LOGINGrup Sirait adalah salah satu perusahaan paling elite di Kota Lamur. Rapat pagi ini dihadiri banyak peserta. Hampir semua eksekutif di kantor pusat berkumpul. Sekitar 100 orang duduk di ruang konferensi yang besar.Setelah semua orang duduk, Victor melirik dokumen di tangannya, lalu menatap Jayden yang duduk di sebelah.Jayden duduk dengan angkuh di kursinya dan mendengus dingin."Semua orang sudah hadir, 'kan?" Pada saat ini, Victor berujar dengan tenang. "Sebelum rapat dimulai, aku mau umumkan dua keputusan yang diputuskan tiba-tiba.""Yang pertama, Grup Sirait akan sepenuhnya bekerja sama dengan tiga perusahaan Bu Niveria," ujar Victor dengan tenang.Namun, kata-kata ini segera menimbulkan kericuhan. Beberapa anggota Keluarga Sirait yang duduk di paling depan mengerutkan kening dalam-dalam.Jayden menggebrak meja dan segera berdiri sambil berkata, "Victor, apa kamu mau menyeret Grup Sirait ikut jatuh bersamamu?"Victor meliriknya dan bertanya, "Kamu keberatan?""Huh! Niveria sudah
Kelvin mengulangi apa yang dikatakan Jimmy.Victor tiba-tiba berbalik, lalu menatap Jimmy dengan dingin dan berkata, "Kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini!"Jimmy awalnya sedikit terkejut. Kemudian, dia mencibir, "Pak Victor, sepertinya kamu nggak punya hak untuk tentukan aku dipecat atau nggak!"Victor menatapnya dengan dingin dan berujar, "Mari kita lihat apa aku berhak atau nggak. Memecatmu sekarang justru untuk menyelamatkan harga dirimu. Kalau aku umumkan pemecatanmu di depan semua orang di rapat nanti, kamu akan lebih malu lagi!"Seusai berbicara, dia berkata kepada Kelvin, "Mari kita ke kantorku dan bicara di sana."Kelvin mengangguk.Keduanya berjalan memasuki gedung.Jimmy berdiri di tempat dengan ekspresinya tidak bisa ditebak. Kemudian, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jayden. Jimmy segera berkata, "Victor ... mau memecatku!""Coba saja kalau dia berani!" Jayden mencibir di ujung telepon, "Kamu anggap saja nggak terjadi apa-apa dan kerja sebagaimana mestinya. A
Kata-kata ini jelas merupakan godaan terang-terangan terhadap Niveria di depan Kelvin.Kelvin melangkah maju dan berkata, "Jaga ucapanmu."Pria itu menatap Kelvin dan menyahut sambil mengerutkan kening, "Kamu pikir kamu itu siapa? Aku lagi ngomong sama majikanmu. Apa hakmu untuk menyela?Sangat jelas bahwa bajingan ini menganggap Kelvin sebagai Deven dan mengira dia adalah pengawal Niveria.Tatapan Kelvin berubah dingin.Melihat ekspresi Kelvin, pria itu mengangkat alisnya dan berkata, "Kenapa? Kamu mau main tangan di depan umum? Ini masyarakat yang diatur oleh hukum. Kalau memukulku, kamu nggak akan bisa tanggung konsekuensinya!""Apa yang kalian ributkan di depan gerbang perusahaan sepagi ini!" Tepat pada saat ini, sebuah suara yang agak berwibawa terdengar dari belakang mereka.Kelvin dan yang lainnya menoleh. Begitu melihat orang yang datang, ekspresi direktur keuangan perusahaan ini sedikit berubah. Kemudian, dia berdeham dan berujar, "Pak Victor, begini, Bu Niveria datang untuk m
Kelvin mengangguk dan berkata, "Ayo pergi."Setelah masuk ke mobil, Niveria dan Kelvin duduk di belakang. Niveria menatap Kelvin dan bertanya dengan kening berkerut, "Kamu ... benar-benar punya uang sebanyak itu? Kalau benar, kamu juga bersedia biarkan aku menggunakannya sesuka hati?""Tentu saja!" Kelvin menatap Niveria dan menjawab, "Kamu istriku. Aku menghasilkan uang memang untuk kamu. Kamu cuma perlu kembangkan apa saja yang kamu mau sesuai pemikiranmu. Serahkan pendanaannya padaku!"Niveria menarik napas dalam-dalam dan menyahut, "Aku sudah pikirkan matang-matang. Aku berencana daftarkan sebuah perusahaan modal. Paman Deven akan jadi perwakilan hukumnya. Kemudian, kami akan akuisisi sebuah rantai industri. Dengan begitu, Keluarga Jahan dan paman keduaku nggak akan curigai kami. Setelah rantai industri terbentuk, kita ... kembali ke Kota Yanir!"Kelvin mengangguk dan berkata, "Aku nggak ngerti soal ini. Kamu lakukan saja semuanya dengan berani.""Terima kasih!" Niveria mengangguk
