Share

Bab 7

Author: Sella
Belum sempat Elsa melawan atau mempertanyakan, sebuah pukulan telapak tangan menghantam lehernya.

Saat Elsa terbangun, dia mendapati dirinya telanjang bulat tergeletak di jalanan kota yang ramai.

Banyak orang mengelilinginya, menunjuk-nunjuk dengan tatapan jijik, sambil terus-menerus memotretnya dengan ponsel mereka.

Awalnya, Elsa meringkuk ketakutan, berusaha melindungi diri.

Namun, itu sama sekali tidak bisa menutupinya!

Bahkan ada yang memanfaatkan kekacauan itu untuk mendekatinya, mencoba melecehkannya.

Melihat tangan-tangan yang meraih dadanya, Elsa menahan air mata karena rasa malu, lalu berlari sekencang-kencangnya.

Saat akhirnya dia berlari kembali ke vila, dia belum sempat mengenakan pakaian.

Plak!

Sebuah tamparan keras membuat telinganya berdenging.

Tria, dengan wajah penuh amarah, menuding padanya sambil memaki.

"Kemarin sudah jatuh ke selokan bau, sekarang lari telanjang di jalan. Kamu benar-benar mempermalukan Keluarga Kusuma! Masih berani pulang?!"

"Bu, ini bukan salah Elsa." Lintang bergegas mendekat dan menyelimuti Elsa dengan jasnya.

"Aku sudah menyelidiki, ini balas dendam dari organisasi pornografi yang dulu itu. Mereka pura-pura membuat klub itu kebakaran, lalu memanfaatkan kekacauan untuk menculik Elsa. Dia juga nggak bersalah."

Elsa tiba-tiba mendongak. Penculikan itu jelas-jelas diatur olehnya. Jika ada balas dendam, itu balas dendamnya.

Akan tetapi, dia kali ini tidak menyinggung Linara sama sekali, mengapa dia harus dipermalukan seperti ini?

"Nggak bersalah?" Tria mencibir. "Lalu kenapa mereka nggak menculik orang lain, tapi dia? Lalat nggak akan hinggap ke benda yang bersih. Dia sudah nggak layak jadi menantu Keluarga Kusuma!"

"Nggak akan terjadi lagi."

Lintang tampak membela Elsa, tapi sudut bibirnya tersungging tipis tanpa disadarinya.

"Berita viralnya sudah ditekan. Sebentar lagi hari jadi pernikahan kami. Nanti kami pamer kemesraan dan donasi ke badan amal, pasti perhatian publik akan teralihkan."

"Awas saja kalau nggak." Tria memperingatkan dengan tajam. "Elsa, kalau ada kejadian seperti ini lagi, aku akan mengusirmu! Ayahmu yang gagal mendidik anak itu, siap-siap saja bangkrut dan jadi pengemis."

Elsa mengerti segalanya.

Lintang dan Surya bekerja sama untuk mempermalukannya lagi, hanya agar Tria semakin kecewa padanya.

Sampai hari pesta itu tiba, kehamilannya dengan "anak zina" akan menjadi pukulan terakhir yang benar-benar menghancurkannya.

Sungguh rencana yang licik!

Elsa merasa benar-benar kehilangan harapan dan lelah. Dia tidak mengatakan apa-apa, langsung naik ke lantai atas.

Dia mandi sangat lama, hingga kulitnya memerah, tapi tatapan mata yang menempel di tubuhnya tetap tidak bisa dihapus.

Sampai terdengar suara Linara yang panik dari lantai bawah.

"Gawat, ayah Elsa serangan jantung!"

Elsa merasakan dentuman keras di telinganya, dan dia buru-buru mengenakan pakaian, matanya merah padam saat dia berlari menuruni tangga.

Dia melihat Linara tampak cemas, tapi di balik matanya itu jelas terlihat rasa senang atas penderitaan orang lain.

"Aku cuma bercanda dengan Ayah Elsa. Aku bilang aku mencetak sepuluh ribu foto telanjang anaknya dan akan membagikannya di jalan. Aku nggak tahu dia mudah ketakutan, tiba-tiba langsung serangan jantung dan pingsan. Dokter bilang, dia mungkin nggak bisa bertahan sampai malam ini ...."

Tria marah dan mengangkat tangannya lagi. "Berani-beraninya! Kalian berdua ingin membuatku mati kesal?"

Lintang segera melindungi Linara di belakangnya dan menggantikan menerima tamparan itu.

