Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 55. Sebuah Sabotase

Share

Bab 55. Sebuah Sabotase

last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-20 04:31:28

Malam makin larut. Asher yang tadi berada di kamar memilih untuk berada di ruang kerjanya. Perkataan Talia tadi berhasil memancing emosi, membuatnya enggan untuk langsung tidur. Setelah tadi dia membersihkan tubuh, dia langsung mendatangi ruang kerjanya yang ada di mansion, dan segera menenggak segelas whisky.

Pria tampan itu berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya, menatap langit yang kini sudah dihiasi oleh bulan dan bintang. Kumpulan awan gelap telah menyingkir, dan tak lagi terlihat.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
pasti itu ulah si isolasi... wkwk
goodnovel comment avatar
Schaff Som
lanjutannya up kak
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
TETEP aja ga suka sama ASHER, SELINGKUH CELUP SANA SINI MAKING LOVE SAMA TALIA slma ADELINE MASIH JADI ISTRINYA...!!!!
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 206. Nyaris Merenggut Nyawa Adeline

    Posisi Adeline dan Asher cukup intim. Mereka malah saling menatap satu sama lain, seolah tidak ada siapa pun di sana, tetapi yang pertama kali menyadari dan memutus tatapan adalah Adeline. Wanita itu dengan sisa tenaganya mendorong dada bidang Asher—walau tak bisa membuat pria itu berpindah, tapi bisa membuat pria itu sadar. Asher yang menyadari bahwa posisinya dan Adeline sangat intim, dia segera bangkit berdiri, dan membantu Adeline untuk berdiri juga, tapi sayang kaki Adeline masih lemas, sehingga tak bisa berdiri tegak. Detik itu dengan sigap, Asher merengkuh pinggang Adeline, membantu wanita itu tetap berdiri tegak, dan kali ini Adeline tak bisa berkutik atau membantah akibat lengkingan suara Adam mengamuk jauh lebih keras dan menggema di area outdoor tersebut.Ya, apa yang terjadi cukup menegangkan dan membuat jantung semua orang berhenti berdetak. Semua begitu cepat, dan hal yang pasti terlambat sedikit saja, nyawa akan melayang. Tampak di tengah kerumunan kru yang masih terp

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 205. Pahlawan Yang Kebetulan

    Mobil yang dikemudikan oleh Nora berhenti mulus di tepi area set lokasi syuting outdoor yang sudah dipadati kesibukan pagi itu. Begitu pintu terbuka, Adeline melangkah turun, disambut oleh udara luar yang cukup sejuk dan hiruk-pikuk para kru yang hilir mudik membawa peralatan syuting. Nora juga turun, dia berjalan sigap sambil menenteng naskah dan segelas kopi hangat.Namun, langkah kaki Adeline mendadak terhenti seketika. Matanya menangkap sosok seorang pria tinggi gagah memakai mantel desainer kelas atas yang tengah berdiri di dekat area monitor sutradara.Asher.Kening Adeline berkerut samar. Kehadiran pria itu di lokasi syuting film sepagi ini tentu bukan sebuah kebetulan biasa. Pria itu menoleh sekilas, dan tatapan tajam mereka berdua sempat beradu di udara selama beberapa detik sebelum Adeline buru-buru mengalihkan pandangannya, menegakkan dagu demi menjaga profesionalismenya. Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha menepis segala rasa penasaran dan ketidaknyamanan yang mendadak

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 204.Aurelie Demam

    Ketenangan malam di apartemen seketika buyar oleh suara rintihan tertahan yang lolos dari kamar tidur kembar. Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam, dan Adeline yang baru saja melepas penat setelah seharian berkutat dengan naskah dan persiapan syuting, langsung terbangun dari tidur pulasnya. Dia mengerjapkan mata, mencoba mengumpulkan kesadaran di tengah ruangan yang hanya diterangi lampu tidur temaram.Tiba-tiba, suara ketukan pintu kamar Adeline terdengar pelan, tapi terasa begitu mendesak dan penuh kecemasan.Adeline langsung bangkit duduk, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. “Masuk,” panggilnya seraya menyibak selimut dan bergegas melangkah turun dari ranjang.Begitu pintu terbuka, wajah pucat dan panik Marie, sang pengasuh setia, langsung menyambut pandangan Adeline. “Nyonya, maafkan saya mengganggu istirahat Anda malam-malam begini. Tapi ... ini gawat. Aurelie mendadak demam tinggi.”Adeline terkejut mendengar itu, tapi fanpa membuang waktu sedetik pun, dia berlari

