Share

Bab 08. Rencana.

Penulis: Zayn Z
last update Tanggal publikasi: 2025-10-12 23:34:18

Bab 08. Rencana.

Tian Zhi menggendong gadis yang baru ditemuinya di punggungnya, gadis cantik itu tak sadarkan diri akibat kelelahan dan setelah ditelisik lebih lanjut ternyata ia terkena racun dari Beast Ular Api yang dibunuh oleh para Beast Serigala Perak.

Dengan menaiki Beast Serigala Putih Tian Zhi segera kembali ke kediamannya untuk mengobati luka gadis tersebut.

“Sepertinya aku sedikit paham situasinya, tampaknya Beast Serigala Putih dan kawanannya membawaku kemari karena gadis ini.” 

“Mereka mungkin melihatnya sejenis denganku,karena itu mereka tidak menghabisinya,” pikirnya menduga.

Tian Zhi menoleh ke belakang, tampak para Beast Serigala Perak itu bekerja sama membawa bangkai beast itu ke tempat tinggalnya. 

Ia tak ambil pusing dengan apa yang mereka lakukan, yang jelas saat ini ia merasa kawanan Beast Serigala ini menganggapnya sebagai sekutu dan ia tak merasa rugi dengan itu.

“Sepertinya aku harus memberi nama pada mereka untuk memudahkan berkomunikasi dengan mereka kedepannya,” ujarnya sambil melihat Beast Serigala Putih, Beast Serigala Perak dan Beast Serigala Hitam yang menjadi pemimpin kawanan tersebut.

Mereka tiba di gua kediamannya.

Segera Tian Zhi membawa sang gadis masuk ke dalam gua dan membaringkannya di atas dipan bambu.

Ia memeriksa luka di tubuh sang gadis, dari sana ia mendapati ada dua belas luka gigitan dan sayatan di betis kanan dan punggung gadis tersebut.

“Racunnya sudah menyebar, saat ini yang bisa kulakukan adalah menghentikan penyebaran racunnya agar tidak terkena ke organ dalamnya,” ujarnya bermonolog.

Tian Zhi mengeluarkan pil buatannya lalu memasukan pil itu ke dalam mulut sang gadis.

Pil tersebut meleleh di dalam mulut sang gadis dan masuk dengan sendirinya ke tubuh gadis tersebut.

Setelah menunggu tiga helaan nafas gadis tersebut tampak lebih tenang jalan nafasnya, melihat itu, Tian Zhi yakin pil buatannya bekerja dengan maksimal.

“Racun beast ular api tidak sederhana, pil anti racun biasa tidak akan mempan pada racun mereka,” ujarnya pelan.

Tian Zhi terhenyak, ia teringat akan sesuatu, segera ia keluar dari ruangan tersebut untuk mencari kelompok Beast Serigala.

Sesuai dugaannya, mereka berada di area danau petir, ia tersenyum lebar karena ia melihat apa yang diinginkannya. Tian Zhi berjalan ke arah Beast Serigala Putih yang sedang berbaring santai di lantai.

“Bisakah aku memiliki mayat Beast Ular Api itu?” ujar Tian Zhi sambil menunjuk ke arah Beast Ular Api.

Sang Beast menganggukan kepalanya dengan acuh, Tian Zhi paham jika sang beast memberinya izin.

“Terima kasih,” ujarnya sambil berjalan ke arah mayat Beast Ular Api.

Baru berjalan beberapa langkah Tian Zhi berhenti melangkah, ia menoleh kembali pada Beast Serigala Putih.

“Aku akan memberi kalian nama agar kita mudah berkomunikasi.” Lanjutnya, “ Namamu Baise, Yinse dan Heise!” ujarnya sambil menunjuk bergantian pada Beast Serigala Putih, Perak dan Hitam 

Ia mengulangi perkataannya sambil menunjuk berulang ketiganya, berharap ketiga Beast Serigala mengerti apa yang ia ucapkan.

Setelah dirasa cukup ia pun segera kembali pada tujuannya, tubuh Beast Ular Api itu dibedah olehnya. 

