แชร์

99. Juliant Gerva datang.

ผู้เขียน: Al_Fazza
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-26 03:59:55

Tak butuh waktu dua menit, pintu lift restoran terbuka dengan dentuman keras. Juliant Gerva melangkah masuk dengan aura otoritas yang kental, dikelilingi oleh barisan pengawal pribadi yang jauh lebih tangguh dari pada kroco-kroco yang dibawa adiknya.

"Di mana orangnya?!" suara Juliant menggelegar, membuat beberapa pengunjung restoran tersentak.

Juan segera berlari menyambut kakaknya dengan wajah penuh kemenangan yang menjijikkan.

"Itu dia, Kak! Berandal di meja itu! Dia menghajar orang-orang k
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   198. Penolakan Fang Zhe dari tawaran Li Shian

    Jarak di antara mereka kini begitu dekat. Aroma lembut bunga melati yang menguar dari tubuh Li Shian kembali menyapa indra penciuman Fang Zhe, berpadu dengan kehangatan napas wanita itu yang berembus tipis di udara. Tatapan mata Li Shian yang seindah bintang tampak mengunci penuh selidik, mencoba mencari celah di balik ketenangan wajah pria di depannya. Namun, alih-alih terpesona atau merasa terintimidasi oleh kedekatan yang sengaja diciptakan Li Shian, Fang Zhe justru memundurkan tubuhnya setengah langkah dengan gerakan yang sangat natural. Ekspresi wajahnya mengeras, menjadi begitu dingin dan acuh tak acuh. "Rahasia," jawab Fang Zhe singkat dengan nada suara yang judes dan sangat jutek. "Dan kurasa, bagaimana cara aku berkultivasi sama sekali bukan urusan Toko Sumber Daya Naga Langit." Li Shian sempat terpaku sejenak. Sebagai wanita yang terbiasa dipuja dan dipatuhi oleh banyak kultivator tangguh di penjara ini, respons judes dan penolakan mentah-mentah dari Fang Zhe bena

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   197. Bagi Li Shian Fang Zhe adalah Anomali.

    Li Shian berjalan dengan keanggunan seorang dewi yang terasing di tempat pembuangan, jubah putihnya menyapu lantai kayu spiritual dengan desir halus yang menenangkan. Fang Zhe mengikuti dari belakang, membiarkan jubah hitamnya menyembunyikan setiap riak energi yang bergejolak di dalam meridiannya. Creeek... Klek. Begitu pintu kayu giok ruang kerja pribadi Li Shian tertutup, keheningan mutlak langsung menyelimuti mereka. Ruangan ini dilapisi oleh formasi kedap suara tingkat tinggi, mengisolasi setiap kata yang terucap dari dunia luar yang bising. Li Shian tidak langsung duduk. Ia membalikkan tubuhnya perlahan, melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap lurus ke arah rongga tudung jubah hitam Fang Zhe. Sepasang matanya yang seindah bintang malam berkilat dengan kecerdasan yang mendalam. "Anda bisa melepaskan tudung Anda sekarang... Fang Zhe," ucap Li Shian tenang, suaranya mengalir datar namun sarat akan keyakinan mutlak. Di balik kegelapan tudungnya, sudut bibir Fang

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   196. Li Shian yang cantik, dan Li Yin yang kepo.

    Sreeet... Suara desas-desus yang semula memenuhi ruangan Toko Sumber Daya Naga Langit mendadak hening. Kata-kata yang keluar dari bibir Fang Zhe, meskipun lirih, itu cukup bisa didengar oleh beberapa pelanggan lain. Seketika itu juga, beberapa pasang mata dari para pelanggan kaya yang sedang memilih barang di sudut-sudut toko langsung tertuju padanya. Alis mereka mengernyit serentak, memancarkan kombinasi antara rasa tidak percaya, kebingungan, dan rasa ingin tahu yang membuncah. "Pengumpul Roh? Apakah telingaku tidak salah dengar?" bisik seorang pria paruh baya berjubah brokat merah yang dikenal sebagai saudagar kaya dari luar penjara. "Ranah Pengumpul Roh di dalam Penjara Naga Hitam ini bisa dihitung dengan jari sebelah tangan! Siapa pria berjubah hitam itu? Apakah dia salah satu penguasa blok? Katanya semuanya terbunuh ketika melawan penguasa blok baru itu?" sahut kultivator lain di sebelahnya, menatap punggung Fang Zhe dengan pandangan menyelidik. "Heh, apa dia Fang Z

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   195. Toko sumber daya Naga Langit.

