Share

Bab 7. Rencana Pagi Tak Terduga

Penulis: DNOV
last update Tanggal publikasi: 2025-01-23 17:38:36

Pagi harinya, Mayang kembali harus bangun dan sarapan sendiri di kamarnya. 

"Maaf, sayang! Besok mama papa  harus pergi pagi-pagi sekali.  Ada beberapa relasi bisnis yang belum kami temui. Mereka juga akan kami undang ke acara pernikahan kamu." Ujar sang mama semalam. 

“Huuuh, kenapa dengan orang-orang ini? Ini bukan liburan sama sekali. Aku cuma jadi penunggu kamar saja.” Sungutnya lalu melahap roti isi ke dalam mulutnya.

Ting tong. Bel kamar berbunyi sebelum ia mengunyah makanan di mulutnya.

‘Siapa pagi-pagi begini?’ Keningnya berkerut menoleh ke arah pintu. Dengan langkah malas ia berjalan dengan mulut penuh.

“Ohayoo gozaimasu!” Suara itu terdengar sebelum pintu benar-benar terbuka.

'Kenshi?' Mayang heran dengan mulut yang masih mengunyah.  Kenapa pria itu pagi-pagi sudah ke datang ke kamarnya?

“Apa kabar nona?” Tanya pria itu masih dengan sikapnya yang ramah meski sedikit geli melihat gadis itu menutup mulutnya sambil berusaha menelan makanannya. 

“Sebentar, bagaimana kamu tahu kamar ini? Oh ya, kamu kan bekerja disini.” Seru Mayang setelah mulutnya kosong lalu spontan melongok keluar kamar sembari celingukan kesana kemari, membuat mata Kenshi mengikuti arah pandangan gadis itu.

“Em, apa yang anda cari, nona?”

“Apa kamu bertemu orang tuaku?” Celetuk Mayang melihat ke arahnya.  

“Tidak, nona!”

Keduanya saling bertemu pandang, membuat Mayang sempat salah tingkah. Bagaimana tidak, mata elang itu dari kemarin selalu menatap langsung ke matanya.

Kenshi hanya tersenyum sambil menahan senyumnya. Mayang jadi jengah memikirkan alasan kenapa lelaki itu menertawakannya.

“Em, baiklah. Kalau tidak ada yang penting, aku hanya ingin melanjutkan sarapanku.“ Ujarnya melangkah mundur lalu hendak menutup pintu.

“Chotto matte. Maaf, maaf Nona, sebentar!” Kenshi menahan pintunya sebelum benar-benar tertutup. “Orang tuamu berpesan, apa hari Nona ingin jalan-jalan keliling kota?”

Mayang tertegun lalu tampak berpikir sesaat mencoba memahami maksud kata-kata Kenshi. Apa mungkin Kenshi ini semacam guide pribadi yang bekerja untuk papanya selama dia berada di Jepang ini? Mayang menyimpulkan demikian lalu mengangguk-angguk sendiri.

'Iya juga sih, daripada menjadi penunggu kamar!' pikir Mayang.

“Baiklah. Kalau begitu, tunggu sebentar!” Ujarnya sembari buru-buru menutup pintu meninggalkan Kenshi yang terpaku di luar kamar sambil tertawa menyadari spontanitas gadis itu.  

Dan benar saja, tak berselang lama pintu kamar terbuka lagi dengan Mayang yang sudah berganti kostum. Gaun selutut berwarna salem tampak serasi dengan outer hijau lengan panjang berenda dan tas slempang kecil.

Kenshi sempat tertegun. Baru beberapa menit lalu ia melihat sosok itu begitu santai dengan rambut bergelung dan sack dress bercorak dengan bahu terbuka, dan kini sosok  itu tampak elegan dalam balutan gaun simple yang selaras dengan warna kulit kuning langsatnya dengan rambut hitam yang dibiarkan tergerai. Meski tanpa dandanan mencolok di wajahnya, namun Kenshi berpikir gadis itu terlihat manis di matanya. 

Mayang jadi gugup menyadari pria di hadapannya sedang memandanginya tak berkedip. Ia memilih segera menutup pintu kamarnya lalu berjalan lebih dulu.

“Ehm, apa masih ada yang kita tunggu?” Sahut Mayang sontak membuat Kenshi tersadar dan segera menutupi keterpukauannya tadi dan menyusul gadis itu menuju lift.