Beast dengan sebesar pohon kelapa itu ia bedah dengan hati-hati, dari sana empedu dan bagian racun serta inti beastnya ia ambil.

Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, ia pun memotong tubuh Beast tersebut menjadi beberapa bagian.

Di pikirannya kembali tersirat sebuah rencana untuk menggunakan bahan-bahan dari Beast ular api tersebut sebagai hadiah untuk para Beast itu.

Tian Zhi pergi ke ruangan yang dulu biasa ia digunakan untuk meramu obat. Ada kenangan yang terbesit di kepalanya saat memasuki ruangan tersebut.

Tian Zhi tersenyum tipis setelah mengenang beberapa saat, ia pun kembali fokus pada tujuannya.

Empedu dan kantung racun ular tersebut ia tempatkan pada dua wadah lalu ia mengekstrak kedua bahan tersebut setelah dicampur dengan beberapa bahan dan pelarut.

Setelah hasil ekstrak tercipta, ia menggunakan kekuatan jiwa dan qi nya untuk memperkuat efek dan esensi dari hasil ekstrak tersebut.

Setelah dirasa cukup ia kemudian menuangkan beberapa tetes  darah gadis yang sebelumnya ia ambil pada cawan yang ia siapkan, dari sana, dua ekstrak racun dan empedu tersebut diteteskan ke dalamnya.

Tian Zhi memperhatikan reaksi hasil ekstrak dengan darah sang gadis, ia ingin melihat ramuan mana yang lebih efektif menetralkan racun pada darah sang gadis termasuk resikonya.

“Seharusnya aku menggunakan tubuh Beast sebagai inang untuk membuat anti racunnya. Namun, aku tak memiliki banyak waktu untuk itu.” 

“Selain itu, aku rasa tidak akan cukup waktu jika harus memurnikan pil anti racun tingkat empat karena kondisi gadis itu tidak bisa menunggu lagi!” ujarnya bermonolog.

Mata Tian Zhi berbinar saat melihat reaksi pada kedua cawan, tampak hasil ekstraksi racun beast ular api menunjukan reaksi positif dibanding dengan ekstraksi empedu ular.

Melihat tak ada resiko berlebih dari reaksi ekstraksi racun ular segera Tian Zhi pun membuat kembali ekstraksi racun ular api sebagai obat untuk menyembuhkan sang gadis.

Tak membutuhkan waktu lama untuknya membuat ekstrak dari racun ular itu, semua racun ular api yang ada ia buat seluruhnya menjadi ramuan.

Tercipta segenggam cairan kental ramuan dari hasil ekstraksi tersebut. 

Tian Zhi menggunakan kekuatan jiwanya untuk mengangkat cairan kental berwarna merah kebiruan itu dari wadah.

Cairan berbentuk bola kenyal itu kini melayang di depannya, dari sana Tian Zhi membungkusnya dengan qi miliknya lalu mengalirkan qi murni ke dalamnya untuk memperkuat setiap esensi di dalamnya dan juga untuk membersihkan kotoran yang terkandung di dalamnya.

Kedua tangannya terus bergerak di atas permukaan bola qi yang membungkus cairan tersebut. Panas yang mengalir masuk ke dalam cairan ekstraksi membuatnya mulai memadat.

Melihat itu, Tian Zhi menggunakan kekuatan jiwanya untuk membagi hasil ekstraksi itu menjadi butiran kecil sebesar pil pada umumnya.

“Teknik perubahan, api putih!” ujarnya pelan.

Aura yang membungkus kedua tangan Tian Zhi berubah yang tadinya berwarna putih seperti awan kini menjadi putih bening.

Puluhan pil yang tadinya lunak kini mulai memadat dan mengeras oleh panas api putih tersebut.

“Dengan dipanaskan seperti ini maka permukaannya akan mengeras sehingga esensi yang ada di dalamnya akan terjaga sepenuhnya,” ujarnya dengan wajah berbinar.

Tapp.

