INICIAR SESIÓNFelix berjalan ke dalam dari tengah hujan deras. Saat memasuki rumah, sepasang matanya tertuju pada Iblis Berwajah Senyum.Sementara, saat Iblis Berwajah Senyum melihat Felix, Felix memang kelihatannya seperti seorang orang biasa, tapi seluruh bulu kuduk di tubuhnya malah langsung berdiri.Firasat Felix mengatakan seandainya dia turun tangan, dirinya pasti akan mati dengan sangat amat mengenaskan!Setelah Felix memasuki rumah, Niveria pun merasa sangat kehabisan kata-kata. Dia langsung membalikkan tubuhnya berjalan ke lantai atas, tetapi Felix malah tidak menghiraukannya. Dia terus menatap Iblis Berwajah Senyum dengan lekat-lekat, lalu mengabaikan keberadaan orang-orang di sekitar, langsung bertanya padanya bagai sedang menginterogasi tersangka saja.Iblis Berwajah Senyum masih saja tersenyum. Dia kelihatan sedikit merendah dan menjawab pertanyaan dengan baik.Hanya saja, hatinya malah semakin panik saja. Tekanan dari setiap ucapan Felix terasa terlalu kuat.Niveria dan Deven tahu akan
Sepertinya Sofian bisa mendengar ucapan wanita berjubah putih itu. Dia segera membuka matanya. Dia juga tidak menghiraukan luka di tubuhnya, segera berlari ke hadapan Kelvin, lalu berkata sembari menatap Kelvin yang berbaring di atas lantai, "Kamu bilang dia itu Kelvin? Cucunya Tristan?""Iya!" Wanita berjubah putih mengangguk dan berkata, "Sebelum Tristan pergi berduel dengan orang itu, dia pernah mencariku, menyuruhku pergi ke Desa Panjang Umur untuk melindungi Kelvin hingga dia berusia 30 tahun. Beberapa saat lalu, dia pun pergi ke Kota Jingawan, aku juga tergolong sudah menyelesaikan pesan dari Tristan dan meninggalkan Desa Panjang Umur!"Selesai berbicara, wanita itu menatap Kelvin dan berkata, "Saat dia pergi, mata batinnya masih belum terbuka. Aku nggak menyangka baru dalam hitungan bulan saja, dia sudah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual."Saat mereka sedang berbicara, tungku hitam yang mengambang di tengah udara bergetar, lalu segera mengecil, masuk ke dalam mulut Kelvin.…
Lantaran Kelvin memelesat ke atas dengan cepat, dia pun terjatuh dengan cepat juga.Petir ungu yang tebal itu menyambar ke tungku hitam di atas kepala Kelvin, lalu menembus tungku itu dan menghantam tubuh Kelvin.Tadinya Kelvin masih merasa gembira. Dia merasa petir itu benar-benar sempurna, sesuai dengan kebutuhannya. Alhasil, siapa sangka baru saja petir itu mengenai tubuhnya, dia pun merasakan rasa sakit yang kuat hingga menusuk di tubuhnya.Kekuatan dari petir itu benar-benar di luar dugaan Kelvin.Dalam sesaat, Kelvin kehilangan kesadarannya. Dia pun langsung jatuh dari atas langit.Kemudian, tubuhnya menghantam lantai dengan kuat.Sofian pun berdiri dengan terbengong melongo di sana.Pria itu menatap Kelvin yang telah disambar petir hingga hitam gosong itu, lalu bertanya, "Apa … kamu lagi menyelamatkanku?"Dari kejauhan, wanita berjubah putih segera berlari kemari. Dia pun terbengong sesaat ketika melihat Kelvin yang berbaring di atas lantai. Dia bertanya, "Apa yang terjadi?"Sof
"Mesti cari cara untuk bisa memancing kilatnya kemari," kata Kelvin sembari berpikir.Kelvin berpikir sejenak, lalu membalikkan satu tangannya. Tungku itu segera mengambang di atasnya. Tungku terbuat dari unsur emas dan emas bisa memancing petir. Kelvin yang telah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual sudah sepenuhnya bisa mengendalikan artefak spiritual. Dia pun mengendalikan tungku untuk mengambang di atas kepalanya.Kemudian, Kelvin mengeluarkan Pedang Matahari Biru, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi di atas kepalanya.Kilat di atas langit jatuh beberapa kali lagi. Hanya saja, semuanya jatuh ke suatu arah di dalam hutan pegunungan. Kelvin merasa tangannya pegal karena terus diangkat. Hanya saja, petir itu tidak menyambar ke sisinya sama sekali."Sialan!" Kelvin merasa agak panik.Hujan petir ini biasanya tidak akan berlangsung terlalu lama. Dia melihat ke arah jatuhnya petir, mengendalikan tunggu untuk mengambang di atas kepalanya sembari mengangkat pedang, lalu berlari ke arah itu!
