共有

Bab 5

作者: Sella
Elsa membuka mata, lalu diam-diam menghindar dari sentuhannya.

"Elsa, kamu akhirnya bangun."

Di mata Lintang, sekilas terlihat rasa lega yang datang dan pergi begitu cepat hingga dirinya sendiri pun tidak menyadarinya.

Dengan nada penuh khawatir, dia berkata, "Maaf, Elsa. Aku nggak sadar sabuk pengaman dan pintu mobilnya bermasalah, sampai kamu terlempar ke luar. Untungnya, anak kita baik-baik saja."

Pembohong.

Elsa bergumam pelan dalam hati.

Di wajahnya, dia hanya menjawab dengan gumaman dingin yang singkat.

Melihat raut wajahnya yang lesu, Lintang berkata dengan lebih penuh perhatian, "Kamu pasti sedih. Aku hari ini nggak akan pergi ke mana-mana, menemanimu ...."

Kalimatnya belum selesai, ponselnya berdering.

Mendengar nada dering khusus itu, Lintang langsung mengangkatnya tanpa ragu.

Terdengar suara Linara yang tidak mau menyerah.

"Elsa berani merusak pestaku. Kamu nggak boleh menemaninya hari ini, kamu harus menemaniku. Kalau nggak, aku cari laki-laki panggilan!"

"Kak, aku beri kamu sepuluh menit. Kalau terlambat satu menit saja, aku tambah satu laki-laki lagi!"

Lintang sontak berdiri.

"Elsa, ada urusan mendadak di kantor. Aku datang lagi nanti."

Tanpa menunggu jawaban Elsa, dia sudah buru-buru pergi.

Elsa menyunggingkan bibirnya dengan sinis. Malah lebih baik pria itu tidak di sini. Dia menekan bel.

"Dokter, saya ingin aborsi."

"Kenapa kamu mau aborsi?!"

Pintu kamar rawat tiba-tiba terbuka keras dari luar. Heru Sandika, ayah Elsa, berlari masuk dengan wajah cemas.

Pria yang seumur hidupnya selalu tampil rapi itu, kini kancing jasnya salah terpasang, dan kedua sepatunya berbeda model.

"Nak, Ayah lihat foto kamu jatuh ke pinggir jalan di internet. Ada masalah apa? Jangan bikin Ayah khawatir ...."

Ibu Elsa telah meninggal lebih dulu, sehingga dia selalu hidup berdua dengan ayahnya. Demi memberinya kehidupan yang lebih baik, ayahnya mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai dosen dan melalui banyak kesulitan untuk mendirikan perusahaan.

Bisnis Keluarga Sandika memang tidak sebanding dengan Grup Kusuma. Namun, saat Keluarga Kusuma memaksakan perjodohan antar kedua keluarga, ayahnya lebih rela bangkrut daripada membiarkan dia menderita.

Ketika Elsa melarikan diri dari pernikahan, ayahnya pun mendukung keputusannya.

Bahkan ketika Elsa diculik dan Lintang mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kesuciannya, ayahnya tetap tidak tenang menyerahkan Elsa ke tangan seorang pemuda yang terkenal tidak setia.

Elsa-lah yang dengan sekuat tenaga membujuknya untuk memberi restu, mengatakan bahwa dia pasti akan bahagia.

Siapa sangka, hasilnya begitu memalukan.

Tepat ketika Elsa hendak bicara, ponselnya menerima telepon dari Tria, ibu Lintang.

Suara yang sombong dan angkuh memenuhi seluruh ruangan.

"Elsa, tahu nggak, foto-foto memalukan kamu jatuh ke pinggir jalan sudah diunggah di internet? Kalau aku nggak segera menghapusnya, sebentar lagi semua orang akan tahu kalau menantu Keluarga Kusuma melakukan sesuatu yang sangat memalukan!"

"Keluarga Sandika itu kelas rendah. Kami membiarkanmu menikah dan naik tingkat sosial, cuma karena kami suka sifatmu yang baik-baik dan penurut! Jangan kira posisimu aman karena kamu hamil. Kalau kamu terus bertingkah tanpa tahu batasan, aku akan ganti menantu! Keluarga Sandika juga jangan harap bisa hidup tenang. Jaga kelakuanmu!"

Heru marah dan hendak membalas, tapi telepon di seberang sudah diputus.

"Jangan marah, Ayah. Yang nantinya menderita itu mereka."

