แชร์

Bab 440 Pegang dan Rasakan

ผู้เขียน: Cynta
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-20 16:01:57

​Mata Bianca membelalak lebar.

Pipi mulusnya seketika terbakar merah padam sampai ke ujung telinga.

​'ASTAGA! Kenapa pria kaku ini masih ingat pikiran dan kata-kata mesum gue waktu pertama kali dulu sih?!

Aduh, sekarang muka gue mau ditaruh di mana lagi?!' batin Bianca bersorak histeris, menyembunyikan rasa malunya yang melambung tinggi.

​Tanpa menunggu tanggapan istrinya, Damian meraih jari tangan kanan Bianca.

Den
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 464 Bernegosiasi di Atas Ranjang

    ​"Aduh... Damian! Jangan bercanda deh, ini pusaka kamu masih mengeras sempurna gini di bawah sana!" jerit Bianca heboh, matanya membelalak lebar menatap suaminya dengan napas memburu. ​"Aku tidak bercanda, Bianca," pangkas Damian kaku dan tenang. ​"Tapi aku udah gak kuat, sayang... Kaki aku beneran lumpuh ini, rasanya udah kayak jeli!" cicit Bianca pasrah. Kali ini benar-benar memasang wajah paling menggemaskan dengan mata berkaca-kaca demi meluluhkan hati Suami Spek Dewa di hadapannya agar tidak mengajaknya lembur diatas ranjang. "Kelinci nakalnya minta ampun ya, Suamiku... Besok janji deh, dua ronde... Eh, tiga ronde sekaligus!" cicitnya. ​Damian menatap dalam manik mata istrinya dalam, akhirnya menghembuskan napas pelan.. Tangannya mengelus rahang mulus Bianca yang merona merah sebelum akhirnya menariknya perlahan dan merengkuh tubuh mungil istrinya ke dalam pelukan hangatnya. ​"Tidur," perintah Damian singkat. ​"Makasih ya Suamiku sayang..." bisik Bianca lega. Ia seger

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 463 Masih Kuat Gak?! 

    ​"AAAHH! AAAHH! DAMIAN! OOOUUGGHH! ENAK BANGET! AARRGGHHH!" jerit Bianca heboh. Kakinya melingkar semakin erat di punggung tegap Damian. Bando telinga kelinci di kepalanya bergerak-gerak liar seirama dengan hentakan suaminya. ​"Sshhh... Bianca... Jangan menyempit terlalu kuat..." desis Damian serak. Urat-urat di lehernya menonjol keras saat ia mempertahankan keperkasaannya dari jepitan dinding rahim Bianca yang menjepit kuat. ​"Gak bisa, Damian! Aahhh! Kamu mukulnya terlalu dalam... Nngghh... Aku mau sampai lagi! Aku mau sampai!" pangkas Bianca heboh dengan napas serak dan mata berembun. ​Damian tidak menjawab. Dia justru membalikkan posisi Bianca dengan sangat mudah. Kini Bianca merangkak di atas tempat tidur dengan posisi membelakangi Damian, terekspos sempurna dalam balutan kaos kaki renda dan leotard yang terkoyak. ​"D-Damian?! Posisi kelinci ini kacau?!" pekit Bianca kaget campur gembira. ​"Posisi terbaik untuk menuntaskannya, sayang.." sahut Damian kaku dari belakang.

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 462 Jangan Cuma Jari Aja

    ​"Sshh... Aahhh! Damian... Pelan-pelan, sayang..." desah Bianca serak begitu Damian melepas tautan bibirnya sejenak untuk memberikan kecupan panasnya ke arah rahang dan ceruk leher mulusnya. ​"Kamu kelinci nakal yang terus menggoda, sekarang aku akan memberikan pelajaran pertama," desis Damian kaku di depan telinga Bianca. Suara rendah dan berat Damian terdengar penuh getaran gairah yang sangat nyata. ​"Tapi kan... Tapi kan aku belum pamer cara merangkak di depan kamu..." celetuk Bianca polos dengan napas memburu. ​"Nanti," pangkas Damian singkat. ​Pria itu menyentakkan jari tangannya, membawa telapak tangannya berpindah ke balik kain renda minim Bianca. Sentuhan langsung pada area sensitif istrinya membuat Bianca langsung mendongakkan kepala, membusungkan dadanya refleks menempel pada dada bidang Damian. ​"AAAHH! DAMIAN! Nngghh... Jari kamu... Panas banget, sayang!" jerit Bianca tertahan. ​"Sudah sangat basah, Bianca," pangkas Damian datar tanpa ekspresi, namun gerakan jari

