Beranda / Urban / Sang Dewa Perang Terkuat / 42. Tebakan Shirley

Share

42. Tebakan Shirley

Penulis: Zila Aicha
last update Terakhir Diperbarui: 2023-05-08 21:24:16
Jody Gardner mengangguk tenang dan Steven segera mengucapkan beberapa rencana yang telah muncul di dalam kepalanya.

Begitu mendengar rencana yang terdengar luar biasa itu, Jody Gardner tertawa terbahak-bahak sambil menepuk-nepuk punggung sang anak buah.

"Wah! Tak kusangka. Kau benar-benar sangat ahli dalam hal ini. Dari mana kau bisa mendapatkan ide se-briliant itu?"

Steven hanya tersenyum senang mendengar pujian dari sang jenderal.

Sementara itu, di bagian tempat peristirahatan yang lain, Bill, Sang Dewa Perang Terkuat yang pernah dimiliki oleh Kerajaan Ans De Lou terlihat sedang duduk di taman bersama dengan anak buah kepercayaannya, Andrew.

"Ah, rasanya saya tidak pernah sebahagia ini selama 3 tahun ini," ucap Andrew.

"Kenapa?" tanya Bill yang saat ini sedang menikmati udara malam sambil merapatkan jaketnya.

"Menang."

Bill segera menoleh ke arah sang anak buah yang sedang tersenyum, "Jody Gardner juga telah memenangkan beberapa perang bersamamu kan?"

Andrew Reece mengangg
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Dewa Perang Terkuat    94. Boleh Bergabung?

    Knox memutar bola mata, “Aku tidak membencinya. Aku hanya kesal karena dia … mengabaikan aku ketika aku diserang oleh Kyland dan Reinhard.”Elliot mengernyitkan dahi, menatap Knox dengan tatapan sulit percaya.Knox pun tertawa masam, “Aku sudah mengira kalau kau tidak akan percaya, jadi lupakan saja apa yang aku katakan.”Pria muda itu pun lanjut melangkah ke arena selanjutnya dengan dipenuhi rasa kecewa. Sementara itu Elliot malah justru terdiam.Dia memang mengenal First lebih dulu daripada Know dan dia tidak melihat adanya tanda-tanda hal yang aneh dari First.Pangeran dari Kerajaan Kiansa itu bahkan membantu Gale di saat sahabat baiknya itu terkena jarum-jarum beracun.Dikarenakan hal itu, dia pun sulit mempercayai apa yang dikatakan oleh Knox.Akan tetapi, dia bisa membaca ekspresi Knox yang penuh dengan kejujuran. Sehingga dia menjadi sekit agak bingung.“Sudah aku katakan,

  • Sang Dewa Perang Terkuat    93. Ini Belum Berakhir, Gardner!

    Knox menggertakkan gigi, masih terlalu kesal pada First yang memilih untuk mengabaikannya dan pergi dari sana. Belum sempat pemuda itu berpikir untuk menyerang Kyland dan Reinhard, Kyland sudah menendangnya terlebih dulu. Knox yang tidak siap itu kembali terjatuh lagi. Di saat dia hendak bangkit, Reinhard dengan begitu cepat langsung menahannya dan menindihnya. Dia menggunakan pisau milik Kyland untuk berniat menusuk Knox. Tapi tidak disangka-sangka pada saat itu dia dilempar oleh batu yang tepat mengenai tangannya hingga membuat dirinya kehilangan kendali atas pisau itu. Pisau tersebut jatuh dan hal itu dimanfaatkan oleh Knox untuk memukul balik Reinhard. Kyland yang melihat hal itu segera mengambil pisau miliknya lagi dan berniat untuk mengambil alih tugas Reinhard untuk membunuh Knox. Tapi, hal itu tidak bisa dilakukan sebab tangannya malah terpanah secara tiba-tiba. “Brengsek!” Kyland mangumpat sembari menahan rasa sakit di tangannya. Orang yang melakukan serangan itu ad

  • Sang Dewa Perang Terkuat    92. Kau Pasti Akan Mati dengan Cepat!