Elsa menceritakan semuanya dengan jujur, bahwa dia telah ditipu dan Lintang akan segera bercerai dengannya dan menyerahkan seluruh hartanya.

"Ayah, aku tahu Ayah terjun ke bisnis demi aku. Impian Ayah itu tinggal di tempat yang sepanjang tahun seperti musim semi, membaca buku, menulis, dan hidup dengan santai. Setelah semua urusan selesai, aku akan menemani Ayah menjalani kehidupan seperti itu."

"Tapi sekarang, aku harus menggugurkan anak ini."

Heru mengangguk berulang kali, matanya memerah karena sedih untuk putrinya.

Operasi selesai dengan cepat.

Elsa terbaring di atas meja operasi yang dingin, menatap gumpalan daging berdarah di atas nampan, air matanya mengalir tanpa suara.

Beberapa menit yang lalu, gumpalan itu masih berada di dalam tubuhnya.

Beberapa hari yang lalu, dia masih menanti kelahiran anak ini dengan penuh harapan.

Namun, ikatan kekeluargaan ini berakhir begitu mendadak.

Di tangannya kini ada selembar hasil tes DNA.

Jenis kelamin janin, laki-laki.

Ayah biologis, Surya Permana.

Dia menyeka air matanya, lalu menelepon pengacaranya. "Tolong simpan embrio dan hasil tes ini, lalu bawa ke suatu tempat seminggu lagi."

Dia memberikan alamat pesta hari jadi pernikahannya.

Lintang dan Surya bertekad ingin menghancurkannya. Tentu saja, dia juga akan membalas budi dengan memberi mereka hadiah besar!

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 24

    Pria itu muda dan tampan. Baik dari segi karisma maupun pembawaan, dia tidak kalah dari Surya maupun Lintang.Saat menatap Elsa, matanya penuh kelembutan.Yang lebih menyakitkan hati Surya adalah, Elsa pun tersenyum, membalas dengan kelembutan yang sama.Baru pada saat itu, Surya akhirnya menyadari bahwa dia telah benar-benar kehilangan Elsa.Atau mungkin, dia memang tidak pernah memilikinya.Dia berdiri di sana cukup lama, hingga pesta pertunangan berakhir dan para tamu meninggalkan halaman, kembali ke ruang perjamuan di dalam vila.Tiba-tiba dia tersenyum, berbalik, lalu menghilang.Setelah dia pergi, Elsa dengan sopan mengucapkan terima kasih kepada Deva."Terima kasih, mau membantuku pura-pura."Beberapa hari terakhir ini, setiap ada waktu luang, Heru suka mencari orang untuk bertanding catur di bawah pohon besar di tepi pantai.Tanpa disengaja, dia pun berkenalan dengan Deva, dan bahkan menjadikannya muridnya.Setelah mengetahui bahwa Elsa diganggu oleh Surya, Deva menawarkan diri

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 23

    "Gila!"Elsa tidak bisa menahan diri dan akhirnya mengumpat."Sakit jiwa!"Heru menyambung.Ayah dan anak itu bersatu dalam kebencian mereka, tidak lagi menghiraukan Surya dan pergi dengan sepeda mereka.Surya pun tidak marah. Dia bahkan tidak mengejar mereka.Elsa dan ayahnya bersepeda mengelilingi danau cukup lama, lalu menemukan sebuah kedai mi yang terkenal enak untuk makan malam.Suasana hati mereka akhirnya membaik.Setelah gelap, keduanya kembali ke penginapan sambil mengobrol riang.Bum!Tiba-tiba, kembang api yang cemerlang dan menawan meletus di langit.Kembang api itu membentuk serangkaian kalimat ....[Elsa, aku minta maaf.][Surya mencintai Elsa.][Elsa, kumohon menikahlah denganku.]...Kembang api yang indah itu menampilkan baris demi baris tulisan yang cemerlang.Elsa hanya merasa kehabisan kata-kata.Dia berdiri di bawah cahaya yang gemerlap itu, lalu menelepon pengacaranya."Aku sudah memutuskan. Jual Grup Kusuma ke pesaing Grup Permana, secepatnya ...."Segalanya ber