Tentu saja Kelvin tidak tahu dengan semua ini.Di tengah hujan badai, hampir tidak ada orang yang lalu lalang di jalan Kota Lamur. Hanya ada beberapa mobil yang melaju dengan buru-buru!Kecepatan Kelvin sangatlah cepat. Dia sudah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual, jadi kecepatannya bagai bayangan saja. Dia menerobos ke dalam kerumunan dalam seketika, lalu bergegas ke gedung lantai 13.Kelvin naik ke atas dengan lift, lalu segera naik ke atap gedung.Di atas langit, petir terus menyambar. Kelvin langsung pergi ke samping alat penangkal petir yang berukuran besar. Ketika melihat petir di atas langit, dia pun menjilat bibirnya dan berkata, "Berhasil atau nggak, semuanya tergantung kesempatan kali ini."Duar!Petir terus menyambar di atas langit tinggi!Kelvin menarik napas dalam-dalam. Dia mengulang dua kali metode menangkap benih spiritual petir api di dalam benaknya, kemudian mengembus napas panjang.Pada saat ini, sebuah petir besar tiba-tiba menyambar ke arah penangkal petir di si
Raut wajah Niveria tampak berubah ketika berbicara. "Hujan lebat sekali. Ngapain kamu ke luar?""Aku nggak sempat buat jelasin!" Kelvin malah tidak peduli, langsung menerjang ke luar.Air hujan segera membasahi pakaian Kelvin. Hanya saja, Kelvin malah melihat ke atas langit. Dia berencana untuk pergi ke atap gedung tertinggi di Kota Lamur!Ini adalah kesempatan terbaik bagi Kelvin untuk mendapatkan benih spiritual petir api!….Pada saat Kelvin menerjang ke luar, di depan pintu gerbang Vila Lamur Prime, sebuah sepeda listrik sedang melaju perlahan di tengah hujan deras. Ketika dia mengendarai sepeda ke depan pintu gerbang Vila Lamur Prime, satpam segera menghalangi langkahnya!Orang itu mengenakan seragam kurir online. Di bagian belakang sepedanya diletakkan beberapa makanan. Dia segera berkata, "Hei, buka pintunya sebentar. Aku datang untuk antar makanan!"Vila Lamur Prime adalah markas Pengawas Malam di Kota Lamur. Orang yang tinggal di dalam sana adalah kultivator. Sistem keamanan d
Niveria pergi mengganti baju yang lebih formal. Terlihat jelas bahwa kalangan orang elite seperti mereka yang berbisnis masih sangat menghormati pihak perbankan.Setelah ganti baju dan turun, ponsel Kelvin akhirnya bisa dihidupkan kembali.Niveria pun berkata pada Kelvin, "Kalau begitu ... kamu cas
Saat ini, di ruang kantor di atas gedung perkantoran, perban di wajah Karlo sudah dibuka.Karlo duduk di kursinya sambil terus memutar pulpen. Senyuman tersungging di bibirnya.Suasana hatinya sangat riang.Karlo sangat marah karena dipukul habis-habisan oleh anak buah Niveria. Niveria jelas bukan o
Kelvin menoleh ke arah suara dan melihat Niveria berdiri tak jauh di sana.Rambut hitam Niveria terurai. Kacamata hitamnya menggantung di dahi. Wajah cantiknya memancarkan hawa dingin.Mata Niveria menatap ke arah mereka.Kelvin memandangi tangan mereka yang masih berjabatan. Entah mengapa, dia tiba
Pada saat yang sama, sudut bibir Karlo juga menampakkan senyum licik. Segera setelah itu, suaranya tiba-tiba meninggi ketika memaki, "Dasar orang kampung! Kamu datang ke sini cuma buat numpang makan dan minum ya?"Di dalam balai riung, meskipun jumlah orang cukup banyak, kebanyakan berbicara dengan