Sepanjang perjalanan di dalam mobil pun, Kenshi beberapa kali mencuri pandang ke arah Mayang. Meski tadinya gadis itu berusaha acuh, namun akhirnya ia mulai merasa jengah karena pria itu sering mencuri pandang ke arahnya tanpa sebab.

“Kita sebenarnya mau kemana?” Tanyanya memecah kebisuan di dalam mobil.

“Bagaimana dengan Tokyo Dome?“ Kenshi melirik dan mendapati gadis itu mengendikan bahunya. Dia yakin gadis itu belum pernah ke sana, terlebih ini adalah kali pertamanya ia datang ke Tokyo.

“Tokyo Dome?”Mayang tampak berpikir sejenak.”Baiklah. Aku juga kan tidak tahu itu tempat apa. Aku ikut saja!” Sahut Mayang mengiyakan meski dia penasaran lalu mulai melihat layar gawainya dan membuka mbah g****e.

“Apa kamarnya nyaman?” Tanya Kenshi mencoba membuka percakapannya santai. Gadis itu hanya menjawab dengan deheman dan anggukan halus. Menyadari gadis itu tampak enggan menanggapi, akhirnya ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh, terlebih Mayang terlihat asyik dengan gadjetnya sambil melihat pemandangan sekitarnya antusias. Meski begitu sesekali Kenshi masih mencuri pandang lewat spion kabin untuk sekedar menilik wajah gadis di kursi belakang.

“Wow!” Mayang terlihat takjub saat turun dari mobil.

Sebuah bangunan megah dari kaca berbentuk kubah besar menjulang, memaksanya menelan ludah. Meski tadi ia sempat melihat lewat gambar di ponsel, tapi kenyataannya ia terpana dengan bentuk asli dari bangunan yang dinamakan Tokyo Dome itu, yang menjadi salah satu taman hiburan terbesar di kota Tokyo.

Mereka berdua sudah berada di pelataran pintu masuknya yang ramai oleh para pengunjung dan wisatawan seperti dirinya.  Masih terpana dengan pemandangan itu, ia sengaja mengambil foto selfi dirinya karena Kenshi tampaknya biasa saja dan tak terlalu tertarik untuk berfoto.

Kenshi hanya memperhatikannya dan beberapa kali menarik lengan gadis itu yang hampir bertubrukan dengan pengunjung lain karena keasyikan berselfie ria.

Kenshi berhenti di salah satu pintu gerbang dan ikut mengantri di salah satu konter karcis. Mayang terlihat bingung lalu menghampiri Kenshi.

“Kenapa kemari, apa kita akan masuk?” Mayang celingukan. Apa Kenshi serius akan mengajaknya masuk ke dalam wahana permainan?

“Apa kamu pikir aku masih anak-anak?” Gumam Mayang seolah protes. Padahal hatinya senang bukan kepalang.

Kenshi tertawa kecil,  memperlihatkan lesung pipit di salah satu pipinya, membuat mata gadis itu sempat tak berkedip. Untuk sejenak ia mulai menyadari wajah tampan di sampingnya. Tapi ia cepat-cepat membuyarkan pikiran konyolnya barusan.

“Chotto…anggap saja, ini liburanmu selepas wisuda. Bagaimana, mau masuk sekarang?” Ajak Kenshi sambil berlalu meninggalan Mayang yang masih bengong.

'Hah! Bagaimana dia bisa tahu kalau aku baru wisuda?'

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 71. Romansa Datang Bulan

    “Aku hanya mau memijat kaki kamu, supaya tidak keram. Atau jangan-jangan kamu punya pemikiran lain?”Mayang terpana saat lelaki itu menaruh kedua kakinya di pangkuannya lalu memijitnya perlahan. Wajah Mayang memerah.“Apa kamu pikir di kamar mandi tadi belum cukup?”“Kenshi!” pekik Mayang mendorong bahu Kenshi yang diiringi tawa renyah lelaki itu.“Kapan kamu pulang? Aku tidak tahu.”“Semalam, aku minta asisten Hirata memesan tiket lebih awal. Aku ingin cepat bertemu kamu.”Ujar Kenshi ditanggapi wajah Mayang dengan mulut majunya.“Kamu bercanda. Tadi malam aku gak dengar apa pun.”“Kamu tidur seperti batu yang menempel di bantal.”“Kamu berlebihan,” Mayang memukul bahu lelaki itu setengah kesal namun juga senang dengan perhatian Kenshi.Mayang pun menyandarkan kepalanya di sisi sofa, menikmati saat-saat Kenshi memberi pijatan lembut di kedua betisnya."Kenshi, apa kamu tidak lelah?" tanya Mayang menatap wajah Kenshi yang sesekali menoleh ke arahnya dengan senyum kalemnya.Lelaki itu m

