Share

Bab 8

Author: Sella
Elsa bergegas masuk ke kamar rawat dan melihat Heru terbaring di tempat tidur dengan mata tertutup rapat, tubuhnya dipenuhi berbagai alat dan selang.

Sebuah gunung berat di hatinya seketika runtuh, air matanya berlinang deras.

"Ayah, jangan tidur, kumohon jangan tidur ...."

Elsa menangis tak terkendali.

Ayahnya adalah satu-satunya keluarganya. Jika dia kehilangan ayahnya, dia ... tidak punya keluarga lagi.

Dia menjaganya di samping tempat tidur selama tiga hari tiga malam, berbicara kepada Ayah tanpa henti, berusaha membangunkannya.

Selain itu, Lintang mengirim tim ahli terbaik untuk menangani Heru.

Saat sinar matahari menerobos masuk melalui jendela dan menerangi ranjang rumah sakit, Heru akhirnya membuka mata.

Elsa seolah baru terbangun dari mimpi buruk yang panjang, bahkan tidak punya tenaga untuk tersenyum.

Lintang datang sendiri dengan mobilnya untuk menjemput Heru pulang dari rumah sakit.

Dia membeli banyak hadiah mahal dan menyatakan akan menyuntikkan modal ke perusahaan Keluarga Sandika, sebagai tanda ketulusannya.

Namun, tujuannya hanya satu, agar mereka tidak menuntut pertanggungjawaban Linara.

Heru melirik Elsa. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, ayah dan anak itu diam-diam pura-pura memaafkan.

Melihat Elsa kembali menjadi istri yang selalu patuh dan menuruti keinginannya seperti dulu, perasaan aneh di hati Lintang akhirnya lenyap.

Malam harinya, setelah waktu tidur tiba dan lampu dimatikan.

Elsa merasakan seseorang menekan tubuhnya dari belakang dan meletakkan tangan di pinggangnya.

Dalam sekejap, rasa kantuknya lenyap dan dia menyadari bahwa orang di sampingnya adalah Surya!

Saat suaranya direndahkan, kedengarannya memang mirip dengan suara Lintang. "Kamu pasti sering sedih akhir-akhir ini. Malam ini, aku tebus semuanya, oke?"

Elsa menahan emosinya. "Nggak, aku sedang hamil, bisa bahaya."

Yang mengejutkannya, Surya malah memeluknya lebih erat. Tangannya membelai bagian-bagian sensitif tubuhnya.

Dia menyandarkan dagu di lehernya. "Nggak apa-apa, aku bisa lebih lembut, asal kamu senang ...."

Elsa menepis tangannya, mati-matian menahan keinginan untuk berbalik dan menamparnya.

"Sudah kubilang nggak."

Pria itu sendiri yang mengatakan bahwa dirinya hambar dan membosankan di ranjang, tapi dia pula yang terus-terusan mengganggunya.

Elsa tidak tahu apa sebenarnya yang ingin dilakukan Surya, dan apa yang dia pikirkan tentang dirinya!

"Ya sudah, nggak usah." Surya akhirnya berhenti.

Elsa memejamkan mata dan pura-pura tidur. Beberapa saat kemudian, Surya bangkit dan membuka pintu.

"Lintang, aku sudah memastikan. Dia malam ini nggak mau. Dia nggak akan mengganggumu, jadi kamu bisa tidur nyenyak."

Elsa mengepalkan tinjunya erat-erat.

Jadi begitu! Ternyata, Lintang hanya takut dirinya akan mengganggu kesucian yang dia jaga untuk wanita yang dia cintai!

"Terima kasih," ucap Lintang. "Semuanya akan berakhir besok. Terima kasih sudah mau direpotkan tiga tahun ini."

Surya terdiam sejenak. "Asal kamu dan Ara bahagia, itu yang terpenting. Waktu aku kecelakaan dulu, Ara mempertaruhkan nyawanya untuk menarikku keluar. Mobilnya meledak sedetik kemudian. Banyak orang bilang Ara terlalu keras kepala dan gegabah, tapi aku tahu keberanian dan kebaikan hatinya. Tapi, orang yang dia cintai kamu, jadi aku akan melindunginya seumur hidupku."

Elsa terkejut hingga hampir membuka matanya.

Pemuda yang wajahnya berlumuran darah di dalam mobil saat itu, ternyata adalah Surya?

Semua orang menjauh, hanya Elsa yang tidak tega melihatnya mati begitu saja. Sebelum pingsan, Surya juga memberikan liontin giok kepadanya.

Kemudian, liontin itu direbut oleh Linara, dengan mengaku itu milik temannya.

