Share

SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)
SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)
Author: Nurleni

1

Author: Nurleni
last update Last Updated: 2025-04-26 20:11:42

“Tolong! Seseorang tolong aku!”

Nayna tersentak saat mendengar sebuah suara. Matanya mengedar ke semua arah, ketakutan saat mendengar suara di jalanan yang sepi. Ditambah lagi, jalan menuju rumahnya sangat gelap.

Bukan hantu yang dia takuti tapi dia takut kalau ada orang jahat yang hendak menyakitinya.

Apa lagi dia hanya sendiri di sana dan dia juga seorang wanita yang jika di bandingkan dengan laki-laki maka kekuatannya tak ada apa apanya.

"Astaga, apa itu orang jahat?" lirihnya dengan keringat dingin yang sudah membasahi keningnya.

Dia kembali melangkahkan kakinya tapi tiba-tiba saja, ada sebuah tangan yang dingin memegang kakinya.

"Aaaarghh!" dia berteriak sekuat tenaga.

Alangkah terkejutnya dia saat mendapati seseorang yang tengah tergeletak tak berdaya di tanah, dia ingin sekali lari dari sana tapi dia yakin kalau itu adalah manusia.

"Tolong!" lirihnya dengan suara parau.

Ketakutan itu seketika hilang saat mendengar ucapannya. Dia pun jongkok guna menyeimbangkan tingginya dengan orang itu.

"Apa kau manusia? Apa kau orang jahat?"

Tak ada jawaban dari pria yang saat ini tergeletak tak berdaya itu, dengan tangannya yang masih gemetar ketakutan dia menarik pria itu dan memapah pria itu untuk dia bawa ke rumahnya yang cukup dekat dari sana.

Tak ada rasa takut yang dia rasakan saat bersama orang asing itu, hatinya malah berpikir kalau dia harus segera menolong pria itu.

**

Dua pasang mata baru saja terbangun dari tidurnya yang nyenyak, dia merasakan sesuatu yang mengikat di pergelangan tangannya, matanya yang masih mengantuk menatap pada tangan yang saat ini sudah terikat pada kayu ranjang, dia menariknya tapi malah membuat tangannya semakin kesakitan.

"Dimana aku?" gumamnya.

"Kau sudah bangun?" tanya seorang wanita yang diduga telah menyelamatkan dia tadi malam.

"Nona, kenapa kau mengikat tangan ku?" tanyanya dengan suara parau.

"Karena aku takut kamu orang jahat!" tegasnya karena takut telah menyelamatkan seorang buronan, hal yang dia pikirkan adalah keselamatan dia dan juga buah hatinya yang juga tinggal di rumah itu.

"Tolong lepaskan aku, Nona." ucapnya memohon, wajahnya bahkan terlihat memelas meminta untuk dilepaskan, apa lagi tali itu juga bisa melukai pergelangan tangannya.

"Apa kamu buronan? Atau kamu narapidana? Atau jangan-jangan kamu adalah psikopat yang kabur dari kejaran polisi, siapa yang tau hal itu, kan? Makannya demi keselamatan aku, kamu harus tetap seperti ini." ucapnya.

Wanita cantik, tangguh, dan mandiri itu membawa bubur yang dia letakan di atas nampan, dengan suka rela dia menyuapi pria asing yang malam tadi dia tolong itu.

"Bukannya aku mau memfitnah kamu, tapi semalam aku menyelamatkan mu dengan kondisi kamu yang parah, wajahmu penuh luka dan darah. Tak salah kan kalau aku berjaga-jaga?" ucapnya lagi sambil tetap menyuapi sesendok bubur pada pria yang wajahnya babak belur itu.

"Aku tak ingat apa pun." ucap pria itu.

"Ck, jangan berbohong. Aku adalah Nayna yang tidak bisa di bohongi laki-laki!"

