Share

Bab 56

Author: Rana Semitha
last update publish date: 2026-05-02 20:55:14

Bab 56

Langkah kaki mereka menuruni ribuan anak tangga Bukit Bunga Matahari terasa lebih ringan meski beban di pundak Qin Guan semakin nyata. Sepanjang perjalanan pulang, Mei Ling lebih banyak terdiam, jemarinya sesekali menyentuh lengan mantel bulunya, masih berusaha memproses pertemuan ajaib dengan Lu Yuan.

“Kita pulang sekarang,” ucap Qin Guan tenang. Dia tahu jika pertemuan antara Mei Ling dan Lu Yuan membuat gadis itu sedikit gelisah. Meneruskan perjalanan ini tidak akan membuat kondisi ga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Naga Bumi   Bab 59

    Bab 59Sebelum kata pengakuan sempat meluncur dari bibir para pengawal istana yang ketakutan, udara di sekitar perkemahan mendadak mendingin secara drastis. Bukan karena angin salju, melainkan karena desingan angin tajam yang membelah keheningan malam. Sreett! Sreett! Sreett!Tiga buah pisau lempar berukuran kecil melesat bagai kilat dari kegelapan hutan pinus. Blesh! Blesh! Blesh!Suara daging yang tertusuk logam terdengar hampir bersamaan. Ketiga pengawal titipan Istana Timur itu mendadak tertegun. Mata mereka membelalak lebar, tangan mereka refleks mencengkeram leher masing-masing di mana gagang pisau hitam berukir lambang ular melingkar tertancap sempurna.Tidak ada suara teriakan. Racun yang melapisi bilah pisau itu bekerja seketika. Dalam hitungan detik, tubuh ketiganya terkulai lemas dan ambruk ke atas tumpukan salju, tewas seketika tanpa sempat membocorkan sepatah kata pun."Musuh menyerang!" teriak Kapten Bei dengan suara menggelegar.Suasana perkemahan yang tadinya tegang

  • Sang Naga Bumi   Bab 58

    Bab 58Rombongan kecil pimpinan Jenderal Muda Qin Guan telah meninggalkan gerbang ibukota sejak dua hari lalu. Saat ini, mereka memasuki kawasan Hutan Perbatasan Selatan, jalur strategis yang dipenuhi pepohonan pinus tinggi tertutup salju tebal. Udara begitu dingin hingga napas yang diembuskan berubah menjadi kabut putih pekat.Di tengah perjalanan, Qin Guan memutuskan untuk mendirikan perkemahan lebih awal karena badai salju kecil mulai turun.Api unggun besar dinyalakan di tengah area perkemahan. Para prajurit veteran pasukan Qin duduk melingkar, menghangatkan tangan sambil memeriksa senjata mereka.Di sudut lain, terpisah agak jauh dari kelompok utama, tiga pengawal tambahan yang disusipkan oleh Putra Mahkota tampak sibuk menyiapkan jatah makan malam untuk rombongan.Dari dalam tenda utamanya, Qin Guan duduk bersila di atas tikar tebal. Matanya terpejam, namun indranya tetap waspada. Luka di pinggangnya masih terasa sedikit berdenyut, tetapi metode lilin terapi dari Wang Lingling b

  • Sang Naga Bumi   Bab 57

    Bab 57Malam itu, kesunyian kediaman Keluarga Qin hanya dipecahkan oleh suara kayu bakar yang berderak di perapian. Di ruang tengah yang terbuka ke arah taman dalam, Qin Guan duduk berseberangan dengan Wang Tian Xin. Aroma lembut dari teh krisantimum mengepul dari cangkir mereka, memberikan sedikit ketenangan di tengah hawa dingin yang menusuk tulang.Tian Xin menatap uap tehnya dengan saksama, sebelum akhirnya mengangkat wajah. Matanya yang tajam menatap luka di pinggang kakaknya yang tersembunyi di balik jubah tidur yang longgar."Ge," suara Tian Xin berat, "Daftar pengawal yang dibawa Menteri Li memang berisi veteran, tapi mereka adalah tentara. Mereka terbiasa dengan medan perang terbuka, bukan serangan gelap dari orang-orang seperti Naga Hitam atau pengikut Ouyang Mu."Ia meletakkan cangkirnya dengan bunyi denting pelan. "Izinkan aku ikut. Aku tidak perlu ada di dalam daftar resmi. Aku bisa bergerak sebagai bayangan di antara pepohonan atau menyelinap di barisan belakang. Jika se

