Beranda / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 51. Rasa Curiga yang Membentang

Share

Bab 51. Rasa Curiga yang Membentang

Penulis: Abigail Kusuma
last update Tanggal publikasi: 2025-11-16 03:50:33

Mobil sport yang dilajukan Asher melaju dengan hati-hati di bawah guyuran air hujan yang membasahi kota New York. Sejak tadi, hujan masih terus turun. Bahkan di kala Asher menyelamatkan Adeline tadi, hujan tetap masih turun membasahi bumi. Hal itu yang membuat pakaian Asher dan Adeline setengah basah.

Namun, meski hujan turun cukup deras, tak ada petir. Itu yang membuat Asher bisa mudah menyelamatkan Adeline. Jika tadi ada petir, besar kemungkinan proses penyelamatan tidak bisa langsung cepat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sholihan
apa cukup sampai disini ceritanya?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 98. Ledakkan yang Tak Bisa Ditahan

    “Adeline, kau cantik sekali.” Cole menyambut hangat Adeline datang ke jamuan makan malam, bersama dengan Raphael. Detik itu dia memberikan pelukan, dan Adeline membalas sebagai bentuk menghargai sambutan hangat Cole.“Thanks, Cole,” jawab Adeline dengan senyuman di wajahnya, sambil mengurai pelukan itu.Cole kini bergantian memberikan pelukan singkat pada Raphael sambil menepuk bahu pria itu. “Kau beruntung malam ini datang ke pesta bersama dengan artis cantik yang memiliki banyak fans.” Raphael tertawa singkat. “Kau benar. Aku memang beruntung.”Adeline menggelengkan kepalanya. “Kalian berlebihan sekali.”“Well, aku tidak berlebihan sama sekali. Malam ini kau tampil luar biasa cantik. Gaun yang kau pakai sangat cocok,” jawab Cole memuji.Adeline tersenyum, menanggapi ucapan Cole itu. Sementara Raphael memberikan senyuman isyarat ke arah Adeline, menandakan bahwa memang pujiannya ketika melihat Adeline adalah nyata, bukan bualan.Tak selang lama, perhatian mulai teralihkan pada pasan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 97. Api Cemburu yang Membara

    Deretan mobil mewah memanjang di sepanjang Broadway, mesin mereka berdengung pelan di bawah cahaya lampu yang gemerlap. Beberapa tamu undangan datang dengan menggunakan sopir. Namun, ada yang memang tak memakai sopir seperti salah satunya adalah Raphael.Satu per satu sopir berseragam rapi turun dari kursi kemudi, membuka pintu. Pun mobil sport Raphael sudah tiba di sana. Pria tampan itu membukakan pintu untuk Adeline bersamaan dengan tangannya terulur membantu Adeline turun dari mobil. Tentu Adeline menyambut uluran tangan Raphael.Tak perlu ditanya lagi, kilat kamera memenuhi tempat itu. Adeline dan Raphael menjadi pusat. Sebagai pemeran utama di film yang digadang-gadangkan akan melejit, membuat para wartawan memburu gambar mereka. Apalagi mereka hadir bersamaan dimomen jamuan makan malam ini. Jadi, wajar sekarang wartawan mengincar mereka.Acara jamuan makan malam diadajan di Cipriani 25 Broadway, salah satu tempat paling prestisius di New York untuk mengadakan jamuan makan malam

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 96. Perkataan Seperti Cambuk Keras

    Suara ketukan heels terdengar di lobi apartemen, membuat Raphael yang sedang berdiri di lobi sambil bersandar di mobil sport-nya langsung mengalihkan pandangan pada Adeline yang mulai muncul.Dalam hitungan detik, Raphael terpaku tak belum bersuara apa pun melihat Adeline yang tampil begitu sempurna. Gaun yang dia beli benar-benar dipakai wanita itu. Meski tak memakai perhiasan berlebihan, tapi Adeline malah menunjukkan bahwa wanita itu benar-benar seakan seperti wanita mahal.Aroma parfum lembut Adeline makin mendekat, dan Raphael masih belum bersuara apa pun. Pria tampan itu seakan tak bisa berkutik sedikit pun. Dia masih diam, dengan tatapan penuh kekaguman pada Adeline.“Hey, Raphael. Apa kau sudah menunggu lama?” ucap Adeline hangat begitu tiba di depan Raphael.“Cantik,” pujian Raphael spontan, di kala Adeline meminta maaf. Pria tampan itu bahkan seakan tak mendengarkan ucapan permintaan maaf Adeline. Hal yang dia fokuskan adalah penampilan Adeline yang begitu cantik.Adeline ter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 95. Tak Mau Kalah

