Home / Romansa / SUAMIKU DUKE UTARA / Keputusan Viviana

Share

Keputusan Viviana

last update Last Updated: 2025-12-17 16:07:24

Setibanya di rumah Viviana bergegas masuk kamarnya, Viviana menutup tubuhnya dengan selimut dan menangis cukup keras, padahal dirinya baru saja melakukan debutante kenapa dirinya sudah harus menikah, apalagi dirinya harus menikah bukan dengan orang yang disukainya melainkan dengan Duke Arhend dari Utara.

Walau jarang ke ibukota semua orang pasti tahu siapa Duke Arhend, Duke wilayah Utara iblis perang berdarah dingin yang akan membantai musuh tanpa sisa, pria yang seperti itu sangat tidak cocok untuknya pikir Viviana, Viviana bahkan berpikir Mungkinkah Duke Arhend tertarik padanya setelah dirinya tidak sengaja melirik ke arahnya sebelum masuk aula.

Suara pintu terbuka saat ini seseorang duduk di samping Viviana, dari langkahnya Viviana sudah tau kalau yang datang adalah ibunya.

"Ayah dan Ibu pasti akan mencarikan cara untuk membatalkan titah Kaisar, kami juga tidak bisa membiarkan mu menikah dengannya," ucap ibu Viviana.

"Tidak peduli walau harus menjadi rakyat biasa, asal kita bisa bersama ibu dan ayah akan melakukannya," sambung ibu Viviana.

"Tapi Bu aku... Hiks hiks," Viviana tidak melanjutkan perkataannya dan kembali menangis.

"Dasar Duke Arhend sialan, karena punya kuasa dia berpikir bisa melakukan semua sesuka hatinya," teriak Liam yang berdiri di depan pintu.

"Liam jaga bicaramu kalau sampai terdengar keluar kepalamu tidak akan selamat," ucap ayah Viviana.

"Tapi memang seperti itu kenyataannya," sahut Liam.

"Haaaah, aku akan mencari cara semoga saja pernikahan itu bukan dalam waktu dekat," sambung ayah Viviana.

Dari kejauhan suara langkah kaki terdengar kepala pelayan Lik berdiri di depan pintu membawa sesuatu di tangannya, sebuah surat yang di stempel khusus dari istana kaisar membuat Ayah Viviana mengambil surat dengan cepat, ibu Viviana dan Liam bergegas menghampiri Ayah Viviana ingin memastikan isi surat yang baru saja dikirimkan untuk mereka.

"Dengan ini Aku Kaisar Damianas memberikan perintah pernikahan Duke Arhend dan Lady Viviana, pernikahan paling lambat harus diadakan satu Minggu dari sekarang, jika pernikahan masih belum dilangsungkan di hari minggu terakhir seluruh wilayah Count Loisan akan menjadi milik kekaisaran. Titah tidak dapat dibatalkan dan tidak ada pengajuan perceraian seumur hidup setelah pernikahan berlangsung."

Setelah membaca isi surat Ibu Viviana terduduk di lantai lemas, ayah Viviana yang baru memikirkan cara agar putrinya tidak menikah saat ini benar-benar tidak memiliki cara sama sekali, batas waktu pernikahan hanya satu minggu dan jika pernikahan tidak dilangsungkan keluarganya akan menjadi warga biasa yang diasingkan.

Semua pergi keluar dari kamar Viviana, sambil menyandarkan tubuhnya Viviana menatap langit-langit kamarnya, melihat kedua orangtuanya yang sampai seperti itu memikirkannya Viviana menjadi sedikit kalut dan tidak tenang karena semua bukan hanya tentang dirinya, Viviana tiba-tiba berpikir mungkin memang dirinya sebaiknya menikahi Duke Arhend agar keluarganya tetap bertahan.

...

Braaaaaaaak.

Di tempat lain suara benda yang dibanting terdengar sangat keras, para pelayan tidak ada yang berani mendekat karena takut, Duke Arhend yang tidak pernah takut dengan apapun saat ini benar-benar terlihat tidak seperti biasanya.

"Tuan, apa yang terjadi?" Tanya Ksatria Lis satu satunya ksatria wanita yang ada di pasukan Duke Arhend.

"Aku mengajukan pernikahan," sahut Duke Arhend.

"Apa!" ksatria Lis sangat terkejut.

"Kenapa tiba-tiba menikah Tuan?" tanya Ksatria Lis.

"Aku hanya ingin menyelamatkan Lady itu, aku yakin Kaisar ingin memanfaatkannya," ucap Duke Arhend.

"Kalau begitu kenapa Tuan marah?" tanya Ksatria Lis lagi.

"Lady itu sangat tidak cocok dengan ku dan wilayah Utara, tapi aku sudah terlanjur memintanya menikah denganku," sahut Duke Arhend.

"Aku akan mendatangi Count Loisan, dan mengatakan kalau aku hanya ingin membantu Putrinya dari Kaisar," sambung Duke Arhend.

