Se connecterLarik energi seperti air terus menderu dengan kecepatan tinggi menuju tempat dewa Karberos yang sebelumnya terdapat Arga di sana.Karena Arga sudah berpindah tempat, larik energi itu akhirnya hanya dapat menghantam tempat kosong.Bummmmmmm!Ledakan dahsyat terjadi tidak dapat terelakan, menciptakan gelombang energi sangat besar yang menguncang daratan.Cahaya dari ledakan itu menghancurkan apa pun yang dilewatinya, rumput, pohon, bebatuan dan semua yang ada di sana lenyap menjadi debu menyisakan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi ke atas langit.Naas bagi Karberos yang berada paling dekat dengan pusat ledakan, tubuhnya terpelanting sejauh ratusan meter ke arah laut hingga berakhir tenggelam dengan luka yang cukup parah.Entah ini sebuah kebetulan atau memang sudah direncanakan Arga, di mana dengan Karberos tidak berkutik menerima serangan itu.Jika benar ini sudah direncanakan Arga, maka kecerdasan pemuda itu sungguh sangat mengerikan karena mampu mengelabui seorang dewa.Semua
Raja kegelapan segera menghilang dari pandangan membuat dewa Karberos mundur puluhan langkah.“Mau kemana kau anjing jelek,” seru raja kegelapan yang tiba-tiba muncul disisi Karberos.Sial! Raja Karberos dengan cepat menyilangkan dua cakarnya menahan tebasan pedang hitam.Traaaang! Bummmm!Dua kekuatan maha tinggi bertemu di atas daratan menciptakan ledakan besar yang melontarkan tubuh keduanya.Dewa Karberos terlempar jauh ke arah pantai, sementara raja kegelapan terlempar ke belakang dan berhenti setelah menghantam gunung merapi.Kawah gunung seketika bergejolak terkena hantaman energinya sehingga tidak lama lagi gunung itu mungkin akan Meletus.“Celaka! jika gunung ini Meletus, maka semua temanku bisa mati berengsek,” maki Arga pada raja kegelapan.“Hahaha, aku tidak sengaja. Tapi baguslah, aku akan senang jika semua temanmu mati,” raja kegelapan malah tertawa.Tentu saja dia senang karena jika semua teman Arga mati, jiwa pemuda itu akan terguncang dan berada pada titik terlemah. P
“Kakang,” Mutiara Sendayu terkejut mendapati Arga kembali menjadi sosok gelap. Gadis itu ingin bangkit tetapi luka yang dia derita tidak membiarkannya.Wajah Mutiara Sendayu memucat khawatir Arga telah lepas kendali di mana menurut Zufu, itu memungkinkan raja kegelapan bangkit menguasai tubuhnya.Sementara raja Udawa tampak senang dengan kedatangan Arga kerena panglima Ameut dan Songok dapat terselamatkan.“Kau memaksakan dirimu lagi Dayu,” Arga tiba-tiba sudah berada di sisi Mutiara Sendayu membuat gadis itu semakin terkejut karena tidak menyadari entah kapan Arga bergerak.“Ka-ka—kakang? Ka-kaukah itu?” tanya Mutiara Sendayu terbata.“Ini memang aku, tetapi maaf, paras ini milik orang lain,” jawab Arga menyeringai lebar.“Ba-bagaimana dengan tubu …?”“Kau tidak perlu berkata lagi, lukamu sudah amat parah Dayu,” Arga memotong ucapan gadis itu.Selanjutnya dia mengalirkan energi regenarasi tubuh pada kening Mutiara Sendayu, membuat semua luka ditubuhnya perlahan memulih sedikit demi s
Arga memang belum bisa mengendalikan kekuatan raja kegelapan. Jika terlalu banyak menggunakannya, dia akan tenggelam dikuasai oleh mahluk terkutuk itu.Namun meski begitu, Arga tidak pernah takut kepadanya. Alih-alih takut, dia malah sering berdebat dan saling memojokan.Entah beberapa kali keduanya bertarung di alam bawah sadar, tetapi tidak ada satu pun yang pernah kalah.Arga memang masih lemah, namun entah mengapa setiap kali raja kegelapan ingin menelan jiwa Arga, terdapat suatu energi sangat kuat yang selalu menghalangi dirinya bahkan membuat raja kegelapan lemas tidak berdaya.Berbeda dengan tubuh Lintang dan Galuh, tubuh Arga seakan tidak bisa ditaklukan. Sehingga beberapa kali raja kegelapan prustasi dibuatnya.Alhasil, mau tidak mau dia harus berbagi tubuh dengan pemuda itu.Untuk dapat menguasai tubuh Arga, pecahan ruh raja kegelapan hanya memiliki waktu sekitar 5 tahun sebelum tubuh pemuda itu benar-benar tidak bisa dirasuki.Yaitu dari rentan usia 20 sampai 25 tahun, di m
Sesaat setelah berteriak, aura hitam di tubuh Arga tiba-tiba saja bertambah pekat.Badai tercipta di atas daratan entah dari mana menerpa apa pun yang ada di sana.Atap-atap bangunan hancur berhamburan, kereta kuda, dan semua alat perang juga ikut sirna terhempas.Duke Luis bertahan dengan menancapkan pedang pada tanah, begitu juga dengan Iguro dan kedua temannya.Di dalam benteng tidak ada lagi para kesatria di mana mereka telah habis dibantai oleh pedang hitam.Yang tersisa dari tubuh para kesatria tersebut hanya tinggal potongan daging dan genangan darah, menciptakan pemandangan mengerikan layaknya medan penjagalan.Bau anyir darah dan daging mereka menyeruak ke segala arah, membuat siapa pun yang menghirupnya pasti akan langsung merinding bergidik ngeri.Namun saat ini daging dan darah itu ikut lenyap terhempas badai dari kekuatan Arga. Tanaman, rumput, serta pepohonan yang ada di dalam benteng seketika mati mengering sebelum akhirnya hangus terbakar api hitam.2000 monster Morava
Dewa berwujud Serigala berkepala tiga setinggi 50 meter menggaum menggetarkan langit dan bumi.Memiliki mata merah menyala serta taring panjang dengan gigi runcing berderet menunjukan kengerian hewan buas yang sesungguhnya.Yang pertama menjadi korban Dewa Karberos adalah 2000 pasukan aliansi bangsawan dan 3000 penyihir anak buah Odoro yang sebelumnya menjaga Lady Chambela.Mereka tewas mengenaskan dicabik hingga tidak tersisa. Sementara sebagian lain berakhir menjadi santapannya.Dewa Karberos mengamuk menyerang siapa pun yang ada di sana. Beruntung pasukan kerajaan Balkan sudah lebih dulu melarikan diri ke sisi timur.Mereka mengikuti jalan yang sebelumnya di lalui oleh rombongan raja Evandaru.“Aku tidak mau pergi paman, tuan Arga masih di sana,” teriak putri Elenio yang sedang dipikul oleh Duke Ega.Dia tidak bisa menggerakan tubuhnya karena ditotok oleh Mutiara Sendayu, sementara mulutnya terus mengoceh meminta diturunkan karena ingin menemani Arga.“Tidak Elenio! Peperangan kita







