LOGINUsman terdiam sejenak. Dia tidak berkata apa-apa lagi. Segera setelah itu, dia diam-diam menyimpan Pisau Iblis Pembantai tersebut, lalu berucap dengan nada tenang, "Kebaikan sebesar ini nggak perlu banyak kata terima kasih. Aku cuma mau bilang satu hal. Di masa depan, kalau kamu menghadapi masalah dan membutuhkan bantuanku, Biksu Sumawa, nggak peduli di mana pun itu, sekalipun harus melewati banyak rintangan dan cobaan, aku pasti pantang mundur!"Usman tidak menyebut namanya sendiri, melainkan menyebut dirinya sebagai Biksu Sumawa.Itu adalah nama Dharma miliknya sebagai seorang biksu."Biksu Sumawa apa sih, jelek banget namanya!" komentar Julia dari samping.Ring, ring, ring ....Di tengah percakapan mereka, ponsel Kelvin tiba-tiba berdering. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat bahwa yang menelepon adalah Niveria. Dia segera mengangkat telepon dan bertanya, "Halo, ada apa?""Dore ... dibawa pergi seseorang," ucap Niveria dengan nada cemas.Ekspresi Kelvin langsung sedikit berubah.
Kelvin dan yang lainnya jelas tidak mengetahui apa yang terjadi di Vila Lamur Prime. Saat ini, di bawah pimpinan Felix, mereka telah kembali ke Kota Lamur. Felix langsung mengantar mereka ke rumah sakit.Di dalam rumah sakit, Kelvin membawa Julia ke ruang perawatan. Saat itu, Pengawas Malam yang kakinya patah sedang duduk di depan pintu bangsal.Kelvin menatapnya dengan heran, lalu bertanya, "Pak Tua, kenapa kamu ada di sini?"Orang itu melihat ke sekeliling, lalu mendengus pelan sebelum membalas, "Kali ini orang-orang dari organisasi Nomor 0 membuat keributan sebesar ini dan Usman terlibat di dalamnya. Kami harus memastikan apa yang terjadi sebenarnya."Sambil berkata begitu, orang itu menatap Kelvin dan bertanya, "Tadi, kamu habis bertarung?"Kelvin membalas sembari mengangguk, "Masalah dengan organisasi Nomor 0 sudah hampir sepenuhnya diselesaikan. Nggak perlu lagi berjaga di sini."Pria tua itu memandang Kelvin sejenak, lalu berucap, "Baiklah. Aku akan menelepon atasan dulu. Dia su
Mendengar ucapan Kelvin, Felix dan dua orang lainnya langsung menatapnya. Felix pun berbicara dengan nada tidak berdaya, "Kebanyakan ahli alkimia nggak mau menghabiskan waktu untuk membuat Pil Pelarut Mayat. Jadi, kami memang nggak punya."Pil Pelarut Mayat termasuk pil level satu. Selain untuk melarutkan mayat, tidak ada kegunaan lain.Kelvin terdiam sejenak. Dia membalikkan tangan dan mengeluarkan sebuah botol, lalu menuangkan belasan Pil Pelarut Mayat dari dalamnya. Dia melemparkannya ke arah mereka bertiga sambil berkata, "Di sini ada!"Felix memandang Kelvin dengan sedikit iri, lalu berkata, "Aku hampir lupa, kamu adalah penerus Tristan. Sekarang, kamu sudah jadi ahli alkimia level berapa?"Kelvin berpikir sejenak sebelum menjawab, "Sepertinya, aku sudah bisa coba bikin pil level tiga."Ketiga orang itu kembali terdiam.Di seluruh dunia kultivasi saat ini, jumlah ahli alkimia level tiga bisa dihitung dengan satu tangan.Felix bahkan jadi agak malas menanggapi Kelvin. Dia memasukka
Kelvin segera berucap, "Kalau begitu, cincin penyimpanan mereka ...."Felix terkekeh-kekeh sebelum menimpali, "Kamu yang bunuh mereka, tentu saja semuanya jadi milikmu!"Sebenarnya, Kelvin tidak terlalu tertarik dengan cincin-cincin penyimpanan itu. Sekarang, di tangannya sudah ada tiga buah cincin. Namun, kalau di dalam cincin orang-orang itu ternyata ada bahan obat atau artefak spiritual tingkat rendah, dia benar-benar akan mendapat keuntungan besar.Tentu saja yang paling Kelvin inginkan tetaplah pedang terbang berwarna merah menyala milik Ratna.Itu adalah pedang terbang, sesuatu yang bisa membuatnya terbang dengan mengendarai pedang.Felix dan dua orang lainnya mulai sibuk. Mereka memindahkan semua mayat ke satu tempat. Sementara itu, Kelvin memeriksa cincin penyimpanan satu per satu, lalu mengambil semua bahan obat dan benda lain yang ada di dalamnya.Termasuk pedang terbang merah itu, Kelvin juga memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya sendiri. Nanti kalau sudah ada waktu l