...

Tepat setelah matahari terbit suara kuda terdengar jelas, beberapa penjaga masuk ke dalam untuk memberi tahu kalau Count Loisan kedatangan tamu, semalaman tidak bisa tidur dan pagi hari sudah ada yang bertamu Count Loisan terlihat kesal.

"Siapa yang bertamu, padahal aku semalaman tidak bisa tidur karena terus memikirkan Putriku," ucap ayah Viviana.

"Suruh masuk, aku akan mengatakan kalau setelah ini tidak ada yang diizinkan bertemu lagi," sambung ayah Viviana.

"Aku tidak akan meminta maaf karena mengganggu waktumu, karena ku yakin permasalahan kita kamu juga ingin menyelesaikannya dengan cepat," sahut Duke Arhend yang sudah masuk lebih dulu.

"Duke Arhend," ucap ayah Viviana.

"Aku akan langsung ke intinya saja, sebenarnya aku... ." sahut Duke Arhend tidak melanjutkan perkataannya.

"Apa sebenarnya yang Duke inginkan?" tanya Ayah Viviana.

"Aku tidak mungkin membiarkan keluargaku menderita dengan cara kehilangan segalanya, tapi kenapa Putriku harus menikah denganmu," sambung Ayah Viviana.

"Karena aku menginginkannya," sahut Duke Arhend yang terlihat kesal.

Duke Arhend yang ingin mengatakan sejujurnya kalau dirinya hanya berniat membantu Viviana saat ini mengurungkan niatnya.

"Kalian yang memiliki gelar lebih tinggi selalu melakukan semuanya," ucap Ayah Viviana.

"Jangan memancing emosiku, aku datang hanya ingin... ." sahut Duke Arhend berteriak keras suaranya terdengar sampai ke kamar Viviana.

"Kenapa marah jika tidak benar? bukankah seperti itu kenyataannya dan Duke memanfaatkan gelar itu untuk menikahi Putriku Viviana," ucap ayah Viviana.

"Count kamu melewati batas kesabaranku," sahut Duke Arhend yang langsung menarik pedangnya.

"Tidak, Tuan Duke maafkan ayah ku," ucap Viviana sambil berlari menghampiri Ayahnya.

"Tolong maafkan ayah ku," sambung Viviana.

"Sejak tadi ayahmu menguji kesabaranku, aku rasa dia sudah tidak menginginkan lagi nyawanya itu," sahut Duke Arhend.

"Sial, sudahlah sepertinya percuma saja aku datang kemari," sambung Duke Arhend kesal.

"Karena Duke sangat ingin menikah denganku mari kita lakukan."

Ucapan Viviana mengejutkan semua orang termasuk Duke Arhend yang saat ini berada di depannya.

"Putriku," ucap Ayah Viviana.

"Bukankah memang itu yang Duke inginkan, pernikahannya juga sudah ditentukan waktunya oleh kaisar aku tidak ingin membuat keluargaku dalam masalah," sahut Viviana.

"Apa kamu yakin?" Tanya Duke Arhend.

"Berhentilah bertanya Duke, bukankah memang ini yang anda inginkan, jangan menyulitkan keluargaku lebih dari ini," ucap Viviana tegas walau sebenarnya ketakutan menyelimuti tubuhnya.

Duke Arhend bangkit berdiri dan berjalan pergi tanpa berpamitan, saat ini mengatakan semuanya pada Viviana dan Ayahnya sepertinya percuma saja pikirnya.

Setibanya kembali ke kediamannya yang ada di ibukota Duke Arhend menyandarkan tubuhnya, saat ini dirinya sangat kebingungan padahal dirinya yang mengajukan pernikahan kenapa saat ini dirinya merasa bersalah.

"Haaaah... ."

"Bagaimana Tuan, apa pembicaraannya berjalan lancar?" tanya Ksatria Lis.

"Tidak tahu, sepertinya pernikahan akan tetap dilangsungkan," ucap Duke Arhend.

"Bukankah itu bagus Tuan, wilayah utara sebentar lagi akan memiliki seorang Duchess," sahut ksatria Lis.

"Aku melakukannya tanpa berpikir panjang, seharusnya aku berpikir lebih dulu seperti yang biasa aku lakukan, ini bukan seperti diriku," ucapan Duke Arhend membuat ksatria Lis ikut kebingungan.