Namun, saat Tria menampar Elsa tadi, dia baru mulai "melindungi" Elsa setelah Tria selesai menamparnya.

Perlakuan berbedanya benar-benar kentara!

Namun, Elsa tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu sekarang. Dia bergegas keluar, hanya ingin tahu keadaan ayahnya.

Lintang malah mengira dia ingin mencari masalah dengan Linara dan cepat-cepat mencengkeram tangannya.

"Tenang, Elsa. Ayah belum menikah lagi sampai selama ini, pasti karena belum bisa melupakan Ibu. Kalau mereka bisa bersatu lagi lebih cepat di alam sana, malah bagus, 'kan? Jadi, nggak perlu menyalahkan Linara."

Elsa tiba-tiba membeku, hampir mengira dia salah dengar.

Ayahnya kini berada di ambang kematian, tapi dia malah mengatakan bahwa kematian adalah hal yang baik?

Demi Linara, dia bahkan rela mengorbankan kemanusiaannya!

"Kalau ayahku sampai kenapa-kenapa, aku nggak akan pernah memaafkannya, dan kamu juga!"

Elsa menekankan kata demi kata, seakan suaranya meneteskan darah.

"Pergi! Jangan halangi aku bertemu ayahku!"

Dia mendorong Lintang sekuat tenaga.

Elsa yang biasanya penurut dan patuh tiba-tiba berteriak seperti itu padanya. Lintang tanpa sadar mengerutkan kening.

Namun, saat melihat punggungnya yang terhuyung-huyung pergi, hatinya justru merasa gelisah tanpa alasan, disertai rasa hampa dan kebingungan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 24

    Pria itu muda dan tampan. Baik dari segi karisma maupun pembawaan, dia tidak kalah dari Surya maupun Lintang.Saat menatap Elsa, matanya penuh kelembutan.Yang lebih menyakitkan hati Surya adalah, Elsa pun tersenyum, membalas dengan kelembutan yang sama.Baru pada saat itu, Surya akhirnya menyadari bahwa dia telah benar-benar kehilangan Elsa.Atau mungkin, dia memang tidak pernah memilikinya.Dia berdiri di sana cukup lama, hingga pesta pertunangan berakhir dan para tamu meninggalkan halaman, kembali ke ruang perjamuan di dalam vila.Tiba-tiba dia tersenyum, berbalik, lalu menghilang.Setelah dia pergi, Elsa dengan sopan mengucapkan terima kasih kepada Deva."Terima kasih, mau membantuku pura-pura."Beberapa hari terakhir ini, setiap ada waktu luang, Heru suka mencari orang untuk bertanding catur di bawah pohon besar di tepi pantai.Tanpa disengaja, dia pun berkenalan dengan Deva, dan bahkan menjadikannya muridnya.Setelah mengetahui bahwa Elsa diganggu oleh Surya, Deva menawarkan diri

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 23

    "Gila!"Elsa tidak bisa menahan diri dan akhirnya mengumpat."Sakit jiwa!"Heru menyambung.Ayah dan anak itu bersatu dalam kebencian mereka, tidak lagi menghiraukan Surya dan pergi dengan sepeda mereka.Surya pun tidak marah. Dia bahkan tidak mengejar mereka.Elsa dan ayahnya bersepeda mengelilingi danau cukup lama, lalu menemukan sebuah kedai mi yang terkenal enak untuk makan malam.Suasana hati mereka akhirnya membaik.Setelah gelap, keduanya kembali ke penginapan sambil mengobrol riang.Bum!Tiba-tiba, kembang api yang cemerlang dan menawan meletus di langit.Kembang api itu membentuk serangkaian kalimat ....[Elsa, aku minta maaf.][Surya mencintai Elsa.][Elsa, kumohon menikahlah denganku.]...Kembang api yang indah itu menampilkan baris demi baris tulisan yang cemerlang.Elsa hanya merasa kehabisan kata-kata.Dia berdiri di bawah cahaya yang gemerlap itu, lalu menelepon pengacaranya."Aku sudah memutuskan. Jual Grup Kusuma ke pesaing Grup Permana, secepatnya ...."Segalanya ber

