Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 216. Menghampiri Tanpa Rasa Takut

Share

Bab 216. Menghampiri Tanpa Rasa Takut

last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-15 15:45:36

Sinar matahari pagi di Central Park merebak lembut, menembus sela-sela pepohonan yang mulai merona keemasan. Angin musim gugur berembus tipis, membawa kesegaran dingin yang menyapu wajah. Tampak di atas hamparan rumput hijau yang terawat, gelak tawa riang memecah keheningan pagi.

Aurelie dan Leo berlarian penuh semangat, mengejar sebuah bola plastik berwarna merah cerah. Tawa renyah si kembar menggema, murni tanpa beban. Marie berdiri tak jauh dari mereka, mengawasi setiap langkah kecil anak-an
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (8)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
setuju yg diotak dan hati Asher wanita masa lalu thalia ternyata TKg selingkuh sp melentung gimana ya kak Abi KL Asher tahu selama 6 th dibohongi digoyang banyak pria TDK setia dan Alyssa benih pria lain ditunggu sat set kpn kebongkarnya
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
dulu saja Adeline di ceraikan tanpa perasaan, kenapa sekarang kamu penasaran sm Adeline dan anak anaknya, Asher??
goodnovel comment avatar
Aleta D.A.
lanjut Thor yang bnyak .. yang baca harus bner2 sabar ini...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 224. Kau Bisa Mengobrol Santai, bukan?

    Jarum jam dinding di ruang rapat utama Lennox Group menunjukkan tepat pukul empat sore. Suasana ruangan berpanel kayu terasa begitu tegang, diselimuti pendingin udara yang berembus dingin.Asher duduk di ujung meja oval panjang, memosisikan dirinya bagaikan seorang penguasa yang tak tersentuh. Tatapan matanya yang tajam bak elang mengunci sosok pria yang baru saja melangkah masuk dengan santai.Pria itu adalah Jack Drawn.Jack tampil sangat elegan dalam balutan setelan jas buatan penjahit ternama Savile Row, London. Senyum tipis terukir di wajahnya—sebuah senyuman ramah yang justru memancarkan aura bahaya, bagaikan seekor serigala berbulu domba yang dengan sengaja melangkah masuk ke sarang singa.“Selamat sore, Tuan Lennox. Sungguh sebuah kehormatan bisa bertatap muka langsung dengan Anda,” ucap Jack dengan aksen Inggris yang kental dan sangat halus. Langkah kakinya terdengar mantap di atas karpet tebal saat ia berjalan mendekat.Asher tidak langsung berdiri. Dia membiarkan hening men

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 223. Pria Bernama Jack Drawn

    “Tuan, ini laporan keuangan yang Anda minta.” Paul menyerahkan laporan yang diminta oleh tuannya. Perintah yang dia dengar sudah sangat jelas, dia tak mau sampai menunda perintah dari tuannya itu.Asher meraih laporan keuangan, membaca laporan tersebut, memperhatikan setiap detail yang tertera di sana. Jemari tangannya yang kokoh membalik lembaran demi lembaran dengan ketelitian seorang pemimpin imperium bisnis.“Harga saham pagi ini tetap stabil. Laporan juga bagus. Kau awasi setiap cabang dan pastikan investasi yang aku keluarkan berhasil,” ucap Asher tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari angka-angka grafik keuntungan di lembar terakhir.Paul terdiam sebentar, tampak berpikir. “Hmm, apakah Anda ingin saya mengawasi juga investasi Anda di Luxe Vision Entertainment?” tanyanya memastikan.Asher menutup laporan yang diberikan Paul dengan suara letupan pelan yang memutus keheningan, lalu meletakkannya dengan tenang ke atas meja kayu yang mengilap.“Kecuali itu. Abaikan investasiku di

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 222. Jangan Ikut Campur!

    Kaki Talia mendadak terasa lemas melihat sosok pria yang muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Pria itu diam tak bersuara, hanya tangannya yang mencengkeram kuat lengan Talia, membuat wanita itu terperanjat terkejut luar biasa. Matanya melebar, bersamaan dengan debar jantung yang berpacu jauh lebih kencang dari biasanya.“Kau .…” Talia menelan salivanya susah payah. Dia kali ini mencoba menepis, tetapi sialnya pria itu malah makin mencengkeram lengannya, membuatnya kesulitan untuk melarikan diri. Cengkeraman itu begitu dingin dan presisi, seolah-olah pria di depannya sudah memperhitungkan setiap kemungkinan gerakan refleks Talia.“Lepaskan aku!” geram Talia dengan sorot mata penuh ancaman. Aura wajahnya menunjukkan jelas bahwa dia tak main-main dengan apa yang dia katakan.Pria itu tersenyum tipis, tanpa merasa takut sedikit pun. “Kalau aku tidak mau lepaskanmu, apa yang kau lakukan, hmm? Kau ingin teriak?”Talia mengumpat kasar dalam hatinya. Dia melirik ke sekitar area luar kafe yan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 221. Kau Terburu-buru, Nyonya Lennox!