Kelvin naik ke lantai atas, lalu mencari pengisi daya dan mencolokkan ponselnya. Setelah menyalakannya kembali, dia membuka WhatsApp dan memeriksanya.Ada cukup banyak pesan masuk di WhatsApp.Akun WhatsApp-nya baru saja terdaftar. Akun sebelumnya adalah milik Niveria. Setelahnya, dia merasa kurang nyaman menggunakannya dan mendaftarkan akun baru.Dia menambah ulang kontak semua orang yang baru-baru ini dia kenal.Julia dan Niveria mengiriminya banyak pesan! Pesan Julia sebagian besar dari malam itu. Kelvin membukanya, lalu keluar.Di sisi lain, Niveria bertanya kapan dia akan kembali dan mengirim beberapa pesan setiap hari.Selain itu, Yanisa juga mengiriminya beberapa pesan.Setelah mendaftarkan akun WhatsApp baru, dia menambahkan kontak Yanisa di WhatsApp-nya.[Kamu lagi ngapain?][Kamu mengabaikanku?][Huh, aku juga akan mengabaikanmu!][Kamu lagi ngapain sih?][Bisa nggak kamu balas pesanku?][Ponselku akan disita. Aku khawatir aku nggak bisa hubungi kamu lagi. Aku mau ngobrol de
Satu jam kemudian, Kelvin dan Andriyan selesai merapikan barang dalam kamar dan kembali ke meja resepsionis untuk check out.Saat ini baru sekitar pukul tujuh pagi. Mereka tiba di pelabuhan lebih awal, membeli tiket, dan berencana untuk kembali ke Kota Lamur!Perjalanan kali ini memakan waktu tiga hari.Kelvin tidak menyangka terobosannya akan menghabiskan waktu selama itu. Dia bahkan belum mengisi daya ponselnya. Saat merapikan kamar tadi, dia juga lupa.Faktanya, Kelvin yang sekarang tidak terlalu bergantung pada ponsel.Tiga hari memang agak lama. Dia khawatir sesuatu mungkin telah terjadi.Setelah kapal berlabuh, dia berencana untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Andriyan.Andriyan berkata, "Aku anggap kamu sebagai sahabat, tapi kita mungkin harus tunggu sesaat sebelum memurnikan Pil Pemeliharaan Spiritual lagi. Aku mau meninggalkan Kota Lamur untuk sementara waktu dan mencari tempat untuk berkultivasi dalam pengasingan, lalu menembus ke Tahap Pemeliharaan Spiritual."Kelvin me
Niveria memandangi Sherline sambil menyeringai dan bertanya, "Kamu adiknya Shintia, Sherline ya?""Mau tahu saja!" Sherline mendengkus.Kemudian, Sherline mengambil sebuah jimat dari kursi penumpang dan berkata, "Kenal nggak? Kakek suruh aku tunjukkan ini ke kamu. Dia bilang mau ketemu kamu!"Itu ad
Usai makan, Kelvin ingin membayar uang sewa kamar untuk beberapa waktu ke depan, tetapi ditolak keras oleh keluarga Kristin.Mereka mengatakan Kelvin sudah banyak membantu hari ini, dan kamar di wisma juga kosong. Kelvin bisa menginap gratis, terserah ingin tinggal berapa lama pun.Kelvin tidak bisa
Setelah Kelvin pergi, Dennis mendekati Revan dan menepuk-nepuk bahunya.Revan bertanya sambil tersenyum menyanjung, "Pak Dennis, gimana kalau kita biarkan saja masalah ini berlalu?""Biarkan masalah ini berlalu?" Dennis menatapnya dengan dingin dan menjawab, "Mereka mau kamu dirawat di rumah sakit u
"Musuh?" tanya Julia."Ya, mereka mau bunuh aku!" jawab Kelvin sambil mengangkat bahu."Hmm?" Julia menatap Kelvin dengan terkejut, lalu perlahan-lahan mengembuskan napas dan berkata, "Meski mabuk, aku juga tahu sedikit informasi tentangmu.""Eh? Misalnya?" tanya Kelvin."Misalnya, 'ahli alkimia lev







