Share

Bab 522

Author: Jimmy Nugroho
"Karena dia berasal dari Balai Munres, sepertinya tiga temanmu masih bisa diselamatkan," ucap biksu itu sambil tersenyum. "Kalau begitu, aku juga nggak perlu terus merebus obat lagi."

"Master, beberapa hari ini kami benar-benar sudah merepotkanmu." Jordan lalu memberi tahu Kelvin, "Silakan ikut aku."

Kelvin mengikuti Jordan masuk ke sebuah kamar samping. Di dalam ruangan itu, ada tiga ranjang dan di atasnya terbaring tiga orang.

Seorang pria dengan alis tajam dan tatapan tegas, seorang biksu, da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 524

    Bagaimanapun sejak Yanisa kembali dari Kota Lamur, sepertinya setiap hari mereka selalu mendengar nama Kelvin disebut olehnya.Sementara itu, Kelvin juga akhirnya mengetahui identitas kedua orang itu. Pria tampan tadi adalah kakak seperguruan sekaligus sepupu Yanisa yang bernama Anwar Lukardi.Selama ini, Anwar selalu menganggap Yanisa seperti adik kandungnya sendiri. Jadi, ketika melihat adiknya mencium seorang pria, dia benar-benar sulit menerimanya. Itu sebabnya, tadi dia sempat ingin langsung menebas Kelvin.Di sisi lain, biksu itu bernama Silavan."Jadi, kamulah Kelvin?" Anwar menatap Kelvin cukup lama.Kelvin berbicara sambil mengangguk, "Ya. Sepertinya Yanisa pernah menyebutku kepada kalian."Begitu mendengar perkataan Kelvin, Anwar langsung merasa kesal lagi. Dia memelotot ke arah Kelvin, lalu bertanya, "Bukannya kamu cuma ahli alkimia level dua? Kenapa kamu bisa menghilangkan Bubuk Dewa Petir dari tubuh kami?""Belakangan ini, aku sedikit mendapat kemajuan. Sekarang, aku sudah

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 523

    Di sampingnya, pria tampan dengan alis tajam dan mata berbinar-binar itu bangkit duduk. Pada saat yang sama, biksu itu juga ikut duduk.Racun di tubuh mereka sudah hampir sepenuhnya dibersihkan.Saat melihat Yanisa malah menerjang ke arah Kelvin pada saat ini dan bahkan ... mencium Kelvin, mata mereka berdua membelalak sangat lebar.Kelvin sendiri juga terlihat sangat terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka Yanisa akan tiba-tiba mencium dirinya.Untung saja Yanisa tidak langsung memeluk Kelvin sambil mencium. Kalau tidak, jarum-jarum perak di tubuhnya mungkin sudah menusuk makin dalam.Setelah mencium sekali, Yanisa melepaskan bibir Kelvin, lalu mengecap bibirnya pelan sambil berujar, "Mimpi ini terasa nyata banget. Aku coba lagi deh!"Yanisa memegang wajah Kelvin, lalu kembali mencium pria itu sekali lagi.Sensasi dingin dan lembut langsung terasa."Yanisa, hentikan!" Tepat saat itu, pria beralis tajam tadi membentak marah dengan suara rendah.Suaranya terdengar seperti petir yang m

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 522

    "Karena dia berasal dari Balai Munres, sepertinya tiga temanmu masih bisa diselamatkan," ucap biksu itu sambil tersenyum. "Kalau begitu, aku juga nggak perlu terus merebus obat lagi.""Master, beberapa hari ini kami benar-benar sudah merepotkanmu." Jordan lalu memberi tahu Kelvin, "Silakan ikut aku."Kelvin mengikuti Jordan masuk ke sebuah kamar samping. Di dalam ruangan itu, ada tiga ranjang dan di atasnya terbaring tiga orang.Seorang pria dengan alis tajam dan tatapan tegas, seorang biksu, dan ....Saat Kelvin masuk dan melihat jelas orang ketiga, ekspresinya sedikit berubah. Dia berucap dengan heran, "Yanisa?"Benar sekali. Orang terakhir yang sedang terbaring di sana ternyata adalah Yanisa.Sejak Yanisa meninggalkan pesan untuk Kelvin terakhir kali, lalu dia membalasnya, mereka sudah tidak pernah berhubungan lagi.Kelvin tidak menyangka akan bertemu Yanisa di tempat seperti ini."Kamu mengenal Yanisa?" tanya Jordan dengan heran sambil memandang Kelvin.Kelvin menjawab sambil menga

