Share

Pernikahan

last update Last Updated: 2025-12-17 16:08:15

Lima hari berlalu setelah debutante Viviana, sehari setelah Duke Arhend datang keesokannya juga kembali datang untuk memastikan, masih dengan jawaban yang sama Viviana tidak keberatan menikah dengannya demi orangtuanya.

"Nona, Duke Arhend kembali datang," ucap pelayan yang baru membuka pintu tanpa mengetuk lebih dulu.

"Aku akan menemuinya," sahut Viviana.

Viviana menghampiri Duke Arhend yang duduk dengan tegak, raut wajahnya terlihat sangat serius, saat Viviana tiba Duke Arhend yang duduk langsung berdiri.

"Haaaah, aku datang untuk memastikan lagi apa kamu serius bersedia menikah dengan ku," ucap Duke Arhend.

"Aku sudah mengatakannya sejak kemarin, aku bersedia menikah dan ikut ke wilayah Utara, apa yang kukatakan masih kurang jelas," sahut Viviana.

"Kalau begitu aku pergi, aku harap kamu tidak menyesalinya," ucap Duke Arhend membuat Viviana terlihat kebingungan.

Viviana tidak mengerti kenapa Duke Arhend mendatanginya hanya untuk memastikan, padahal semua adalah permintaannya dan tidak mungkin dirinya menolak apalagi ancaman Kaisar yang bisa merugikan orangtuanya jika dirinya tidak mau menikah dengan Duke Arhend.

Belum sempat Viviana melangkahkan kakinya pergi kembali ke kamarnya beberapa pelayan masuk dan berjalan ke arahnya, kado yang mereka bawa langsung di taruh di samping Viviana yang terlihat kebingungan.

"Apa semua ini?" Tanya Viviana.

"Ini kado yang diberikan Duke Arhend, Duke Arhend meminta Nona memakainya saat pernikahan," ucap salah satu pelayan.

"Kalau kamu tidak mau memakai itu kita bisa pergi membelinya Viviana."

Ayah Viviana berjalan mendekati Putrinya, Duke sudah membawa semua sebelum menemui Viviana untuk memastikan, jika Viviana yakin akan menikah dengannya semua yang dibawa akan diberikannya.

"Aku akan memakai yang diberikan Duke Arhend ayah, sudah diberikan bukankah sayang jika tidak digunakan," ucap Viviana.

"Viviana apa kamu serius akan menikah dengannya?" Tanya Liam pedang masih di genggamnya karena baru selesai berlatih.

"Kalau kamu tidak mau katakan sekarang aku yang akan mendatangi Duke Arhend," sambung Liam.

"Aku akan menikah Kakak, doakan saja aku bisa bahagia walau pernikahan ini bukan keinginanku," ucap Viviana.

"Baiklah terserah saja," sahut Liam kembali pergi walau terlihat sangat kesal.

... .

Pernikahan di adakan di gereja tempat yang sudah di tentukan oleh Kaisar, Viviana yang menggandeng tangan Duke Arhend berjalan lurus, tatapan dan bisikan yang bisa di dengar olehnya tidak dihiraukannya.

Sesampainya di podium pendeta sudah siap, keduanya yang menganggukkan kepala tanda siap disambut pendeta.

"Duke Arhend apakah anda bersedia mencintai Viviana Loisan seumur hidup?" Ucap pendeta.

"Bersedia," sahut Duke Arhend singkat.

"Viviana Loisan apakah anda bersedia hidup bersama Duke Arhend selamanya?"

"Ya bersedia," sahut Viviana.

"Dengan ini kalian berdua resmi menjadi pasangan, silahkan pengesahan," ucap pendeta.

Duke Arhend memutar Viviana agar berada di depannya sebelum mengecup bibirnya, tepat sebelum bibirnya dan bibir Viviana bersentuhan tangan Duke Arhend menghalangi di tengah.

Semua tidak ada yang melihat dan hanya Viviana yang tahu kalau keduanya tidak mencium satu sama lain, Viviana tidak tahu apa maksud Duke Arhend melakukan semua itu dan pernikahan mereka apakah sah di mata Dewa karena pengesahan tidak sempurna.

"Sudahlah kenapa aku harus memikirkannya," gumam Viviana.

"Selamat atas pernikahan kalian berdua, dengan ini kalian sudah menjadi suami istri cepatlah kembali ke utara," ucap Kaisar Damianas sambil berlalu pergi.

...

Kereta kuda sudah menunggu di depan kediaman Viviana, Duke Arhend dan para Ksatria menjemput Viviana yang akan mengikuti mereka ke wilayah Utara.

