Share

Bab 2

Penulis: Yasmin
Shenia terdiam di tempat. Dia menatap Harvey yang berdiri tidak jauh darinya dengan wajah terkejut, suaranya bergetar.

"Kamu sudah kasih tahu dia, ya?"

"Ini hari pernikahan kalian. Kenapa kamu nggak pilih hari lain saja, sih?"

"Celine, dengar dulu penjelasanku. Ini semua hanya kekhilafan!"

Kekhilafan?

Jadi setiap kali Harvey bertengkar denganku lalu pergi dari rumah, kebetulan saja telepon Shenia selalu tak bisa dihubungi?

Jadi saat aku dan Harvey bertamu ke rumah Shenia, kebetulan saja dia justru lebih hafal tata letaknya daripada aku?

Bahkan anjing peliharaan Shenia pun hanya akrab dengannya.

Mungkin seharusnya aku sudah menyadarinya sejak lama.

Hanya saja, ketika harus berhadapan dengan dua orang yang paling kucintai, aku memilih untuk terus membohongi diriku sendiri.

"Shenia, kamu benar-benar nggak tahu malu!"

Amarah telah mengalahkan akal sehatku. Saat tersadar, tanganku sudah lebih dulu mendarat di pipinya.

Harvey langsung maju dan mendorongku dengan keras.

"Celine! Kamu sudah gila?"

Dia berdiri di depan Shenia, melindunginya, lalu menatapku dengan kebencian yang belum pernah kulihat sebelumnya.

"Kami memang bersalah sama kamu. Tapi selama bertahun-tahun ini, berapa kali Shenia ngalah sama kamu?"

"Setiap kali pergi makan, dia selalu hanya pesan makanan yang kamu suka. Bahkan waktu dia sedang demam tinggi, dia tetap maksain diri nemanin kamu nonton konser!"

"Bahkan demi menjaga perasaan kamu, dia menahan semua penghinaan dan menyembunyikan semuanya selama lima tahun!"

"Jadi sekarang, apa salahnya kalau kamu mengalah satu kali buat dia?"

Teriakan Harvey membuatku terpaku. Kepalaku berdenging keras.

Kami sudah bersama selama delapan tahun, sementara mereka sudah bersama selama lima tahun.

Selama lima tahun ini, mereka berdua telah berkali-kali berselingkuh tepat di depan mataku.

Setelahnya, mereka masih bisa berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, lalu dengan tenang menerima semua perhatian dan kebaikan yang kuberikan.

Betapa bodohnya aku.

Saat itu, Ibu yang mengejar kami sampai ke tempat itu kebetulan mendengar semuanya.

Matanya terbelalak, wajahnya dipenuhi rasa tidak percaya.

Belum lama ini, Harvey masih berlutut di hadapan Ibu dan bersumpah dengan penuh kesungguhan.

Dia berjanji akan memperlakukanku dengan baik seumur hidupnya, serta meminta Ibu menyerahkanku kepadanya dengan tenang.

Bahkan untuk membuktikan keseriusannya, seluruh harta yang dia miliki sebelum menikah dia serahkan kepadaku.

Bahkan rumah yang akan kami tempati setelah menikah pun hanya tercatat atas namaku seorang. Namun sekarang, tatapannya begitu dingin dan asing. Yang ada di matanya hanya Shenia yang berdiri di sisinya.

Orang yang sejak kecil Ibu lihat tumbuh dewasa dan dia perlakukan seperti anak sendiri itu, ternyata justru menghancurkan kebahagiaanku dengan tangannya sendiri.

"Shenia! Bagaimana kamu bisa lakukan ini pada Celine?"

Ibu begitu marah hingga tubuhnya langsung kehilangan tenaga dan jatuh pingsan.

Shenia hendak maju menghampiri, tetapi aku langsung membentaknya.

"Pergi!"

Di dalam ambulans, tanganku menggenggam tangan Ibu sambil terus gemetar.