Nayna Ayundara adalah seorang ibu yang mempunyai seorang anak, sayangnya dia gagal dalam sebuah hubungan, dahulu dia hamil tanpa status pernikahan yang jelas karena dahulu Nayna hanya menikah siri dan dengan teganya suaminya itu malah pergi meninggalkannya entah kemana.

Hingga pada akhirnya dia seorang ibu tunggal yang membesar anaknya sendirian tanpa dukungan dari keluarga maupun orang terdekatnya.

Nayna banyak sekali merasakan pahitnya hidup bersama putranya, tapi dia tetap menjalani setiap naik turunnya roda kehidupan hanya demi menghidupi anaknya yang masih sangat kecil.

Menjadi ibu sekaligus seorang ayah tak mudah bagi Nayna, bahkan belum lagi dia harus mendapatkan hinaan dari rekan kerja dan tetangganya yang lain.

Mereka memandang rendah Nayna hanya karena kesalahan Nayna, memang kesalahan Nayna adalah kesalahan yang fatal dan tidak untuk ditiru. Tetapi, siapa yang akan tau pada guratan takdir yang sudah ditentukan.

"Mamah," suara putranya membuat Nayna menghentikan aktivitasnya menyuapi pria asing itu.

"Mamah di sini, Saka." Nayna berteriak meminta putranya datang.

Bocah kecil itu berlari masuk ke salah satu kamar yang ada Mamahnya disana, tapi tatapan bocah itu menatap pada pria asing yang berbaring di atas tempat tidur itu.

"Papah," teriaknya yang langsung mendekat dan memeluk kepala pria asing itu.

"Saka, jangan lakukan itu. Dia bukan papah kamu!" tegas Nayna yang langsung menjauhkan putranya dari pria itu.

Bocah itu hanya terdiam sambil menatap pada pria itu.

"Kamu ingat-ingat saja dari mana kamu berasal setelah kamu yakin kamu bukan orang jahat maka aku akan melepaskan kamu." Nayna berucap dan langsung pergi dari sana meninggalkan pria yang masih dia ikat itu.

"Tolong lepaskan aku!" sahutnya yang tak di dengar oleh Nayna.

Saka menatap pada mamahnya. "Apa dia papah?" tanya bocah itu memastikan.

"Bukan!" jawab Nayna dengan gelengan kepala.

**

"Kau sudah ingat?" tanya Nayna yang mampu mengagetkan pria itu.

"Ngomong-ngomong siapa nama kamu?" tambahnya.

Sudah hampir sore dan Nayna baru melihat pria itu lagi, terlihat kalau tangannya terluka karena ikatan yang sangat kuat pada tangannya itu.

Nayna hampir tak memperdulikan hal itu, dia tak mau kalau pria itu akan mencelakainya.

"Nama aku Lukas, aku datang dari kampung untuk mencari pekerjaan di kota, tapi kemarin malam aku dirampok, semua uang aku di ambil oleh mereka dan aku gak tau harus kemana lagi." ungkapnya.

"Apa kamu punya penyakit menular?" tanya Nayna, namun dia langsung mengernyitkan keningnya, dia merasa seperti ada yang aneh dengan pertanyaan dia barusan.

Dan benar saja saat Nayna menatap pada Lukas terlihat kalau Lukas sedang tersenyum mentertawakan Nayna.

"Maksudku, apa kamu punya penyakit menular? Bisa saja kan kamu punya penyakit zombie?" tanya Nayna yang semakin tak masuk akal.

"Nona, aku memang dari kampung tapi aku sehat." ucap Lukas membela diri.

Nayna berpikir sejenak. "Baiklah, kamu akan kemana sekarang?" tanya Nayna yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Lukas.

"Aku tidak punya uang," ucapnya jujur, dan Nayna pun paham karena saat Nayna menemukan Lukas, dia dalam keadaan tak membawa apa-apa.

"Permasalahan yang berat," gumam Nayna.

Lukas sesekali meringis karena kesakitan pada luka di pergelangan tangannya itu, untuk kali ini Nayna sadar kalau dia baru saja menyiksa pria asing, Nayna melepaskan ikatan pada tangan Lukas, untuk kali ini Nayna percaya pada Lukas yang datang dari kampung dan hendak mencari pekerjaan di kota.

