Home / Romansa / Sampai Kau Ingat Aku / BAB 88 - Semakin Riuh

Share

BAB 88 - Semakin Riuh

Author: Redezilzie
last update publish date: 2026-03-30 00:04:16

BAB 88

Nun jauh di sana, di sudut kota yang berbeda, Arkan sedang duduk di balkon apartemennya sambil menikmati kopi pahit. Tangan kirinya yang masih terbalut perban tebal terasa berdenyut, bersandar di pegangan kursi. Rasa rindu yang ia tahan sejak keberangkatan Zea pagi kemarin mulai membuatnya gelisah. Apalagi, gadis itu tak kunjung membalas pesan-pesannya sejak semalam.

Rasa rindu yang sudah menumpuk itu menjadi tak tertahankan, membuatnya ingin terus menerus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 140 - Berlabuh

    BAB 140 Pagi bahkan belum sepenuhnya meninggi, tetapi kafe di puncak bukit itu sudah tampak hidup dengan dekorasi cantik yang menyatu manis dengan alam di sekitarnya.Di atas hamparan rumput hijau yang membentang, berdiri satu set meja dan kursi bernuansa putih gading, dihiasi lengkungan-lengkungan elegan serta rangkaian bunga kecil yang tersusun lembut di tiap sisi.Kain-kain putih menjuntai dari atas kanopi, bergerak perlahan tertiup angin pagi, membuat suasana terasa hangat tanpa kesan berlebihan. Di belakangnya, pelaminan berdiri anggun menyatu dengan alam sekitar, memberi kesan mewah yang tetap tenang dan tidak kaku.Alunan musik lembut mengisi udara yang masih sejuk, sementara aroma mentega panggang menguar hangat ke berbagai penjuru, menggoda siapa pun yang tengah sibuk hilir mudik mempersiapkan acara hari itu.Tak jauh dari sana, di dalam kamar utama rumah bergaya hangat nan asri itu, Zea berdiri di depan cermin be

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 139 - Di Bawah Pohon Rindang

    BAB 139Di dalam perjalanan pulang, keheningan yang mencekam menyelimuti kabin mobil SUV keluaran Eropa milik Ibra. Zea tampak terdiam, melemparkan tatapan kosong ke luar jendela, memandangi lalu lalang kendaraan yang bergerak cepat di balik kaca.Benaknya riuh, dipenuhi oleh kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa dilakukan oleh orang tua Naya terhadap dirinya maupun keluarganya di kampung halaman.Ancaman terselubung di restoran tadi bukan sekadar gertak sambal. Mereka punya uang, koneksi, dan kuasa untuk membalikkan fakta hukum. Kini, kubah perlindungan dari Ibra berupa pernikahan mendadak terdengar sangat masuk akal.Namun, jauh di lubuk hatinya, Zea tetap berharap ada jalan keluar lain. Sebuah celah alternatif selain dua penawaran ekstrem yang disodorkan kepadanya. Membiarkan Naya bebas setelah semua kejahatan yang dilakukannya kepada Zea atau menyerahkan seluruh hidupnya dalam ikatan pernikahan bisnis bersa

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 138 - Dua Tawaran

    BAB 138Ibra menolak mentah-mentah pengaturan pertemuan yang diajukan kedua orang tua Naya.Lelaki itu entah bagaimana caranya berhasil mengambil alih kendali, merubah waktu dan tempat pertemuan ke keesokan harinya, pada jam makan siang, di sebuah ruang VIP restoran hotel bintang lima.Zea yang memang sudah pasrah, memilih mempercayai dan mengikuti keputusan lelaki itu.Satu yang pasti, Ibra tidak datang untuk bernegosiasi dengan tangan kosong.Saat pintu ruang VIP itu dibuka, kedua orang tua Naya yang sudah duduk di dalam tampak terkejut, ketika mereka tak hanya melihat Zea dan Ibra, melainkan juga tiga orang pria bersetelan necis dengan tas kerja premium di belakang keduanya. Mereka adalah tim pengacara korporat terbaik yang disewa langsung oleh Ibra."Selamat siang, Tuan dan Nyonya," sapa Ibra, suaranya terdengar dingin meski dilengkapi bibir yang melengkungkan senyuman datar. Ia menarikkan kursi untuk

