Beranda / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 55. Sebuah Sabotase

Share

Bab 55. Sebuah Sabotase

Penulis: Abigail Kusuma
last update Tanggal publikasi: 2025-11-20 04:31:28

Malam makin larut. Asher yang tadi berada di kamar memilih untuk berada di ruang kerjanya. Perkataan Talia tadi berhasil memancing emosi, membuatnya enggan untuk langsung tidur. Setelah tadi dia membersihkan tubuh, dia langsung mendatangi ruang kerjanya yang ada di mansion, dan segera menenggak segelas whisky.

Pria tampan itu berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya, menatap langit yang kini sudah dihiasi oleh bulan dan bintang. Kumpulan awan gelap telah menyingkir, dan tak lagi terlihat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Schaff Som
lanjutannya up kak
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
TETEP aja ga suka sama ASHER, SELINGKUH CELUP SANA SINI MAKING LOVE SAMA TALIA slma ADELINE MASIH JADI ISTRINYA...!!!!
goodnovel comment avatar
Ahmadfirdaus
posisi sekarang hmpir terbalik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 101. Posisi Intim yang Terpaksa

    Dalam keadaan napas berat yang tertahan penuh paksaan, Asher terpaksa melangkah maju ke area lantai dansa bersama Talia. Tangan pria itu mendarat di pinggang Talia dengan kaku, formalitas tanpa nyawa. Senyum profesional yang dingin terpasang di wajah tampannya demi konsumsi publik dan kilatan lampu blitz.Namun, sayang fokus Asher sama sekali tidak ada pada wanita di depannya. Mata elang pria itu terus bergerak secara berkala, melacak siluet Adeline yang masih bergerak anggun dalam dekapan Raphael. Setiap kali melihat jemari Raphael merapat di tubuh Adeline, cengkeraman tangan Asher di punggung Talia tanpa sadar mengeras karena menahan gejolak cemburu yang membakar dada.“Asher, kau meremas gaun peninggalku terlalu kencang,” bisik Talia setengah mendesis, mencoba mempertahankan senyum manisnya di depan kamera walau hatinya kesal setengah mati merasakan ketidakhadiran jiwa suaminya di dansa ini.Asher tidak menyahut sama sekali. Pria itu hanya melonggarkan sedikit pegangannya tanpa mem

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 100. Tak Mau Kalah

    Lantai dansa ballroom malam itu dipenuhi oleh kilauan lampu temaram dan alunan musik waltz yang lambat tapi menghanyutkan. Terlihat di tengah kerumunan pasangan yang bergerak anggun, Adeline meletakkan satu tangannya di bahu Raphael, sedangkan tangan lainnya bertautan erat dengan jemari pria itu.Ya, dansa dengan penuh kehangatan memang membuat Adeline dan Raphael sangat intim. Mereka layaknya pasangan yang sempurna. Bagaimana tidak? Adeline memiliki paras yang luar biasa cantik, dan Raphael memiliki paras yang sangat tampan. Mereka bukan hanya cocok menjadi pemeran utama di film saja, tapi mereka juga tampak sangat cocok di kehidupan nyata. Meski faktanya mereka tak memiliki hubungan khusus, tetap saja dalam posisi seperti ini orang akan berpikir mereka memiliki hubungan spesial.“Adeline,” panggil Raphael tiba-tiba di tengah dansa.Adeline menatap Raphael. “Hmm, ya?” jawabnya hangat, dan pelan.Raphael menatap dalam mata indah Adeline. “Sepertinya kau tidak nyaman bicara dengan istr

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 99. Benang yang Menjerat

    Ketukan pelan gelas-gelas kristal yang saling berdenting menandai akhir dari sindiran mematikan Adeline. Tampak wanita itu tersenyum anggun sembari menyesap minumannya perlahan. Sementara Edward yang tadi sempat berbincang dengan Adeline menatap Adeline dengan tatapan kekaguman. Bukan kagum berlebih, tapi melainkan dengan pola pikir Adeline. Pun di sana Raphael setuju dengan segala ucapan Adeline, Terbukti sepanjang Adeline berbincang dengan Edward, Raphael melukiskan senyuman di wajahnya.Tak perlu ditanya bagaimana ekpresi wajah Talia. Tatapan wanita itu terhunus tajam, dengan tangan yang mengepal di bawah meja hingga kukunya yang terawat rapi memutih. Pun wajahnya yang semula anggun kini kaku, menahan gejolak amarah yang membakar dada. Kata ‘pelacur’ dan ‘rendahan’ yang dilontarkan Adeline bagai tamparan fisik yang membuat telinganya berdenging.“Ah, bicara soal temanmu itu ....” Talia memecah keheningan dengan suara yang dipaksakan tetap tenang, meski ada nada tajam yang terselip.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 98. Ledakkan yang Tak Bisa Ditahan