"Tangan mu terluka, aku akan obati." ucap Nayna yang langsung meraih kotak p3k yang ada di atas nakas bekas semalam mengobati luka di wajah Lukas.

Nayna dengan perlahan mengobati luka itu, diam-diam Lukas menatap pada Nayna. Ada sesuatu hal yang berbeda saat dia menatap pada Nayna.

"Dimana suami mu?" tanya Lukas yang masih menatap kagum pada Nayna.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   100

    "Dasar tidak tau malu!""Sudah Nek, lagian aku yang minta Nyonya berada di sini. Sudah jangan dibalas lagi karena aku tidak mau kalian terus menerus bertengkar," sahut Nayna.Nenek berhenti memarahi Lilia, kalau saja Nayna tidak menghentikannya mungkin saat ini Lilia sudah habis dimarahi oleh Nenek. Sekarang tidak ada harapan lagi untuk Lilia akrab dengan Nenek karena terlihat kalau Nenek begitu marah pada Lilia.Nayna merasa kasihan pada Lilia, walaupun Nayna juga pernah sakit hati oleh Lilia. "Kemana Zara?" Nayna bertanya pada Iyas agar suasana tidak canggung lagi."Zara ada di rumah, tadinya dia ingin ikut tapi aku larang karena kita hanya akan menjemput Mama saja," sahut Iyas.Nayna menganggukan kepalanya sepertinya ingin mencari topik obrolan sekarang bukanlah hal yang baik karena mereka semua hanya dipenuhi emosi saja, mungkin semua orang tidak tau harus mengatakan apa. Karena Nenek masih marah dan mereka tidak mau berbasa-basi.Setelah lama akhirnya Nenek dan Iyas memutuskan u

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   99

    Saat ini Iyas merasa sangat tidak enak badan, rasanya badannya begitu gerah dan Iyas juga merasa haus. Semakin Iyas minum maka semakin Iyas haus. Iyas pikir hanya dirinya saja yang merasakan hal itu padahal Zara juga merasakannya. Zara malah lebih parah karena dia sampai mandi beberapa kali untuk menghilangkan rasa gerah di badannya."Kamu merasakan hal yang sama juga?" tanya Zara."Ya, apakah kita salah makan?" tanya Iyas."Aku tidak makan apa-apa." Zara mengatakan itu mengingat-ingat kalau dia benar-benar tidak makan apa pun.Iyas merasa sangat tertarik pada Zara yang hanya memakai kimono saja, Iyas menarik Zara dan langsung menghujaninya ciuman pada Zara, untuk sekejap Iyas sadar kalau dirinya pasti meminum obat perangsang. Iyas heran kapan dia meminum orang perangsang dan siapa yang melakukan itu."Zara, sepertinya kita minum obat perangsang." Iyas mengatakan itu membuat Zara panik karena rasa itu tidak bisa hilang dari tubuhnya."Bagaimana kita sekarang? Bagaimana cara menghilang

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   98

    Mereka sampai di rumah sakit dan dengan cepat mereka ke ruangan Dion karena ingin melepaskan kondisi Dion sekarang, tapi sebelum masuk kedalam Arya sudah mencegat Evalista dan istrinya agar tidak masuk kedalam dan bertemu Dion."Dion sudah sadar?" tanya Lia.Arya seperti kesusahan untuk mengatakannya, tapi Arya juga tidak bisa menyembunyikan penyakit yang Dion derita sekarang."Dion mengalami gangguan kejiwaan," ujar Arya yang langsung membuat Lia terkejut dan hampir saja terjatuh untungnya Arya segera memegangi Lia agar Lia tidak jatuh."Kenapa bisa?" tanya Lia."Ini pasti bohong!" geram Evalista yang mengira Dion berbohong karena sangat jelas kalau Dion ingin bersandiwara."Ini beneran, dokter yang mengatakannya." Arya mengatakan itu dan awalnya Arya juga tidak percaya hanya saja dokter mengatakan itu dan memberitahu Arya kalau di kepala Dion ada masalah.Bahkan baru saja Dion mengamuk dan mencakar-cakar dokter di hadapan Arya, sekarang Dion tenang karena diberikan obat penenang ole

