공유

6

작가: Nurleni
last update 최신 업데이트: 2025-07-09 18:43:42

"Hah, anakku?" beo Dion.

Dion yang sudah berjalan menjauh dari posisi Nayna berdiri langsung menatap pada Nayna karena tak percaya pada apa yang Nayna katakan barusan, Dion kembali mendekat pada Nayna. Ternyata Dion tidak mengindahkan ucapan Aluna barusan tapi Dion hanya mendekat dan mentertawakan Nayna yang mengatakan kalau Nayna punya anak dari Dion.

"Hahaha, tak salah kamu mengatakan kalau kamu punya anak dariku?" tanya Dion tertawa terbahak-bahak.

Nayna hanya diam termenung menatap Dion yang tertawa terbahak-bahak dihadapannya, Nayna sudah tidak ingin berdebat dengan Dion karena memang keberadaan Saka tidak diketahui oleh Dion dulunya. Nayna menghela nafasnya kasar, dan pergi tanpa menggubris Dion.

Sebuah kekecewaan bagi Nayna karena penantian dia selama bertahun-tahun ternyata harus sirna karena Dion tidak setia pada Nayna. Nayna semakin kecewa karena Dion ternyata sudah menikah dengan seorang wanita yang cukup berada, bahkan Nayna juga yakin kalau dulu Dion pergi meninggalkan Nayna demi wanita itu.

"Kenapa harus seperti ini?" Nayna merasa pilu.

Nayna pulang dengan mood yang kacau, Nayna menatap pada Saka yang saat ini sedang bersama dengan Lukas.

Andai waktu bisa diputar mungkin Nayna akan menikah dengan pria mana saja yang bisa menjadi Papah bagi Saka tapi sayangnya Nayna terlalu berharap kalau Dion akan datang dan menikahinya.

"Ada apa Nona?" tanya Lukas.

Nayna duduk di sofa dengan tangannya yang dia silangkan di dada membuat Lukas yakin kalau Nayna tengah punya masalah, tapi tak ada jawaban dari Aluna karena wajahnya terlihat begitu kesal. Lukas hanya tersenyum sambil menatap pada Saka yang tengah memainkan mainannya.

"Aku benci dia!" geram Nayna.

"Siapa Nona?" tanya Lukas.

Nayna tak berniat untuk menjawab ucapan Lukas tapi entah kenapa wajah Lukas membuat Nayna kesal, "Siapa lagi? Dion lah!" geram Nayna.

"Dion siapa?" tanya Lukas polos.

"Ishh, Dion itu suaminya Evalista. Wanita yang punya masalah denganku di Mall itu." Nayna menjawab pertanyaan Lukas dengan marah dan kesal.

Lukas hanya mengangguk saja, berusaha paham pada ucapan Nayna padahal Lukas sama sekali tak mengenal kedua orang itu. Lukas mengambil minuman untuk Nayna dan tanpa ragu Nayna langsung meminum minuman itu hingga tandas, Lukas hanya tersenyum saja melihat tingkah Nayna yang menurutnya aneh.

"Kamu jangan ketawa!" geram Nayna mendorong dada bidang Lukas dengan perlahan.

"Tidak Nona." Lukas menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa.

Saka mendekat pada Mamanya sambil memberikan sebuah surat, "Tadi Tante Riska memberikan ini," ucap Saka.

Nayna membuka surat itu dan ternyata isinya adalah surat sewa apartemen Nayna yang sudah jatuh tempo, uang sewa satu bulan di apartemen itu lumayan mahal dan sudah beberapa bulan ini Nayna tidak bayar sewa apartemen.

Nayna hanya menghela nafasnya kasar, dia punya uang tapi uang itu adalah uang tabungan untuk Saka masuk sekolah.

"Apa itu?" tanya Lukas.

"Surat sewa apartemen, aku lupa belum membayar beberapa bulan ini," ujar Nayna.

"Benarkah?" tanya Lukas.

Nayna menyimpan surat itu di atas meja, Nayna masuk kedalam kamarnya karena akan mencari uang untuk membayarnya, Lukas membaca surat itu dan matanya melongo saat melihat rupiah yang harus Nayna bayar setiap bulannya.

