LOGINTujuh menit sebelum sistem pendaftaran universitas ditutup, aku menerima sebuah video dari masa depan. Ternyata, video itu memperlihatkan diriku lima belas tahun kemudian. "Renaldy mengubah pilihan universitasmu menjadi perguruan tinggi vokasi setempat. Dia dan gadis tercantik di sekolah sudah lama bersama." "Dia melakukan itu cuma karena gadis tercantik di sekolah berkata kalau dia nggak mau kamu terus mengganggu Renaldy." "Bahkan setelah itu kamu mati-matian belajar dan berhasil diterima di program magister, tapi kamu tetap nggak bisa bekerja di bidang kedirgantaraan." Aku menggenggam ponsel sambil terpaku di sofa, menatap tajam wanita di dalam layar. "Padahal kamu jelas-jelas bisa terbang ke sana. Seharusnya kamu bisa terbang ke sana." Setelah video berakhir, aku berlari kembali ke kamar. Dengan jari gemetar, aku membuka sistem pendaftaran universitas. Pilihanku benar-benar telah berubah menjadi perguruan tinggi vokasi itu. Aku memejamkan mata sejenak, lalu mengubah pilihanku menjadi Universitas Teknologi Pertahanan Nasional.
View MoreIbu membaliknya untuk memastikan tidak ada apa-apa di bagian belakang, lalu membaliknya lagi dan membacanya dari awal.Kemudian, ibuku melepas kacamatanya dan mengelapnya. Setelah melipat lembar transkrip nilai itu dengan rapi, dia masuk ke kamar tidurnya bersama ayahku, membuka laci paling atas meja samping tempat tidur, lalu menyimpannya jauh di dalam.Di dalam laci itu tersimpan semua kartu ujian pentingku sejak kecil, mulai dari olimpiade matematika saat SD hingga ujian masuk perguruan tinggi.Aku berdiri di ambang pintu, memperhatikannya menyimpan kertas itu, lalu perlahan menutup laci.Saat makan malam, kami bertiga duduk mengelilingi meja. Suara alat makan yang beradu dengan mangkuk terdengar samar.Di tengah makan, ibuku tiba-tiba berkata."Keluarga Renaldy sudah pindah."Tanganku yang sedang mengambil lauk tidak berhenti."Bulan lalu ibunya datang buat pamit. Katanya, anaknya ikut ujian ulang dan berhasil masuk universitas negeri biasa. Dia pergi ke provinsi lain."Ibu berhent
Seragam militer itu dibawa ayahku pulang saat dia pensiun dari dinas militer. Tanda pangkat di bahunya sudah aus hingga memutih, satu kancing di kerahnya juga sudah lepas. Ibuku menjahitkan kancing baru dengan benang biru tua, jahitannya sangat rapi.Aku melipat seragam itu dengan rapi, lalu menekannya di bawah bantal.Saat berbaring, bantal terasa sedikit lebih tinggi dari biasanya.Ponselku kembali menyala.Di grup kelas, teman-teman sedang memamerkan foto kamar asrama universitas masing-masing.Seseorang mengirim foto pemandangan dari jendela Asrama Hayden Universitas Cynhua. Dari jendela besar itu terlihat pepohonan hijau dan gedung-gedung di kejauhan.Ada yang memotret asrama Universitas Wuhai yang dipenuhi bunga sakura. Dari jendelanya terlihat atap perpustakaan lama.Ada pula yang mengirim foto halaman rumput di depan Gedung Gwanva Universitas Fudera. Cahaya senja membentang miring di atasnya, menghadirkan suasana yang hangat.Aku bangkit dan berdiri di dekat jendela untuk memot
"Kamu sudah diterima di Universitas Teknologi Pertahanan Nasional! Kamu sudah mendapatkan semuanya! Kenapa masih mau menghancurkan kami?"Aku menarik lenganku kembali, lalu mundur setengah langkah. Kusen pintu menjadi pembatas antara aku dan mereka."Freya, kalian mengubah pilihan universitasku, mempermalukanku di depan umum waktu pesta perpisahan, menyebarkan video buat melakukan perundungan siber terhadapku, dan sekarang datang memintaku membantu kalian berbohong.""Setiap langkah, kalian sendiri yang memilihnya."Kegilaan di matanya makin menjadi-jadi. Sambil menunjukku, dia berkata dengan suara melengking."Semua ini gara-gara kamu! Semua salahmu!""Kenapa kamu selalu jadi yang nomor satu di angkatan? Kenapa orang tuaku selalu menyuruhku belajar darimu!""Kenapa Renaldy yang begitu hebat tetap harus berada di peringkat kedua di bawahmu? Kenapa?"Aku menatapnya."Karena aku lebih giat darimu. Sesederhana itu."Kemudian, aku mengangkat pandanganku dan menatap Renaldy."Renaldy, hubun
Begitu membuka mulut, suaranya sudah terdengar seperti hendak menangis dan bergetar hebat."Clarissa, Bibi mohon kepadamu. Universitas Cynhua sudah mengeluarkan pemberitahuan pencabutan penerimaan, katanya kedua anak itu berkelakuan buruk.""Mereka masih punya kesempatan kalau mengulang setahun lagi, tapi kalau sanksi ini sampai ditetapkan, sekolah mana yang masih berani menerima mereka?"Ibu Freya langsung meraih tangan ibuku, membuat tubuh ibuku sedikit terhuyung ke depan.Suara ibu Freya bergetar sampai-sampai tidak mampu mengucapkan kalimat dengan jelas."Kami bersedia memberikan ganti rugi. Kalian mau berapa? Berapa pun jumlahnya nggak masalah.""Asalkan kalian mau mengeluarkan pernyataan damai, dan mengatakan kalau semua itu cuma bercanda.""Mereka masih kecil. Masa depan mereka nggak boleh hancur begini."Ayah Renaldy berdiri paling belakang tanpa berkata apa-apa. Namun, tubuhnya membungkuk, kedua tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.Ayah Freya membetulkan k






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.