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 521

    Kelvin merasa heran. Jalan yang mereka lewati ternyata bukan pintu utama. Dengan dipandu oleh Jordan, mereka memutar cukup jauh hingga tiba di depan sebuah pintu samping.Di depan pintu samping itu, berdiri dua biksu. Keduanya berjaga di depan pintu sambil berbicara pelan satu sama lain.Ketika melihat Kelvin dan Jordan mendekat, kedua biksu itu segera berdiri dan merangkapkan kedua tangan. Kemudian, mereka menyapa, "Pak Jordan!"Jordan cepat-cepat membalas hormat kepada mereka, lalu memberi tahu, "Master sekalian, ini dokter yang kuajak kemari. Aku ingin membawanya masuk."Kedua biksu itu mengangguk. Salah satu dari mereka membalas, "Kepala Kuil sudah memberi tahu kami. Kalian berdua boleh masuk."Jordan mengangguk, lalu berkata kepada Kelvin, "Ikut aku."Kelvin memandang pintu itu dan merasa ada sesuatu yang aneh, tetapi dia tidak tahu apa. Pada saat itu, Jordan berucap lagi, "Kelvin, pijakkan setiap langkahmu tepat mengikuti langkahku."Kelvin merasa bingung, tetapi tetap mengikuti

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 520

    Kelvin merasa penasaran dengan identitas Balai Munres. Tempat itu dikenal seolah mengetahui segala hal di dunia, bahkan jaringan informasinya terkesan lebih kuat daripada para Pengawas Malam."Ayo!" kata Jordan.Kelvin berpamitan dengan Juan. Setelah itu, mereka bertiga turun ke bawah. Setelah memastikan Niveria sudah pergi, barulah Kelvin ikut Jordan naik mobil dan menuju Kuil Mahata.Di dalam hati, Kelvin sedikit menantikannya.Felix pernah mengatakan bahwa di Kota Yanir ada beberapa orang yang tidak boleh disinggung. Orang pertama adalah Anderson dan sejauh ini Kelvin sudah bertemu dengannya. Namun, tampaknya tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.Orang kedua adalah Jerome yang sampai sekarang belum Kelvin temui.Sementara itu, orang ketiga adalah seorang biksu tua di Kuil Mahata.Namun siapa tepatnya, Felix tidak menjelaskan.Kelvin memutuskan untuk bersikap rendah hati. Jika sampai Felix mengatakan orang itu tidak boleh diusik, kemungkinan besar dia setara dengan Anderson, yait

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 519

    Di depan Kelvin, berdiri seorang pria muda berambut pirang.Mendengar ucapan Kelvin, pria itu menatapnya dengan bingung. Tatapan matanya menunjukkan sedikit keheranan. Dia bertanya dengan penasaran, "Apa kita pernah bertemu?"Kelvin membalas sambil mengangguk, "Mungkin kamu nggak memperhatikan. Waktu itu di Kompleks Zenada, saat beli rumah, kamu pakai cincin penyimpanan untuk menggoda wanita."Benar sekali, orang ini adalah pria yang pernah Kelvin lihat di Kompleks Zenada.Mereka hanya pernah bertemu sekali, tetapi saat itu pria ini sedang menggoda wanita, jadi hal tersebut cukup membekas di ingatan Kelvin.Pria itu sedikit terkejut, lalu berdeham sebelum bertanya, "Ada kejadian seperti itu ya?"Setelah itu, pria itu menoleh ke arah Juan sambil bertanya, "Juan, ini orang yang kamu bilang bisa menyembuhkan temanku?"Juan tersenyum tipis dan membalas sembari mengangguk, "Benar. Di dunia ini, satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan temanmu adalah dia."Kemudian, Juan tersenyum dan mempe

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 64

    Sampai di sini, pria berewok melihat bahwa Kelvin yang berjalan mendekat tiba-tiba mendongak dan melirik ke arahnya.Pria berewok tanpa sadar menutup mulut. Dia merasa perkataannya seperti didengar oleh Kelvin."Sudahlah, jangan dibahas dulu. Ayo siap-siap dan ajak Niveria. Ada acara dari Direktur B

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 55

    Saat ini, di ruang kantor di atas gedung perkantoran, perban di wajah Karlo sudah dibuka.Karlo duduk di kursinya sambil terus memutar pulpen. Senyuman tersungging di bibirnya.Suasana hatinya sangat riang.Karlo sangat marah karena dipukul habis-habisan oleh anak buah Niveria. Niveria jelas bukan o

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 80

    Ekspresi Charles sedikit bergetar."Kalau dibandingkan dengan Niveria, Shintia itu kalah dalam segalanya. Dari penampilan, bentuk tubuh, latar belakang keluarga, pembawaan diri, sampai kepribadiannya, nggak ada satu pun hal darinya yang bisa menyaingi Niveria." Kelvin melanjutkan, "Kalau bukan karen

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 58

    Sambil berkata, Victor hendak menarik Kelvin naik tangga.Pria itu justru maju dan menghalangi di depan tangga. "Victor, kamu mau apa? Asal bawa orang dan ngaku dokter hebat? Kampungan dari mana yang kamu cari ini? Kalau dia naik, lalu Ayah kenapa-kenapa dan benaran mati, harus gimana?"Dalam situas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status