    “Adeline, kau cantik sekali.” Cole menyambut hangat Adeline datang ke jamuan makan malam, bersama dengan Raphael. Detik itu dia memberikan pelukan, dan Adeline membalas sebagai bentuk menghargai sambutan hangat Cole.“Thanks, Cole,” jawab Adeline dengan senyuman di wajahnya, sambil mengurai pelukan itu.Cole kini bergantian memberikan pelukan singkat pada Raphael sambil menepuk bahu pria itu. “Kau beruntung malam ini datang ke pesta bersama dengan artis cantik yang memiliki banyak fans.” Raphael tertawa singkat. “Kau benar. Aku memang beruntung.”Adeline menggelengkan kepalanya. “Kalian berlebihan sekali.”“Well, aku tidak berlebihan sama sekali. Malam ini kau tampil luar biasa cantik. Gaun yang kau pakai sangat cocok,” jawab Cole memuji.Adeline tersenyum, menanggapi ucapan Cole itu. Sementara Raphael memberikan senyuman isyarat ke arah Adeline, menandakan bahwa memang pujiannya ketika melihat Adeline adalah nyata, bukan bualan.Tak selang lama, perhatian mulai teralihkan pada pasan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 97. Api Cemburu yang Membara

    Deretan mobil mewah memanjang di sepanjang Broadway, mesin mereka berdengung pelan di bawah cahaya lampu yang gemerlap. Beberapa tamu undangan datang dengan menggunakan sopir. Namun, ada yang memang tak memakai sopir seperti salah satunya adalah Raphael.Satu per satu sopir berseragam rapi turun dari kursi kemudi, membuka pintu. Pun mobil sport Raphael sudah tiba di sana. Pria tampan itu membukakan pintu untuk Adeline bersamaan dengan tangannya terulur membantu Adeline turun dari mobil. Tentu Adeline menyambut uluran tangan Raphael.Tak perlu ditanya lagi, kilat kamera memenuhi tempat itu. Adeline dan Raphael menjadi pusat. Sebagai pemeran utama di film yang digadang-gadangkan akan melejit, membuat para wartawan memburu gambar mereka. Apalagi mereka hadir bersamaan dimomen jamuan makan malam ini. Jadi, wajar sekarang wartawan mengincar mereka.Acara jamuan makan malam diadajan di Cipriani 25 Broadway, salah satu tempat paling prestisius di New York untuk mengadakan jamuan makan malam

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 96. Perkataan Seperti Cambuk Keras

    Suara ketukan heels terdengar di lobi apartemen, membuat Raphael yang sedang berdiri di lobi sambil bersandar di mobil sport-nya langsung mengalihkan pandangan pada Adeline yang mulai muncul.Dalam hitungan detik, Raphael terpaku tak belum bersuara apa pun melihat Adeline yang tampil begitu sempurna. Gaun yang dia beli benar-benar dipakai wanita itu. Meski tak memakai perhiasan berlebihan, tapi Adeline malah menunjukkan bahwa wanita itu benar-benar seakan seperti wanita mahal.Aroma parfum lembut Adeline makin mendekat, dan Raphael masih belum bersuara apa pun. Pria tampan itu seakan tak bisa berkutik sedikit pun. Dia masih diam, dengan tatapan penuh kekaguman pada Adeline.“Hey, Raphael. Apa kau sudah menunggu lama?” ucap Adeline hangat begitu tiba di depan Raphael.“Cantik,” pujian Raphael spontan, di kala Adeline meminta maaf. Pria tampan itu bahkan seakan tak mendengarkan ucapan permintaan maaf Adeline. Hal yang dia fokuskan adalah penampilan Adeline yang begitu cantik.Adeline ter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 94. Tampil Sangat Cantik dan Anggun

    Gaun merah panjang membungkus tubuh indah Adeline. Punggung mulus wanita itu terekspos jelas. Rambut diikat ke atas dengan model messy bun, membuatnya makin anggun dan cantik. Riasan bold, menyesuaikan warna gaun membuat Adeline malam itu tampil seksi.Lipstik merah yang memoles bibir Adeline membu

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 93. Sainganmu Cukup Berat

    Cuaca di New York sedang kurang bagus. Awan gelap menutupi, dan tampak kilat cahaya petir yang seolah membelah langit megah. Adeline yang sudah selesai syuting segera berpamitan pada semua orang di lokasi untuk segera pulang. Dia tak mau berlama-lama. Pun tentu Nora sudah bersiap. Cuaca yang kurang

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 91. Pria yang Mendapatkanmu Adalah Pria Beruntung

    Keesokan hari, Adeline terbangun dengan mata yang masih mengerjap dan dikejutkan dengan sebuah kotak berukuran besar. Paket datang di pagi hari, dan diterima oleh Marie. Tampak dia mengerutkan kening, bingung melihat ada paket datang. Padahal dia merasa tak memesan apa pun.“Marie, ini paket untukk

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 88. Merasa Ada Yang Aneh

    “Adeline? Are you okay?”Nora muncul, menatap Adeline yang tampak duduk melamun sambil memegang gelas di tangan. Dia mendekat, tapi sepertinya Adeline benar-benar tak menyadari kehadirannya.“Adeline?” panggil Nora lagi, di kala Adeline tetap tak menyadari kehadirannya. Padahal dia sudah mendekat,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status