    Satu tenggak alkohol sama sekali tak cukup untuk meredam gemuruh di dada Talia. Di sudut remang sebuah kafe yang terbilang sepi di kawasan Brooklyn, wanita itu duduk terpaku. Permukaan gelas kaca di tangannya sudah dingin, namun kontras dengan raut wajahnya yang menyimpan jutaan rasa frustrasi—sebuah gejolak emosi yang begitu pekat, seolah siap meledak kapan saja dan menghancurkan apa pun di sekitarnya. Gigi-giginya bergemelutuk halus, tetapi dengan sisa-sisa kendali yang ada, dia memeras seluruh tenaganya untuk menutupi topeng ketenangannya agar tak retak di depan umum.“Nyonya Lennox, Anda terlihat tidak baik-baik saja,” sebuah suara halus nan penuh nada nada sindiran memecah keheningan.Isolde muncul begitu saja di hadapan Talia. Wanita itu tampil memikat dengan pakaian seksi yang melekat sempurna di tubuhnya, memancarkan pesona yang berani sekaligus berbahaya. Tanpa menunggu undangan, Isolde menarik kursi kayu di seberang meja dan duduk dengan gestur yang sangat tenang, seolah dia

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 220. Daddy-ku dan Daddy Pirang Lebh Tampan Mana?

    “Mom, sudah kembali?” tanya Aurelie begitu melihat ibunya masuk ke dalam apartemen. Nadanya polos, dengan tatapan penuh tanya. Gadis kecil itu tampaknya tak langsung masuk ke dalam kamar. Dia malah duduk di ruang tamu bersama dengan Leo, seakan memang menunjukkan dia menunggu ibunya untuk pulang.Adeline bermaksud langsung ingin kembali ke kamar, tetapi dia memekik terkejut di kala kedua anak kembarnya malah menunggunya. Dia masuk ke dalam apartemen dalam keadaan melamun. Jadi, kalau dia terkejut hal tersebut adalah wajar.“Ya Tuhan, kenapa kalian tidak di kamar?” tanya Adeline dengan embusan napas panjang sekaligus menyentuh dadanya sebentar di kala merasakan debar jantungnya berpacu agak lebih kencang akibat keterkejutan itu.“Kami menunggu Mommy,” jawab Aurelie dengan senyuman di wajahnya.“Ya, kami menunggu Mommy,” sambung Leo yang berdiri tepat di samping Aurelie.Marie yang ada di sana segera menatap sopan sang majikan. “Nyonya, kembar tadi sudah saya ajak ke kamar, tapi mereka

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 219. Kapan Hasil Test DNA Baru Akan Keluar?

    “Ya, aku teman ibumu. Lebih tepatnya kami cukup dekat,” jawab Asher santai, seolah ucapan yang baru saja meluncur dari bibirnya bukanlah sebuah kesalahan besar yang bisa menghancurkan pertahanan wanita di depannya.Sebuah senyuman tipis bertengger di wajah tampannya—jenis senyuman penuh percaya diri yang memperlihatkan kepuasan tersirat karena berhasil memancing reaksi emosional Adeline. Asher menikmati setiap detik kepanikan samar yang berusaha ditutupi wanita itu.“Mommy tidak bilang kalau Paman adalah teman dekat Mommy,” sambung Leo sembari mengerutkan keningnya hingga membentuk lipatan tipis di dahi.Bocah laki-laki yang sedari tadi tak banyak bicara itu menatap Asher dengan raut wajah penasaran bercampur bingung. Dalam ingatan kecil Leo yang terstruktur rapi, ibunya tidak pernah sekali pun menyebut nama ayah Alyssa sebagai seseorang yang dekat atau berharga. Kecurigaan murni khas anak-anak mulai bertumbuh di benaknya.Adeline merasa terdesak ke sudut yang sangat berbahaya. Sial b

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 7. Sentuhan Liar yang Tak Seharusnya Terjadi

    Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana Cole akan bertemu dengan Asher—keheningan membentang. Adeline sejak tadi hanya diam, meski sejak tadi Cole berusaha untuk mengajaknya bicara. Wanita itu tampak mati-matian menyembunyikan kepanikan di wajahnya.Ya, Adeline duduk di mobil Cole, seakan dia du

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 6. Kesialan Tanpa Habisnya

    Aroma tembakau begitu kuat melebur bersamaan dengan alkohol. Tampak di sebuah kamar di hotel mewah terdapat sosok pria tampan dan gagah yang berdiri di dekat jendela besar, melihat pemandangan kota Paris yang gemerlap menunjukkan kemewahan.Langit malam tampak mendung. Sesekali muncul kilat petir,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status