Beranda / Fantasi / SURA, PANGERAN TERBUANG / 207. Benih Takdir, Rencana yang Terbentuk

Share

207. Benih Takdir, Rencana yang Terbentuk

Penulis: Lampard46
last update Tanggal publikasi: 2025-12-06 12:49:16

"Bukannya kamu merasa penasaran tentang siapa aku ini sebenarnya? Kau malah ingin membawaku pergi…?"

"Tidak penasaran," sahut Yan Shi cepat, nadanya kesal namun tampak canggung. "Kamu adalah pelayanku. Sekali pelayan, tetap pelayan… dan akan selalu begitu!"

Ia berkata sambil memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan rona merah d

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   339. PEMULIHAN BUMI DAN LEGENDA YANG HILANG

    Waktu adalah penyembuh yang paling kejam.Ia tidak menghapus luka—ia menumbuhkan kehidupan di atasnya,hingga luka itu tidak lagi dikenali sebagai luka.Begitulah yang terjadi pada Planet Bumi.Pemulihan Tanpa KesadaranJutaan tahun berlalu.Bumi berputar dalam keheningan kosmik, jauh dari hiruk-pikuk Domain Dewa, jauh dari tatapan para penguasa langit.Gunung-gunung baru lahir dari lipatan kerak.Samudra bergeser, memakan daratan lama.Hutan tumbuh di atas bekas kawah kehancuran kosmik.Tidak ada satu pun makhluk hidup yang tahu bahwa tanah yang mereka pijak—pernah dilapisi darah dewa.Manusia dan Peradaban BaruManusia berkembang pesat.Tanpa tekanan hukum surga, tanpa campur tangan dewa, mereka tumbuh liar dan bebas.Bahasa berubah.Bangsa muncul dan runtuh.Perang terjadi buk

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   338. TIDUR VEGETATIF YE XIAOLIN & DUNIA TANPA DEWA/IMMORTAL

    Ia tidak mati.Namun juga tidak hidup.Di kedalaman dunia tersembunyi yang terpisah dari alur sejarah Planet Bumi, sebuah ruang hening terbentang—tanpa cahaya, tanpa gelap, tanpa waktu yang mengalir sebagaimana mestinya.Di sanalah Ye Xiaolin berada.Ruang Tanpa JamRuang itu bukan gua.Bukan dimensi.Melainkan kantung eksistensi yang tercipta dari sisa benturan dua entitas dewa super—Ye Xiaolin dan Great Zenar—pada hari terakhir perang dua minggu itu.Hukum di sana tidak lengkap.Waktu berjalan… lalu berhenti… lalu berjalan lagi.Kadang satu detik berlalu selama seribu tahun.Kadang sejuta tahun lenyap dalam satu kedipan.Di tengah ruang itu—Ye Xiaolin terbaring.Tubuhnya utuh.Tidak terluka.Tidak rusak.Namun kosong.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   337. RESET DUNIA & KEMATIAN GREAT ZENAR

    Tidak ada yang menang.Tidak ada yang kalah.Ketika peperangan dua entitas dewa super mencapai titik jenuh—dunia itu sendiri yang menyerah lebih dulu.Retakan yang Tidak Bisa DijahitPada hari keempat belas—langit berhenti retak.Bukan karena pulih.Melainkan karena tidak ada lagi yang tersisa untuk dipecahkan.Hukum ruang terurai menjadi fragmen tak bermakna.Aliran waktu berputar tak beraturan.Arah, atas dan bawah, sebab dan akibat—semuanya kehilangan definisi.Domain Immortal yang dahulu dibangun He Sura untuk melindungi Dunia Bumi—mulai runtuh dari dalam.Bukan karena lemahnya fondasi.Melainkan karena beban yang ditahan telah melampaui maksud penciptaannya.Keputusan yang Tidak DiucapkanDi tengah kehampaan yang berdenyut—

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   336. DUA MINGGU TANPA SIANG DAN MALAM