Tian Zhi merapatkan kedua telapak tangannya yang menjadi tanda selesainya proses pemurnian.

Semua pil itu kemudian ia masukan kedalam botol pil besar lalu ia pun kembali menuju ke tempat sang gadis berada.

Sesampainya disana ia segera memberikan satu pil buatannya itu ke dalam mulut sang gadis.

Senyum tercipta di wajahnya saat ia melihat kulit sang gadis yang tadinya membiru perlahan mulai kembali normal.

Dari ujung otot yang menonjol dan dari ujung-ujung jari gadis tersebut keluar cairan hitam pekat yang menjadi tanda pengeluaran racun ular api tersebut.

“Dengan begini masalahnya sudah teratasi, hanya tinggal menunggu waktu saja untuknya bangun dari ketidak sadarannya,”ujarnya sambil memeriksa nadi sang gadis lalu membersihkan racun yang keluar dari tubuhnya.

Tian Zhi meninggalkan ruangan tersebut agar sang gadis bisa istirahat, ia kemudian mulai menjalankan rencana berikutnya.

Ia kembali ke ruangan danau petir, tampak olehnya para Beast Serigala itu masih berbaring santai di tanah.

Tian Zhi segera mengeksekusi rencananya.

Daging Beast Ular Api yang sebelumnya ia ambil kini ia bersihkan lalu ia bumbui dengan beberapa serbuk tanaman herbal dan serbuk tanaman spirit yang dimilikinya.

Sama seperti sebelumnya, ia menggunakan api putihnya untuk membakar daging beast tersebut untuk melihat reaksinya.

“Aku ingin melihat efeknya, bagaimana hasilnya jika daging beast ini dicampur dengan bahan yang kubuat selama pelatihanku!” ujarnya sambil menyeringai.

Tak lama, aroma daging bakar mulai menusuk hidungnya dan membangkitkan selera makannya. Tak hanya itu saja, ia merasa meridiannya sedikit terangsang oleh aroma dari daging ular bakar tersebut.

Yang terjadi padanya ternyata terjadi juga pada kawanan Beast Serigala tersebut, tampak mereka tertarik dengan makanan yang dibuat Tian Zhi.

“Ini untuk kalian sebagai ucapan terima kasihku,” ujarnya sambil menatap ke arah Baise, Yinse dan Haise.

Ketiga pemimpin kawanan Beast itu berjalan ke tempat makanan diletakan, ketiganya memakan daging Beast yang Tian Zhi sediakan dengan lahapnya.

Anggota kawanan Beast Serigala yang lainnya pun segera mengambil jatah mereka setelah melihat pemimpin mereka memakan daging beast ular api tersebut.

Hanya dalam waktu singkat daging beast ular api itu dilahap mereka, Tian Zhi melihat kebocoran dari aura Baise, Yinse dan Heise serta Beast Serigala lainnya.

Dirinya tersenyum lebar melihat itu karena hal itu menjadi pertanda jika percobaannya berjalan sesuai rencana.

Baise melolong diikuti oleh Beast Serigala lainnya, aura yang keluar dari tubuh mereka meledak diiringi dengan ledakan gelombang energi qi dari tubuh mereka.

Ya, mereka semua naik ranah hanya dengan memakan daging yang dibumbui oleh Tian Zhi.

Dan benar, sebelumnya Tian Zhi memang berencana untuk membuat mereka menjadi bahan percobaannya untuk melihat reaksi dan efek dari penggunaan ramuan dengan cara yang berbeda.

Para Beast serigala perak yang baru saja naik tingkat ke ranah bumi itu mengeluarkan lolongan panjang yang kemudian disambut lolongan dari serigala perak lainnya.

Setelah naik ranah, perawakan Beast serigala itu berubah. badannya yang tadinya setinggi 1,5 meter dengan panjang 2 meter itu berubah 

Sekarang tingginya menjadi 2 meter dan panjang badannya sekitar 3 meter,ditambah bulu putih keperakannya menjadi lebih panjang dan di bagian lehernya tumbuh surai perak.

