Share

Bab 392

Author: Yessa
“Terakhir kali Keluarga Lowui mengadakan pernikahan itu lebih dari 30 tahun lalu,” kenang Nenek Vivian sambil tersenyum. “Aku bahkan sempat berpikir nggak akan berkesempatan melihat Carles menikah. Siapa sangka, dia diam-diam menikah kilat. Sekarang anaknya sudah mau lahir dan kalian juga akan mengadakan pernikahan. Ini benar-benar sangat membahagiakan ….”

Nenek Vivian mengusap pipinya sendiri. “Aduh, pipiku sampai pegal karena terlalu lama tersenyum, hahaha ….”

“Nek, soal pernikahan kami bisa d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nona Spongembob Squerpants
knapa sih Carles GK jujur aja ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 392

    “Terakhir kali Keluarga Lowui mengadakan pernikahan itu lebih dari 30 tahun lalu,” kenang Nenek Vivian sambil tersenyum. “Aku bahkan sempat berpikir nggak akan berkesempatan melihat Carles menikah. Siapa sangka, dia diam-diam menikah kilat. Sekarang anaknya sudah mau lahir dan kalian juga akan mengadakan pernikahan. Ini benar-benar sangat membahagiakan ….”Nenek Vivian mengusap pipinya sendiri. “Aduh, pipiku sampai pegal karena terlalu lama tersenyum, hahaha ….”“Nek, soal pernikahan kami bisa ditunda sampai tahun depan saja, setelah aku melahirkan,” ujar Clarin lembut sambil tersenyum tipis.Di samping, Mira ikut menimpali, “Aku juga berpikir begitu. Clarin sudah capek karena hamil. Kalau dipaksakan sebelum melahirkan, selain persiapannya kurang maksimal, dia juga pasti akan kelelahan. Tahun depan sangat pas.”Melihat sang nenek dan ibu mertua begitu bahagia dan bersemangat, Clarin menggenggam jemarinya erat-erat, merasa bersalah.Dia pun bertanya pelan, “Ayah setuju?”“Pendapatnya ng

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 391

    Carles terdiam sejenak, tenggelam dalam pikirannya.“Boleh,” jawabnya, lalu melanjutkan, “Kamu mau mengadakan pernikahan sebelum melahirkan atau setelah melahirkan? Kalau sebelum melahirkan, kebanyakan barang hanya bisa beli yang sudah jadi, nggak bisa kustom. Kalau setelah melahirkan, kita jadwalkan sementara di pertengahan tahun depan. Waktu persiapannya cukup.”Melihat Carles begitu serius, Clarin justru agak mengecut.“Aku pikirkan baik-baik dulu, nanti aku beri jawaban,” katanya.“Baik.”“…”Seluruh percakapan ini membuat Clarin tiba-tiba merasa seolah mereka saling mengenal, tetapi tidak benar-benar dekat.Keheningan menyelimuti atmosfer di antara keduanya.Sampai Kirana selesai memasak dan berseru dari dapur, “Clarin, ambil nasi!”“Iya, Bu!” Clarin bangkit dan masuk ke dapur.Kirana menghidangkan tiga lauk dan satu sup ke meja makan.Tak lama, Clarin juga membawa dua piring nasi ke meja, lalu duduk berhadapan dengan Carles sekaligus berdampingan dengan ibunya.“Carles, mau makan

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 390

    Setelah makan dua suap, baru Clarin bertanya dengan sungkan, “Kamu mau?”“Nggak,” tolak Carles.Clarin menghabiskan semua tiramisu itu, lalu menuangkan segelas teh buah yang segar ingin menghilangkan rasa enek.Dia pun bertanya lagi, “Kamu mau minum?”“Boleh,” jawab Carles.“…”Sebenarnya Clarin hanya bermaksud basa-basi.Karena malas mengambil gelas baru, dia menghabiskan teh buah di gelasnya, lalu langsung menuangkan yang baru untuk Carles dengan memakai gelas yang sama.Carles menunggu sampai suhunya cukup hangat untuk diminum, baru mengangkat gelasnya.Karena tidak diberi gula, rasa teh buah rebusan buah kering itu terasa lebih asam dibanding manis.Begitu masuk ke mulut, rasa asam beraroma buah membuat wajah tampan Carles yang tegas itu berkedut tak terkendali.Dia memang tidak suka manis, tapi juga tidak suka asam.Melihat reaksinya, Clarin bertanya, “Nggak enak?”Teh buah ini diraciknya sendiri dengan cukup serius.“Asam.”Carles menelan dengan agak susah payah. Air liurnya teru

