LOGINDi sekitar itu terlihat kawasan yang tua dan kumuh, penuh rumah-rumah rendah yang sudah usang, dengan lampu-lampu kuning redup yang berkedip.Saat Kelvin turun dari mobil, dia melihat seorang pemuda berpakaian rapi dengan jas. Orang itu membawa tas di punggungnya. Dengan tubuh yang terlihat lelah, dia berjalan pelan sambil membawa beberapa sayuran menuju deretan rumah itu.Miguel memarkir mobil, lalu berucap sambil melihat ke dalam kawasan, "Daerah ini termasuk kawasan paling murah di Kota Yanir. Dulu, penduduk aslinya sebagian besar sudah pindah. Sekarang, yang tinggal di sini kebanyakan pekerja dari luar kota."Kelvin terdiam.Miguel melanjutkan, "Tempat ini termasuk pinggiran jauh yang nggak punya nilai untuk dikembangkan, jadi rumah-rumah lama ini tetap dibiarkan. Penghuninya sekarang ada pekerja kasar, juga ada lulusan baru dari luar kota. Tentu saja, sebagian besar tetap buruh.""Mereka bekerja di pusat kota. Waktu yang dihabiskan di perjalanan bisa lima sampai enam jam setiap ha
Raut wajah Miguel berubah-ubah. Dia berkata dengan nada serius, "Kalau yang kamu katakan benar ... masalahnya benar-benar besar.""Sudah sampai seperti ini, kalian masih nggak bertindak terhadap Keluarga Jahan?" tanya Kelvin."Kelvin, soal Keluarga Jahan, ada hal-hal yang nggak bisa kujelaskan secara terbuka. Untuk bertindak terhadap mereka, harus ada bukti yang jelas. Tapi, kamu sudah memberi petunjuk penting. Kalau organisasi Nomor 0 dan Keluarga Jahan memang terhubung ...." Miguel berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Aku akan segera mencari cara untuk menangani mereka.""Kemunculan kultivator iblis di Kota Yanir ini sangat serius." Miguel berucap lagi sambil berpikir, "Sepertinya, aku harus memanggil Felix ke sini.""Sekarang giliran kamu. Coba ceritakan temuanmu," kata Kelvin.Miguel menimpali sambil mengangguk, "Oh ya, ada formasi di toko serba 20 ribu itu. Aku sudah mengeceknya. Kalau nggak salah, salah satu penanggung jawab organisasi Nomor 0 di Kota Yanir adalah seorang ahli fo
Mobil memasuki kawasan Kompleks Bodhi.Tak lama kemudian, mereka berhenti di depan sebuah vila. Miguel lalu menanyai Niveria secara detail tentang kejadian dengan Tarot. Apa yang dia sampaikan kurang lebih sama seperti yang sebelumnya diceritakan Regina.Setelah selesai bertanya, Miguel mengernyit dalam-dalam sebelum bertanya, "Dia nggak bilang kenapa dia datang untuk membunuh kalian?""Aku rasa aku tahu," ujar Kelvin sambil menarik napas dalam-dalam. "Dia diutus oleh Ella dari Keluarga Christian."Miguel menatapnya dengan heran, lalu bertanya, "Kenapa kamu bisa bilang begitu?"Kelvin melirik ke arah Niveria, lalu menghela napas panjang dan menceritakan kejadian Iblis Berwajah Senyum di Kota Lamur.Alis Niveria sedikit berkerut. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun.Namun Kelvin tahu, hati Niveria pasti sangat terluka.Sama seperti saat Niveria diusir dari Keluarga Sunardi dulu, dia membutuhkan waktu lama untuk pulih.Niveria adalah orang yang sangat menghargai hubungan.Dikhianati oleh