Air mataku akhirnya jatuh tanpa bisa kutahan.

Pandangan mataku menjadi kabur, dan suaraku pun terdengar begitu lemah.

"Bu ... aku nggak jadi nikah. Kamu harus baik-baik saja."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Saat Aku Berhenti Mencintaimu   Bab 10

    Delapan tahun.Benar, aku sudah menyia-nyiakan delapan tahun hidupku untuknya.Dan dalam hidup ini, berapa banyak delapan tahun yang masih kita punya?Harvey terus bersujud, setiap kali menghantamkan kepalanya semakin keras.Seolah-olah rasa sakit yang kurasakan selama ini bisa dia tebus dengan menyakiti dirinya sendiri.Orang-orang di sekitar kami makin banyak. Mereka berhenti berjalan dan mulai memperhatikan kami.Bisikan-bisikan mulai terdengar, semua orang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.Harvey, yang dulu paling peduli dengan pandangan orang lain, kini seolah tidak peduli siapa pun.Tatapannya kosong, tetapi dia terus bersujud."Bangun."Namun dia menolak. Bahkan kepalanya kembali menghantam lantai lebih keras."Harvey, menurutmu semua ini ada gunanya?""Semuanya sudah terjadi. Ibuku sudah dimakamkan. Apa gunanya kamu lakukan semua ini sekarang?""Celine ...."Bibirnya bergerak, suaranya bergetar."Aku tahu aku seharusnya nggak datang. Aku tahu kamu nggak mau lihat ak

  • Saat Aku Berhenti Mencintaimu   Bab 9

    Harvey baru mengetahui keberadaanku lebih dari sebulan kemudian.Dia meminta bantuan banyak orang dan bertanya ke sana-sini.Sampai akhirnya, seorang kenalan lama yang dulu tidak terlalu dekat dengannya memberi petunjuk."Aku pernah lihat dia di Kota Handara."Hari itu juga Harvey langsung membeli tiket.Begitu pesawat mendarat, dia berdiri di pintu keluar bandara, menatap kota asing yang tidak dikenalnya.Untuk sesaat dia bahkan tidak tahu harus mulai mencari dari mana.Kota Handara ini terlalu luas, dengan begitu banyak perusahaan.Dia mencoba mencari satu per satu, menelepon satu per satu.Ada yang mengatakan tidak kenal, ada juga yang langsung menutup teleponnya.Dari sore hingga malam, dia terus menelepon sampai baterai ponselnya habis dan tenggorokannya kering.Keesokan harinya dia mengubah caranya. Dia mendatangi perusahaan satu per satu dan bertanya langsung.Dia membawa fotoku, lalu menanyakan ke resepsionis apakah pernah melihatku.Sebagian besar orang menatapnya seperti oran

  • Saat Aku Berhenti Mencintaimu   Bab 8

    Harvey mencari ke seluruh rumah duka dan pemakaman di penjuru kota.Satu per satu tempat dia datangi, satu per satu orang dia tanyai.Hingga akhirnya, di sebuah pemakaman yang dipenuhi bunga, dia menemukan nama ibuku.Batu nisannya masih baru. Foto Ibu yang terpasang di sana menampilkan senyum yang cerah.Senyum itu begitu mirip dengan senyum Ibu setiap kali bertemu dengannya.Dulu, Ibu selalu menggenggam tangannya dan berkata dengan mata berbinar, "Harvey, aku titip Celine sama kamu. Kamu harus perlakukan dia dengan baik, ya."Harvey berlutut di depan makam itu. Kedua lututnya menghantam tanah dengan keras hingga terasa sakit.Namun dia sama sekali tidak merasakan apa pun."Tante ...."Dia mulai berbicara, tetapi suaranya sudah serak hingga terdengar asing di telinganya sendiri.Tidak ada satu pun kata yang mampu keluar.Apa yang bisa dia katakan?Haruskah dia mengatakan bahwa saat luka di punggungku dijahit sebanyak tujuh belas jahitan, dia justru sedang mengobati luka Shenia?Harusk

