Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 55. Sebuah Sabotase

Share

Bab 55. Sebuah Sabotase

last update publish date: 2025-11-20 04:31:28

Malam makin larut. Asher yang tadi berada di kamar memilih untuk berada di ruang kerjanya. Perkataan Talia tadi berhasil memancing emosi, membuatnya enggan untuk langsung tidur. Setelah tadi dia membersihkan tubuh, dia langsung mendatangi ruang kerjanya yang ada di mansion, dan segera menenggak segelas whisky.

Pria tampan itu berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya, menatap langit yang kini sudah dihiasi oleh bulan dan bintang. Kumpulan awan gelap telah menyingkir, dan tak lagi terlihat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
pasti itu ulah si isolasi... wkwk
goodnovel comment avatar
Schaff Som
lanjutannya up kak
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
TETEP aja ga suka sama ASHER, SELINGKUH CELUP SANA SINI MAKING LOVE SAMA TALIA slma ADELINE MASIH JADI ISTRINYA...!!!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 141. Berhasil Mengacaukan Hati dan Pikiran

    “Tuan, Nyonya Talia terus mencari Anda. Beliau mendesak saya, meminta untuk membujuk Anda segera menghubunginya. Nyonya Talia sangat mencemaskan Anda, Tuan.”Paul melapor sembari menatap tuannya yang duduk bersandar di sofa kulit tebal, jemarinya menggenggam gelas kristal berisi vodka yang tinggal tersisa separuh. Paul sampai menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal—sebuah gestur refleks karena kebingungan dan kecemasan yang membuncah. Sejak tadi malam, tuannya lebih banyak memilih bungkam, meneguk alkohol tanpa henti seolah sedang mencoba membunuh sesuatu di dalam kepalanya. Perilaku tak biasa itu jelas mengirimkan sinyal bahaya bagi Paul.“Cukup katakan aku sibuk. Tidak perlu lagi direspons,” jawab Asher dingin, suaranya sarat akan penolakan yang tak bertepi. Dia bahkan enggan menatap layar ponselnya yang mungkin sudah dipenuhi panggilan tak terjawab. “Lebih baik kau laporkan padaku, informasi apa yang sudah kau dapatkan?” tanyanya kemudian, nada suaranya berubah menajam, tersirat

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 140. Pasti Hanya Sekadar Mirip

    “Mom, di mana Dad? Kenapa hari ini aku tidak melihat Daddy sama sekali? Apa Daddy hari ini sudah berangkat kerja sebelum aku bangun?” tanya Alyssa yang sejak tadi menanyakan keberadaan ayahnya, tapi tak kunjung mendapatkan jawaban dari ibunya. Gadis kecil itu sejak tadi pagi sudahTalia memijat keningnya yang mulai berdenyut membendung pening, menahan rasa kesal akibat putrinya terus menanyakan keberadaan Asher. Tadi malam setelah perdebatannya dengan Asher yang sengit hingga memicu dingin di antara mereka, dia bahkan tak mengetahui keberadaan suaminya itu. Sudah beberapa kali dia menghubungi Asher—jemarinya sampai gemetar menekani layar ponsel—tapi tak ada jawaban sama sekali. Bahkan Paul sudah dia coba telepon, dan jawaban Paul adalah Asher sibuk dengan pekerjaan.What the fuck. Itu jawaban yang sangat menyebalkan. Talia sudah mencoba mndesak Paul, agar Asher bisa bicara padanya paling tidak untuk sebentar saja, tapi sialnya Paul mengatakan Asher tidak bisa diganggu untuk sementara

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 139. Hadapi Tanpa Rasa Takut

    Seharian penuh, Adeline memilih untuk mengurung diri di dalam apartemennya. Lebih tepatnya, dia sama sekali tidak berminat untuk menginjakkan kaki di luar pintu. Udara luar terasa terlalu penuh ancaman baginya saat ini. Bahkan, dia secara khusus meminta Marie untuk tidak membawa si kembar pergi ke taman seperti biasanya. Hari ini, dia menegaskan agar Leo dan Aurelie tetap bermain di dalam apartemen saja—entah itu menonton kartun kesukaan mereka di televisi, melukis, atau sekadar membaca buku-buku pelajaran ringkas. Bagi Adeline, menarik diri dari dunia luar adalah satu-satunya benteng pertahanan terbaik yang dia miliki sekarang.Selain mengurung diri, Adeline juga memilih untuk mematikan ponselnya total. Layar gelap tanpa kehidupan itu tergeletak begitu saja di atas meja. Proses syuting filmnya masih diliburkan dan belum ada kepastian jadwal lanjutan dari pihak rumah produksi. Menutup semua jalur komunikasi terasa begitu membebaskan, meski hanya sesaat. Dia sudah berpesan, jika memang

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 138. Jangan Pergi Lagi Dengan Si Pirang!