Auranya begitu mendominasi, yang membuat Tian Zhi merasakan tekanan yang begitu membebani dan menekan tubuhnya, untuk menetralkan auranya itu Tian Zhi dipaksa untuk mengeluarkan aura miliknya.

Namun ternyata itu tak cukup untuk melawan aura penindasan yang keluar itu,Tian Zhi kemudian mengeluarkan aura ranahnya,gabungan kedua aura itu sedikit banyak mengurangi penindasan terhadap dirinya.

aura yang dikeluarkan oleh Tian Zhi ternyata membuat Serigala perak itu mengalihkan perhatian kepadanya.

Mengetahui bahwa dia telah menarik perhatian serigala perak tersebut membuat ia waspada.

Baise itu kemudian berjalan pelan menuju Tian Zhi.

Tian Zhi sendiri masih berdiri kokoh bertahan dengan posisinya .bersiap dengan segala keadaan terutama bersiap untuk bertempur melawan Beast Serigala putih tersebut.

Jarak mereka berdua semakin menyempit,aura ranah Raja langit yang mendekat semakin menindas Tian Zhi, sendiri masih bertahan sekuat tenaga menahan tekanan  yang datang kepadanya itu.

Jarak keduanya makin menyempit, hanya sekitar tiga langkah lagi beast serigala itu akan mencapai dirinya.

Namun tiba tiba beast serigala perak itu berhenti mendekat dan kemudian menghilangkan auranya.

"Ehh"

Tian Zhi pun kemudian melompat mundur sekitar  10 langkah menjauhi beast serigala perak itu. Melihat beast menekan auranya Tian Zhi pun menghilangkan aura pembunuh dan aura ranahnya.

Beast serigala perak itu kembali mendekati Tian Zhi,ketika jarak keduanya hanya tinggal beberapa langkah,beast serigala itu menatap Tian Zhi dan kemudian menundukan kepalanya.

Tian Zhi yang melihat hal tersebut sedikit lega dan kemudian tersenyum sambil menundukan kepalanya ke arah beast serigala putih tersebut.

kemudian Beast serigala putih itu berbalik arah dan bergabung kembali dengan kawanannya.

Melihat kedatangan pemimpinnya semua kawanannya itu mengeluarkan lolongan panjang,sepertinya tanda penyambutan untuk pemimpin kawanan itu.

"Huhh…kukira Baise akan  menunjukan dominasinya padaku,” ujarnya datar.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Iin Ducret
kak, tabib sakti nya jgn di lupain donv kak ...‍...
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
Makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 291. Teknik Jiwa Iblis.

    Bab 291. Teknik Jiwa Iblis.“KKKKRRRRRRAAAAAKKKK!!!”Ruang hitam tempat Tian Zhi berada tiba-tiba bergetar hebat.Retakan-retakan besar muncul di segala arah seperti kaca yang hendak pecah.Aura Taiji yang sebelumnya stabil kini berubah kacau.Tian Zhi langsung menegang.“Apa yang terjadi?!” serunya.Namun sebelum siapa pun menjawab—Ketujuh siluet beast legenda itu tiba-tiba memudar.Tubuh mereka berubah menjadi partikel cahaya yang terhisap kembali ke dalam kehampaan.Long menatap Tian Zhi untuk terakhir kalinya.Wajah naga putih emas itu terlihat serius.“Hati-hati...”“Seseorang telah menyentuh jiwa mereka.”Mata Tian Zhi langsung membelalak.Namun belum sempat ia bertanya—“WUUUSSHHHH!!!”Sebuah daya hisap besar langsung menarik kesadarannya dengan brutal.Pandangan Tian Zhi kembali gelap.Tubuhnya terasa seperti dilempar melintasi ruang tanpa batas.Dan detik berikutnya—“DUMM!”Kesadarannya kembali ke tubuhnya.Tian Zhi langsung membuka mata.Napasnya memburu.Namun begitu meli

