Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 46. Rasa Curiga Raphael

Share

Bab 46. Rasa Curiga Raphael

last update publish date: 2025-11-09 06:21:10

“Raphael, terima kasih untuk tadi, dan aku minta maaf atas kecerobohanku,” ucap Adeline di kala dirinya dan Raphael sudah tiba di lokasi syuting. Dia masih dalam keadaan memeluk anak anjing yang dia selamatkan tadi.

Raphael tak langsung merespons ucapan Adeline. Pria tampan itu hanya menatap Adeline dengan tatapan dalam dan begitu penuh arti. “Kau baik-baik saja, kan?” tanyanya tenang, memastikan.

Adeline mengangguk. “Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja.”

“Aku lega mendengar kau baik-bai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
virna putri
Dihhh mantan yg aneh.. bpk yg gagal move on yah.. awasi dan urus istri kamu tuh pak, bukannya ngurus anak dan suami malah hedon aja.. jgn2 pelihara berondong.. hihi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 97. Api Cemburu yang Membara

    Deretan mobil mewah memanjang di sepanjang Broadway, mesin mereka berdengung pelan di bawah cahaya lampu yang gemerlap. Beberapa tamu undangan datang dengan menggunakan sopir. Namun, ada yang memang tak memakai sopir seperti salah satunya adalah Raphael.Satu per satu sopir berseragam rapi turun dari kursi kemudi, membuka pintu. Pun mobil sport Raphael sudah tiba di sana. Pria tampan itu membukakan pintu untuk Adeline bersamaan dengan tangannya terulur membantu Adeline turun dari mobil. Tentu Adeline menyambut uluran tangan Raphael.Tak perlu ditanya lagi, kilat kamera memenuhi tempat itu. Adeline dan Raphael menjadi pusat. Sebagai pemeran utama di film yang digadang-gadangkan akan melejit, membuat para wartawan memburu gambar mereka. Apalagi mereka hadir bersamaan dimomen jamuan makan malam ini. Jadi, wajar sekarang wartawan mengincar mereka.Acara jamuan makan malam diadajan di Cipriani 25 Broadway, salah satu tempat paling prestisius di New York untuk mengadakan jamuan makan malam

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 96. Perkataan Seperti Cambuk Keras

    Suara ketukan heels terdengar di lobi apartemen, membuat Raphael yang sedang berdiri di lobi sambil bersandar di mobil sport-nya langsung mengalihkan pandangan pada Adeline yang mulai muncul.Dalam hitungan detik, Raphael terpaku tak belum bersuara apa pun melihat Adeline yang tampil begitu sempurna. Gaun yang dia beli benar-benar dipakai wanita itu. Meski tak memakai perhiasan berlebihan, tapi Adeline malah menunjukkan bahwa wanita itu benar-benar seakan seperti wanita mahal.Aroma parfum lembut Adeline makin mendekat, dan Raphael masih belum bersuara apa pun. Pria tampan itu seakan tak bisa berkutik sedikit pun. Dia masih diam, dengan tatapan penuh kekaguman pada Adeline.“Hey, Raphael. Apa kau sudah menunggu lama?” ucap Adeline hangat begitu tiba di depan Raphael.“Cantik,” pujian Raphael spontan, di kala Adeline meminta maaf. Pria tampan itu bahkan seakan tak mendengarkan ucapan permintaan maaf Adeline. Hal yang dia fokuskan adalah penampilan Adeline yang begitu cantik.Adeline ter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 95. Tak Mau Kalah

    Gaun berwarna gold dengan model kemben, dan belahan paha tinggi membalut tubuh Talia. Rambut digerai sempurna, dengan make up bold menyempurnakan menampilan wanita itu. Tak perlu ditanya lagi, berapa dana yang dikeluarkan Talia untuk penampilannya malam ini.Jelas, dia bahkan meminta designer ternama langganannya untuk membuatkan gaun pesta untuknya di malam yang menurutnya cukup penting. Dia ingin tampil sempurna karena dia ingin semua orang tahu bahwa dia layak bersanding dengan Asher Lennox.“Perfect,” ucap Talia memuji penampilannya. Dia masih mengatap cermin, tersenyum puas gaun yang dia sudah pesan sangat cantik di tubuh indahnya. Tak mau berlama-lama, dia segera menghampiri Asher yang berada di luar. Pria tampan itu masih belum berangkat ke jamuan makan malam, karena menjawab telepon dari rekan bisnis. Namun, tentu Asher tak tahu bahwa Talia nekat ingin ikut ke pesta.“Sayang ....” Talia mendekat, menghampiri sang suami yang baru saja menutup panggilan telepon.Asher yang hen

