Share

7

Author: Nurleni
last update Last Updated: 2025-07-16 17:57:34

Malam harinya Nayna masih memikirkan tentang ucapannya tadi di cafe, jika Nayna tau akan seperti ini mungkin Nayna tak akan menyatakan itu. Tapi hanya itu satu-satunya yang bisa Nayna katakan agar dia tak di cap sebagai pelakor.

"Bagaimana ini?" gumam Nayna.

Pintu kamar Nayna terbuka dan ternyata Lukas datang ke sana membawa segelas susu untuk Saka, tapi sayangnya Saka sudah tertidur. Nayna memperhatikan Lukas yang terlihat gagah walaupun Lukas dari kampung, bahkan Nayna berpikir kalau Lukas adalah orang kaya karena perawakan dan wajah Lukas tidak menunjukkan tanda-tanda kesusahan.

"Jangan pergi, aku mau bicara sesuatu padamu," ujar Nayna menghentikan langkah Lukas yang akan pergi dari sana.

Lukas mendekat pada Nayna dan duduk di kursi dekat meja rias Nayna, "Ada apa Nona?" tanya Lukas.

"Mulai sekarang jangan panggil aku Nona, panggil aku Nayna." Nayna ingin langsung to the point tapi dia juga ragu takutnya Lukas akan menolaknya.

"Oke, Nayna," ucap Lukas.

Nayna menatap pada Lukas. Namun, yang Nayna lihat adalah wajah tampan Lukas yang terlihat begitu jelas sekarang, baru kali ini Nayna dan Lukas berdekatan dan saling menatap satu sama lain karena sebelumnya Nayna enggan untuk menatap pada Lukas.

"Aku punya permintaan, apa kamu mau mengabulkannya?" tanya Nayna.

"Apa?" tanya Lukas.

Bibir Nayna gemetar, "Bagaimana kalau kita menikah?" tanya Nayna yang langsung membuat Lukas terkejut mendengarnya.

"Menikah? Kenapa?" tanya Lukas.

Nayna memegang pipinya yang terasa panas karena malu, tapi Nayna juga tak mau membuat Lukas salah paham.

"Kamu masih mau tinggal di sini secara gratis?" tanya Nayna yang dibalas anggukan oleh Lukas.

"Bagus, ayo kita menikah. Kamu bisa tinggal secara gratis di sini dan aku tidak akan dihina pelakor lagi." 

"Tapi apa kamu yakin mau akan menikah denganku?" Lukas meragukan ucapan Nayna.

"Yakin, ini hanya pernikahan sementara saja. Anggap ini sebagai kesepakatan." Nayna mengucapkan itu dengan grogi.

"Baiklah aku mau," ucap Lukas. "Tapi kapan kita nikah?"

"Minggu depan," jawab Nayna.

**

"Apa ini?" tanya Evalista menatap tajam pada sebuah surat undangan pernikahan.

Di sana tertulis nama Nayna dan Lukas, begitu kesalnya Evalista mendapatkan kenyataan bahwa Nayna akan menikah. Evalista adalah wanita cerdas setelah kejadian pelukan itu, Evalista langsung mencari tau tentang Nayna pada semua orang. Dan ternyata benar kalau Nayna pernah menjalin hubungan dengan Dion, suaminya.

"Siapa yang nikah?" tanya Dion.

"Nayna dan Lukas, Tuan." Riki asisten Dion berucap.

Dion hanya terdiam saja, tak ada ucapan apa pun yang keluar dari mulutnya. Tapi Evalista langsung menatap tajam pada Dion sambil mengepalkan tangannya menahan rasa kekesalan.

"Dia mengundangmu!" geram Evalista.

"Kenapa aku?" tanya Dion.

"Kamu masa lalunya dan aku yakin dia belum bisa melupakanmu," sahut Evalista.

Dion memutar bola matanya malas, hanya ini yang Evalista bahas jika bersangkutan dengan Nayna. Sebenarnya ingin sekali dia  memarahi Evalista karena terus menerus menyangkut pautkan dirinya dengan Nayna. Padahal Dion adalah orang yang paling membenci Nayna hanya karena Dion melihat Nayna bersama pria lain beberapa tahun yang lalu.