Wanita itu tewas dengan begitu saja.Wajah Celia masih dipenuhi amarah. Dia meraung dan mengangkat pisau di tangannya lagi.Felix meraih tangannya dan berkata, "Celia, tenang sedikit. Dia sudah mati." Celia menggertakkan giginya sambil menatap ke bawah. Kemudian, dia berlutut di lantai dan berkata sambil menangis, "Ardi, ini benar-benar nggak sepadan, Ardi!" Kelvin mengerutkan kening dalam-dalam. Felix menepuk-nepuk bahu Kelvin dan berujar, "Maaf, Ardi itu salah satu anggota Pengawas Malam dan yang sudah paling lama bertugas di Kota Lamur. Wanita ini bernama Ratna. Dia istri Ardi. Ardi itu pria yang jujur!"Saat berbicara sampai di sini, dia menghela napas panjang dan melanjutkan, "Wanita ini dulunya seorang instruktur kebugaran. Sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu, Ardi bertemu dengannya di pusat kebugaran dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia mendaftar untuk semua sesi pelatihan pribadi Ratna, lalu ... mereka pun bersama!""Aku nggak nyangka wanita ini mampu sembunyik
Paras wanita itu sangat menakjubkan. Dia memiliki alis tipis yang melengkung, mata besar, hidung mancung. Bibir tipisnya berlumuran darah merah tua yang menetes ke lehernya. Hal itu justru menambah pesona yang memikat.Kelvin terdiam. Dia mengenal wanita ini dengan baik!Wanita ini ... adalah orang yang setiap hari joging di Vila Lamur Prime.Dia ... adalah penanggung jawab organisasi Nomor 0 di Kota Lamur.Syut!Tepat pada saat ini, Felix muncul di hadapannya dalam sekejap. Dia mencengkeram kerah baju wanita itu, lalu langsung mengangkatnya dan berseru sambil menggertakkan gigi, "Kenapa kamu? Kenapa kamu orangnya?"Tubuh wanita itu dipenuhi jarum akupunktur dan dia tidak bisa bergerak. Dia menatap Felix dan berkata sambil tersenyum tipis, "Kalau mau membunuhku ... bunuh saja. Buat apa kamu bicara omong kosong sebanyak itu?"Di samping, wajah cantik Celia juga berubah dingin saat berujar, "Pantas saja. Pantas saja setiap kali kita temukan sedikit informasi tentang organisasi Nomor 0, m
"Guru lagi bersembunyi di tempat yang gelap untuk mengintip putrinya!" kata biksu kecil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.Kelvin mendengus dingin. Kemudian, dia merasa mungkin ini adalah sebuah penemuan baru."Biksu kecil, siapa namamu?" tanya Kelvin.Biksu kecil memiringkan lehernya untuk menat
Kenyataannya, ada sedikit rasa kaget di hatinya.Dia sudah mengaktifkan tujuh lubang batin, kelima inderanya telah mengalami peningkatan pesat. Seandainya ada yang mengikutinya, seharusnya dia bisa menyadarinya dengan sangat gampang!Mungkin dirinya tidak begitu peduli atau mungkin orang itu menyemb
Selesai biksu tua berbicara, dia melihat Kelvin lagi, lalu berkata dengan mencemberutkan bibirnya, "Kamu juga seorang kultivator. Aku sudah tahu saat kamu melakukan Teknik Akupunktur Kekuatan Semesta pada Dore."Kelvin berdeham."Kamu boleh tanya apa pun, selain masalah keluargaku," kata biksu tua.
Kelvin dibawa ke bagian belakang vila. Mereka berhenti di depan sebuah rumah kecil yang agak rendah.Di depan rumah itu, ada sebuah kursi santai. Di atas kursi tersebut duduk seorang pria tua. Kursinya bergoyang perlahan.Begitu melihat pria tua itu, Kelvin bertanya sambil sedikit mengernyit, "Pak T