    Ia tidak turun sebagai tubuh.Ia tidak hadir sebagai dewa.Ia bahkan tidak muncul sebagai cahaya.Yang turun ke Planet Bumi—dan sekaligus ke seluruh Domain Kosmik yang terhubung dengannya—adalah Wujud Dao.Sebuah kehendak murni.Getaran PertamaAwalnya, tidak ada yang menyadari apa pun.Langit tetap biru.Angin tetap berembus.Manusia tetap menjalani hidup fana mereka—bertan

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   335. TIGA WANITA HE SURA & PARA PENGUASA DUNIA

    Tidak ada ledakan.Tidak ada cahaya kosmik.Tidak ada kehancuran baru.Setelah Domain Immortal Dunia Bumi runtuh dan perang dua minggu itu berakhir, yang tersisa hanyalah keheningan panjang—hening yang menekan lebih berat daripada kehampaan itu sendiri.Dan di tengah keheningan itulah—tiga wanita masih berdiri.Bukan sebagai dewi.Bukan sebagai penguasa.Bukan pula sebagai istri dari seorang eksistensi kosmik.Mereka berdiri sebagai perempuan yang ditinggalkan oleh takdir.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   334. PARA PENGIKUT SETIA

    Langit akhirnya runtuh.Bukan secara harfiah—belum.Namun hukum dunia telah pecah.Retakan-retakan hukum ilahi menjalar seperti urat hitam di angkasa, membelah awan, mematahkan aliran spiritual, dan membuat Domain Immortal Dunia Bumi kehilangan pusat keseimbangannya.Serangan Great Zenar kini tidak lagi brutal.Ia menjadi tepat.Terlalu tepat.Setiap hantamannya selalu jatuh di titik di mana formasi pelindung He Sura paling rapuh—titik-titik yang hanya bisa diketahui oleh seseorang yang pernah mempelajari struktur dunia ini secara mendalam.Dan Ye Xiaolin menyadarinya.“Dia ingin dunia ini mati… perlahan,” gumamnya.Namun ia terlambat.Lima MuridDi jantung Domain Immortal, lima sosok berdiri membentuk lingkaran.Si Yelong.Sen But

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   4. KILATAN DI LANGIT DAN SANG PEMUDA YANG BANGKIT

    Wanita iblis itu mengelus lembut wajah mangsanya, jari-jarinya bergerak pelan seperti ular licin yang membelai daging segar. Ia mendekat, menghirup dalam-dalam aroma tubuh mangsanya—wangi darah, ketakutan, dan kehidupan yang siap dilahap. Bibirnya menegang, terbuka lebar dengan senyum haus, dan dal

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   3. DUNIA BUMI

    Sang Pohon Dunia menundukkan ranting sucinya, menyentuh lembut kening bayi kecil itu — He kecil. Dalam sekejap, tubuh mungil itu diselimuti cahaya putih keperakan, lalu menghilang dari Istana Surya, melesat menembus lapisan dimensi menuju dunia bawah yang jauh dan terpencil. Di sana, di sebuah plan

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   2. PERJALANAN MENTERI PERANG HE

    Menteri Perang He melangkah meninggalkan istana Kekaisaran Alam Matahari dengan wajah tenang, namun di dalam dadanya bergolak badai yang sulit diredam. Tak seorang pun mengetahui kepergiannya—bahkan bawahannya yang paling setia. Ia memang tidak memiliki istri, tidak memiliki kerabat, dan tak ada si

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   1. KELAHIRAN 2 PANGERAN ALAM MATAHARI

    Oeeee... oeeee... oeeee...Tangisan bayi menggema dari kamar permaisuri, mengguncang ketenangan istana megah Kekaisaran Alam Matahari tepat di tengah siang hari. Saat itu, Sang Kaisar tengah memimpin rapat bersama para menteri dan jenderal tertinggi ketika seorang kasim berlari tergesa, membisikkan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status