"Kita harus datang." Evalista mengangguk yakin dengan ucapannya itu.

"Terserah, kamu atur saja." Dion pergi dari sana meninggalkan Evalista yang masih kesal di sofa.

Evalista menatap pada Riki, asisten suaminya. "Siapkan hadiah paling jelek untuk Nayna, kamu kasih bangkai tikus atau bangkai kucing. Terserah pokoknya jangan sampai dia tau kalau itu dari aku," titah Evalista.

"Baik Nyonya," ucap Riki.

Evalista menghela nafasnya kasar, kesal sekali dia karena Nayna akan menikah. Evalista berpikir kalau Nayna menikah pasti karena kesepakatan karena dari apa yang Evalista tau, Nayna sangat sayang pada Dion dan tak mungkin Nayna memutuskan untuk menikah setelah tau kehidupan Dion yang sempurna seperti ini.

"Nayna tidak mungkin melupakan Dion begitu saja, apa lagi pria yang Nayna nikahi pasti tak setara dengan Dion," gumam Evalista.

Sedangkan saat ini Nayna tengah memikirkan biaya yang terus menerus keluar karena acara pernikahan itu, bukannya Nayna pelit tapi semua biayanya di tanggung oleh Nayna bahkan uang mahar dan seserahan semuanya di tanggung oleh Nayna.

Dan Lukas, tak ada sepeser pun dia mengeluarkan uang karena Nayna tau kalau Lukas tak punya uang. Makannya Nayna tidak membebankan pada Lukas, bahkan Nayna juga merasa kalau semua ini adalah tanggung jawabnya.

"Kamu yakin tidak ada keluarga kamu di kampung?" tanya Nayna.

Lukas menggeleng, "Gak ada Nay, aku punya tante tapi dia tak akan mungkin datang ke sini." Lukas mengatakan itu dengan suara sendu.

"Baiklah, tidak masalah." Nayna mengucapkan itu karena kasihan pada Lukas yang sudah tak ada keluarga.

Pernikahan mereka akan diadakan di sebuah hotel bintang lima, Nayna tentunya sangat tau berapa harga sewa hotel itu tapi anehnya sekarang hotel itu memberikan diskon khusus pada Nayna katanya karena hotel itu sedang merayakan ulang tahun. Suatu kebetulan bagi Nayna karena dia bisa membayar dengan harga murah untuk melangsungkan pernikahan.

Dompet Nayna mulai menipis bahkan uang simpanan Nayna pun sedikit demi sedikit terambil karena biaya yang begitu mendadak, baru kali ini Nayna akan melangsungkan pernikahan dan mungkin ini pertama kalinya Nayna menikah tanpa di dampingan dari orang tuanya. Nayna adalah seorang piatu, Ibunya meninggal saat Nayna masih bayi sedangkan Papanya Nayna tidak tau karena sejak kecil pun Nayna sudah di tinggalkan bersama Nenek dan Bibinya.

Sekarang saja Nayna akan mengundang keluarga Bibinya ke acara pernikahan, hanya Bibinya saja yang Nayna punya karena Neneknya sudah lama meninggal dunia. Semenjak Neneknya tiada Nayna hanya tinggal sendirian di kota, merantau dan bertemu dengan Dion. Mungkin karena pergaulan bebas juga yang membuat Nayna bisa melakukan seperti itu bersama dengan Dion.

"Nay, ada yang bisa aku bantu?" tanya Lukas.

"Tidak, semuanya sudah beres jadi kamu gak perlu khawatir. Kita hanya tinggal nikah saja tanpa ada hambatan apapun." Nayna yakin kalau semuanya akan berjalan dengan lancar.

"Syukurlah kalau seperti itu," ucap Lukas. 

Tok

Tok

Pintu diketuk dari luar, tanpa lama Nayna langsung membuka pintu itu dan ternyata yang datang adalah kurir pengantar paket.

"Ada apa, Mas?" tanya Nayna pada kurir.

"Apa benar ini dengan Mbak Nayna?" tanyanya.

"Benar, Nayna itu saya." Nayna menunjuk dirinya sendiri.