Kedua orang tua Viviana menangis, sebenarnya mereka tidak ingin Putri mereka pergi jauh, tapi Putri mereka sudah menikah dan sudah seharusnya pergi mengikuti suaminya kemanapun suaminya pergi dan dimanapun suaminya akan tinggal.

"Nak jangan lupa kembali, jika mereka tidak memperlakukanmu dengan baik kembalilah kapanpun atau kamu bisa mengirim surat agar kami menjemputmu," ucap ibu Viviana sambil memeluk Putrinya.

"Sering-seringlah berkirim surat, ibu mu pasti akan merasa kesepian saat kamu tidak ada di sini," sahut Ayah Viviana.

"Baik," ucap Viviana pelan.

"Kalian juga jaga diri baik-baik tidak perlu terlalu memikirkanku, aku sudah menikah dan bisa menjaga diri, suatu hari nanti aku pasti akan kembali untuk menemui kalian," sambung Viviana.

"Putriku," sahut ibu Viviana yang masih memeluk putrinya dengan sangat erat.

Kakak Viviana tidak ikut melepas kepergian adiknya itu dan malah menghampiri Duke Arhend, setelah saling berhadapan Liam menatap Duke Arhend tajam.

Pria berbadan kekar seperti Duke saat ini resmi menjadi saudara iparnya sebenarnya Liam sangat tidak suka, tapi siapalah dirinya yang tidak mungkin bisa melawan seorang bangsawan bergelar Duke yang masih memiliki darah kaisar.

"Jika terjadi sesuatu pada adikku saat dia mengikutimu aku akan meminta pertanggungjawabanmu sepenuhnya Duke, dan saat itu terjadi aku tidak peduli Siapa dirimu," ucap Liam.

"Aku memang tidak bisa menjamin keselamatan adikmu, tapi selama dia bersamaku akan ku usahakan dia tetap selamat memangnya siapa yang berani mencari masalah denganku," sahut Duke Arhend.

"Bukan hanya keselamatannya tapi juga kebahagiaannya kamu harus mengusahakan semua untuknya," ucap Liam.

"Kalau kebahagiaannya aku tidak bisa menjamin, karena pernikahan ini... ." sahut Duke Arhend tidak melanjutkan perkataannya.

Karena Duke Arhend mengajukan pernikahan orang tua Viviana dan kakaknya mengira kalau Duke Arhend mencintai Viviana, karena Duke mencintai Viviana sudah seharusnya dia membuat Viviana bahagia pikir mereka.

Viviana menghampiri Duke Arhend yang terlihat sedang berbicara dengan kakaknya, setelah Viviana masuk ke dalam kereta kuda Duke bergegas menaiki kuda nya dan berjalan pergi memimpin rombongannya.

Dari jendela kereta kuda Viviana melihat kakaknya yang menangis, dirinya dan Kakaknya sering bertengkar tapi Viviana sangat menyayangi kakaknya karena selalu menjaganya sejak kecil begitu juga dengan kakaknya.

"Selamat tinggal," ucap Viviana sambil mengusap air matanya.

...

Mata-mata yang dikirim oleh kaisar masih memperhatikan dari kejauhan, mata-mata dari Kaisar sengaja tidak mendekat karena tidak ingin Duke menyadari kehadirannya.

Setelah Duke Arhend dan rombongannya pergi sang mata-mata kembali menghadap Kaisar Damianas, semua sudah pergi bahkan Viviana yang menjadi istri baru Duke Arhend ikut pergi ke wilayah utara.

"Mereka semua sudah pergi meninggalkan ibukota, apa aku harus mengikutinya Yang mulia?" Tanya mata-mata.

"Tidak perlu, akhirnya dia pergi juga sangat disayangkan aku harus melepaskan Lady itu, padahal akan sangata bagus jika dia menjadi selir ku, masih sangat muda," ucap Kaisar Damianas menjulurkan lidahnya.

Di luar Pangeran Putra mahkota berdecak kesal, ibunya dan 6 wanita masih kurang, ayahnya memang tidak pantas menjadi Kaisar Pangeran Frang semakin yakin dengan rencana yang sudah dimulainya dari awal.

"Huh, tunggu saja," ucap Pangeran Putra Mahkota Frang.