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 94. Tampil Sangat Cantik dan Anggun

    Gaun merah panjang membungkus tubuh indah Adeline. Punggung mulus wanita itu terekspos jelas. Rambut diikat ke atas dengan model messy bun, membuatnya makin anggun dan cantik. Riasan bold, menyesuaikan warna gaun membuat Adeline malam itu tampil seksi.Lipstik merah yang memoles bibir Adeline membuatnya makin terlihat menantang. Ya, gaun yang dipakai Adeline adalah pemberian Raphael—di mana pria itu ternyata memiliki selera yang bagus. Terbukti, Adeline tampil luar biasa.“Adeline, kau sudah siap?” Nora muncul, dan seketika dia terpaku melihat penampilan Adeline yang luar biasa cantik. Adeline mengalihkan pandangannya, menatap Nora. “Sudah. Aku sudah siap,” jawabnya sambil mendekat ke arah Nora yang berdiri di ambang pintu.“Oh, My God! Kau cantik sekali!” seru Nora sampai memutar tubuh Adeline, berdecak kagum.Adeline tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Kau terlalu berlebihan, Nora.”Nora berdecak lagi sambil menyentil pelan kening Adeline. “Apa yang aku katakan itu fakta. K

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 93. Sainganmu Cukup Berat

    Cuaca di New York sedang kurang bagus. Awan gelap menutupi, dan tampak kilat cahaya petir yang seolah membelah langit megah. Adeline yang sudah selesai syuting segera berpamitan pada semua orang di lokasi untuk segera pulang. Dia tak mau berlama-lama. Pun tentu Nora sudah bersiap. Cuaca yang kurang baik membuat Adeline tampak terburu-buru.Beberapa pemeran film When I Let You Go sudah bergegas kembali ke hotel, sedangkan Raphael dengan santai masih ada di lokasi syuting sambil menikmati beer yang baru saja diantar oleh manajernya. Pria tampan itu rupanya masih belum mau kembali ke hotel. Mungkin dia memang tak takut meski harus hujan besar.“Kau mau tambah?” tawar Elijah Stone, manajer Raphael, di kala melihat beer Raphael sudah habis.Raphael mengangguk sama sekali tak menolak di kal Elijah memberikan satu kaleng beer padanya. “Thanks,” jawabnya singkat.Elijah menenggak beer. “By the way, apa Adeline setuju memakai gaun yang kau belikan untuknya di pesta nanti?” tanyanya penasaran.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 92. Meminta Ikut ke Pesta

    Talia menatap ponsel, melihat berkali-kali berharap Asher membalas pesan ataupun panggilan teleponnya. Namun, sayang suaminya itu tak merespons apa pun. Bahkan tadi malam suaminya tidak pulang sama sekali. Dia sampai pusing karena putrinya terus merengek menanyakan keberadaan Asher.Ya, tak perlu ditanya lagi bagaimana upaya Talia menenangkan Alyssa yang terus menangis menanyakan keberadaan Asher. Dia bahkan sampai mengiming-imingi akan jalan-jalan lagi agar Alyssa bisa tenang. Beruntung, siasatnya berhasil. Alyssa bisa tenang, dan tadi putrinya itu berangkat sekolah dengan wajah bahagia akibat Talia yang pandai membujuk.Asher sangat dekat dengan Alyssa. Seperti apa yang kata orang bahwa ayah akan mudah dekat dengan anak perempuan. Terbukti benar adanya. Memang Alyssa akan jauh lebih sering menanyakan keberadaan Asher. Meski sibuk, tapi selama ini Asher selalu berusaha untuk menaruh banyak perhatian pada Alyssa.“Astaga, kau di mana Asher? Kenapa kau susah sekali dihubungi?” gerutu T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status