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 137 - Sang Utusan

    BAB 137Lengkingan teriakan Naya-lah yang menyadarkan Arkan. Menariknya dari kegelapan pekat. Gelora emosi wanita itu menyentuh jiwanya yang tertidur. Menggapai kesadarannya yang telah berhari-hari mati rasa.Ketika akhirnya hal itu perlahan mencapainya, kelopak matanya yang terasa berat perlahan bergetar. Hal pertama yang ditangkap oleh rungunya adalah suara lembut seseorang yang sangat ia rindukan.Zea.Suara gadis itu terdengar begitu dekat, nyata, dan hangat. Jantung Arkan berdenyut liar, memberikan pasokan energi instan yang memicu otaknya untuk bekerja kembali.Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sepersekian detik.Lamat-lamat, sebuah suara bariton menimpali ucapan Zea. Nadanya tegas, namun tenang, dan sarat akan keintiman. Seakan pemiliknya begitu dekat, begitu akrab dengan Zea. Rasa tidak suka mendadak membakar dada Arkan, sebuah sengatan cemburu yang lebih menyakitkan daripada luka robek di bahunya.

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 135 - Selalu Dijaga

    BAB 136“Nggak! Kalian salah orang!! Zea!! Ini pasti kerjaan kamu, kan!! Kamu ngejebak aku!! Dasar brengsek kamu!! Murahaaan!!!Mas Arkan!! Mas Arkan!! Tolong aku, Mas!! MAS TOLOOONG!!”Naya menjerit, mencoba menggapai brankar Arkan, namun petugas dengan cepat menghadang tubuhnya dan menggiringnya keluar dari kamar rawat. Ibra berdiri maju, memposisikan dirinya sedikit di depan Zea. Sebuah gestur protektif.Suara jeritan dan langkah kaki Naya yang terseret perlahan menjauh, meninggalkan keheningan yang damai di dalam ruangan.Zea mengembuskan napas panjang, bahunya yang tegang perlahan melonggar. Ia menatap telapak tangannya yang masih terasa sedikit panas akibat tamparan tadi.Ibra menatap telapak yang memerah itu, dan segera menyadari apa yang telah terjadi. Perlahan, ia membimbing Zea menuju sofa. Lelaki itu kemudian berjongkok di hadapan Zea.Keduanya terdiam sejenak sambil memandang telapak tang

  • Sampai Kau Ingat Aku   BAB 135 - Di Penghujung

    BAB 135Zea tertegun. Ia bisa merasakan ketulusan lelaki dengan iris mata madu ini. Pria ini selalu menawarkan keamanan, kestabilan, dan perlindungan. Sungguh, Zea memahami ketakutan dan kekhawatiran Ibra. Namun, di dalam hatinya, ada sesuatu yang telah bergeser sejak truk itu menghantam mobil Arkan. Rasa takutnya telah menguap, digantikan oleh keberanian yang lahir dari rasa sakit.“Aku tau Mas, aku tau kalo Naya itu berbahaya.” jawab Zea, suaranya terdengar jauh lebih tegar dari sebelumnya, “Itulah sebabnya aku setuju pergi ke Pulau ini, aku memilih menyingkir. Menjauh. Tapi bahkan setelah aku memilih pergi dan mengalah, Naya masih terus ngejar aku. Sampe-sampe dia ngedeketin orang kayak Sandra buat ngebantuin dia ngejatuhin aku. Segitu niatnya dia buat bikin aku celaka. Tapi kali ini…,” Zea menggelengkan kepalanya pelan, “Aku nggak akan lari lagi. Aku nggak mau ngumpet lagi. Aku mau nyelesain semuanya. Dan aku rasa, sekaranglah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status