Partager

Bab 20. Pria Misterius

Auteur: Min Ye-Rin
last update Date de publication: 2026-09-10 20:08:24

Matteo mendorong Helena hingga tersungkur. Mata gelapnya menatap Helena tanpa belas kasih.

Wanita itu mendongak. Rahangnya yang berkedut nyeri, membuat rasa bencinya pada Matteo semakin besar. Dia merogoh tasnya, mengeluarkan dua tumpuk uang dari dalam tas, lalu melemparkannya tepat di depan Matteo.

“Ambil itu,” katanya. “Dan jangan pernah lagi membawa Lucien ke dalam masalah ini.”

Wanita itu berdiri. Merapikan bajunya dan hendak pergi, tapi Matteo menarik tanganya, lalu mendekap tubuhnya deng
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 75. Aku Milikmu Malam Ini

    “Ini semua milikmu, Helena.” Kalimat Lucien membuat pupil Helena menggelap. Dia menatap milik Lucien yang mengeras dan berkedut di tangannya. Masih ragu, tapi perlahan, wajah bulat itu mendekat. Mulutnya terbuka sedikit demi sedikit, menyesap milik Lucien, sampai pria itu mendesah panjang. Lucien sudah tidak sanggup lagi menopang tubuhnya. Dia berbaring sepenuhnya di atas tempat tidur, membiarkan Helena bermain di bawah sana. Pria itu sesekali meringis, lalu terkekeh, ketika gigi Helena tanpa sengaja menyentuh kulit paling sensitifnya. “Perlahan saja, sayang…” kata Lucien serak. Matanya terpejam erat. “Nikmati saja permainan ini.” Helena tidak menjawab. Pipinya sedikit menggembung setiap kali benda itu masuk lebih dalam. Keraguan di awal itu, kini benar-benar hilang. Terlebih ketika mendengar Lucien mendesahkan namanya. Tangan kekar itu menarik rambut Helena, lalu memaju mundurkan kepala Helena lebih kasar. Nafsunya sudah membuat gelap mata. Lucien mencabut miliknya dari mulu

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 74. Ah... Menjauh, Lucien

    Helena berdiri di tepi jendela. Menatap kosong hamparan langit yang semakin menghitam. Dia menoleh saat pintu kamar terbuka. Lucien sudah berdiri di balik pintu. Tak ada kata, tak ada senyum, hanya tatapan mereka yang saling bertemu cukup lama. “Aku kira kamu sudah tidur,” bisik Lucien pelan, dia melangkah mendekat, lalu melingkarkan tangannya di pinggang Helena dari belakang. “Ada yang mengganggu pikiranmu?”Helena tidak langsung menjawab. Wanita itu memutar tubuhnya, untuk bisa menatap Lucien. Jarak mereka cukup dekat, sampai hidung mereka pun hampir bersentuhan. “Tidak ada. Aku hanya belum percaya,” bisik Helena, tangannya terulur menyentuh buah jakun Lucien yang bergerak ringan. “Ini masih seperti mimpi untukku. Aku bisa bebas dari rantai yang menjeratku selama bertahun-tahun.”Helena menjeda kalimatnya, kedua tangannya menyentuh pipi Lucien. Mengusap rahang tegas itu, lalu naik ke matanya. Membuat Lucien refleks memejamkan mata gelapnya. “Katakan ini nyata, Lucien…” bisik Hele

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 73. Tanda Tangan Perceraian

    Matteo mantap Lucien dengan mata berkilat. Tidak ada sedikitpun rasa takut yang terlihat di matanya. Bahkan dia berani ikut meremas tangan Lucien yang masih mencengkram rahangnya.“Apa kamu pikir, hanya kamu yang memiliki kekuasaan disini, Sinclair?” tanya Matteo, dengan kasar, dia melepaskan tangan Lucien dari wajahnya, tapi tepat ketika dia hendak berdiri, salah satu anak buah Lucien yang masih ada di belakangnya langsung menekan bahu Matteo dengan keras. “Shitt!” Matteo berdecak kesal. Dia melirik Helena yang berdiri di belakang Lucien. “Helena, bukankah aku sudah memberikan apa yang kamu mau? Kebebasan, dan apartemen itu sudah kembali ke tanganmu. Lalu apalagi sekarang?”Helena mengerjap, tangannya semakin meremas tangan Lucien. “Ada berkas yang harus kamu tanda tangani, tapi kamu justru melarikan diri seperti seorang pengecut—”“Tunggu!” potong Diego. “Apa maksudmu, Matteo? Kamu menyerahkan apartemen itu padanya, setelah semua pengorbananmu?” tanya Diego, suaranya yang tinggi be