Lukas kembali menyimpan surat itu, untuk kali ini Lukas tak bisa membantu Nayna karena dia tidak punya uang sepeser pun.

Sedangkan Nayna saat ini menatap pada uang sepuluh juta di tangannya, dan uang itu masih kurang untuk membayar sewa apartemen selama lima bulan. Uang sewa yang harus Nayna keluarkan adalah 2,5 juta rupiah perbulannya.

"Uangnya masih kurang," gumam Nayna.

Tapi Nayna akan datang ke rumah Riska untuk membayar sebagian dari uang sewa apartemen itu, Nayna mengambil tasnya dan memasukan uang itu kedalam tas. Nayna menatap pada Saka yang masih bersama dengan Lukas.

"Mama akan ke rumah Tante Riska dulu," ujar Nayna.

"Ya Ma," jawab Saka.

Nayna berangkat walaupun dengan rasa lelah tapi Nayna tetap pergi karena dia tau bagaimana Riska kalau telat bayar sewa, padahal yang punya apartemen itu tentu saja bukan Riska karena Riska hanyalah pekerja yang bertugas menagih uang sewa pada setiap yang menyewa di apartemen itu.

Nayna naik taksi untuk datang ke rumah Riska tapi sebelum itu Nayna menghubungi dulu Riska karena setau Nayna, temannya itu jarang berada di rumah karena Riska adalah wanita sosialita jadi dia sering kumpul dengan orang-orang kaya.

Drtt

{Nay, aku berada di cafe indah permata, kamu susul saja aku ke sini.}

Tanpa lama Nayna langsung menuju ke cafe Indah permata, walaupun rasanya lelah tapi Nayna tetap memaksakan diri untuk datang ke cafe yang jaraknya lumayan jauh dari tempat Nayna sekarang.

"Kalau saja dia tidak nagih, gak mungkin aku harus jauh-jauh datang ke sana." Nayna membatin.

Sesampainya di cafe itu. Nayna mengedarkan pandangannya untuk mencari Riska tapi sayangnya sekarang yang Nayna lihat bukan Riska tapi sosok Evalista yang juga ada di sana. Nayna sebenarnya tak ingin berbincang dengan Evalista tapi tiba-tiba saja Evalista mendekat pada Nayna.

"Perebut laki orang, kenapa dunia begitu sempit?" tanya Evalista menatap sinis pada Nayna.

Nayna tak menggubris ucapan Evalista karena yang dia cari sekarang adalah Riska temannya. Namun, saat Nayna akan pergi, Evalista memegang tangan Nayna dengan kasar bahkan pergelangan tangan Nayna terasa begitu sakit.

"Kamu mau apa? Ada masalah apa kamu sama aku?" tanya Nayna dengan tatapan tajam pada Evalista.

"Masalah kita banyak karena kamu sudah datang ke kehidupan suamiku," ujar Evalista.

"Aku masa lalunya!" geram Nayna.

Plak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Nayna, replek saja Nayna memegang pipinya yang terasa begitu sakit karena tamparan itu. Ingin sekali Nayna membalasnya tapi sayangnya semua mata menatap padanya. Bahkan ada Riska juga yang langsung mendekat pada Nayna karena mereka adalah teman.

"Kamu tidak sopan," ujar Nayna.

"Nay, kamu yang sopan. Dia itu Nona Evalista," sahut Riska yang malah membela Evalista dari pada Nayna.

"Tapi Riska, dia yang menampar aku duluan." Nayna membela diri karena dia tak merasa bersalah.

"Seorang pelakor seperti kamu memang pantasnya di tampar!" geram Evalista yang membuat semua orang terkejut.

"Pelakor? Kamu jangan asal bicara. Aku dan suami kamu itu memang pernah punya masa lalu dan aku bukan pelakor," sungut Nayna.

"Lalu? Kenapa kemarin kamu memeluk suamiku?" tanya Evalista.

"Ya, aku yang salah karena terlalu antusias padanya tapi aku gak punya hubungan apa pun dengannya," jawab Nayna.

"Ck, sejak kapan maling ngaku?"