"Ini ada paket." Kurir itu menyerahkan sebuah kotak pada Nayna.

"Dari siapa?" tanya Nayna.

"Kurang tau Mbak, tugas saya cuman nganterin."

"Oh, makasih Mas," ujar Nayna.

Nayna kembali masuk kedalam rumahnya setelah kurir itu pergi, "Ada paket, tapi gak ada alamat pengirimannya." Nayna meletakan paket itu di meja sedangkan dia mengambil gunting yang ada di laci.

"Mungkin dia dari rekan kerja kamu," timpal Lukas.

"Siapa ya?" Nayna bertanya-tanya.

Nayna membuka hadiah itu, dan ternyata ...

"Aaaaaaaa!" Nayna berteriak karena terkejut dengan apa yang ada dalam hadiah itu.

"Kenapa?" tanya Lukas yang ikut terkejut dengan suara teriakan Nayna.

"Itu lihat," titah Nayna menunjuk hadiah itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   100

    "Dasar tidak tau malu!""Sudah Nek, lagian aku yang minta Nyonya berada di sini. Sudah jangan dibalas lagi karena aku tidak mau kalian terus menerus bertengkar," sahut Nayna.Nenek berhenti memarahi Lilia, kalau saja Nayna tidak menghentikannya mungkin saat ini Lilia sudah habis dimarahi oleh Nenek. Sekarang tidak ada harapan lagi untuk Lilia akrab dengan Nenek karena terlihat kalau Nenek begitu marah pada Lilia.Nayna merasa kasihan pada Lilia, walaupun Nayna juga pernah sakit hati oleh Lilia. "Kemana Zara?" Nayna bertanya pada Iyas agar suasana tidak canggung lagi."Zara ada di rumah, tadinya dia ingin ikut tapi aku larang karena kita hanya akan menjemput Mama saja," sahut Iyas.Nayna menganggukan kepalanya sepertinya ingin mencari topik obrolan sekarang bukanlah hal yang baik karena mereka semua hanya dipenuhi emosi saja, mungkin semua orang tidak tau harus mengatakan apa. Karena Nenek masih marah dan mereka tidak mau berbasa-basi.Setelah lama akhirnya Nenek dan Iyas memutuskan u

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   99

    Saat ini Iyas merasa sangat tidak enak badan, rasanya badannya begitu gerah dan Iyas juga merasa haus. Semakin Iyas minum maka semakin Iyas haus. Iyas pikir hanya dirinya saja yang merasakan hal itu padahal Zara juga merasakannya. Zara malah lebih parah karena dia sampai mandi beberapa kali untuk menghilangkan rasa gerah di badannya."Kamu merasakan hal yang sama juga?" tanya Zara."Ya, apakah kita salah makan?" tanya Iyas."Aku tidak makan apa-apa." Zara mengatakan itu mengingat-ingat kalau dia benar-benar tidak makan apa pun.Iyas merasa sangat tertarik pada Zara yang hanya memakai kimono saja, Iyas menarik Zara dan langsung menghujaninya ciuman pada Zara, untuk sekejap Iyas sadar kalau dirinya pasti meminum obat perangsang. Iyas heran kapan dia meminum orang perangsang dan siapa yang melakukan itu."Zara, sepertinya kita minum obat perangsang." Iyas mengatakan itu membuat Zara panik karena rasa itu tidak bisa hilang dari tubuhnya."Bagaimana kita sekarang? Bagaimana cara menghilang

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   98

    Mereka sampai di rumah sakit dan dengan cepat mereka ke ruangan Dion karena ingin melepaskan kondisi Dion sekarang, tapi sebelum masuk kedalam Arya sudah mencegat Evalista dan istrinya agar tidak masuk kedalam dan bertemu Dion."Dion sudah sadar?" tanya Lia.Arya seperti kesusahan untuk mengatakannya, tapi Arya juga tidak bisa menyembunyikan penyakit yang Dion derita sekarang."Dion mengalami gangguan kejiwaan," ujar Arya yang langsung membuat Lia terkejut dan hampir saja terjatuh untungnya Arya segera memegangi Lia agar Lia tidak jatuh."Kenapa bisa?" tanya Lia."Ini pasti bohong!" geram Evalista yang mengira Dion berbohong karena sangat jelas kalau Dion ingin bersandiwara."Ini beneran, dokter yang mengatakannya." Arya mengatakan itu dan awalnya Arya juga tidak percaya hanya saja dokter mengatakan itu dan memberitahu Arya kalau di kepala Dion ada masalah.Bahkan baru saja Dion mengamuk dan mencakar-cakar dokter di hadapan Arya, sekarang Dion tenang karena diberikan obat penenang ole