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 72. Diego Brooks

    “Ada apa ini? Siapa kalian, berani-beraninya masuk ke rumahku tanpa izin?!” Suara berat seorang pria membuat beberapa anak buah Lucien yang mulai menyisir rumah, menghentikan langkah. Mereka melirik Lucien yang berdiri bersandar di body mobil dengan tatapan dingin. “Si-Sinclair,” gumam—Diego Brooks, pria tua sekaligus ayah dari Matteo. “Jadi ini anak buahmu—” Kalimatnya terjeda, ketika matanya menangkap sosok Helena yang keluar dari mobil Lucien. Menantunya itu terlihat sangat berbeda dari terakhir mereka bertemu. Penampilannya begitu elegan dengan tubuh berbalut gaun mewah berwarna merah maroon. “Helena! Jadi apa yang Matteo katakan adalah benar?!” tanya Diego, membuat pupil Helena menyusut. “Kamu berselingkuh dengan pria ini?! Dasar tidak tahu malu!”Helena membeku. Ada keraguan di wajah wanita itu, sebelum akhirnya sentuhan lembut Lucien di pundaknya, berhasil membuat Helena kembali menegakkan tubuhnya. Penuh percaya diri. “Dimana Matteo?” tanya Helena tanpa basa-basi. Matany

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 71. Persembunyian Terakhir

    Helena menghela napas panjang. Dia masih duduk di ruang kerja Lucien. Matanya menatap kosong deretan laporan yang tersebar di meja kaca, teat di depannya. Sudah tiga hari dan mereka belum juga menemukan dimana Matteo. Pria itu bagai ditelan bumi. “Hey…” Lucien melingkarkan tangannya di leher Helena dari belakang. Dia mengecup pipi wanita itu lembut. “Jangan terlalu dipikirkan. Lagipula, kita juga sedang melakukan pencarian.”Lucien bergerak untuk duduk di samping Helena, menuntun kepala wanita itu untuk bersandar di bahunya. “Tapi semuanya masih belum ada hasilnya kan?” tanya Helena lirih, napasnya berhembus kasar. Lucien tidak menjawab, tapi Helena bisa merasakan kalau pria itu menahan napasnya beberapa detik, seolah sedang berusaha menetralkan rasa sesak di dadanya. “Timku masih berusaha menyisir tempat yang menjadi kemungkinan terakhirnya untuk bersembunyi,” kata Lucien akhirnya. “Dia tidak akan jauh, Helena. Dia tidak membawa apapun. Tunggu saja, sebentar lagi pasti akan kete

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 70. Kedatangan Yasmin

    Keheningan merambat di antara mereka, sebelum akhirnya Reinard kembali berbicara. “Tenanglah dulu, Nona Helena,” kata Reinard, meletakkan pena di atas map terakhirnya. “Kalau memang Nona Helena tidak bisa, saya dan Tuan Lucien yang akan bertemu dengan Matteo.”Reinard melirik Lucien dengan sebelah alis terangkat. “Apa Matteo bisa ditemui, Tuan?”Lucien hanya mengangguk, pandangannya kosong menatap lurus kedepan, seolah sedang berusaha melihat semua kemungkinan yang akan terjadi setelah ini. “Kamu tidak perlu khawatir,” ujar Lucien akhirnya. “Aku yang akan mengurus ini. Pulihkanlah dulu rasa trauma dalam dirimu.” Lucien menyentuh bahu Helena, menepuknya pelan. Helena menghela napas, mencoba menenangkan diri. ‘Satu langkah lagi,’ pikirnya. ‘Hanya satu tanda tangan lagi, dan semua ini akan benar-benar berakhir.’***Helena baru saja duduk di mejanya. Matanya menatap tablet dengan deretan jadwal Lucien hari ini. Dia melirik ke arah ruang kerja Lucien, dari kaca pembatas, Helena bisa me

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status