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   97

    Brugh!Dion pingsan karena terkejut mendengar kebenaran kalau Nayna adalah putra dari Tuan Granida, Evalista langsung meminta Riki untuk membantu Dion agar bisa di bawa ke rumah sakit. Tuan Granida meminta nomor rekening Evalista agar dia bisa mengirimkan sisanya pada Dion.Granida cukup rugi dengan membeli perusahaan yang hampir bangkrut itu, hanya saja demi Nayna apa pun akan Granida lakukan.Granida ingin membuktikan pada semua orang kalau orang yang selama ini mereka rendahkan adalah orang yang paling kaya, Granida ingin memberikan aset pada Nayna agar suatu saat kalau dia meninggal. Kalau Nayna tidak di kasih warisan karena tidak tercatat dalam hak waris pun tidak masalah karena Nayna sudah di berikan langsung oleh Granida."Ayah, ini begitu berlebihan." Nayna mengatakan itu bukan ingin menolak tapi Nayna tidak enak saja."Tidak Nay, ini masih kurang. Aku ingin memberikan kamu lebih dari ini." Granida meyakinkan Nayna agar tidak menolak pemberian Granida."Terima kasih Ayah, tapi

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   96

    Dion menatap pada putranya yang sedang di pangku oleh Ibunya, setelah melahirkan Evalista hanya rebahan saja dan anaknya di urus oleh Lia. Banyak alasan Evalista untuk menolak mengendong atau memberikan asi untuk anaknya.Sampai sekarang anak itu diberikan susu formula karena Evalista tidak mau memberikan ASI nya. Padahal Lia sudah membeli alat pompa tapi Evalista malah marah pada Lia.Lia paham kalau Evalista memang tidak mau memberikan ASI untuk putranya, Dion juga hanya bisa marah-marah saja. Dari anak itu lahir sampai sekarang tempramen Dion seperti tergantung, tubuhnya ada di sana tapi pemikirannya jauh. Lia bertanya pun kadang Dion menjawabnya asal dan tidak nyambung."Susu formulanya habis, aku akan minta pelayan untuk membelikan yang baru," sahut Lia.Lia berharap Evalista akan paham dengan memberikan uangnya untuk membeli susu formula tapi Evalista hanya diam saja sambil mengutak-atik ponselnya. Lia juga yang harus mengeluarkan uang untuk membeli susu, bukannya Lia hitungan d

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   95

    Hari ini adalah acara pernikahan Iyas dan Zara, semua keluarga Asmagara sudah berkumpul di kediaman Tuan Kafian. Acara akan dimulai sebentar lagi, bahkan pengantin juga sudah siap di atas pelaminan.Tamu yang hadir cukup banyak bahkan di antaranya ada pengusaha-pengusaha terkenal dan beberapa rekan Aldrich yang tidak Keluarga Asmagara ketahui.Iyas langsung mengucapkan ijab qobul untuk meminang Zara, acaranya berjalan dengan lancar semuanya berbahagia karena akhirnya Iyas menikah, semua orang menikmatinya makanan yang berjajar di sana.Begitu juga dengan Nayna, Saka, dan Lukas. Mereka memburu makanan karena Nayna sedang hamil maka nafsu makan Nayna juga ikut naik. Lukas senang mengambil banyak makanan untuk Nayna karena Lukas hanya ingin Nayna dan bayinya itu sehat."Mama, apa bayi suka sama kue coklat?" tanya Saka."Suka, kenapa gitu?" tanya Nayna heran."Kalau bayi juga suka nanti kue coklat aku habis sama bayi." Saka mengatakan itu membuat Nayna tertawa melihat kepolosan Saka."Tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status