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 22

    Elsa kembali ke penginapan dan bisa mencium aroma harumnya dari kejauhan.Ayahnya sudah memasak sup ayam dengan jamur yang aromanya begitu menggugah selera hingga membuatnya tidak bisa menahan diri.Akhirnya, senyuman tulus terpancar dari mata Elsa.Ayahnya sejak dulu orang yang positif dan semangat dalam hidup. Dia suka membaca, menulis, olahraga, memotret, bermain catur ... dan dia juga sangat suka bereksperimen dengan masakan.Dulu, demi memberinya kehidupan yang baik, ayahnya mengubah diri menjadi mesin kerja yang membosankan, tanpa waktu untuk menikmati hidup.Namun mulai sekarang, akan ada banyak waktu indah seperti ini.Ayah dan anak itu menikmati makan dengan gembira.Setelah makan, mereka berencana bersepeda ke tepi danau untuk membantu pencernaan.Begitu keluar, mereka melihat dua sosok di depan.Salah satunya adalah Lintang.Yang satunya lagi adalah Surya.Elsa mengedipkan mata, mengira pemandangan itu hanya halusinasi akibat jamur yang dia makan.Sayangnya bukan.Padahal su

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 21

    Elsa tidak ingin mendengarkan.Dia tahu itu semua tidak lain hanyalah penyesalan basi yang diulang-ulang.Namun, jika lima menit bisa ditukar dengan kedamaian setelahnya.Mungkin tidak ada salahnya."Cuma lima menit."Surya menatapnya dengan sedikit sedih.Elsa yang biasanya ramah dan sopan kepada siapa pun, kini tampak seperti landak berduri.Namun, dia tidak bisa menyalahkan orang lain. Itu semua kesalahannya sendiri."Aku tahu ini mungkin terdengar seperti alasan, tapi aku benar-benar memanjakan Linara tanpa syarat karena salah mengira dia penyelamatku.""Sebenarnya, selama tiga tahun ini, aku tanpa sadar sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku nggak mau menghadapinya dan nggak berani mengakuinya.""Aku tahu aku telah membohongimu dan menyakitimu. Tapi Elsa, selain kamu, aku nggak punya wanita lain. Kita sangat cocok ... Kumohon, demi masa lalu kita, beri aku kesempatan lagi."Surya belum pernah merendahkan diri serendah ini.Namun, Elsa tiba-tiba tertawa."Nggak ada cocok-cocokan. Sama

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 20

    "Bagaimana rencana Anda untuk mengelola Grup Kusuma? Anda ingin mempekerjakan manajer profesional, atau ingin mengelolanya sendiri? Atau, mungkin ingin menjualnya?"Menghadapi tiga kemungkinan yang diajukan pengacara, Elsa tersenyum sambil melirik Heru yang sedang santai menikmati pemandangan."Biarkan dulu dikelola manajer profesional."Bisnis Heru memang cukup sukses, tetapi ambisinya bukan di sana. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun hanyalah untuk memberi anaknya kehidupan yang lebih baik.Kini, sudah saatnya dia kembali menjadi dirinya sendiri.Menjalani kehidupan yang bebas dan santai seperti yang dia sukai.Sedangkan Elsa yang babak belur penuh luka, hanya ingin menikmati hidupnya terlebih dahulu.Namun, tak disangka, kehidupan santai itu hanya bertahan setengah hari.Lintang dan Surya datang menemui mereka.Meskipun baru sehari tidak bertemu, keduanya tampak jauh lebih lesu.Namun, tatapan mereka kepada Elsa sangat membara, lebih dari sebelumnya."Elsa, aku sangat menyesal. Ak

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 19

    Para tamu satu per satu menatap pengacara itu dengan mata berbinar-binar.Mata mereka memancarkan ekspresi yang seolah berkata, "Masih ada kejutan apa lagi yang belum kuketahui?"Pengacara itu tersenyum tak berdaya.Ini yang terakhir.Tidak ada pilihan lain, Elsa telah membayarnya terlalu banyak. Tentu sudah sewajarnya dia membantu melampiaskan amarahnya sepuas mungkin?Apalagi, bahkan jika bayarannya tidak sebanyak itu, sekumpulan orang menindas satu wanita jelas tindakan yang kelewat tak tahu malu dan keji.Mereka pantas menderita pukulan berulang seperti ini!Surya menatap kotak kecil itu.Entah mengapa, seluruh tubuhnya gemetar, dan firasat buruk yang kuat muncul di dalam hatinya.Dia ragu-ragu dan menolak untuk menerimanya.Seolah dengan begitu, kebenarannya tidak akan pernah terungkap.Namun, tidak ada gunanya menghindar.Pengacara itu berjalan menghampirinya dan mendorong kotak itu ke tangannya.Tangan gemetarannya akhirnya membuka kotak itu.Di dalamnya, hanya ada segumpal dagi

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status