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 389

    Carles seketika menegang. Wajahnya kaku, tanpa mengucapkan sepatah kata pun dia keluar rumah bersama para pengawal.Dia pergi menjemput Clarin di kompleks tempat tinggal Kirana.Di dalam mobil, Clarin bertanya dengan bingung, “Aku sebenarnya sakit apa?”Dia sama sekali tidak merasa memiliki masalah psikologis.“Lakukan pemeriksaannya dulu baru kita bicarakan,” jawab Carles dingin.Mendengar itu, Clarin tidak lagi mengejar penjelasan.Mereka pergi ke rumah sakit lain. Kali ini di bagian psikiatri yang lebih khusus, yaitu klinik psikologi. Clarin menjalani serangkaian pemeriksaan yang hampir sama seperti kemarin.Menjelang tengah hari, hasil pemeriksaan akhirnya keluar.Kali ini, Carles dan Clarin bersama-sama masuk ke ruang dokter untuk mengambil laporan hasil pemeriksaan.Clarin menatap laporan itu, sambil mendengarkan penjelasan dokter.Barulah dia tahu bahwa dirinya menderita depresi ringan hingga sedang.Beberapa hari terakhir memang dia sering merasa tidak enak badan, kehilangan na

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 388

    Jacky marah sekaligus panik. “Bentar, bukankah Carles sudah lama rujuk dan menikah lagi dengan Clarin? Masa ini juga salahku?”Nenek Vivian mendengus marah. “Waktu itu ayahnya Clarin baru saja meninggal, tapi kamu sudah memaksanya bercerai. Kalau bukan salahmu, salah siapa lagi?” Dadanya naik turun karena emosi. “Sekarang aku benar-benar curiga kamu ini bukan anakku. Mungkin waktu melahirkan dulu, perawatnya salah tukar bayi. Kalau tidak, bagaimana mungkin Keluarga Lowui melahirkan anak pemberontak sepertimu!”Jacky Lowui, “?”Baru kemarin dia pulang dari Kota Haima ke Kota A, berniat menemani orang tuanya.Siapa sangka ibunya malah menyuruh istrinya menceraikannya lagi.Bahkan sekarang meragukan apakah dia anak kandung?Saat ini, apa pun yang dilakukan Jacky terlihat menjengkelkan di mata Nenek Vivian. Dia membentak, “Pergi dari sini! Jangan menghalangi pandanganku di rumah!”“Bu … kalau dia pergi, besok kita masih jadi ke kantor catatan sipil buat cerai?” tanya Mira dengan suara pela

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 387

    Clarin berkedip pelan, lalu menundukkan bulu matanya. Pandangannya jatuh ke perutnya sendiri.Carles, “…”Dengan tenang dan tetap dingin, dia menarik kembali telapak tangannya dan duduk tegak seolah tidak terjadi apa-apa.Clarin menutup mulutnya sambil menguap, memecah suasana canggung.“Pantas saja aku tidur tidak nyenyak. Ternyata kalian berdua yang mengganggu tidurku.”“Sebentar lagi sampai,” ujar Carles.Clarin melirik ke luar jendela, lalu mengeluarkan ponsel dari tasnya dan mengirim pesan lewat WhatsApp kepada ibunya, memberi tahu bahwa dia akan pulang ke rumahnya.Begitu melihat pesan itu, Kirana langsung bertanya ingin makan apa untuk makan malam. Dia sekalian membeli bahan saat pulang kerja.Clarin menyebutkan dua hidangan yang ingin dia makan.Mobil berhenti di depan gerbang kompleks. Clarin turun dan hendak masuk, tetapi melihat Carles juga turun, dia pun berhenti.“Kamu mau ikut makan malam di rumahku?” tanyanya.“Hanya mengantarmu sampai rumah,” jelas Carles.Clarin mengan

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 25

    “Terserah,” jawab Melvin acuh tak acuh. “Kalaupun aku tidak menulis di bawah naungan Novelindo, platform lain akan berebut ingin mengontrakku.”Setelah berkata begitu, dia langsung menutup telepon.Tak lama kemudian, dia menggunakan akun Dewa Bulan untuk mengunggah sebuah status publik. [Aku ada buk

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 11

    Kirana memeluk putrinya erat-erat, tubuhnya bergetar karena tangis yang tak bisa ditahan.Sementara Clarin juga menangis sambil melanjutkan, “Aku juga nggak tahu kenapa Carles mau menikah kilat denganku. Lagipula, kita sudah nggak punya apa-apa lagi. Apa yang perlu ditakuti?”Kirana tak sanggup menj

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 44

    Sesampainya di rumah, Clarin mengganti sepatu di depan pintu sambil berseru, “Bu, aku sudah pulang.”Kirana langsung keluar dari dapur.“Clarin, gimana? Apakah pertemuan makan dengan Carles dan neneknya berjalan lancar?”“Bu, aku kasih tahu ya, Nenek Vivian yang sebelumnya memberiku tips dua juta it

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 22

    “Clarin, jangan panik dulu. Nggak terjadi apa-apa.” Kirana buru-buru menenangkan putrinya, lalu berkata, “Tadi ada beberapa dokter datang, katanya mereka terbang langsung dari ibukota untuk memeriksa kondisi ayahmu dan menyusun rencana pengobatannya.”“Ibu... Ibu serius? Itu... itu beneran?!” tanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status