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 290. Sepenggal kebenaran

    Bab 290. Sepenggal kebenaran.Gelombang cahaya dari simbol mata raksasa terus berdenyut semakin kuat. Mu Lan dan yang lainnya masih melayang di udara dengan mata beast legenda yang menyala terang.Namun saat Tian Zhi ingin bergerak—“DUMMM!”Kesadarannya tiba-tiba bergetar hebat. Pandangan Tian Zhi mendadak menjadi gelap.Tubuhnya terasa ringan.Sangat ringan…seolah jiwanya sedang ditarik keluar dari raganya.“Ini...?!”Tian Zhi langsung tersentak. Namun sebelum ia sempat bereaksi kesadarannya benar-benar tercabut....Saat Tian Zhi kembali membuka mata Ia sudah berada di tempat yang sama sekali berbeda.Gelap.Segalanya hitam pekat tanpa ujung.Tidak ada tanah.Tidak ada langit.Tidak ada arah.Jiwa Tian Zhi melayang di ruang kosong yang terasa seperti kehampaan tanpa batas.“Tempat apa ini...?” gumamnya pelan.Namun belum sempat ia memahami situasi—“WUUUSSHHH!”Tujuh bola cahaya tiba-tiba muncul di sekelilingnya.Satu per satu bola cahaya itu membesar.Emas.Merah.Hijau tua.Per

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 289. Jiwa yang bersembunyi.

    Bab 289. Jiwa yang bersembunyi.Azura menatap Tian Zhi dengan sorot mata serius.“Bawa masuk sisanya.”Tian Zhi mengangguk pelan. Dengan satu gerakan tangan, ruang di sampingnya beriak. Tak lama kemudian Mu Lan, Yin Yue, Yang Guan, Shui Xian, dan Huo Yan muncul di dunia kecil tersebut dengan wajah sedikit terkejut.“Kita sudah masuk kembali ke dunia kecil Kakak Zhi?” gumam Yang Guan senang.Namun perhatian mereka segera tertuju pada Azura yang kini berdiri tegak dalam wujud naga hitamnya yang sangat besar.Aura purba yang keluar dari tubuh Azura membuat udara di dunia kecil itu terasa berat. Jelas bagi Mu Lan, Yin Yue, Shui Xian dan Yang Guan jika ada yang berbeda dari Azura yang selama ini mereka kenal.Azura membuka mulutnya perlahan sambil menatap Tian Zhi.“Aku akan membagikan pengetahuan yang selama ini tersegel di kepalaku.”“Perhatikan baik-baik dan pelajari dengan seksama, bocah.”Mata Tian Zhi langsung menyipit.Detik berikutnya, cahaya hitam keemasan keluar dari dahi Azura

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 288. Segel Pewaris

    Bab 288. Segel Pewaris.Di dalam gua yang sunyi itu, hanya suara api unggun yang terdengar pelan memecah kesunyian malam.Tian Zhi duduk bersila dalam sikap lotus di dekat dinding batu, tampak aura qi emas samar berputar perlahan di sekeliling tubuhnya.Matanya terpejam rapat. Pikirannya terus mencerna seluruh kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir.Tentang Sima Ren.Tentang tujuh klan dan tujuh wanita.Tentang ramalan kuno.Dan tentang dirinya sendiri… Sang Anak Naga.Perlahan Tian Zhi membuka matanya. Tatapannya langsung tertuju pada ketujuh wanita yang kini tertidur berjajar tidak jauh darinya.Mu Lan.Yin Yue.Yang Guan.Shui Xian.Jin XinFei LinDan Huo Yan.Mereka semua terlihat tertidur lelap dengan wajah yang dipenuhi kelelahan.Pertarungan, tekanan mental serta cacing pengendali yang selama ini menekan kesadaran mereka jelas membuat kondisi tubuh dan jiwa mereka terkuras habis.Tian Zhi terdiam cukup lama menatap mereka.Namun bukan itu yang membuat pikirannya terganggu.

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 287. Rahasia Tujuh Klan.