Jelas sekali, dia menggunakan liontin giok itu untuk menipu Surya.

Elsa tiba-tiba merasa konyol. Jika Surya tahu bahwa orang yang dia sakiti tanpa ampun itu justru orang yang menyelamatkannya, bagaimana reaksinya?

Dia akan memberitahukan kebenarannya.

Keesokan paginya, Elsa menerima pesan dari pengacaranya.

Proses perceraian telah selesai, dan aset Grup Kusuma akan dialihkan ke namanya dalam waktu satu hari.

Elsa tersenyum dari lubuk hatinya.

Lintang terpesona sejenak oleh senyuman itu. "Senang sekali? Kamu nggak sabar merayakan hari jadi kita malam ini? Nanti aku punya kejutan untukmu. Sampai jumpa nanti malam, aku mencintaimu."

Aku mencintaimu?

Elsa merasa sinis dalam hati, tapi tetap membalas dengan senyuman. "Aku juga."

Segala sesuatu yang dimulai dengan kebohongan, pada akhirnya berakhir dengan kebohongan pula.

Setelah Lintang pergi, dia segera mengemasi barang-barangnya, lalu menelepon pengacaranya.

"Tolong bantu carikan rekaman CCTV kecelakaan mobil Surya sepuluh tahun lalu. Lalu wakili saya datang ke pesta malam ini dengan membawa tim siaran langsung."

"Siap, Bu Elsa. Embrio dan hasil tes DNA, surat cerai dan perjanjian pembagian harta, dan juga rekaman yang membuktikan Pak Lintang sebagai pihak yang bersalah, semuanya akan saya bawa ke lokasi."

Sebelum menuju bandara, Elsa menatap sekali lagi "rumah" yang telah dia tinggali selama tiga tahun.

Angin meniup air mata yang menetes di sudut matanya, namun dia tersenyum sambil menelan kepahitan itu, tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 24

    Pria itu muda dan tampan. Baik dari segi karisma maupun pembawaan, dia tidak kalah dari Surya maupun Lintang.Saat menatap Elsa, matanya penuh kelembutan.Yang lebih menyakitkan hati Surya adalah, Elsa pun tersenyum, membalas dengan kelembutan yang sama.Baru pada saat itu, Surya akhirnya menyadari bahwa dia telah benar-benar kehilangan Elsa.Atau mungkin, dia memang tidak pernah memilikinya.Dia berdiri di sana cukup lama, hingga pesta pertunangan berakhir dan para tamu meninggalkan halaman, kembali ke ruang perjamuan di dalam vila.Tiba-tiba dia tersenyum, berbalik, lalu menghilang.Setelah dia pergi, Elsa dengan sopan mengucapkan terima kasih kepada Deva."Terima kasih, mau membantuku pura-pura."Beberapa hari terakhir ini, setiap ada waktu luang, Heru suka mencari orang untuk bertanding catur di bawah pohon besar di tepi pantai.Tanpa disengaja, dia pun berkenalan dengan Deva, dan bahkan menjadikannya muridnya.Setelah mengetahui bahwa Elsa diganggu oleh Surya, Deva menawarkan diri

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 23

    "Gila!"Elsa tidak bisa menahan diri dan akhirnya mengumpat."Sakit jiwa!"Heru menyambung.Ayah dan anak itu bersatu dalam kebencian mereka, tidak lagi menghiraukan Surya dan pergi dengan sepeda mereka.Surya pun tidak marah. Dia bahkan tidak mengejar mereka.Elsa dan ayahnya bersepeda mengelilingi danau cukup lama, lalu menemukan sebuah kedai mi yang terkenal enak untuk makan malam.Suasana hati mereka akhirnya membaik.Setelah gelap, keduanya kembali ke penginapan sambil mengobrol riang.Bum!Tiba-tiba, kembang api yang cemerlang dan menawan meletus di langit.Kembang api itu membentuk serangkaian kalimat ....[Elsa, aku minta maaf.][Surya mencintai Elsa.][Elsa, kumohon menikahlah denganku.]...Kembang api yang indah itu menampilkan baris demi baris tulisan yang cemerlang.Elsa hanya merasa kehabisan kata-kata.Dia berdiri di bawah cahaya yang gemerlap itu, lalu menelepon pengacaranya."Aku sudah memutuskan. Jual Grup Kusuma ke pesaing Grup Permana, secepatnya ...."Segalanya ber

