Short
Saat Aku Berhenti Mencintaimu

Saat Aku Berhenti Mencintaimu

بواسطة:  Yasminمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10فصول
3وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Pada hari pernikahanku, tepat ketika pembawa acara mengumumkan sesi pertukaran cincin, Harvey Sentosa yang berdiri di hadapanku tiba-tiba angkat bicara. "Sejujurnya, aku pernah 'berhubungan' sama sahabat baikmu." Aku terpaku di tempat. Melihat ekspresiku yang penuh rasa tidak percaya, dia bahkan tidak berkedip sedikit pun. Sikapnya begitu tenang, seolah hanya sedang membicarakan sesuatu yang biasa. "Waktu kamu pergi nyobain gaun pengantin, kami bermesraan di ruang ganti sebelahmu." "Dia sempat beberapa kali mengeluarkan suara. Kamu malah mengira dia sedang sakit dan terus khawatir dengan keadaannya." "Sesudahnya, waktu dia berdiri di sebelahmu, kakinya bahkan masih gemetar." Dalam sekejap, seluruh darah di tubuhku terasa membeku. Aku menoleh dengan kaku ke arah bawah panggung dan menatap sahabatku, Shenia Tandri, yang sedang tersenyum cerah. Dia mengangkat buket bunga di tangannya sambil berteriak memanggil namaku. Satu jam yang lalu, dia masih meneteskan air mata haru sambil membantuku merapikan ujung gaun pengantin, berulang kali mengatakan bahwa aku harus hidup bahagia. "Bahkan tadi, waktu kamu sedang dirias, dia masih duduk di pangkuanku." "Karena terlalu tegang, punggungku sampai tercakar sama dia." Sambil berkata demikian, Harvey menatap cincin pernikahan yang masih berada di tangannya dengan ekspresi santai. "Celine, aku sudah kasih tahu kamu semuanya." "Mau tetap menikah atau nggak, itu terserah kamu."

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Suasana di bawah panggung begitu hening hingga terasa mencekam.

Semua orang sedang menantikan momen bahagia itu, termasuk ibuku.

Dia menutup mulutnya, berusaha menahan air mata haru yang hampir jatuh.

Sementara aku hanya berdiri terpaku di tempat, seolah seluruh tenagaku telah terkuras habis.

"Kenapa ... harus hari ini?"

Tangan dan kakiku terasa dingin. Cincin di tanganku mendadak terasa seberat gunung, menekanku hingga nyaris tak bisa bernapas.

Harvey menatapku yang berada dalam keadaan menyedihkan. Bukannya merasa bersalah, dia justru tampak seperti telah melepaskan beban besar dari pundaknya.

"Jangan salahin Shenia. Awalnya dia minta aku jangan pernah kasih tahu kamu seumur hidup."

"Tapi, Celine, aku nggak mau terus menerus nyembunyiin semuanya lagi."

"Aku nggak mau setiap kali ketemu sama dia, aku masih harus bohong dan kasih penjelasan ke kamu."

"Aku juga nggak mau setiap kali bersama dia, dia terus merasa bersalah."

Setiap kali membicarakan Shenia, wajahnya selalu dipenuhi rasa bersalah.

Seolah menikah denganku hanyalah pilihan yang terpaksa dia ambil.

Padahal kemarin malam dia masih begitu bersemangat hingga tidak bisa tidur. Dia bahkan tersenyum bodoh di balik selimut sambil memelukku.

"Celine, aku benar-benar berhasil nikahin kamu dan bawa kamu pulang. Rasanya kayak mimpi."

Namun sekarang, pria yang sama ini justru mendesakku untuk segera mengambil keputusan dengan sikap tidak sabar.

"Harvey, kamu benar-benar bajingan!"

Dengan air mata yang tak lagi bisa kutahan, aku melemparkan cincin itu tepat ke wajahnya.

Di tengah seruan kaget para tamu, aku berbalik dan berlari keluar.

Semua orang tercengang melihat pengantin wanita tiba-tiba membatalkan pernikahannya.

Shenia segera mengejarku dan meraih pergelangan tanganku.

"Celine! Kamu kenapa?"

"Apa Harvey mengatakan sesuatu yang menyakitimu?"

Wajahnya dipenuhi kecemasan dan kemarahan, seolah-olah dia benar-benar tidak tahu apa pun tentang kejadian ini.

Namun mataku justru tertuju pada bekas ciuman di lehernya yang begitu jelas terlihat. Bekas itu terasa begitu menyakitkan untuk kupandang.

Aku masih ingat, ketika pertama kali tahu ada seseorang yang lagi dekat dengannya, hal pertama yang kulakukan adalah memberinya restu.

Padahal dia pernah menelepon pria itu tepat di depanku dengan kata-kata yang begitu mesra.

Bahkan dia pernah dengan bangga menceritakan berapa kali mereka melakukannya dalam satu malam. Namun aku tidak pernah sekalipun membayangkan bahwa pria itu adalah Harvey.

Mataku berkaca-kaca. Aku tersenyum sinis sambil menatapnya.

"Shenia, bagaimana rasanya tidur dengan priaku?"

Wajahnya seketika memucat.

Saat itulah aku tahu bahwa semua yang dikatakan Harvey memang benar.

Rasa perih perlahan memenuhi dadaku. Tiba-tiba aku ingin bertanya, kenapa.

Bukankah buket pengantin yang kugenggam hari ini dibuat sendiri olehnya sampai dia begadang beberapa malam berturut-turut?

Saat itu, dengan lingkaran hitam di bawah matanya, dia masih tersenyum bahagia dan berkata, "Buket pengantin sahabatku harus jadi yang paling istimewa!"

"Celine, aku ingin jadiin kamu pengantin paling bahagia di dunia!"

Dulu aku benar-benar percaya bahwa aku memiliki cinta terbaik dan persahabatan yang paling tulus.

Aku bahkan percaya bahwa hari ini adalah awal dari kebahagiaanku.

Namun sekarang, semua itu rasanya seperti lelucon yang sangat ironis.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
10 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status