Riska menatap tajam pada Nayna, "Kamu ini gak tau malu!" geram Riska.

"Apa? Aku tidak melakukan apa pun," sahut Nayna.

"Kamu pelakor?" tanya Riska.

"Aku bukan pelakor dan aku sudah punya calon suami." Nayna mengucapkan itu dengan asal karena takutnya semua orang menganggap Nayna buruk.

"Kalau punya calon suami, maka menikahlah dan buktikan pada semua orang kalau kamu punya suami." Evalista mengatakan itu dengan tersenyum bahkan sambil mengejek Nayna.

"Baik, aku akan segera menikah dan tunggu saja kalian." Nayna langsung memberikan uang itu pada Riska dan pergi dari sana sambil memikirkan ucapan yang baru saja Nayna katakan barusan.

"Dengan siapa aku akan menikah?" gumam Nayna.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   100

    "Dasar tidak tau malu!""Sudah Nek, lagian aku yang minta Nyonya berada di sini. Sudah jangan dibalas lagi karena aku tidak mau kalian terus menerus bertengkar," sahut Nayna.Nenek berhenti memarahi Lilia, kalau saja Nayna tidak menghentikannya mungkin saat ini Lilia sudah habis dimarahi oleh Nenek. Sekarang tidak ada harapan lagi untuk Lilia akrab dengan Nenek karena terlihat kalau Nenek begitu marah pada Lilia.Nayna merasa kasihan pada Lilia, walaupun Nayna juga pernah sakit hati oleh Lilia. "Kemana Zara?" Nayna bertanya pada Iyas agar suasana tidak canggung lagi."Zara ada di rumah, tadinya dia ingin ikut tapi aku larang karena kita hanya akan menjemput Mama saja," sahut Iyas.Nayna menganggukan kepalanya sepertinya ingin mencari topik obrolan sekarang bukanlah hal yang baik karena mereka semua hanya dipenuhi emosi saja, mungkin semua orang tidak tau harus mengatakan apa. Karena Nenek masih marah dan mereka tidak mau berbasa-basi.Setelah lama akhirnya Nenek dan Iyas memutuskan u

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   99

    Saat ini Iyas merasa sangat tidak enak badan, rasanya badannya begitu gerah dan Iyas juga merasa haus. Semakin Iyas minum maka semakin Iyas haus. Iyas pikir hanya dirinya saja yang merasakan hal itu padahal Zara juga merasakannya. Zara malah lebih parah karena dia sampai mandi beberapa kali untuk menghilangkan rasa gerah di badannya."Kamu merasakan hal yang sama juga?" tanya Zara."Ya, apakah kita salah makan?" tanya Iyas."Aku tidak makan apa-apa." Zara mengatakan itu mengingat-ingat kalau dia benar-benar tidak makan apa pun.Iyas merasa sangat tertarik pada Zara yang hanya memakai kimono saja, Iyas menarik Zara dan langsung menghujaninya ciuman pada Zara, untuk sekejap Iyas sadar kalau dirinya pasti meminum obat perangsang. Iyas heran kapan dia meminum orang perangsang dan siapa yang melakukan itu."Zara, sepertinya kita minum obat perangsang." Iyas mengatakan itu membuat Zara panik karena rasa itu tidak bisa hilang dari tubuhnya."Bagaimana kita sekarang? Bagaimana cara menghilang

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   98

    Mereka sampai di rumah sakit dan dengan cepat mereka ke ruangan Dion karena ingin melepaskan kondisi Dion sekarang, tapi sebelum masuk kedalam Arya sudah mencegat Evalista dan istrinya agar tidak masuk kedalam dan bertemu Dion."Dion sudah sadar?" tanya Lia.Arya seperti kesusahan untuk mengatakannya, tapi Arya juga tidak bisa menyembunyikan penyakit yang Dion derita sekarang."Dion mengalami gangguan kejiwaan," ujar Arya yang langsung membuat Lia terkejut dan hampir saja terjatuh untungnya Arya segera memegangi Lia agar Lia tidak jatuh."Kenapa bisa?" tanya Lia."Ini pasti bohong!" geram Evalista yang mengira Dion berbohong karena sangat jelas kalau Dion ingin bersandiwara."Ini beneran, dokter yang mengatakannya." Arya mengatakan itu dan awalnya Arya juga tidak percaya hanya saja dokter mengatakan itu dan memberitahu Arya kalau di kepala Dion ada masalah.Bahkan baru saja Dion mengamuk dan mencakar-cakar dokter di hadapan Arya, sekarang Dion tenang karena diberikan obat penenang ole