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 70. Shower Time

    Keesokan harinya Mayang merasa tubuhnya telah pulih dan bangun shubuh seperti biasa.Dilihatnya Kenshi masih tertidur, mungkin dia lelah. Semalam dia juga tak menyadari kapan lelaki itu datang. Selepas shalat, Mayang memutuskan untuk bergegas mandi pagi dengan air dingin agar tubuhnya lebih segar.Dua hari kemarin ia absen ke kampus bahasanya, karena sejak malam pertamanya itu, tubuhnya tiba-tiba merasa demam, entah karena lama berendam atau karena sebab lain.Pagi ini dia bertekad untuk kembali memompa semangatnya lagi. Ia menikmati shower air panas lalu mencoba memutar air hangat menjadi agak dingin. Meski sempat menggigil, tapi akhirnya ia merasakan kesegaran.Saat menikmati percikan shower, air tiba-tiba menjadi hangat kembali. Mayang pun membuka matanya dan hampir terlonjak ketika sosok Kenshi telah berada di belakang tubuhnya. Reflek ia segera menyilangkan tangannya. Mereka berada di bawah shower yang sama tanpa sehelai kain.“Kenshi, kamu mau apa? Aku sedang mandi,” tukasnya

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 69. Malu Setengah Mati

    'Apa dia sudah mendengar berita? Apakah dia akan pergi?' Batin Kenshi menduga-duga."Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanyanya, langsung mendekat. "Aku sedang membantumu menata pakaian untuk dinas ke Kyoto." Jawab Mayang dengan ringan.Kenshi yang awalnya khawatir pun heran. Ternyata kemeja yang tadi dilipat dan dimasukkan ke dalam koper adalah kemeja dan jas miliknya. Ia lalu menahan gerakan tangan Mayang, dan membalikkan tubuh perempuan itu dan memeluknya, lega. "Ada apa, Kenshi?" Mayang kini yang merasa heran. Apalagi, Kenshi tampak mengelus punggungnya. Kenshi menarik napasnya lalu melepas pelukannya, sehingga Mayang bisa melihat wajah Kenshi. "Kenapa? Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Mayang, penasaran lagi. "Kamu tidak perlu mempersiapkan apa-apa untuk perjalanan bisnisku. Asistenku di hotel sudah mempersiapkan semuanya." Terang Kenshi, lalu mengajak Mayang keluar ruang ganti. Kenshi mengajak Mayang menuju ranjang. Mayang langsung melepas genggaman tangan Kenshi. Langka

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 68. Takut Gara-gara Sebotol Minuman

    Kenshi tertawa setelah mendengar keinginan Mayang. "Kenapa tertawa? Aku serius. Semalam, kamu mabuk. Apa kamu ingat?" tutur Mayang seolah ingin mengingatkan peristiwa semalam. Ekspresi Kenshi langsung berubah dan menatap Mayang. Apa dia pikir semalam dia melakukan itu karena mabuk? Pikir Kenshi menerka. Keduanya saling berpandangan di sisi sofa dengan pikiran masing-masing. Kenshi meraih salah satu tangan Mayang yang menatapnya lekat. "Semalam, tentu saja aku ingat semuanya, sayang!" Kenshi mencium punggung tangan Mayang, seolah ingin memberinya ketenangan batin yang mungkin membuatnya khawatir."Kamu... semalam habis minum, kan! Aku tahu bagaimana bau alkohol itu dan… huft," kata-kata Mayang kembali terhenti saat Kenshi mengecup bibirnya pelan."Aku tahu. Aku minta maaf. Kemarin sore, aku minum kaleng minuman yang ada di kantor karena rasanya cuaca panas sekali," sanggah Kenshi, mencoba mencari alasan yang masuk akal. "Tapi itu haram, Kenshi! Otak kamu bisa rusak karena minuman s

