Zhe mengerti.
“Kau boleh menggunakan kamar pengawal di lantai satu. Gym kecil tersedia di belakang. Dan ada area taman.”
Ia melangkah mendekat sedikit.
“Sebagai pengawal, tugasmu bukan penasaran. Tugasmu melindungi.”
Fang Zhe menatap sekeliling sekali lagi.
"Baik aku mengerti..."
Erina mengangguk tipis melihat jawabannya.
“Bagus. Kamar pengawal ada di lorong kiri, pintu ketiga. Istirahatlah. Besok jadwalmu padat.”
Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan menaiki tangga marmer menuju lantai dua. Langkahnya ringan, namun wibawanya tetap terasa kuat.
Fang Zhe berdiri beberapa detik di aula besar itu.
Rumah yang tak kalah megah dari kediaman Zhao. Banyak pelayan yang terlatih. Kemunculan sistem misterius didalam tubuhnya. Hidupnya telah berubah terlalu cepat.
Akhirnya ia berjalan menuju lorong kiri. Pintu ketiga sesuai instruksi.
Klik.
Pintu terbuka.
Kamar itu tidak semewah ruang utama, tapi jauh lebih baik dari pada rumah kecil bibinya. Tempat tidur empuk, lemari kayu rapi, meja kerja kecil, kamar mandi pribadi.
Untuk seseorang yang pagi tadi masih duduk lapar di halte bus ini sudah seperti surga. Fang Zhe mengunci pintu, lalu duduk di tepi ranjang. Napasnya perlahan menjadi lebih stabil.
“System.”
DIIIIIING!
Panel biru transparan muncul di hadapannya.
*
Status Host: Fang Zhe
“Buka Toko Sistem.”
Panel berubah. Daftar item dan kemampuan mulai muncul satu per satu.
• Peningkatan Refleks +5% — 80 poin
Wajah Fang Zhe seketika membeku.
“Apa?!”
Matanya langsung terpaku pada baris terakhir.
'Kemampuan Medis Dasar — 500 poin.'
Padahal belum satu jam berlalu, tadinya tersedia gratis sebagai pilihan awal. Namun sekarang, hanya ekspresi wajahnya langsung berkerut.
“Lima ratus poin?!”
Ia berdiri dari tempat tidur, napasnya sedikit terasa berat.
“System, kau bercanda?! Itu tadi pilihan gratis!”
DIIIIIING!
‘Kemampuan awal merupakan bonus seleksi misi darurat. Setelah waktu seleksi habis, harga kembali ke standar.’
Sudut mata Fang Zhe berkedut.
“Standar kepalamu!”
Ia mengusap rambutnya kasar.
Lima ratus poin berarti ia harus menyelesaikan setidaknya beberapa misi besar lagi. Tidak mungkin didapat dalam waktu dekat.
“Tadi kau tidak bilang harganya akan melonjak seperti ini…”
‘Host tidak membaca syarat dan ketentuan.’
“Kau bahkan tidak menampilkan syaratnya! Dan kau juga memberi waktu mundur untuk memilih!”
Kamar kembali hening. Panel sistem tetap dingin dan tanpa emosi. Hal itu membuat Fang Zhe mendecih pelan.
“Licik sekali…”
Ia kembali duduk perlahan. Kalau saja tadi ia memilih medis… Namun ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Jika aku tadi memilih medis, Erina mungkin sudah diseret pergi. Aku tidak akan punya pekerjaan. Tidak akan punya 150 poin."
Pilihan itu tetap benar. Hanya saja…
“Lima ratus poin untuk kemampuan medis dasar…” gumamnya kesal.
Ia menatap daftar kemampuan lain. Sistem ini jelas bukan dermawan. Ini investasi jangka panjang. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding, menatap langit-langit kamar.
“Baiklah…”
Suara Fang Zhe pelan, tapi tekadnya jelas.
“Kalau memang mahal, berarti nilainya memang besar.”
Matanya menyipit.
“Aku akan menguras semua yang kau punya, System.”
DIIIIIING!
‘Semangat kompetitif terdeteksi.’
‘Sistem menyukai host yang ambisius.’
“Diam.”
Sorot matanya tertuju kearah kemampuan khusus yang kini dimiliki olehnya.
*
'Teknik dasar bela diri tingkat rendah, peningkatan butuh waktu dua ratus poin.'
'Kharisma 0!'
"Kharisma?"
KLIIIIK!
Matanya secara tak terduga terbelalak, tak sengaja menyentuh karena ingin tahu apa itu Kharisma. Seluruh poinnya tiba tiba berubah menjadi 0!
DIIIIIING!
'Host telah meningkatkan Kharisma ketahap ketampanan diatas para tuan muda di kota Shange!'