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 22

    Elsa kembali ke penginapan dan bisa mencium aroma harumnya dari kejauhan.Ayahnya sudah memasak sup ayam dengan jamur yang aromanya begitu menggugah selera hingga membuatnya tidak bisa menahan diri.Akhirnya, senyuman tulus terpancar dari mata Elsa.Ayahnya sejak dulu orang yang positif dan semangat dalam hidup. Dia suka membaca, menulis, olahraga, memotret, bermain catur ... dan dia juga sangat suka bereksperimen dengan masakan.Dulu, demi memberinya kehidupan yang baik, ayahnya mengubah diri menjadi mesin kerja yang membosankan, tanpa waktu untuk menikmati hidup.Namun mulai sekarang, akan ada banyak waktu indah seperti ini.Ayah dan anak itu menikmati makan dengan gembira.Setelah makan, mereka berencana bersepeda ke tepi danau untuk membantu pencernaan.Begitu keluar, mereka melihat dua sosok di depan.Salah satunya adalah Lintang.Yang satunya lagi adalah Surya.Elsa mengedipkan mata, mengira pemandangan itu hanya halusinasi akibat jamur yang dia makan.Sayangnya bukan.Padahal su

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 21

    Elsa tidak ingin mendengarkan.Dia tahu itu semua tidak lain hanyalah penyesalan basi yang diulang-ulang.Namun, jika lima menit bisa ditukar dengan kedamaian setelahnya.Mungkin tidak ada salahnya."Cuma lima menit."Surya menatapnya dengan sedikit sedih.Elsa yang biasanya ramah dan sopan kepada siapa pun, kini tampak seperti landak berduri.Namun, dia tidak bisa menyalahkan orang lain. Itu semua kesalahannya sendiri."Aku tahu ini mungkin terdengar seperti alasan, tapi aku benar-benar memanjakan Linara tanpa syarat karena salah mengira dia penyelamatku.""Sebenarnya, selama tiga tahun ini, aku tanpa sadar sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku nggak mau menghadapinya dan nggak berani mengakuinya.""Aku tahu aku telah membohongimu dan menyakitimu. Tapi Elsa, selain kamu, aku nggak punya wanita lain. Kita sangat cocok ... Kumohon, demi masa lalu kita, beri aku kesempatan lagi."Surya belum pernah merendahkan diri serendah ini.Namun, Elsa tiba-tiba tertawa."Nggak ada cocok-cocokan. Sama

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 20

    "Bagaimana rencana Anda untuk mengelola Grup Kusuma? Anda ingin mempekerjakan manajer profesional, atau ingin mengelolanya sendiri? Atau, mungkin ingin menjualnya?"Menghadapi tiga kemungkinan yang diajukan pengacara, Elsa tersenyum sambil melirik Heru yang sedang santai menikmati pemandangan."Biarkan dulu dikelola manajer profesional."Bisnis Heru memang cukup sukses, tetapi ambisinya bukan di sana. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun hanyalah untuk memberi anaknya kehidupan yang lebih baik.Kini, sudah saatnya dia kembali menjadi dirinya sendiri.Menjalani kehidupan yang bebas dan santai seperti yang dia sukai.Sedangkan Elsa yang babak belur penuh luka, hanya ingin menikmati hidupnya terlebih dahulu.Namun, tak disangka, kehidupan santai itu hanya bertahan setengah hari.Lintang dan Surya datang menemui mereka.Meskipun baru sehari tidak bertemu, keduanya tampak jauh lebih lesu.Namun, tatapan mereka kepada Elsa sangat membara, lebih dari sebelumnya."Elsa, aku sangat menyesal. Ak

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 19

    Para tamu satu per satu menatap pengacara itu dengan mata berbinar-binar.Mata mereka memancarkan ekspresi yang seolah berkata, "Masih ada kejutan apa lagi yang belum kuketahui?"Pengacara itu tersenyum tak berdaya.Ini yang terakhir.Tidak ada pilihan lain, Elsa telah membayarnya terlalu banyak. Tentu sudah sewajarnya dia membantu melampiaskan amarahnya sepuas mungkin?Apalagi, bahkan jika bayarannya tidak sebanyak itu, sekumpulan orang menindas satu wanita jelas tindakan yang kelewat tak tahu malu dan keji.Mereka pantas menderita pukulan berulang seperti ini!Surya menatap kotak kecil itu.Entah mengapa, seluruh tubuhnya gemetar, dan firasat buruk yang kuat muncul di dalam hatinya.Dia ragu-ragu dan menolak untuk menerimanya.Seolah dengan begitu, kebenarannya tidak akan pernah terungkap.Namun, tidak ada gunanya menghindar.Pengacara itu berjalan menghampirinya dan mendorong kotak itu ke tangannya.Tangan gemetarannya akhirnya membuka kotak itu.Di dalamnya, hanya ada segumpal dagi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status