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 461 Godaan Kelinci Nakal

    ​"Damian, kamu suka gak sama kelinci imut ini?" goda Bianca berani, mendongak menatap garis rahang tegas suaminya dari jarak yang sangat dekat. ​"Sangat suka," sahut Damian kaku. ​Pria itu merendahkan wajahnya, menempelkan bibirnya di ceruk leher mulus Bianca, mendaratkan gigitan halus yang membuat Bianca memekik geli sekaligus meremang. ​"Aahh! Damian... Geli!" desah Bianca terengah-engah, jemarinya mencengkram rambut tebal suaminya. ​"Malam ini..." pangkas Damian dengan suara berat di dekat telinga Bianca, suara yang penuh hasrat tertahan. "...tidak ada kata ampun untukmu, Bianca." ​'MAMUS GUE! Mesin diesel suami gue ini pasti akan kerja keras tanpa rem, di gas sampe ndangak-ndangak nih gue!' jerit Bianca bersorak pasrah dalam batinnya. ​"Damian... Kelinci kamu ini nakal banget ya malam ini?" goda Bianca dengan suara yang sengaja dibuat lembut menggoda dan mengayun manis. ​Kedua telapak tangannya yang halus merambat perlahan dari bahu tegap suaminya, menyusuri dada bidang t

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 460 Kejutan Kostum Kelinci

    ​Bianca tersentak pelan karena terlalu berkonsentrasi, ia menoleh ke arah Damian, lalu mengulas senyum yang paling menawan. ​"Eh udah jam pulang ya, Damian?" tanya Bianca lembut sambil mematikan layar tabletnya. “Iya..” jawab Damian singkat, menghampiri meja kerja Bianca. "Hmm.. Baiklah! Ayo kita pulang.." ​Bianca berdiri, meraih tas tangannya dan tak lupa menyambar tas belanjaan rahasianya di balik sofa dengan gerakan cepat. Beruntung ia membeli paper bag tambahan agar kantong belanjaannya tidak terbaca suaminya. Damian meraih jari tangan Bianca lalu mengunci dalam genggaman tangannya yang hangat dan posesif. ​** Sampai di penthouse, mereka disambut lampu temaram yang langsung memberikan kesan intim dan hangat. Bianca menoleh ke arah suaminya, ia langsung memberikan instruksi terselubung.

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 459 Mengendap-ngendap

    ​"Duh, Suami Spek Dewa gue itu bener-bener ya! Suaranya dingin banget kayak es batu, tapi perintahnya beneran gak bisa dibantah!" gumam Bianca pelan, mengusap dadanya. ​Sambungan telepon itu diputus sepihak oleh Damian tanpa membuang waktu. Bianca melihat layar ponselnya sambil menggeleng-gelengkan kekepal ​"Kakak gue yang telepon ya, Bi?" tanya Velove terkekeh. ​"Iya, nih! Katanya gue disuruh balik ke ruang kerjanya sepuluh menit lagi," jawab Bianca sambil memegang kantong belanjaan berisi lingerie hasil berburunya bersama Velove. "Ya udah, ayo balik sebelum kak Damian ke sini lihat lo pilih lingerie bisa-bisa dia ikutan pilih, Bi.." ucap Velove sambil terkekeh. “Hhhh.. Iya, bisa bahaya gak sih?! Ntar bukannya balik kantor tapi langsung pulang penthouse..” oceh Bianca sambil berjalan ke kasir. ​** Saat sampai di ruangan, Bianca melangkah masuk dengan hati-hati.. Tangan kananny

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 5 Alat Pengukur

    Bianca hanya bisa pasrah. Ia menyeret langkahnya keluar dari kamar dengan canggung, lalu duduk di kubikelnya sendiri sembari menyalakan tablet grafisnya dengan tangan yang masih gemetar kaku. Pikirannya benar-benar kosong, menyisakan kepanikan yang membuat napasnya putus-putus.Tadi… apa yang dire

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 4 Aromanya Memabukkan

    ​Bianca terpaku sesaat, ia memberanikan diri menatap wajah Damian didepannya, pria yang kemarin menjadi sumber imajinasi liarnya. “Di bawah kungkungannya.. Bukan! Di bawah pengawasannya..’Bianca membeku. Berarti mulai hari ke depan… ia akan berurusan dengan pria di depannya?Dengan kejadian kema

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 3 Mengundurkan Diri

    Bianca berdiri di depan pintu ruangan Damian dengan gemetar. Jantungnya rasanya sudah merosot sampai ke dengkul, berdegup begitu kencang hingga dadanya terasa nyeri. Tangannya yang dingin dan basah oleh keringat gemetar hebat saat terangkat, ragu untuk sekadar mengetuk pintu kayu mahoni di depanny

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 2 Ide Gila

    Sambungan video diputus sepihak. Layar laptop Bianca langsung berubah hitam, menyisakan pantulan wajahnya sendiri yang sudah pucat pasi mirip mayat. Jadi… pria itu mendengarnya selama ini?!Malam itu benar-benar menjadi malam paling sial dalam hidup Bianca. Efek obat flu sialan itu mendadak hilan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status