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   97

    Brugh!Dion pingsan karena terkejut mendengar kebenaran kalau Nayna adalah putra dari Tuan Granida, Evalista langsung meminta Riki untuk membantu Dion agar bisa di bawa ke rumah sakit. Tuan Granida meminta nomor rekening Evalista agar dia bisa mengirimkan sisanya pada Dion.Granida cukup rugi dengan membeli perusahaan yang hampir bangkrut itu, hanya saja demi Nayna apa pun akan Granida lakukan.Granida ingin membuktikan pada semua orang kalau orang yang selama ini mereka rendahkan adalah orang yang paling kaya, Granida ingin memberikan aset pada Nayna agar suatu saat kalau dia meninggal. Kalau Nayna tidak di kasih warisan karena tidak tercatat dalam hak waris pun tidak masalah karena Nayna sudah di berikan langsung oleh Granida."Ayah, ini begitu berlebihan." Nayna mengatakan itu bukan ingin menolak tapi Nayna tidak enak saja."Tidak Nay, ini masih kurang. Aku ingin memberikan kamu lebih dari ini." Granida meyakinkan Nayna agar tidak menolak pemberian Granida."Terima kasih Ayah, tapi

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   96

    Dion menatap pada putranya yang sedang di pangku oleh Ibunya, setelah melahirkan Evalista hanya rebahan saja dan anaknya di urus oleh Lia. Banyak alasan Evalista untuk menolak mengendong atau memberikan asi untuk anaknya.Sampai sekarang anak itu diberikan susu formula karena Evalista tidak mau memberikan ASI nya. Padahal Lia sudah membeli alat pompa tapi Evalista malah marah pada Lia.Lia paham kalau Evalista memang tidak mau memberikan ASI untuk putranya, Dion juga hanya bisa marah-marah saja. Dari anak itu lahir sampai sekarang tempramen Dion seperti tergantung, tubuhnya ada di sana tapi pemikirannya jauh. Lia bertanya pun kadang Dion menjawabnya asal dan tidak nyambung."Susu formulanya habis, aku akan minta pelayan untuk membelikan yang baru," sahut Lia.Lia berharap Evalista akan paham dengan memberikan uangnya untuk membeli susu formula tapi Evalista hanya diam saja sambil mengutak-atik ponselnya. Lia juga yang harus mengeluarkan uang untuk membeli susu, bukannya Lia hitungan d

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   95

    Hari ini adalah acara pernikahan Iyas dan Zara, semua keluarga Asmagara sudah berkumpul di kediaman Tuan Kafian. Acara akan dimulai sebentar lagi, bahkan pengantin juga sudah siap di atas pelaminan.Tamu yang hadir cukup banyak bahkan di antaranya ada pengusaha-pengusaha terkenal dan beberapa rekan Aldrich yang tidak Keluarga Asmagara ketahui.Iyas langsung mengucapkan ijab qobul untuk meminang Zara, acaranya berjalan dengan lancar semuanya berbahagia karena akhirnya Iyas menikah, semua orang menikmatinya makanan yang berjajar di sana.Begitu juga dengan Nayna, Saka, dan Lukas. Mereka memburu makanan karena Nayna sedang hamil maka nafsu makan Nayna juga ikut naik. Lukas senang mengambil banyak makanan untuk Nayna karena Lukas hanya ingin Nayna dan bayinya itu sehat."Mama, apa bayi suka sama kue coklat?" tanya Saka."Suka, kenapa gitu?" tanya Nayna heran."Kalau bayi juga suka nanti kue coklat aku habis sama bayi." Saka mengatakan itu membuat Nayna tertawa melihat kepolosan Saka."Tid

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status