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 67. Siang Terik Yang Menyala

    Kenshi menempelkan es yang telah dilapisi tissu ke kening Mayang yang sedikit memar. "Maaf, aku mengagetkanmu! Aku pikir, kamu mungkin butuh sesuatu," tutur Kenshi, menahan geli saat melihat Mayang meringis sambil sesekali melirik ke arahnya.Wajah Mayang kembali menekuk dan sengaja menghindari tatapan Kenshi. Ia masih tak berani atau lebih tepatnya, ia masih merasa malu menatap wajah yang semalam berada di atas tubuhnya itu. Wajahnya pun terasa memanas. "Aku… aku hanya cari minuman segar," ungkapnya sambil memalingkan wajahnya ke arah taman sambil memainkan jemarinya di atas meja. Kenshi menyodorkan sesuatu ke hadapan Mayang. Ternyata Kenshi membawa sebuah tote bag berisi beberapa gelas minuman dingin."Coffee, cappuccino or milk tea?" tanya Kenshi sambil memiringkan wajah dengan tetap menempelkan kompresan ke kening Mayang. Mata Mayang langsung berbinar saat melihat minuman-minuman dingin di depannya. Ia melihat-lihat label yang tertera dan mengambil gelas cappuccino lalu menunju

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 66. Setelah Berlalunya Malam

    Kenshi berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya, meninggalkan Mayang yang masih tertelungkup lemah dengan sebagian tubuh polosnya tertutupi selimut.Setelah membasahi seluruh tubuhnya dengan air hangat dan membalut tubuhnya dengan bathrobe, Kenshi langsung mengambil ponselnya dan menyingkap salah satu gorden, hingga ia bisa melihat suasana malam yang kelam dari balik kaca jendela.“Hirata, bagaimana kabar mereka di Indonesia? Apakah sudah ada kabar?” tanya Kenshi dalam bahasa Jepang sambil tetap berjaga agar Mayang tak mengetahui obrolannya."Tuan masih di kantor polisi. Tapi tim kita sudah ke sana untuk membantu memberikan keterangan. Sedangkan Nyonya sudah pindah ke apartemen." Terang Hirata di ujung telepon. “Tolong dampingi mereka sebisa mungkin! Aku masih harus melihat situasi di sini.”"Baik, tuan! Saya mengerti. Tim pengacara dari perusahaan kita di Indonesia juga sudah kita kerahkan untuk membantu Tuan Hadiwijaya."“Baiklah, aku percaya padamu.”Kenshi segera mematik

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 9. Pelan-pelan Saja

    “Are you OK?” Tanya Kenshi cemas ketika memapah gadis disisinya ke salah satu kursi kosong di luar wahana gondola.Wajah Mayang masih pias setelah tubuhnya hampir terjungkal. Beruntung tadi Kenshi sigap menangkap tubuhnya. Kenshi menduga, gadis itu ada phobia dengan ketinggian atau permainan pemic

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 8. Bak Roller Coaster

    "Tunggu disini!" Kenshi menuju meja konter tiket meninggalkan Mayang yang masih terkesan dengan rupa Tokyo Dome.Sudah lama sekali ia tidak pernah mengunjungi taman hiburan seperti ini. Mungkin terakhir kali sejak SMP dan setelah kedua orang tuanya mulai bepergian keluar negeri menjalankan bisnisny

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 6. Pertemuan Para Tetua

    Malam itu, tampak Aryo Hadiwijaya dan Kori, istrinya, turun dari taksi dan berjalan tergesa memasuki sebuah kawasan bernama Taito yang masih berada di kota Tokyo, dimana berjajar restoran dan kedai di kedua sisi jalannya.“Wagyu Panga? Disini ma, kita sudah sampai.” Sahut Aryo lalu menarik lengan sa

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 5. Pembicaraan Serius

    Pemandangan sore di atas kota Tokyo terlihat begitu mempesona: terbentang lewat kaca jendela lantai 21 salah satu gedung. Sesosok pria muda dengan setelan jas elegan, tengah termangu menatap jauh ke penjuru kota. Pandangannya jelas-jelas menyiratkan ada sesuatu yang ia pikirkan. Beberapa lembar fot

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status