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan klien lama Paviliun Obat. Nilainya sangat besar.”Fang Zhe berdiri tegap.“Saya mengerti, Nona.”Erina bangkit dari kursinya. Tumit sepatunya menyentuh lantai marmer dengan ritme teratur.“Kau ikut bersamaku.”Ia berjalan melewati Fang Zhe, aroma parfum lembutnya tertinggal sepersekian detik di udara.“Tugasmu sederhana. Mengantar. Menjaga. Mengamati.”Ia berhenti sebentar di depan pintu.“Dan satu hal lagi.”Fang Zhe mengangkat pandangan.“Jangan membuat masalah dengan klienku.”Nada suaranya tidak keras. Tapi jelas mengandung peringatan.“Beberapa dari mereka memiliki latar belakang yang sensitif.”Fang Zhe langsung menganggukan kepalanya, sejak menjadi pelayan keluarga Zhao. Fang Zhe meman
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.“APA?!”Ia bahkan langsung meloncat dari tempat tidur.“System! Kau mencuri poinku?!”DIIIIIING!‘Host secara sukarela melakukan peningkatan Kharisma.’“Secara sukarela kepalamu!” bentaknya.“AKU CUMA SENTUH!”DIIIIIING!‘Konfirmasi sentuhan telah dianggap sebagai persetujuan.’Nadi di pelipisnya berdenyut keras. “Seratus lima puluh poin… Itu hasil kerja kerasku tadi siang!”‘Investasi pada penampilan memiliki dampak jangka panjang.’“Dampak jangka panjang? Aku ini pengawal, bukan kontestan pemilihan wajah tampan kota!”Panel tetap biru. Dingin. Tanpa rasa bersalah. Fang Zhe berjalan mondar-mandir di kamar kecil itu.“Kharisma tingkat satu… Aura ketampanan tuan muda… Untuk apa?! Untuk memik
Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya tenang.Erina menatap lurus ke depan.“Paduka Ryan bukan tipe orang yang membiarkan saksi hidup bebas berkeliaran. Kau sudah memukul anak buahnya.”Ia berhenti sejenak, lalu menatapnya secara serius.“Dan kau cukup kuat untuk membuat mereka penasaran.”Artinya jelas. Menolak pun bukan pilihan aman. Fang Zhe menyandarkan punggungnya perlahan.“Apa tugasku?”“Menjagaku. Mengikutiku. Dan patuh pada perintahku.” jawab Erina singkat.Tanpa banyak basa-basi lagi, Fang Zhe mengangguk.“Aku terima.”DIIIIIING!Panel sistem kembali muncul.MISI UTAMA SELESAI!Mendapatkan pekerjaan yang layakEvaluasi: Pengawal Pribadi CEO Paviliun ObatHadiah: 100 poin sistem‘100 poin telah ditambahkan.’‘Total poin s
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung.2. Kemampuan Medis Dasar (Basic Medical Proficiency).Pengetahuan pertolongan pertama, stabilisasi luka, diagnosis ringan. Cocok untuk situasi penyelamatan non-tempur.Diikuti dengan munculnya waktu hitung mundur muncul di sudut panel.00:00:10Fang Zhe menatap gadis yang bernama Erina, yang kini terpojok di dinding toko tutup. Salah satu pria sudah hampir meraih lengannya.'Jika aku memilih medis… Aku mungkin bisa menolong setelah semuanya terlambat. Namun jika aku memilih ilmu bela diri… ' bergumam, sembari merubah sorot matanya lebih tegas.“Aku memilih… Bela Diri Dasar.”DIIIIIING!‘Kemampuan ditransfer…’Dalam sepersekian detik, sensasi panas mengalir dari dadanya ke arah perut, lalu
Fang Zhe terdiam sesaat.Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.Desa Mati. Nama itu terasa tidak asing lagi, dulu jalanan masih tanah, rumah masih terlihat sedikit. Tapi, sistem sepertinya memberikan informasi benar.Fang Zhe mulai menunduk, menatap kedua tangannya sendiri. Kulitnya penuh luka lama yang telah mengering, namun rasa sakitnya nyaris tak ada. Semua terasa seperti mimpi yang terlalu jelas untuk dilihat.“Kalau begitu…” gumamnya pelan.“Aku harus segera pulang.”Dengan berjalan kaki, Fang Zhe menyusuri jalan dari Desa Mati menuju pinggiran kota Shange. Bangunan-bangunan mulai terlihat lebih rapat, rumah-rumah tua berdiri berdampingan dengan ruko modern yang masih tertutup. Tak ada yang mengenalinya. Jelas tak ada yang peduli.Beberapa jam kemudian, langkahnya mulai terhenti.
“Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat.Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arogan, brutal, dan tak tersentuh hukum keluarga. Ketika Fang Zhe mendorong pintu ruang penyimpanan anggur sedikit terbuka, ia melihat bibinya terdorong ke dinding. Wajah wanita itu terlihat pucat, tangannya gemetar menahan tubuh Zhao Ming Yao yang mendekat dengan senyum menjijikkan.Pemandangan itu mengoyak hati Fang Zhe. Di luar sana, hujan turun deras di kompleks keluarga Zhao, membasahi halaman marmer yang luas bak istana bangsawan kuno. Namun bagi Fang Zhe, badai sesungguhnya ada di ruangan ini. Sejak kecil, ia hidup di bawah atap keluarga Zhao bukan sebagai anggota keluarga, melainkan hanya pemuda kurus dengan pakaian pelayan sederhana. Dia tidak tahu asal usulnya, bahkan siapa orang tuan