    Bab 287. Rahasia Tujuh Klan.Di sebuah gua tersembunyi yang berada jauh di dalam pegunungan tandus, suasana terlihat sangat sunyi.Api unggun kecil menyala pelan di tengah gua, memantulkan cahaya hangat ke dinding batu yang lembap.Tian Zhi perlahan menarik napas panjang.Keringat membasahi dahinya.Di hadapannya, Fei Lin, Jin Xin, dan Huo Yan tengah duduk bersila dengan wajah pucat. Ketiganya baru saja menyelesaikan proses pengobatannya berupa mandi obat dan menjalani akupuntur di kepala yang sangat menyakitkan.Di sekitar tubuh mereka masih terlihat sisa energi biru yang perlahan menghilang.Tian Zhi menatap telapak tangannya.Di sana terdapat tiga ekor cacing kecil berwarna hitam kemerahan yang terus menggeliat liar di dalam bola energi biru miliknya.“Jadi benar...” gumam Tian Zhi pelan.“Cacing pengendali itu memang ditanam langsung di otak mereka.”Mu Lan dan yang lainnya langsung mengernyit mendengar itu.“Aku tidak menyangka mereka sampai menggunakan metode seperti ini...” uj

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 286. Rahasia Tiga Dunia.

    Bab 286. Rahasia Tiga Dunia.Di ruang pertemuan istana kekaisaran, suasana masih terasa sangat tegang.Retakan ruang dan waktu yang sebelumnya muncul telah menghilang sepenuhnya, namun bekas kehancuran dan aura sisa yang tertinggal masih membuat semua orang sulit menenangkan diri.Di tengah ruangan—Xiao Long.Tian Fang.Wu Chan.Luo Xian.Huang Zhong.Sun Rai.Sang Kaisar.Dan beberapa petinggi penting lainnya kini duduk mengelilingi meja pertemuan besar.Wajah mereka semua terlihat serius. Tidak ada seorang pun yang berbicara untuk beberapa saat karena kejadian sebelumnya benar-benar terlalu mengejutkan.Kemunculan tiga wanita misterius dengan ranah kekuatan yang tinggi.Nama Liangmen Surga dan Tiandihui.Ancaman kehancuran Benua Tengah.Dan hilangnya Tian Zhi bersama tujuh wanita itu ke dalam lorong ruang dan waktu.Semua itu terlalu mendadak.Xiao Long akhirnya menghela napas panjang.“Cucuku itu...” gumamnya pelan.“Selalu saja membuat jantung orang tua ini hampir copot.”Meski be

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 07.  Pertemuan takdir?

    Bab 07. Pertemuan takdir?Tian Zhi membelah udara dengan satu tangannya, sebuah celah ruang tercipta di depannya, ia kemudian memasuki celah tersebut dan muncul di satu tempat yang dikenalnya.Ia muncul di satu ruangan gua yang menjadi tempat gurunya tinggal, kembali hatinya merasakan sakitnya keh

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 06. Harapan dan tujuan.

    Bab 06. Harapan dan tujuan.Tian Zhi berjalan keluar melewati batas cahaya yang berada di area terakhir, dengan tenang ia menembus lapisan cahaya tersebut sebagai tanda selesainya pelatihan tertutupnya.Tian Zhi berdiri mematung untuk beberapa saat di tempatnya, ia menghirup nafas dalam dan mengelu

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab. 05. Ujian dan warisan.

    "Bab. 05. Ujian dan Warisan Tian Zhi terpana melihat apa yang dilakukan gurunya. Sang master membungkus tangannya dengan qi lalu membelah udara di depannya.Terbuka sebuah celah energi yang di dalamnya terdapat sebuah ruang khusus.Master Fan memasuki tempat itu, dan Tian Zhi segera mengikutinya de

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 04. Syarat.

    Bab 04. Syarat.Satu tahun berlalu….Traaang…traaang…traaang.Master Fan tersenyum lebar sambil menatap seorang pemuda berambut hitam dan bertelanjang dada yang kini sedang menambang kristal hitam di dalam gua.Tampak pemuda berambut hitam panjang dengan tubuh berotot tanpa lemak itu sangat lihai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status