    Gaun berwarna gold dengan model kemben, dan belahan paha tinggi membalut tubuh Talia. Rambut digerai sempurna, dengan make up bold menyempurnakan menampilan wanita itu. Tak perlu ditanya lagi, berapa dana yang dikeluarkan Talia untuk penampilannya malam ini.Jelas, dia bahkan meminta designer ternama langganannya untuk membuatkan gaun pesta untuknya di malam yang menurutnya cukup penting. Dia ingin tampil sempurna karena dia ingin semua orang tahu bahwa dia layak bersanding dengan Asher Lennox.“Perfect,” ucap Talia memuji penampilannya. Dia masih mengatap cermin, tersenyum puas gaun yang dia sudah pesan sangat cantik di tubuh indahnya. Tak mau berlama-lama, dia segera menghampiri Asher yang berada di luar. Pria tampan itu masih belum berangkat ke jamuan makan malam, karena menjawab telepon dari rekan bisnis. Namun, tentu Asher tak tahu bahwa Talia nekat ingin ikut ke pesta.“Sayang ....” Talia mendekat, menghampiri sang suami yang baru saja menutup panggilan telepon.Asher yang hen

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 94. Tampil Sangat Cantik dan Anggun

    Gaun merah panjang membungkus tubuh indah Adeline. Punggung mulus wanita itu terekspos jelas. Rambut diikat ke atas dengan model messy bun, membuatnya makin anggun dan cantik. Riasan bold, menyesuaikan warna gaun membuat Adeline malam itu tampil seksi.Lipstik merah yang memoles bibir Adeline membuatnya makin terlihat menantang. Ya, gaun yang dipakai Adeline adalah pemberian Raphael—di mana pria itu ternyata memiliki selera yang bagus. Terbukti, Adeline tampil luar biasa.“Adeline, kau sudah siap?” Nora muncul, dan seketika dia terpaku melihat penampilan Adeline yang luar biasa cantik. Adeline mengalihkan pandangannya, menatap Nora. “Sudah. Aku sudah siap,” jawabnya sambil mendekat ke arah Nora yang berdiri di ambang pintu.“Oh, My God! Kau cantik sekali!” seru Nora sampai memutar tubuh Adeline, berdecak kagum.Adeline tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Kau terlalu berlebihan, Nora.”Nora berdecak lagi sambil menyentil pelan kening Adeline. “Apa yang aku katakan itu fakta. K

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 93. Sainganmu Cukup Berat

    Cuaca di New York sedang kurang bagus. Awan gelap menutupi, dan tampak kilat cahaya petir yang seolah membelah langit megah. Adeline yang sudah selesai syuting segera berpamitan pada semua orang di lokasi untuk segera pulang. Dia tak mau berlama-lama. Pun tentu Nora sudah bersiap. Cuaca yang kurang baik membuat Adeline tampak terburu-buru.Beberapa pemeran film When I Let You Go sudah bergegas kembali ke hotel, sedangkan Raphael dengan santai masih ada di lokasi syuting sambil menikmati beer yang baru saja diantar oleh manajernya. Pria tampan itu rupanya masih belum mau kembali ke hotel. Mungkin dia memang tak takut meski harus hujan besar.“Kau mau tambah?” tawar Elijah Stone, manajer Raphael, di kala melihat beer Raphael sudah habis.Raphael mengangguk sama sekali tak menolak di kal Elijah memberikan satu kaleng beer padanya. “Thanks,” jawabnya singkat.Elijah menenggak beer. “By the way, apa Adeline setuju memakai gaun yang kau belikan untuknya di pesta nanti?” tanyanya penasaran.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 76. Semesta Seolah Mempermainkan

    “Ya Tuhan, kalian dari mana?” Marie panik di kala dia melihat kembar ada di hadapannya. Buru-buru, dia memeriksa keadaan kembar, memastikan tidak ada luka sedikit pun.“Bibi Marie, maafkan kami membuatmu cemas,” kata Leo tenang.Marie menghela napas dalam. “Katakan, kalian dari mana? Aku, Mommy kal

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 74. Awal yang Tak Disangka-Sangka

    Central Park, Manhattan, New York. “Leo! Kejar aku!” Aurelia berlari sambil bermain memegang gelembung sabun yang ditiup menghasilkan bola-bola ke udara. Gadis kecil itu begitu tiba di Cintral Park langsung mengajak saudara kembarnya bermain.“Aurelia, tunggu aku.” Leo segera mengejar Aurelia. Pun

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 73. Tujuan Tempat yang Sama

    “Yeay, ke Central Park bersama Mommy!” Leo dan Aurelia memekik gembira di kala weekend tiba, mereka ingat akan janji ibu mereka yang akan jalan-jalan bersama.Adeline tersenyum sambil menggelengkan kepala, melihat Leo dan Aurelia yang duduk di kursi meja makan tampak bersemangat. Tentu dia tak akan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 72. Rasa Tak Nyaman

    Malam di kota New York tak sunyi. Banyak orang yang tampak sibuk dan tak jarang orang berlalu lalang di trotoar. Polisi tak luput dari sana. Keamanan di kota itu memang sangat ketat dan luar biasa.Adeline duduk di dalam mobil dengan raut wajah tenang, tapi sorot mata yang terlihat memikirkan sesua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status