Elsa membuka mata, lalu diam-diam menghindar dari sentuhannya."Elsa, kamu akhirnya bangun."Di mata Lintang, sekilas terlihat rasa lega yang datang dan pergi begitu cepat hingga dirinya sendiri pun tidak menyadarinya.Dengan nada penuh khawatir, dia berkata, "Maaf, Elsa. Aku nggak sadar sabuk pengaman dan pintu mobilnya bermasalah, sampai kamu terlempar ke luar. Untungnya, anak kita baik-baik saja."Pembohong.Elsa bergumam pelan dalam hati.Di wajahnya, dia hanya menjawab dengan gumaman dingin yang singkat.Melihat raut wajahnya yang lesu, Lintang berkata dengan lebih penuh perhatian, "Kamu pasti sedih. Aku hari ini nggak akan pergi ke mana-mana, menemanimu ...."Kalimatnya belum selesai, ponselnya berdering.Mendengar nada dering khusus itu, Lintang langsung mengangkatnya tanpa ragu.Terdengar suara Linara yang tidak mau menyerah."Elsa berani merusak pestaku. Kamu nggak boleh menemaninya hari ini, kamu harus menemaniku. Kalau nggak, aku cari laki-laki panggilan!""Kak, aku beri kam
Read more