  • Sang Naga Bumi   Bab 56

    Bab 56Langkah kaki mereka menuruni ribuan anak tangga Bukit Bunga Matahari terasa lebih ringan meski beban di pundak Qin Guan semakin nyata. Sepanjang perjalanan pulang, Mei Ling lebih banyak terdiam, jemarinya sesekali menyentuh lengan mantel bulunya, masih berusaha memproses pertemuan ajaib dengan Lu Yuan.“Kita pulang sekarang,” ucap Qin Guan tenang. Dia tahu jika pertemuan antara Mei Ling dan Lu Yuan membuat gadis itu sedikit gelisah. Meneruskan perjalanan ini tidak akan membuat kondisi gadis itu membaik.Mereka berdua menunggangi sepasang kuda putih yang tertambat di kaki bukit dan kembali menuju ibukota.Setibanya di kediaman Keluarga Qin, hari sudah beranjak sore. Wang Lingling sudah berdiri di pelataran dengan wajah yang tidak bisa dikatakan ramah."Bagus sekali," sindir Lingling saat melihat kakaknya turun dari kuda. "Jenderal Pemberani kita baru saja mendaki bukit dan berkuda keliling kota dengan luka yang jahitan luarnya baru saja diperbaiki semalam. Apa kau ingin aku seka

  • Sang Naga Bumi   Bab 55

    Bab 55Qin Guan terdiam sejenak mendengar peringatan tajam dari Lu Yuan. Suasana di pelataran kuil yang tadinya tenang mendadak terasa berat, seolah udara musim dingin di puncak bukit itu membeku lebih cepat.Qin Guan melangkah maju, berdiri tepat di samping Mei Ling, lalu secara alami meletakkan tangannya di bahu gadis itu, sebuah gerakan protektif yang tenang namun penuh wibawa."Pendeta Lu," suara Qin Guan rendah namun berwibawa, "Aku menghormati masa lalumu dengan Mei Ling, dan aku memahami kekhawatiranmu. Dunia persilatan mungkin mengenalmu sebagai pendekar yang telah mati, tapi dunia militer mengenalku sebagai seseorang yang tidak pernah meninggalkan apa yang ia lindungi."Qin Guan menatap Mei Ling sejenak, sorot matanya yang tajam melembut hanya untuknya."Aku tahu bayang-bayang yang mengikutiku. Aku tahu Naga Hitam dan intrik istana bukanlah lawan yang mudah. Tapi perlu kau ketahui ..." Qin Guan kembali menatap Lu Yuan dengan tatapan tak tergoyahkan, "... Mei Ling bukan sekada

  • Sang Naga Bumi   Bab 54

    Bab 54Mei Ling perlahan memutar tubuhnya. Jantungnya berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Di depannya, berdiri seorang pria dengan pakaian pendeta yang sedikit lebih tebal, namun bekas luka panjang di pelipis kirinya tidak bisa menyembunyikan identitas aslinya."Kakak Lu ... Lu Yuan?" suara Mei Ling bergetar, nyaris tidak terdengar.Pria itu tersenyum pahit. "Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini, Mei Ling. Dunia ini benar-benar sempit, atau mungkin Dewa memang ingin aku melihatmu sekali lagi sebelum aku benar-benar melupakan masa lalu."Mei Ling menutup mulutnya dengan tangan. Ingatannya kembali ke dua tahun lalu, sebuah misi pengawalan di perbatasan barat yang berakhir menjadi pembantaian. Mereka terjebak dalam badai salju dan serangan mendadak dari kelompok bandit bayaran. Saat itu, Lu Yuan mendorong Mei Ling ke dalam celah tebing untuk menyelamatkannya, sementara pria itu sendiri tersapu oleh longsoran salju bersama para pengejarnya."Bagaimana bisa?

  • Sang Naga Bumi   Bab 2

    Sebuah kabut putih keluar dari mulut Bai Hu. Pria itu mendesah pelan sebelum akhirnya mengangguk. "Benar." Pandangan Bai Hu menerawang ke depan, menatap awan putih yang jauh di atas sana. "Saat itu aku menemukanmu di dasar jurang." Bai Hu menunduk, mengambil sesuatu dari lengan jubahnya. Itu adal

  • Sang Naga Bumi   Bab 1

    Angin dingin menusuk tulangSalju yang murni menutupi bumiSungai timur mengalir tenangTebing utara tersembunyiIni adalah akhir tahun, salju turun dengan lebat. Sebagian besar tanah di bumi Xiang tertupi salju tebal. Di hutan kematian, tanah sudah tertutup oleh salju tebal. Tetesan darah meningg

  • Sang Naga Bumi   Bab 7

    Bab 7Sebuah belati kecil melesat menuju tempat Mei Ling berdiri. Qin Guan yang baru saja mendaratkan tubuhnya, kembali menjejakkan kaki dan melompat ke arah Mei Ling.“Terlalu jauh ….”Dia berniat untuk menangkis serangan tersebut, tetapi sapuannya tidak cukup cepat. Pisau tersebut bergerak lebih

  • Sang Naga Bumi   bab 6

    Bab 6Suara derap langkah kuda yang mendekat membuat Qin Guan seketika waspada. Dia segera menyambar pedang yang dia letakkan di samping api unggunnya dan bersiaga. Dia menajamkan pandangannya dan memperhatikan sekeliling.Ekspresi Qin Guan berubah serius ketika menyadari arah tamu tak diundang itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status