Benar, wanita itu adalah anggota organisasi Nomor 0.Bagas tidak menanggapinya. Dia malah berbicara ke arah belakang, "Nek, aku butuh penjelasan. Dengan adanya kamu di sini, kenapa anakku bisa terluka separah ini?"Suara seseorang pun terdengar. "Nggak ada yang perlu dijelaskan. Dia sendiri yang terlalu lemah."Bagas menarik napas dalam-dalam. Raut wajahnya makin suram ketika bertanya, "Andriyan ... dan penerus Tristan ya!"Setelah itu, Bagas menoleh ke seorang pria paruh baya yang sedang sibuk di dekat ranjang dan bertanya, "Gimana keadaannya?""Itu Teknik Akupunktur Penghancur Tulang, sebuah teknik yang tercatat dalam Jurus Panjang Umur. Kondisi Arvin cuma bisa disembuhkan dengan Pil Penumbuh Tulang level empat. Aku nggak mampu membuatnya," jawab pria paruh baya itu sambil menggeleng."Jadi, untuk apa kamu di sini? Waktu menghadapi Teknik Akupunktur Kehilangan Akal milik Vinno, kamu juga nggak bisa mengatasinya sampai-sampai orangnya mati. Sekarang kondisi Arvin ...." Bagas marah bes
Pekerjaan penanganan di lokasi tetap harus dilakukan oleh pihak Pengawas Malam dan aparat resmi.Niveria sendiri masih belum benar-benar memahami situasinya. Dia tumbuh di dunia biasa sebagai anak keluarga kaya dan hampir tidak tahu apa-apa tentang dunia kultivasi.Hanya saja, Niveria sepenuhnya percaya pada Kelvin. Apa pun yang suaminya lakukan, dia hanya akan mengikuti.Rombongan itu berjalan menuju pintu keluar kompleks.Kelvin berpikir sejenak, lalu berkata, "Kebetulan malam ini terjadi beberapa hal juga. Nanti, sekalian saja bawa beberapa orang ke markas kalian."Saat sampai di gerbang, beberapa anggota Pengawas Malam yang tadi ditahan oleh Kelvin terlihat mengernyit dan sangat tidak senang."Bereskan tempat ini, lalu bersiap kembali," ucap Miguel sambil melambaikan tangan.Mereka pun berjalan keluar. Andriyan segera mendekat dan bertanya, "Gimana? Nggak apa-apa, 'kan?"Kelvin mengangguk. Andriyan melirik Miguel dan yang lainnya. Matanya sedikit menyipit, lalu dia bertanya pelan,
Usai berkata demikian, Miguel menatap ke arah dalam rumah. Dia menarik napas dalam sebelum berkata, "Nggak disangka, Teknik Hati Ilahi bisa-bisanya muncul di sini sekarang!"Wuuung!Saat Miguel masih menjelaskan, tiba-tiba dari dalam vila, sebuah sosok perlahan melayang ke atas.Kelvin langsung menoleh. Orang yang melayang itu adalah Niveria. Di tubuhnya, terpancar aura yang lembut. Matanya terpejam dan seluruh dirinya terlihat anggun seperti peri yang turun ke dunia.Di depan Niveria, sebuah batu giok memancarkan cahaya lembut. Sementara itu, energi halus terus mengalir masuk ke dalam tubuhnya.Melihat itu, mata Miguel langsung memicing. "Harta tahap fondasi!""Harta tahap fondasi?" Kelvin mengernyit."Di zaman sekarang, benda seperti itu sudah nggak bisa dibuat lagi. Fungsinya untuk membangun dasar kultivasi. Orang yang memilikinya bisa dengan cepat melewati Tahap Pemurnian Energi dan Tahap Pembukaan Batin." Miguel menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Batu giok ini kemungk
Aaron sungguh merasa emosi.Dia benar-benar tidak menyangka dirinya akan diremehkan seperti itu oleh Kelvin.Aaron mengepal erat tangannya, seolah-olah ingin menghantam Kelvin. Hanya saja, ketika melihat dua orang yang berbaring di lantai dan tidak berhenti kejang-kejang itu, dia juga tidak berani t
Kelvin yakin Nando sedang sakit karena ketika melihat wajahnya hari itu, Kelvin merasa kondisi tubuhnya sedang tidak bagus. Kelvin juga sudah menebak penyebab penyakitnya.Kenyataannya, Kelvin merasa dia hanya sedang mengalami sakit biasa saja. Hanya saja, pada saat dia menggenggam pergelangan tanga
Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap
Begitu Kelvin selesai melontarkan ucapannya, mereka bertiga, termasuk Niveria juga terbengong.Seingat Niveria, sepertinya Kelvin selalu bersikap sangat merendah, apalagi bersangkutan dengan beberapa aspek itu. Dia sebisa mungkin akan menyembunyikannya, tidak pernah berinisiatif untuk memamerkannya,







