Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 55. Sebuah Sabotase

Share

Bab 55. Sebuah Sabotase

last update publish date: 2025-11-20 04:31:28

Malam makin larut. Asher yang tadi berada di kamar memilih untuk berada di ruang kerjanya. Perkataan Talia tadi berhasil memancing emosi, membuatnya enggan untuk langsung tidur. Setelah tadi dia membersihkan tubuh, dia langsung mendatangi ruang kerjanya yang ada di mansion, dan segera menenggak segelas whisky.

Pria tampan itu berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya, menatap langit yang kini sudah dihiasi oleh bulan dan bintang. Kumpulan awan gelap telah menyingkir, dan tak lagi terlihat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
pasti itu ulah si isolasi... wkwk
goodnovel comment avatar
Schaff Som
lanjutannya up kak
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
TETEP aja ga suka sama ASHER, SELINGKUH CELUP SANA SINI MAKING LOVE SAMA TALIA slma ADELINE MASIH JADI ISTRINYA...!!!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 194. Periksa Labotarium Test DNA!

    Suasana di ruangan itu mendadak berubah mencekam. Keheningan yang tercipta bukan lagi sekadar ketiadaan suara, melainkan sebuah kehampaan berat yang menghimpit rongga dada, membuat setiap tarikan napas terasa menyakitkan. Ruangan kantor manajemen yang berpendingin ruangan itu mendadak terasa pengap, seolah seluruh oksigen di dalamnya tersedot habis oleh ketegangan yang teramat pekat.Di layar monitor, wajah sang penyusup kini terekspos tanpa celah. Garis rahang tegas, sorot mata yang dingin, dan cara berdiri yang begitu familiar terpampang nyata di bawah pantulan lampu darurat basement. Sosok di dalam video itu bukanlah orang asing yang tak dikenal, melainkan seseorang yang selama ini berada di lingkaran terdekat mereka.Nora. Manajer sekaligus sahabat terdekat Adeline.Paul merasa sekujur tubuhnya dilanda mati rasa. Otaknya berteriak menolak, berharap apa yang dilihatnya barusan hanyalah efek halusinasi atau trik kamera yang rusak akibat gangguan teknis. Namun, rekaman itu berputar t

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 193. Rekaman CCTV Terbongkar

    Menunggu adalah sebuah bentuk penyiksaan yang paling tidak bisa ditoleransi oleh Asher. Detik demi detik yang merayap di jarum jam terasa mengejek kesabarannya. Bagi pria itu, duduk berpangku tangan dan menyerahkan segalanya pada laporan Paul yang berjalan lambat adalah opsi terburuk. Dia tidak bisa hanya duduk diam menunggu seperti orang bodoh sementara ada ancaman yang bermain-main di wilayah kekuasaannya. Instingnya mendesak untuk melihat sendiri rekaman CCTV di area basement apartemen asistennya itu, membuktikan segala kecurigaannya dengan mata kepalanya sendiri.Tak lama kemudian, deru mesin dua mobil memecah keheningan pelataran parkir. Mobil Asher meluncur masuk dan terparkir sempurna, disusul beberapa detik kemudian oleh mobil Paul yang mengekor di belakangnya. Begitu ban berhenti berputar, Asher langsung mendorong pintu mobilnya terbuka dan melangkah keluar dengan sigap. Di sisi lain, Paul bergegas menyusul, mengambil posisi di depan untuk menunjukkan arah menuju gedung manaj

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 192. Ingin Melihat Rekaman CCTV

    Jemari kokoh Asher mengetuk-ngetuk permukaan meja kerja kayu di ruangannya secara konstan, menciptakan irama monoton yang mencerminkan isi kepalanya yang sedang berantakan. Aura wajahnya terlihat sangat gelap, memancarkan emosi serta pemikiran yang bercampur aduk menjadi satu. Napasnya memburu, tidak beraturan, seiring dengan kepulan asap kelabu yang diembuskannya ke udara.Berkali-kali pria itu menyedot rokoknya dalam-dalam, mencoba mencari pelarian instan guna meredakan gelora pikiran yang kian menyesakkan dada. Tampak di atas meja kerjanya, sebuah gelas kristal berisi sisa cairan amber beralkohol tampak terabaikan di samping asbak yang sudah dipenuhi puntung rokok. Nikotin dan alkohol—kombinasi klasik yang selalu iaandalkan di kala logika dan ketenangannya diuji habis-habisan. Belakangan ini, hidupnya memang seolah diuji oleh serangkaian kejadian janggal yang sukses merusak ketenangan hidupnya secara total.Ketukan pelan pada pintu ruang kerjanya membuyarkan lamunannya.“Tuan .…” P

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 191. Pastikan Menjaga Nama Baik!