  • Saat Aku Berhenti Mencintaimu   Bab 7

    Tanpa sadar, Harvey kembali mengingat penyebab penyakit ibuku.Dia teringat saat tiba di rumah sakit. Ibu sudah terbaring lemah di ranjang, menatap kosong ke langit-langit dengan wajah pucat.Saat itu, aku mencengkeram erat tangan Shenia dan berteriak kepadanya dengan perasaan hancur.Ternyata, aku bukan sedang marah tanpa alasan.Shenia-lah yang membuat kondisi ibuku memburuk hingga akhirnya jatuh sakit.Namun saat itu, Harvey justru berpihak padanya dan melawanku. Dia mendorongku menjauh dan memilih membela Shenia.Bahkan ketika melihat luka di punggungku, dia tetap pergi tanpa ragu.Saat menyadari semua itu, Harvey merasa seluruh tenaganya seakan hilang.Dia jatuh terduduk di lantai, tangannya yang menggenggam ponsel bergetar hebat."Maafin aku, Celine. Aku salah ... aku benar-benar salah.""Tolong ... angkat teleponku."Dia terus meneleponku, terus berharap keajaiban akan terjadi.Namun pada akhirnya, nomor yang dulu selalu terhubung dengannya kini sudah tidak aktif.Pada saat itu,

  • Saat Aku Berhenti Mencintaimu   Bab 6

    Keesokan paginya, Harvey terbangun oleh sinar matahari yang terasa menyilaukan.Dia hendak mengangkat tangan untuk menutupi cahaya, tetapi baru menyadari Shenia masih tertidur dengan kepala bersandar di lengannya.Harvey menatapnya lama, tetapi entah kenapa hatinya justru terasa kosong.Sejak kemarin sampai sekarang, aku sama sekali tidak menghubunginya.Biasanya, aku pasti sudah mengirim pesan berkali-kali. Marah, cemas, lalu memintanya pulang.Tapi kali ini, ponselnya tetap sepi, dan itu justru membuatnya gelisah.Tanpa sadar, pikirannya kembali ke kejadian terakhir saat bertemu denganku.Saat itu aku terjatuh dengan begitu menyedihkan, punggungku berlumuran darah.Aku merangkak keluar kamar sambil memanggil dokter dengan suara yang hampir tak terdengar.Saat itu, dadanya terasa seperti diremas. Dia bahkan sempat ingin menghampiriku.Tapi setelah melihat sikapku terhadap Shenia, dia menahan diri.Dia merasa aku perlu "diberi pelajaran", agar lebih pengertian dan tidak selalu menuntut

  • Saat Aku Berhenti Mencintaimu   Bab 5

    Hari ini, ketika aku sedang mengurus kepulangan Ibu dari rumah sakit, aku turun sebentar untuk mengambil sesuatu, dan tiba-tiba terdengar suara jeritan keras dari dalam kamar rawat.Begitu kembali, aku melihat Shenia sedang berlutut di depan ranjang Ibu, memohon ampun sambil terus bersujud."Maaf, Tante. Aku sudah nyakitin Celine dan menghancurkan hubungan mereka.""Aku memang nggak tahu malu. Aku yang menggoda Harvey. Tante boleh pukul atau marahin aku!""Jangan khawatir, Tante. Aku akan pergi dengan kemauanku sendiri dan aku akan kembalikan kebahagiaan Celine."Ibu yang baru saja pulih kembali harus menghadapi pukulan yang begitu berat.Dengan wajah penuh amarah, dia menunjuk Shenia lalu berusaha bangkit dari ranjang."Diam kamu!""Aku nggak akan pernah biarkan Celine bersama pria seperti dia!"Namun, baru beberapa langkah keluar, tiba-tiba tubuh Ibu ambruk ke lantai.Tangannya mencengkeram dada erat-erat, seolah kesulitan bernapas."Tante! Tante, kenapa?"Shenia buru-buru hendak men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status