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   97

    Brugh!Dion pingsan karena terkejut mendengar kebenaran kalau Nayna adalah putra dari Tuan Granida, Evalista langsung meminta Riki untuk membantu Dion agar bisa di bawa ke rumah sakit. Tuan Granida meminta nomor rekening Evalista agar dia bisa mengirimkan sisanya pada Dion.Granida cukup rugi dengan membeli perusahaan yang hampir bangkrut itu, hanya saja demi Nayna apa pun akan Granida lakukan.Granida ingin membuktikan pada semua orang kalau orang yang selama ini mereka rendahkan adalah orang yang paling kaya, Granida ingin memberikan aset pada Nayna agar suatu saat kalau dia meninggal. Kalau Nayna tidak di kasih warisan karena tidak tercatat dalam hak waris pun tidak masalah karena Nayna sudah di berikan langsung oleh Granida."Ayah, ini begitu berlebihan." Nayna mengatakan itu bukan ingin menolak tapi Nayna tidak enak saja."Tidak Nay, ini masih kurang. Aku ingin memberikan kamu lebih dari ini." Granida meyakinkan Nayna agar tidak menolak pemberian Granida."Terima kasih Ayah, tapi

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   96

    Dion menatap pada putranya yang sedang di pangku oleh Ibunya, setelah melahirkan Evalista hanya rebahan saja dan anaknya di urus oleh Lia. Banyak alasan Evalista untuk menolak mengendong atau memberikan asi untuk anaknya.Sampai sekarang anak itu diberikan susu formula karena Evalista tidak mau memberikan ASI nya. Padahal Lia sudah membeli alat pompa tapi Evalista malah marah pada Lia.Lia paham kalau Evalista memang tidak mau memberikan ASI untuk putranya, Dion juga hanya bisa marah-marah saja. Dari anak itu lahir sampai sekarang tempramen Dion seperti tergantung, tubuhnya ada di sana tapi pemikirannya jauh. Lia bertanya pun kadang Dion menjawabnya asal dan tidak nyambung."Susu formulanya habis, aku akan minta pelayan untuk membelikan yang baru," sahut Lia.Lia berharap Evalista akan paham dengan memberikan uangnya untuk membeli susu formula tapi Evalista hanya diam saja sambil mengutak-atik ponselnya. Lia juga yang harus mengeluarkan uang untuk membeli susu, bukannya Lia hitungan d

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   95

    Hari ini adalah acara pernikahan Iyas dan Zara, semua keluarga Asmagara sudah berkumpul di kediaman Tuan Kafian. Acara akan dimulai sebentar lagi, bahkan pengantin juga sudah siap di atas pelaminan.Tamu yang hadir cukup banyak bahkan di antaranya ada pengusaha-pengusaha terkenal dan beberapa rekan Aldrich yang tidak Keluarga Asmagara ketahui.Iyas langsung mengucapkan ijab qobul untuk meminang Zara, acaranya berjalan dengan lancar semuanya berbahagia karena akhirnya Iyas menikah, semua orang menikmatinya makanan yang berjajar di sana.Begitu juga dengan Nayna, Saka, dan Lukas. Mereka memburu makanan karena Nayna sedang hamil maka nafsu makan Nayna juga ikut naik. Lukas senang mengambil banyak makanan untuk Nayna karena Lukas hanya ingin Nayna dan bayinya itu sehat."Mama, apa bayi suka sama kue coklat?" tanya Saka."Suka, kenapa gitu?" tanya Nayna heran."Kalau bayi juga suka nanti kue coklat aku habis sama bayi." Saka mengatakan itu membuat Nayna tertawa melihat kepolosan Saka."Tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status