    Pagi hari seharusnya menjadi momen di mana suasana hati seseorang jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Matahari pagi yang hangat terbit perlahan, menyinari bumi dan membangkitkan energi positif bagi siapa saja yang melihatnya. Namun, aturan alam itu sepertinya tidak berlaku bagi Adeline. Begitu kakinya melangkah menjejakkan area lokasi syuting, dia langsung memasang topeng sandiwara terbaiknya—berusaha keras menutupi hatinya yang sejak tadi malam dilanda kecemasan hebat. Entah apa yang salah, dia sendiri bahkan tidak mampu memaparkan secara pasti apa yang sedang berkecamuk di dalam perasaannya. Hal yang dia tahu dan yakini saat ini,d ia harus bertahan dan menunjukkan kepada semua orang bahwa semuanya akan baik-baik saja.Langkah kaki Adeline terhenti sejenak ketika sebuah suara familier memanggil namanya di tengah kesibukan kru yang lalu-lalang membereskan peralatan.“Morning, Adeline,” sapa Adam di kala melihat Adeline.Adeline menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan sisa-sisa

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 190. Pasti Memiliki Tujuan

    “Adeline, kenapa kau malah melamun?” Suara lembut sarat akan keheranan itu memecah keheningan kamar. Nora melangkah menghampiri Adeline, menyerahkan segelas lemon tea hangat pada sahabatnya itu, sembari ikut melabuhkan duduk di tepi ranjang berukuran queen size tersebut.Malam ini, Nora memang memutuskan untuk menginap di apartemen Adeline. Kebetulan tadi mereka baru saja menghabiskan waktu bersama untuk makan malam di sebuah restoran di Manhattan, dan demi menghemat waktu serta menghindari lelahnya perjalanan tengah malam di tengah dinginnya angin New York, menginap adalah pilihan paling masuk akal.Namun, alih-alih menyambut kedatangan sahabatnya dengan obrolan ringan, Adeline justru terpaku. Wanita itu diam seribu bahasa, bahkan sama sekali belum menyadari kehadiran Nora di sisinya. Gelas lemon tea yang baru saja diserahkan dibiarkan begitu saja tanpa disentuh. Pandangannya menerawang lurus ke depan, menembus dinding kamar, seolah ada beban tersembunyi yang tengah menghimpit dadany

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 189. Telah Mengetahui Fakta

    “Jadi, apa sebenarnya yang membuatmu ingin menemuiku secara mendadak begini? Kau tahu sendiri, jadwalku selalu padat,” ucap Vivian Rhodes dengan nada manja tapi elegan. Wanita berambut merah menyala itu duduk menyilangkan kaki, memancarkan pesona khas sosialita kelas atas.Mereka tengah berada di sebuah kafe eksklusif tersembunyi di kawasan Brooklyn. Tempat itu sengaja dipilih karena suasananya yang tenang, pencahayaan temaram yang hangat, serta penjagaan privasi yang ketat. Jauh dari jangkauan lensa kamera paparazzi ataupun wartawan gosip yang selalu haus sensasi.Isolde tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang terukir di balik cangkir wine merah yang baru saja disajikan oleh pelayan berjas rapi. Cuaca di luar sedang berada di titik terdinginnya, membuat embusan napas mengepul tipis di udara. Meskipun tubuhnya sudah dibalut mantel bulu tebal bernilai fantastis, kehangatan dari tegukan wine tetap menjadi penyelamat terbaik bagi tubuhnya.“Aku langsung saja pada intinya, Vivian.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 7. Sentuhan Liar yang Tak Seharusnya Terjadi

    Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana Cole akan bertemu dengan Asher—keheningan membentang. Adeline sejak tadi hanya diam, meski sejak tadi Cole berusaha untuk mengajaknya bicara. Wanita itu tampak mati-matian menyembunyikan kepanikan di wajahnya.Ya, Adeline duduk di mobil Cole, seakan dia du

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 6. Kesialan Tanpa Habisnya

    Aroma tembakau begitu kuat melebur bersamaan dengan alkohol. Tampak di sebuah kamar di hotel mewah terdapat sosok pria tampan dan gagah yang berdiri di dekat jendela besar, melihat pemandangan kota Paris yang gemerlap menunjukkan kemewahan.Langit malam tampak mendung. Sesekali muncul kilat petir,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status