Masuk"Aku Lin Jian, selama hidupku sama sekali tidak pernah bermimpi kalau suatu hari nanti aku bisa membunuh sang Monster Dewa Palsu..." ujarnya memberitahu kepada Xuan Ming dan Mo Huaxi dengan nada suara bangga dan bahagia.
"Yah... Kau benar.. Ini Semua berkat saudara He Sura...! Kalau bukan karena dia, selama sisa hidupku, aku juga tidak akan bisa melakukannya...!" sahut Mo Huaxi dengan bangga mengepalkan tangannya seperti seorang kesatria sejati yang baru saja mengalahkan musuh yang epik.
"Yah aku juga tidak pernah menyangka akan merasakan pengalaman terbaik seumur hidupku, pokoknya kali ini, adalah sejarah yang bisa aku ceritakan kepada dunia asalku, bahwa aku telah membunuh sang Monster Dewa Palsu...!" sahut Xuan Ming menyikapi perkataan kedua orang itu.
"He Sura kenapa kau melakukan ini...?" tanya Permaisuri Yu Lan, penasaran ingin tahu, atas tindakan tidak masuk akal yang dilakukan oleh rekan 1 aliansinya itu.
Ha - ha - ha.....Suara ngakak terdengar jelas di alam spritual, tampak Jin Si begitu bahagia, meskipun ia tidak tahu pasti akan kematian He Sura, tapi dari hilang dan kaburnya pemantauan mereka di layar udara sihir artefak pemantau dunia, ia bisa berasumsi kalau serangan mematikan itu berhasil menghancur leburkan dan membunuh pemuda berambut perak itu, dan beranggapan bahwa sang Kepala Keluarga dari Klan Dewa Naga, bahkan membayar mahal untuk menahan serangan mematikan itu, agar dapat menyelamatkan dirinya.Mendengar suara tawa yang menggelegar dari mulut sang Spritual Treasur yang menggema di seluruh alam spritual menambah dendam kebencian di hati semua orang khususnya sang Permaisuri Yu Lan.Akan tetapi, karena kurangnya kemampuan dan ketidak berdayaan mereka, sehingga membuat mereka hanya bisa meredam emosi dan menahan amarah untuk tidak membuat keributan yang akan berakibat fatal pada kehancuran dunia mereka berasal.
Seluruh alam bergetar, gunung dan daratan hancur terkikis akibat panasnya suhu yang terpancar dari bola api itu, bahkan belum sampai ke bawah.Udara di dunia itu nyaris kosong, dan seluruh makhluk hidup yang ada di sana terbunuh seketika.He Sura sendiri mengalami penekanan yang begitu luar biasa ketubuhnya yang membuat kulit bagian terluarnya terlihat mengkerut, membentuk gunung galunggung. Akibat aura tekanan yang begitu kuat luar biasa."Jadi ini kekuatan penuh dari Dewa Peringkat Super yang berada di ranah Dewa Kaisar....!" gumam He Sura di dalam hatinya, tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun, karena ia bisa merasakan kalau dantian suprame miliknya, perlahan terbangkitkan, dan dinding pembatas yang menghalangi jalannya untuk menembus teknik tubuh surga tirani naik ke tahap 2 (Dewa) miliknya seketika mengendur.Hanya saja dia belum bisa memastikan, apakah tubuhnya bisa bertahan dengan kekuatan maha dahsyat
Melihat situasi yang tidak memungkinkan itu, membuatnya berpikir kalau pemuda ini tidak bisa ditangani dan dihadapi dengan cara penindasan, yang membuatnya mengubah metodenya untuk melakukan negosiasi.Mengingat kalau ia telah kehilangan lebih dari 50 bawahannya yang berada di ranah dewa tingkat tinggi. Membuat sang Dewa Kaisar Jun Yang kehilangan arah dan niat bertarungnya saat ini, yang mana ia harus menyingkirkan egonya dan menyelamatkan bawahannya terlebih dahulu sebelum melanjutkan pertarungan yang sesungguhnya.Sebab, bagaimanapun juga, sang Dewa Kaisar Jun Yang memang masih belum menggunakan kekuatan penuhnya dan masih belum berubah ke mode tempur yang sesungguhnya."Anak muda... Katakan apa yang kau inginkan....?" ujar sang Dewa Kaisar Yun Jang."Ho...! Kau mau tawar menawar pak anjing tua...?" sahut He Sura tersenyum mencibir."Jangan besar kepala anak muda, dan satu lagi, aku bukan anjing, aku