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 203. Kebencian Yang Makin Menjalar

    Suasana kelab malam yang tadinya terasa bising dan penuh gairah mendadak berubah drastis menjadi mencekam bagi Talia. Darahnya serasa berdesir hebat, dan napasnya tercekat di tenggorokan begitu dia mengenali sosok pria yang berdiri tepat di hadapannya. Kilau lampu disko yang remang-remang menyoroti wajah pria itu, memperlihatkan senyum penuh rahasia yang selalu berhasil membuat Talia merasa terintimidasi.Pria itu adalah bayangan yang paling ingin dia kubur dalam-dalam.Refleks pertahanan diri Talia langsung bangkit. Alih-alih menyapa atau membalas senyuman itu, tubuhnya berbalik dengan gerakan secepat kilat. Tanpa membuang waktu sedetik pun, dia menerobos kerumunan orang yang sedang berdansa, berusaha melarikan diri dari tempat itu secepat mungkin sebelum pria itu berhasil menjeratnya dalam percakapan berbahaya.Namun, gerakan pria itu jauh lebih cepat dari perkiraannya. Sebelum Talia sempat melangkah jauh, sebuah tangan kokoh mencengkeram pergelangan tangannya dengan erat, menahan la

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 202. Senang Bertemu Denganmu Lagi

    Jarum jam di dinding kamar mewah itu telah menunjuk tepat pada pukul dua belas malam. Kesunyian malam yang pekat membungkus ruangan luas tersebut, tapi tidak mampu menenangkan gejolak emosi di dada Talia. Di atas tempat tidur berseprai satin, Talia terus-menerus menatap layar ponselnya yang menyala terang di tengah kegelapan. Jari-jarinya yang terawat menari gelisah di atas layar, mengetik ulang nomor yang sama untuk kesekian kalinya. Dia sudah menelepon Asher berulang kali, tetapi panggilannya sama sekali tidak direspons. Nada sambung yang monoton terus berdengung tanpa ujung, seolah mengejek kesabarannya yang kini telah habis terkikis.“Sialan. Kenapa dia tidak mau mengangkat teleponku?” desis Talia kesal, melempar ponselnya begitu saja ke atas ranjang dengan perasaan jengkel yang teramat sangat.Harga dirinya terluka hebat. Sebagai wanita yang terbiasa mendapatkan atensi penuh dan diprioritaskan dalam segala hal, diabaikan oleh Asher adalah bentuk penghinaan paling memualkan yang p

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 201. Perintah Test DNA Ulang

    Suasana di dalam apartemen milik Asher Lennox terasa begitu dingin dan mencekam. Malam telah larut, tapi lampu ruang kerja pribadi Asher masih menyala terang. Pria itu berdiri di dekat dinding kaca besar, menatap hamparan lampu kota yang berkilauan sambil menyesap wiski single malt dari gelas kristalnya tanpa sedikit pun rasa nikmat. Pikirannya dipenuhi oleh teka-teki masa lalu dan keraguan yang terus menghantuinya mengenai identitas ayah kandung dari si kembar anak Adeline.Pintu ruang kerja mendadak terbuka tanpa suara. Paul tampak melangkah masuk dengan langkah cepat namun terukur. Wajah Paul serius, membawa sebuah tablet hitam berukuran tipis di tangannya.“Tuan Lennox,” panggil Paul dengan suara rendah, berdiri tegak di hadapan meja kerja Asher.Asher berbalik perlahan, menaruh gelasnya di atas meja dengan bunyi dentingan yang pelan. Sorot matanya tajam, mengisyaratkan agar Paul segera menyampaikan apa pun laporan penting yang membawanya datang ke apartemen ini di tengah malam.T

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 6. Kesialan Tanpa Habisnya

    Aroma tembakau begitu kuat melebur bersamaan dengan alkohol. Tampak di sebuah kamar di hotel mewah terdapat sosok pria tampan dan gagah yang berdiri di dekat jendela besar, melihat pemandangan kota Paris yang gemerlap menunjukkan kemewahan.Langit malam tampak mendung. Sesekali muncul kilat petir,

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 7. Sentuhan Liar yang Tak Seharusnya Terjadi

    Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana Cole akan bertemu dengan Asher—keheningan membentang. Adeline sejak tadi hanya diam, meski sejak tadi Cole berusaha untuk mengajaknya bicara. Wanita itu tampak mati-matian menyembunyikan kepanikan di wajahnya.Ya, Adeline duduk di mobil Cole, seakan dia du

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status