    Richard bangkit dengan cepat lalu buru-buru menyusul Kharel.Keduanya mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing, bersiap-siap untuk melakukan serangan balasan terhadap si penyerang yang belum terlihat oleh mereka itu.Sebelum mereka bisa menemukan lokasi si penyerang, dua bola api kembali dilemparkan ke arah mereka.Namun, berkat kelincahan kedua pemuda itu mereka pun bisa menghindar tepat waktu.Tapi, setelah serangan itu Kharel yang memang memiliki pendengaran yang sangat tajam menoleh ke arah Richard, “Aku tahu tadi mana mereka.”Richard menaikkan alis kanan, “Bagaimana kau bisa tahu?”Kharel hanya menjawab, “Ikut aku saja! Ayo cepat, Richard!”Richard tidak memprotes meskipun dia menginginkan sebuah jawaban. Pemuda yang masih berusia tujuh belas tahun dan memiliki perbedaan umur sebanyak empat tahun itu mengikuti Kharel.Sementara itu di arena yang lain suasana ter

  • Sang Dewa Perang Terkuat    91. Fase Kedua

    “Aku … ingin keluar dari tempat ini.”Untuk sesaat Richard hanya bisa berkedip-kedip ketika mendengar jawaban Jeremy.“Aku dan salah seorang temanku sudah terlalu muak berada di sini.” Jeremy menambahkan dengan ekspresi wajah terlihat lelah. Richard menghela napas panjang, tapi belum memberikan komentar apapun.Sebelum dia sempat memberikan tanggapan, dia malah kembali mendengar jeremy berbicara lagi, “Menghancurkan perserikatan kerajaan-kerajaan yang berisi begitu banyak orang yang memiliki kekuatan besar tentu akan sulit.”Dia berhenti sejenak dan menatap Richard dengan tatapan penuh keyakinan, “Tapi … membawaku keluar dari tempat sialan ini kurasa tidak terlalu sulit. Benar begitu, Putra Mahkota?”Richard De Kruk yang memang terkenal memiliki ekspresi datar pun akhirnya menjawab, “Baiklah, sepakat.”Jeremy melebarkan mata, tampak terkejut dengan persetujuan Richard yang begitu mudahnya. “Kau setuju?”“Ya.”“Kau … tidak akan berubah pikiran?”Richard mendengus pelan, “Jika kau ber

  • Sang Dewa Perang Terkuat    Pengumuman -_-

    Hai, Pembaca Setia Mohon maaf sebesar-besarnya saya belum bisa publish lanjutan cerita buku ini di malam ini.Selanjutnya, saya akan coba publish besok ya Readers. Omong-omong masih adakah yang menunggu-nunggu lanjutan cerita ini? Bisakah beri komentar di sini?Kemungkinan besar season 4 buku ini akan segera tamat di bulan ini. Semoga masih setia menunggu akhir dari kisah Kharel Mackenzie dan teman-temannya ya.Terima kasih. ^•^Salam hangat,Zila Aicha

  • Sang Dewa Perang Terkuat    90. Aku Juga Tidak Percaya Mereka!

    Niall terlihat ragu-ragu.Tapi, saat dia mengingat bagaimana ketelitian Richard yang juga sama seperti Kharel, dia pun berpikir bahwa Richard tidak akan mungkin memberikan ide jika dia tahu hal itu akan berakhir burukDikarenakan keyakinannya itu, Niall mengambil napas dalam-dalam, “Baiklah, kita coba saja. Lagipula, kita tidak punya banyak pilihan.”“Kau benar. Mereka juga belum tentu mau menolong Niall,” Kharel juga setuju.Richard menahan napas saat Niall mulai membuka obat yang dimiliki oleh Roy Ways itu.Obat itu ternyata berjumlah cukup banyak sehingga mereka menggunakannya dengan sangat hati-hati.“Tidak ada petunjuk apapun. Berapa dosis yang harus kita gunakan?” Niall pertanyaan dengan alis mengerut.First Kiansa yang baru sa berjalan menuju ke arah mereka pun menjawab cepat-cepat, “Satu butir sudah cukup.”Niall sontak menoleh ke arah sang pangeran

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status