Ksatria Lis yakin Duke Arhend sebenarnya memiliki perasaan pada wanita yang akan dinikahinya, karena tidak mungkin pria berdarah dingin sepertinya mau membantu seseorang tanpa alasan dan imbalan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kembali Sadar

    Setibanya di kediaman Duke Arhend Penyihir Qiu mengikuti Duke Arhend yang berjalan ke salah satu kamar, di dalam kamarnya terdapat seorang gadis muda yang terbaring tidak sadarkan diri."Ternyata masih sangat muda," ucap penyihir Qiu."Jangan menatap istri ku dengan tatapan kotormu itu," sahut Duke Arhend."Tidak perlu marah, kalau aku tidak menatap ke arahnya bagaimana aku bisa memeriksanya," ucap penyihir Qiu yang berjalan mendekat ke arah Viviana dan berdiri di sampingnya.Saat penyihir Qiu memegang tangan Viviana Duke Arhend sangat terkejut, dirinya saja belum pernah menyentuh tangan Viviana bagaimana bisa penyihir tua malah berani memegang tangan istrinya itu."Lepaskan tanganmu," ucap Duke Arhend bersiap menarik pedangnya."Lebih baik anda tenang jika ingin ku beritahu apa yang sebenarnya terjadi padanya," sahut penyihir Qiu."Tuan tenanglah," ucap Ksatria Lis yang berdiri di belakang Duke Arhend."Tuan penyihir sebenarnya apa yang terjadi pada nyonya?" Tanya Ksatria Lis."Wanit

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Viviana Tebaring

    Semua yang ada di kediaman Duke Arhend sangat sibuk, para Ksatria berpencar mencari penawar racun untuk menyembuhkan Duke Arhend, bukan hanya mencari penawar beberapa Ksatria bahkan pergi dari wilayah Utara untuk mencari Uskup agung seperti yang disarankan oleh dokter.Saat malam hari Viviana berpura-pura tertidur, tepat setelah beberapa saat pelayannya pergi Viviana diam-diam keluar, sebelumnya Viviana sempat diberitahu oleh pelayannya saat berkeliling kalau kamar Duke Arhend berada dibagian ujung tidak jauh dari kamarnya.Setibanya di depan kamar Duke Viviana melihat ada penjaga yang berjaga, Viviana yang tidak bisa meminta penjaga itu untuk pergi malah meminta izin untuk melihat Duke Arhend sebentar saja."Nyonya," ucap penjaga."Aku ingin melihat bagaimana keadaan Duke," sahut Viviana."Baik nyonya, akan ku buka pintunya," ucap penjaga cepat.Viviana bergegas masuk karena tidak ingin ada yang melihatnya, dari jauh terlihat Duke Arhend yang terbaring masih tidak sadarkan diri.Vivi

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Duke Yang Terluka

    Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.Tak tak tak.Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster."Tuan," ucap Ksatria Lis."Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend."Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den."Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang ma

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kepergian Duke

    Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.Haaaaaah."Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya."Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan."Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baj

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Berkeliling

    Viviana mengikuti pelayan yang berjalan masuk ke dalam, sambil memperhatikan sekelilingnya Viviana berpikir di dalam hati, rumah yang sangat luas bagaimana mungkin tidak memiliki banyak barang di dalamnya. "Nama mu Asa bukan?" tanya Viviana. "Benar Nyonya," sahut pelayan Asa. "Bolehkah aku bertanya pada mu," ucap Viviana. "Tentu saja Nyonya tanyakan apa saja padaku, aku akan menjawabnya dengan sepenuh hati, " sahut pelayan Asa penuh semangat. "Kenapa di dalam tidak terdapat banyak barang?" Tanya Viviana. "Tuan lebih mementingkan penduduk, barang yang menurutnya tidak penting lebih baik tidak di memilikinya, dan uangnya bisa digunakan untuk para penduduk," ucap pelayan Asa. "Jadi maksudmu sebenarnya dulu tempat ini memiliki banyak barang," sahut Viviana. "Benar, bahkan penuh barang barang mewah, tapi setelah Duke Arhend menjadi penerus semua di jual hasilnya digunakan untuk kepentingan penduduk Utara, wilayah Utara hampir setiap tahun musim dingin penduduk membutuhkan m

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Tiba Di wilayah Utara

    Perjalanan menuju wilayah utara memakan waktu 7 hari jika melewati jalan biasa, sedangkan jika melewati portal hanya membutuhkan waktu 3 hari perjalanan. Kereta berguncang melewati bebatuan, siang hari berganti malam hari dan kereta kuda berhenti. Tok tok tok... "Permisi Nyonya, kita akan beristirahat malam ini di sini, Nyonya bisa turun makan bergabung dengan kami, atau Nyonya mau ku bawakan makanannya ke kereta kuda," ucap Ksatria Lis disambut anggukan kepala Viviana. "Tidak perlu aku akan bergabung dengan Para ksatria," sahut Viviana. Viviana menghampiri para Ksatria yang sedang membakar sesuatu, karena tidak tahu apa yang bisa dilakukannya Viviana hanya memperhatikan dan tidak banyak bicara. "Nyonya terima kasih sudah mau menikah dengan Tuan kami," ucap Ksatria Den kepalanya melihat ke sekelilingnya memastikan Duke tidak mendengar ucapannya. "Tidak perlu berterima kasih para Tuan ksatria," sahut Viviana. "Nyonya bisa memanggil ku Den," ucap Ksatria Den. "Yang me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status