LOGINPekerjaan penanganan di lokasi tetap harus dilakukan oleh pihak Pengawas Malam dan aparat resmi.Niveria sendiri masih belum benar-benar memahami situasinya. Dia tumbuh di dunia biasa sebagai anak keluarga kaya dan hampir tidak tahu apa-apa tentang dunia kultivasi.Hanya saja, Niveria sepenuhnya percaya pada Kelvin. Apa pun yang suaminya lakukan, dia hanya akan mengikuti.Rombongan itu berjalan menuju pintu keluar kompleks.Kelvin berpikir sejenak, lalu berkata, "Kebetulan malam ini terjadi beberapa hal juga. Nanti, sekalian saja bawa beberapa orang ke markas kalian."Saat sampai di gerbang, beberapa anggota Pengawas Malam yang tadi ditahan oleh Kelvin terlihat mengernyit dan sangat tidak senang."Bereskan tempat ini, lalu bersiap kembali," ucap Miguel sambil melambaikan tangan.Mereka pun berjalan keluar. Andriyan segera mendekat dan bertanya, "Gimana? Nggak apa-apa, 'kan?"Kelvin mengangguk. Andriyan melirik Miguel dan yang lainnya. Matanya sedikit menyipit, lalu dia bertanya pelan,
Usai berkata demikian, Miguel menatap ke arah dalam rumah. Dia menarik napas dalam sebelum berkata, "Nggak disangka, Teknik Hati Ilahi bisa-bisanya muncul di sini sekarang!"Wuuung!Saat Miguel masih menjelaskan, tiba-tiba dari dalam vila, sebuah sosok perlahan melayang ke atas.Kelvin langsung menoleh. Orang yang melayang itu adalah Niveria. Di tubuhnya, terpancar aura yang lembut. Matanya terpejam dan seluruh dirinya terlihat anggun seperti peri yang turun ke dunia.Di depan Niveria, sebuah batu giok memancarkan cahaya lembut. Sementara itu, energi halus terus mengalir masuk ke dalam tubuhnya.Melihat itu, mata Miguel langsung memicing. "Harta tahap fondasi!""Harta tahap fondasi?" Kelvin mengernyit."Di zaman sekarang, benda seperti itu sudah nggak bisa dibuat lagi. Fungsinya untuk membangun dasar kultivasi. Orang yang memilikinya bisa dengan cepat melewati Tahap Pemurnian Energi dan Tahap Pembukaan Batin." Miguel menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Batu giok ini kemungk
Kelvin juga sedikit terkejut. Saat kedua orang itu memanggil pria tersebut, dia langsung tahu bahwa orang ini adalah penanggung jawab Pengawas Malam di Kota Yanir, Miguel.Hanya saja, yang tidak Kelvin sangka adalah Miguel ternyata masih sangat muda.Tentu saja bagi para kultivator, kecuali mereka yang batas umurnya sudah hampir tiba dan benar-benar mulai menua, yang lainnya tidak bisa dinilai usianya dari penampilan.Awalnya, mereka berdua berencana bertemu besok. Namun karena kemunculan Tarot, mereka justru bertemu lebih awal malam ini."Ini tempat tinggalmu?" tanya Miguel sambil mengernyit.Kelvin mengangguk dengan raut wajah penuh kekhawatiran.Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba dari dalam rumah muncul sebuah aura yang lembut dan perlahan menyebar keluar.Pupil mata Miguel mengecil. Dia langsung menatap ke dalam vila dan berucap dengan sedikit terkejut, "Ini… Teknik Hati Ilahi ya?""Hmm?" Kelvin bertanya dengan terkejut, "Apa itu Teknik Hati Ilahi?""Sepertinya benar kata Feli
Ekspresi Kelvin terlihat sangat muram.....Di pintu masuk kompleks, seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun turun dari mobil. Dia mengenakan pakaian merek terkenal dan terlihat santai. Dia melirik Andriyan dan Ferlin di samping, lalu sedikit mengernyit.Andriyan juga menatap pemuda itu dengan penuh kewaspadaan.Kemudian ... pemuda itu berjalan ke arah garis pembatas, mengeluarkan kartu identitas, lalu masuk ke dalam. Beberapa langkah kemudian, dia melihat empat orang yang berdiri kaku di tempat."Kalian sedang apa?" tanya pemuda itu dengan alis berkerut. "Sudah ada orang mati, kalian malah berdiri seperti ini?""Bos, kami ... nggak bisa bergerak," jawab salah seorang pria.Pemuda itu adalah penanggung jawab Pengawas Malam di Kota Yanir, Miguel.Ekspresinya sedikit berubah. Miguel lalu berjalan mendekati keempat orang itu dengan kekuatan sejati mengalir di tangannya. Tak lama kemudian, empat jarum perak keluar dari tubuh keempat orang itu dan jatuh ke tangannya."Ada seseorang yang men