"Berani menyakiti ibuku tidak hanya sekali memang yang menjadi Kaisar seharusnya adalah aku," sambung Pangeran Frang sambil berjalan pergi mengepalkan tangannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Viviana Tebaring

    Semua yang ada di kediaman Duke Arhend sangat sibuk, para Ksatria berpencar mencari penawar racun untuk menyembuhkan Duke Arhend, bukan hanya mencari penawar beberapa Ksatria bahkan pergi dari wilayah Utara untuk mencari Uskup agung seperti yang disarankan oleh dokter.Saat malam hari Viviana berpura-pura tertidur, tepat setelah beberapa saat pelayannya pergi Viviana diam-diam keluar, sebelumnya Viviana sempat diberitahu oleh pelayannya saat berkeliling kalau kamar Duke Arhend berada dibagian ujung tidak jauh dari kamarnya.Setibanya di depan kamar Duke Viviana melihat ada penjaga yang berjaga, Viviana yang tidak bisa meminta penjaga itu untuk pergi malah meminta izin untuk melihat Duke Arhend sebentar saja."Nyonya," ucap penjaga."Aku ingin melihat bagaimana keadaan Duke," sahut Viviana."Baik nyonya, akan ku buka pintunya," ucap penjaga cepat.Viviana bergegas masuk karena tidak ingin ada yang melihatnya, dari jauh terlihat Duke Arhend yang terbaring masih tidak sadarkan diri.Vivi

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Duke Yang Terluka

    Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.Tak tak tak.Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster."Tuan," ucap Ksatria Lis."Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend."Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den."Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang ma

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kepergian Duke

    Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.Haaaaaah."Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya."Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan."Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baj

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Berkeliling

    Viviana mengikuti pelayan yang berjalan masuk ke dalam, sambil memperhatikan sekelilingnya Viviana berpikir di dalam hati, rumah yang sangat luas bagaimana mungkin tidak memiliki banyak barang di dalamnya. "Nama mu Asa bukan?" tanya Viviana. "Benar Nyonya," sahut pelayan Asa. "Bolehkah aku bertanya pada mu," ucap Viviana. "Tentu saja Nyonya tanyakan apa saja padaku, aku akan menjawabnya dengan sepenuh hati, " sahut pelayan Asa penuh semangat. "Kenapa di dalam tidak terdapat banyak barang?" Tanya Viviana. "Tuan lebih mementingkan penduduk, barang yang menurutnya tidak penting lebih baik tidak di memilikinya, dan uangnya bisa digunakan untuk para penduduk," ucap pelayan Asa. "Jadi maksudmu sebenarnya dulu tempat ini memiliki banyak barang," sahut Viviana. "Benar, bahkan penuh barang barang mewah, tapi setelah Duke Arhend menjadi penerus semua di jual hasilnya digunakan untuk kepentingan penduduk Utara, wilayah Utara hampir setiap tahun musim dingin penduduk membutuhkan m

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Tiba Di wilayah Utara

    Perjalanan menuju wilayah utara memakan waktu 7 hari jika melewati jalan biasa, sedangkan jika melewati portal hanya membutuhkan waktu 3 hari perjalanan. Kereta berguncang melewati bebatuan, siang hari berganti malam hari dan kereta kuda berhenti. Tok tok tok... "Permisi Nyonya, kita akan beristirahat malam ini di sini, Nyonya bisa turun makan bergabung dengan kami, atau Nyonya mau ku bawakan makanannya ke kereta kuda," ucap Ksatria Lis disambut anggukan kepala Viviana. "Tidak perlu aku akan bergabung dengan Para ksatria," sahut Viviana. Viviana menghampiri para Ksatria yang sedang membakar sesuatu, karena tidak tahu apa yang bisa dilakukannya Viviana hanya memperhatikan dan tidak banyak bicara. "Nyonya terima kasih sudah mau menikah dengan Tuan kami," ucap Ksatria Den kepalanya melihat ke sekelilingnya memastikan Duke tidak mendengar ucapannya. "Tidak perlu berterima kasih para Tuan ksatria," sahut Viviana. "Nyonya bisa memanggil ku Den," ucap Ksatria Den. "Yang me

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Pernikahan

    Lima hari berlalu setelah debutante Viviana, sehari setelah Duke Arhend datang keesokannya juga kembali datang untuk memastikan, masih dengan jawaban yang sama Viviana tidak keberatan menikah dengannya demi orangtuanya. "Nona, Duke Arhend kembali datang," ucap pelayan yang baru membuka pintu tanpa mengetuk lebih dulu. "Aku akan menemuinya," sahut Viviana. Viviana menghampiri Duke Arhend yang duduk dengan tegak, raut wajahnya terlihat sangat serius, saat Viviana tiba Duke Arhend yang duduk langsung berdiri. "Haaaah, aku datang untuk memastikan lagi apa kamu serius bersedia menikah dengan ku," ucap Duke Arhend. "Aku sudah mengatakannya sejak kemarin, aku bersedia menikah dan ikut ke wilayah Utara, apa yang kukatakan masih kurang jelas," sahut Viviana. "Kalau begitu aku pergi, aku harap kamu tidak menyesalinya," ucap Duke Arhend membuat Viviana terlihat kebingungan. Viviana tidak mengerti kenapa Duke Arhend mendatanginya hanya untuk memastikan, padahal semua adalah permintaannya d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status