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 22

    Elsa kembali ke penginapan dan bisa mencium aroma harumnya dari kejauhan.Ayahnya sudah memasak sup ayam dengan jamur yang aromanya begitu menggugah selera hingga membuatnya tidak bisa menahan diri.Akhirnya, senyuman tulus terpancar dari mata Elsa.Ayahnya sejak dulu orang yang positif dan semangat dalam hidup. Dia suka membaca, menulis, olahraga, memotret, bermain catur ... dan dia juga sangat suka bereksperimen dengan masakan.Dulu, demi memberinya kehidupan yang baik, ayahnya mengubah diri menjadi mesin kerja yang membosankan, tanpa waktu untuk menikmati hidup.Namun mulai sekarang, akan ada banyak waktu indah seperti ini.Ayah dan anak itu menikmati makan dengan gembira.Setelah makan, mereka berencana bersepeda ke tepi danau untuk membantu pencernaan.Begitu keluar, mereka melihat dua sosok di depan.Salah satunya adalah Lintang.Yang satunya lagi adalah Surya.Elsa mengedipkan mata, mengira pemandangan itu hanya halusinasi akibat jamur yang dia makan.Sayangnya bukan.Padahal su

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 21

    Elsa tidak ingin mendengarkan.Dia tahu itu semua tidak lain hanyalah penyesalan basi yang diulang-ulang.Namun, jika lima menit bisa ditukar dengan kedamaian setelahnya.Mungkin tidak ada salahnya."Cuma lima menit."Surya menatapnya dengan sedikit sedih.Elsa yang biasanya ramah dan sopan kepada siapa pun, kini tampak seperti landak berduri.Namun, dia tidak bisa menyalahkan orang lain. Itu semua kesalahannya sendiri."Aku tahu ini mungkin terdengar seperti alasan, tapi aku benar-benar memanjakan Linara tanpa syarat karena salah mengira dia penyelamatku.""Sebenarnya, selama tiga tahun ini, aku tanpa sadar sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku nggak mau menghadapinya dan nggak berani mengakuinya.""Aku tahu aku telah membohongimu dan menyakitimu. Tapi Elsa, selain kamu, aku nggak punya wanita lain. Kita sangat cocok ... Kumohon, demi masa lalu kita, beri aku kesempatan lagi."Surya belum pernah merendahkan diri serendah ini.Namun, Elsa tiba-tiba tertawa."Nggak ada cocok-cocokan. Sama

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 20

    "Bagaimana rencana Anda untuk mengelola Grup Kusuma? Anda ingin mempekerjakan manajer profesional, atau ingin mengelolanya sendiri? Atau, mungkin ingin menjualnya?"Menghadapi tiga kemungkinan yang diajukan pengacara, Elsa tersenyum sambil melirik Heru yang sedang santai menikmati pemandangan."Biarkan dulu dikelola manajer profesional."Bisnis Heru memang cukup sukses, tetapi ambisinya bukan di sana. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun hanyalah untuk memberi anaknya kehidupan yang lebih baik.Kini, sudah saatnya dia kembali menjadi dirinya sendiri.Menjalani kehidupan yang bebas dan santai seperti yang dia sukai.Sedangkan Elsa yang babak belur penuh luka, hanya ingin menikmati hidupnya terlebih dahulu.Namun, tak disangka, kehidupan santai itu hanya bertahan setengah hari.Lintang dan Surya datang menemui mereka.Meskipun baru sehari tidak bertemu, keduanya tampak jauh lebih lesu.Namun, tatapan mereka kepada Elsa sangat membara, lebih dari sebelumnya."Elsa, aku sangat menyesal. Ak

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 19

    Para tamu satu per satu menatap pengacara itu dengan mata berbinar-binar.Mata mereka memancarkan ekspresi yang seolah berkata, "Masih ada kejutan apa lagi yang belum kuketahui?"Pengacara itu tersenyum tak berdaya.Ini yang terakhir.Tidak ada pilihan lain, Elsa telah membayarnya terlalu banyak. Tentu sudah sewajarnya dia membantu melampiaskan amarahnya sepuas mungkin?Apalagi, bahkan jika bayarannya tidak sebanyak itu, sekumpulan orang menindas satu wanita jelas tindakan yang kelewat tak tahu malu dan keji.Mereka pantas menderita pukulan berulang seperti ini!Surya menatap kotak kecil itu.Entah mengapa, seluruh tubuhnya gemetar, dan firasat buruk yang kuat muncul di dalam hatinya.Dia ragu-ragu dan menolak untuk menerimanya.Seolah dengan begitu, kebenarannya tidak akan pernah terungkap.Namun, tidak ada gunanya menghindar.Pengacara itu berjalan menghampirinya dan mendorong kotak itu ke tangannya.Tangan gemetarannya akhirnya membuka kotak itu.Di dalamnya, hanya ada segumpal dagi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status