Short
Sahabat Adalah Maut

Sahabat Adalah Maut

By:  NadinCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
13Chapters
136views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tujuh menit sebelum sistem pendaftaran universitas ditutup, aku menerima sebuah video dari masa depan. Ternyata, video itu memperlihatkan diriku lima belas tahun kemudian. "Renaldy mengubah pilihan universitasmu menjadi perguruan tinggi vokasi setempat. Dia dan gadis tercantik di sekolah sudah lama bersama." "Dia melakukan itu cuma karena gadis tercantik di sekolah berkata kalau dia nggak mau kamu terus mengganggu Renaldy." "Bahkan setelah itu kamu mati-matian belajar dan berhasil diterima di program magister, tapi kamu tetap nggak bisa bekerja di bidang kedirgantaraan." Aku menggenggam ponsel sambil terpaku di sofa, menatap tajam wanita di dalam layar. "Padahal kamu jelas-jelas bisa terbang ke sana. Seharusnya kamu bisa terbang ke sana." Setelah video berakhir, aku berlari kembali ke kamar. Dengan jari gemetar, aku membuka sistem pendaftaran universitas. Pilihanku benar-benar telah berubah menjadi perguruan tinggi vokasi itu. Aku memejamkan mata sejenak, lalu mengubah pilihanku menjadi Universitas Teknologi Pertahanan Nasional.

View More

Chapter 1

Bab 1

Begitu pilihan itu selesai diubah, sistem menampilkan satu baris tulisan berwarna hijau, perubahan berhasil.

Aku menatap tulisan itu, mataku terasa perih.

Tinggal satu menit sebelum sistem ditutup.

Saat itu, ponsel di atas meja tiba-tiba bergetar.

Renaldy Wijaya.

Aku mengangkatnya. Suaranya terdengar dari seberang sambungan, disertai tawa.

"Clarissa, pilihan universitasmu sudah diisi, 'kan? Aku sudah nggak sabar menantikan kehidupan kuliah kita bersama nanti."

Aku terdiam sejenak.

"Kamu benar-benar menantikannya?"

Tanyaku.

"Tentu saja," jawabnya. Nada suaranya ringan, seolah itu sudah sewajarnya. "Kita sudah berjanji sejak kecil, bukan?"

Aku tidak tahan lagi dan langsung memutuskan telepon.

Ibuku dan ibu Renaldy adalah teman sekamar saat kuliah, bahkan mereka merupakan sahabat baik.

Karena itu, sejak lahir aku dan Renaldy selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan.

Sejak kecil, dia selalu berkata bahwa kami akan terus bersama.

Bersama sejak taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Saat kelas satu SMA, dia menarik tanganku dan berkata.

"Clarissa, ayo kita masuk Universitas Cynhua bersama."

Aku mengiyakan.

Sebenarnya, sejak awal aku ingin masuk Universitas Teknologi Pertahanan Nasional.

Tidak apa-apa, pikirku. Bersamanya juga tidak buruk.

Setelah pembagian kelas pada tahun kedua SMA, Freya Danudirdjo masuk ke kelas yang sama dengan kami.

Freya adalah gadis tercantik di sekolah. Dia cantik, pandai berbicara, dan memiliki lesung pipit ketika tersenyum. Semua orang menyukainya.

Renaldy mulai makan bersama dengannya, pulang sekolah bersama, dan mendiskusikan soal-soal pelajaran bersama.

Awalnya, aku menyadari ada sesuatu yang tidak beres dan berinisiatif menjaga jarak.

Namun, Renaldy tidak mau.

"Clarissa, kenapa kamu menghindariku? Bukannya kita sahabat baik?"

Freya juga menarik tanganku sambil tersenyum manis.

"Clarissa, aku bukan datang buat memisahkan kalian. Aku datang buat bergabung dengan kalian."

Aku memercayainya.

Hubungan kami makin dekat, bahkan begitu dekat sampai teman-teman sekelas mengatakan bahwa kami adalah trio yang tidak terpisahkan.

Karena itu, ketika mendengar bahwa mereka ingin masuk Universitas Cynhua, aku tanpa ragu melepaskan Universitas Teknologi Pertahanan Nasional yang sejak kecil kuimpikan.

Kupikir itu adalah ikatan persahabatan.

Tidak kusangka, ternyata itu adalah mesin penggiling daging yang mereka persiapkan dengan susah payah untukku.

Jika bukan karena video yang dikirim oleh diriku dari masa depan.

Aku tidak akan pernah menyangka bahwa mereka ternyata bisa diam-diam masuk ke akunku dan mengubah pilihan universitasku.

Layar ponsel menyala sebentar. Sebuah pesan WhatsApp dari Renaldy masuk.

[Kenapa tiba-tiba memutuskan telepon? Apa sinyalnya lagi buruk?]

[Besok aku bakal mengajak Freya datang bermain denganmu. Sekalian mengajakmu makan kue kesukaanmu di selatan kota.]

Aku menatap kedua pesan itu dan tertawa dingin.

Setelah itu, aku membuka komputer.

Sebelum mengubah pilihan universitasku menjadi Universitas Teknologi Pertahanan Nasional, aku melakukan dua hal.

Pertama, aku mengambil tangkapan layar halaman di dalam sistem yang menunjukkan bahwa pilihanku telah diubah menjadi perguruan tinggi vokasi setempat itu.

Kedua, aku memeriksa alamat IP dari log masuk terakhir dan mengambil tangkapan layarnya.

Lokasi yang ditunjukkan IP tersebut adalah sebuah warnet di kota ini.

Warnet itu berada tepat di bawah rumah Renaldy.

Aku mengemas kedua gambar tersebut menjadi satu berkas, mengenkripsinya, lalu mengunggah semuanya ke penyimpanan awan.

Keesokan harinya, tepat tengah hari, bel pintu berbunyi.

Begitu pintu dibuka, Renaldy berdiri sambil membawa kue dari selatan kota, dengan senyum cerah di wajahnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
13 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status