Seketika kaki Yu Lan bergetar dan lemas, harapannya akan keselamatan He Sura, sudah berakhir, meski belum lama bertemu, ia bisa merasakan ada kedekatan di antara mereka yang menimbulkan perasaan khawatir.Walaupun diawali dengan pertengkaran, tapi Yu Lan sangat tahu dan bisa merasakan kalau He Sura, bukanlah orang jahat, yang hanya mengutamakan kesombongan dan nafsunya. "Kenapa orang baik dan jenius selalu ditargetkan untuk berumur pendek..!" gumamnya di dalam perasaan yang begitu terluka."Aku tahu, jika dipandang dari usia, aku bisa dikatakan sebagai nenek buyutnya...! Tapi setelah 10 juta tahun lebih hidup di dunia ini, saat aku bertemu dengan orang yang cocok denganku, malah berpisah dengan cara yang tragis...!" gumamnya dan berpikir untuk menyalahkan langit dan takdir yang begitu kejam.Bagaimana tidak, seumur hidupnya, dia sudah kehilangan orang - orang yang ia sayangi dan cinta
He Sura menatap dengan lirik dan menghitung satu persatu orang - orang yang muncul di hadapannya begitu banyak dan memiliki kekuatan yang begitu besar, selain itu seluruh dewa yang datang menggunakan tubuh asli mereka.Seketika bibir He Sura berair, seperti seorang predator yang tengah menghitung dan melihat mangsa buruannya yang begitu lezat dan siap untuk dihantam.Panen... Panen..... Panen.....Gumam He Sura di dalam otak pikirannya dan tidak sabar ingin menuai hasil, untuk menyempurnakan tubuh fisik klon dewa super miliknya.He Sura melambaikan tangannya dengan ramah seakan mereka memiliki hubungan begitu dekat."Dasar manusia rendahan...! Beraninya kau bersikap lancang di depan tuan yang Mulia Dewa Kaisar..!" tegur bawahan sang Dewa Kaisar.Ribuan Pasukan berdiri di belakang sang Dewa Kaisar dan siap menjalankan perintah, menghancurkan gunung dan melewati lautan."Ho...! Bukankah kau juga tidak sopan....? Aku berbicara dengan tuanmu, bagaimana bisa anjing kecil sepertimu ikut bica
Permaisuri Yu Lan angkat bicara dengan suara bergetar lirih dan marah "He Sura....! Apa kau sudah gila...?" sahutnya dengan perasaan kecewa atas keputusan bodoh yang baru saja He Sura ambil."Kakak He... Apa yang kau lakukan....?" sahutnya merasa khawatir, kalau dirinya juga sebentar lagi akan mati terbunuh, karena kesombongan He Sura.Sebagian orang hanya bisa terdiam membisu dan berdiri khidmat, karena tidak tahu, langkah apa yang harus mereka ambil, dan kemana harus melarikan diri.Mereka semua tidak menyangka, kalau He Sura begitu arogan mengambil keputusan untuk pilihan kedua dan menentang sang Dewa Kaisar Jun Yang."Bha - ha - ha - ha...!" Jin Si sang Spritual Treasur tertawa ngakak terbahak - bahak "Kau memang sungguh luar biasa...! Aku salut dengan keberanianmu anak muda...!""Sungguh kebodohan dan kesombonganmu tidak terobati lagi...! Karena kau sudah memutuskan untuk mengambil pilihan kedua, m