    "Pasar gelap yang disokong oleh Kekaisaran... menarik," gumam Fang Zhe, matanya menyipit saat otaknya yang cerdas langsung menyusun ulang strategi. Rasa dongkolnya pada sistem matre itu sedikit terobati. Jika 12.000 poin hanya bisa menaikkannya satu bintang karena besarnya kapasitas dantiannya, maka ia harus mencari alternatif manual. Uang jutaan dolar di dalam puluhan kartu ATM yang dibawa Lei Ba kini bukan lagi sekadar angka mati, melainkan tiket emasnya di pasar gelap untuk membeli sumber daya spiritual berkualitas tinggi. "Lei Ba, Faiye, bawa uang itu. Kita pergi ke pasar gelap sekarang juga," perintah Fang Zhe sembari menyambar jubah hitam yang dibawa Faiye dan menyampirkannya ke bahu. Namun, tepat saat kakinya baru melangkah satu senti di ambang pintu ruangan Blok 10, bulu kuduk Fang Zhe mendadak meremang. Naluri bertarungnya yang tajam menangkap sekelebat riak energi tak kasat mata yang mengintai dari celah ventilasi udara di sudut atas lorong. Riak itu sangat halus, namu

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   194. Ada pasar gelap?

    "Baik tuan muda..." ungkap mereka berdua segera keluar dari ruangan.. Diiiing! Sebuah kilatan cahaya biru transparan kembali memenuhi pandangan mata Fang Zhe. Seiring dengan kepergian Faiye dan Lei Ba yang bergegas melaksanakan perintah rahasianya, keheningan total kembali menguasai ruangan Blok 10. "Sistem, buka statusku," gumam Fang Zhe dingin. [Pemberitahuan Sistem: Menampilkan panel status Tuan Rumah.] > Sisa Poin Saat Ini: 12.000 Poin > Ranah Kultivasi: Pengumpul Roh bintang satu. * Mengingat niat membunuh Han Ling yang begitu pekat dan fakta bahwa pria itu mengincar kepalanya demi membalas dendam karena menghancurkan keluarganya, Fang Zhe tahu kultivasi pemuda itu tak terdeteksi. Dan ia harus menyiapkan diri agar, ia bisa menuntaskan dua misi sekaligus! "Sistem, dengan sisa 12.000 poin terakhirku ini, lakukan terobosan ranah sekarang! Naikkan kultivasiku ke tingkat berikutnya!" perintah Fang Zhe tanpa ragu sedikit pun. Diiiing! >[Pemberitahuan Sistem: Mempros

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   193.

    Tanya Fang Zhe asli, suaranya terdengar santai namun penuh dengan nada kepuasan yang tertahan. Mendengar pertanyaan itu, baik Lei Ba maupun Faiye masih tidak bisa berkata-kata. Lidah mereka kelu, seolah-olah seluruh pasokan kata di dalam otak mereka telah menguap habis. Namun Lei Ba hanya bisa mengangguk-angguk kaku seperti ayam kayu, sementara Faiye masih memegangi botol ramuan medisnya dengan pandangan kosong yang syok. Bagi mereka, apa yang ada di depan mata bukan lagi sekadar "hebat", melainkan seeperti Dewa. Namun, tepat saat Fang Zhe membuka mulutnya untuk menjelaskan rahasia di balik teknik barunya itu... Tak... Tak... Tak... Gema ketukan langkah kaki yang berat dan teratur mendadak terdengar dari lorong luar, bergerak mendekat ke arah ruangan pribadi Blok 10. Suara sol sepatu bot militer yang keras itu langsung memicu alarm kewaspadaan di kepala Fang Zhe. Mengingat ritme langkahnya yang angkuh dan penuh wibawa, itu jelas bukan langkah kaki narapidana biasa dari Blok

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   25. Menjadi penyelamat Liana.

    Disaat tak sadarkan diri...Kegelapan menyergap Fang Zhe seperti ombak pasang yang hitam dan kental. Kesadarannya tenggelam ke dalam ceruk ingatannya yang paling gelap, tempat di mana rasa sakit bukan lagi berasal dari hawa dingin Tubuh Es Keabadian, melainkan dari api amarah yang membakar jiwanya.

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   23.

    Fang Zhe meludah lagi ke samping, ekspresinya penuh penghinaan."Dokter yang ketakutan adalah dokter yang gagal sebelum bertarung. Jika kau menginginkan putri-mu mati, teruskanlah sandiwara penguasa arogan ini. Tapi jika kau ingin dia hidup, berhentilah menggonggong soal eksekusi!""BRENGSEK! BERAN

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   20.

    Tersadar jika ia terus diam masalah akan semakin rumit. Fang Zhe akhirnya mulai berbicara.“Cukup.”Satu kata. Tidak keras. Namun cukup dalam. Seolah ada tekanan tak terlihat yang langsung menekan suasana di sekitar mereka.Seketika Erina dan Irma sama-sama terdiam.Dan kini, Fang Zhe melangkah maj

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   16. kecemburuan Erina, Dokter Irma Suka!

    Pagi di Paviliun Obat biasanya dimulai dengan aroma tenang dari rebusan herbal dan gesekan pelan lesung kayu. Namun, bagi Fang Zhe, pagi ini terasa seperti berjalan di atas seutas tali yang sangat tipis. Kalimat terakhir Erina tentang hukuman "tidur di halaman" masih terngiang di telinganya, member

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status