Mendengar itu, Kelvin sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dia langsung melepaskan tangan orang yang menahannya dan berusaha menerobos masuk.Namun, Pengawas Malam itu tetap mencengkeram tangannya sambil berkata, "Kamu nggak boleh masuk sekarang. Kami harus memastikan identitasmu dulu!"Kelvin sudah tidak peduli lagi pada saat ini. Dia mengayunkan tangannya. Kekuatan sejati sedikit bergetar, lalu dia langsung melepaskan diri.Ekspresi beberapa orang lain yang melihat itu sontak berubah. Mereka segera bergerak untuk menghentikan Kelvin.Swish!Dalam sekejap, Kelvin mengayunkan tangan kanannya. Empat jarum perak memelesat keluar. Berhubung jaraknya dekat, dalam sekejap keempat orang itu terkena dan langsung kaku di tempat.Keempatnya hanya berada di Tahap Pembukaan Batin dan Tahap Pemurnian Energi. Dengan kekuatan Kelvin sekarang, mengendalikan mereka bukanlah hal sulit.Setelah menahan mereka di tempat, Kelvin langsung berlari menuju vilanya.Kecepatannya sangat tinggi. Tak lama kemudian
Kelvin mengikuti arah suara itu dan melihat ke depan. Di pintu gerbang, ada seseorang tergeletak di tanah. Tubuhnya dipenuhi kartu tarot!Sebuah nama langsung muncul di benak Kelvin!'Peringkat kedua di daftar pembunuh bayaran jaringan gelap! Tarot!'Begitu teringat Niveria masih berada di vila, kulit kepala Kelvin langsung terasa dingin. Dia bergegas berlari menuju pintu masuk kompleks.Raut wajah Andriyan dan Ferlin juga berubah, tetapi mereka tetap mengikuti di belakangnya.Baru saja mendekat, dua orang langsung mengadangnya. Salah satu dari mereka berujar, "Maaf, ini adalah lokasi pembunuhan. Harap berhenti di sini!"Saat itu, hati Kelvin kacau sekali. Dia berhenti, tanpa langsung menerobos. Namun dari depan, dia bisa mendengar beberapa orang beridentitas petugas sedang memeriksa mayat yang penuh kartu tarot itu.Percakapan mereka juga terdengar jelas."Tarot ini memang masih sama, begitu sombong dan suka bunuh sembarangan!" maki seorang wanita. "Gimana kondisi di dalam?""Lagi dil
Apalagi Karlo sama sekali tidak tahu bahwa masih ada seorang leluhur yang hidup di Keluarga Lorenz.Di sisi lain, Albus memegang mikrofon. Dia tersenyum tipis, lalu berkata, "Para hadirin sekalian, tentu ada alasan aku mengundang kalian semua berkumpul di sini hari ini. Pertama, karena sudah cukup l
Ekspresi Charles sedikit bergetar."Kalau dibandingkan dengan Niveria, Shintia itu kalah dalam segalanya. Dari penampilan, bentuk tubuh, latar belakang keluarga, pembawaan diri, sampai kepribadiannya, nggak ada satu pun hal darinya yang bisa menyaingi Niveria." Kelvin melanjutkan, "Kalau bukan karen
Di vila Keluarga Limanta.Tepatnya di depan vila, sebuah mobil berhenti mendadak dengan kecepatan tinggi.Dari kursi belakang, Daniel turun dengan tergesa-gesa, lalu langsung berlari masuk ke vila. Raut wajahnya dipenuhi kepanikan dan kegelisahan.Begitu masuk, pembantu yang sedang membersihkan vila
Kelvin menyimpan kembali kantong jarumnya, lalu keluar dari kamar mandi.Begitu melihatnya keluar, Charles langsung berbicara sambil tersenyum ramah, "Kelvin, silakan duduk."Kelvin tersenyum tipis, lalu berkata, "Um ... gimana kalau aku langsung naik saja untuk mengobati Shintia dulu? Sejujurnya, s