    “Leo, kau ke mana saja? Kenapa kau kemarin menghilang? Kau tahu? Mommy menangis! Mommy khawatir padamu! Bibi Marie juga menangis. Lain kali kau pergi jangan jauh-jauh. Kau itu menyebalkan sekali!”Celotehan Aurelie memarahi Leo tepat di kala pagi menyapa. Gadis kecil itu bertolak pinggang dengan gaunnya yang sedikit kusut. Tangannya yang mungil berkacak di pinggang, menatap jengkel saudara kembarnya yang pergi membuat semua orang khawatir, termasuk dirinya. Ya, tak memungkiri gadis kecil itu juga menangis semalaman saat tahu Leo menghilang. Hanya saja, dia tampak gengsi untuk bercerita dan lebih memilih menumpahkan kekesalannya lewat ocehan panjang.Sementara itu, Leo yang duduk di kursi meja makan tetap tenang. Dia menyantap makanannya dengan lahap dan tanpa beban sama sekali. Jemari kecilnya memegang erat sepotong roti, mengunyah perlahan seolah tak ada omelan yang sedang menggelegar di depannya. Bocah laki-laki itu tidak kesal di kala mendapatkan celotehan dari saudara kembarnya. D

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 137. Tutup Mulutmu!

    Jarum jam di dinding sudah melewati angka dua belas malam, tetapi sosok yang dinanti tak kunjung memunculkan batang hidungnya. Tampak di dalam kamar bernuansa mewah yang sepi, Talia dilanda kegelisahan yang membakar. Langkah kakinya berulang kali bolak-balik mengikis lantai marmer, sementara matanya terus tertuju pada layar ponsel yang digenggamnya erat. Harapan bahwa pesan singkatnya akan berganti status dibaca, atau ada panggilan balik dari Asher, ternyata hanya angan semata.Sejak tadi Talia tiada henti memborbardir ponsel suaminya dengan panggilan dan pesan bertubi-tubi. Hasilnya nihil. Ponsel Asher jelas aktif, tetapi pria itu secara sengaja mengabaikannya. Kenyataan itu membuat darah Talia serasa mendidih sampai ke ubun-ubun. Entah urusan teramat penting apa yang membuat suaminya masih berada di luar pada jam sekrusial ini. Lagipula, sejak mengantar Alyssa pulang tadi, Talia sudah merasakan ada perubahan sikap yang aneh pada diri Asher—sesuatu yang dingin dan membenteng.Ponsel

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 136. Tak Boleh Mengenal Orang Sembarangan

    “Sayang? Kau belum tidur?” Talia melangkah mendekat, matanya tertuju pada putri kecilnya yang duduk bersedekah dengan wajah yang terlipat sebal. Dua pengasuh yang tadinya berdiri sigap di dekat tempat tidur langsung membungkuk hormat, lalu bergegas pamit undur diri dengan gerakan tanpa suara begitu menyadari kehadiran sang nyonya rumah.“Aku belum mengantuk, Mommy.” ahut Alyssa pelan. Gadis kecil itu menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang berhias kain sutra, memeluk erat boneka teddy bear merah muda kesayangannya. Sisa-sisa kekesalan masih jelas membayang di wajah cantiknya. Alyssa merasa tindakan ayahnya sangat tidak adil—dia dipaksa masuk ke kamar begitu saja, padahal permintaannya untuk kembali bermain dengan Leo bahkan belum sempat dijawab.Talia mengikis jarak, lalu mendaratkan tubuhnya di tepi ranjang. Jemarinya yang terawat mengusap lembut helai demi helai rambut pirang dan panjang milik putrinya, mencoba menyalurkan rasa tenang.“Anak cantik tidak boleh menekuk wajah sepert

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 7. Sentuhan Liar yang Tak Seharusnya Terjadi

    Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana Cole akan bertemu dengan Asher—keheningan membentang. Adeline sejak tadi hanya diam, meski sejak tadi Cole berusaha untuk mengajaknya bicara. Wanita itu tampak mati-matian menyembunyikan kepanikan di wajahnya.Ya, Adeline duduk di mobil Cole, seakan dia du

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 3. Semesta Mengizinkan Pertemuan

    Paris, Prancis.Empat tahun berlalu ... Suara ketukan heels menuruni podium sedikit terdengar bercampur dengan suara tepuk tangan dan musik yang berdentum. Tampak seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang memberikan senyuman terbaik, di kala baru saja mendapatkan sebuah perng

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status