Share

Bab. 60

Penulis: Miss Lia
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 23:57:36

Bab.

Sehan mengembalikan ponselnya ke saku. Percakapan pagi itu dengan tante Angel sudahlah cukup. Dia bergegas bangun dari tempat tidur dan membersihkan diri. Hari ini dia telah tidur di apartemen David. Itu dia ingin segera pulang kembali ke apartemennya sendiri.

"Kau sudah bangun?" sapa David saat melihat Sehan keluar dari kamar mandi miliknya.

"Apa semalam kita tidur berdua?" tanya Sehan pada David. Tatapan sehat penuh dengan tuduhan kalau David tidak macam-macam pada dirinya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 127

    Kedua orang saling menatap tajam. "Benarkah? Aku yakin suatu saat kamu akan menginginkannya. Dan di saat iu iba, aku pastikan hanya aku lah yang kamu inginkan, Nona!" tegas Sehan sembari menekan dahi Chellia dengan telunjuknya. "Aduh, sakit!" teriak Sehan menahan sakit karena gigitan Chelia. Sehan tidak menjawab pertanyaan dari Chellia. Ia memilih mengabaikan saja karena pasti akan membawa masalah lain dan Sehan saat ini sedang malas debat. "Sudahlah, katakan buat apa kamu datang membawa makanan itu pada kami?" tanya Sehan dengan nada kesal. Ia kecewa karena makanan yang ia pilihkan tidak dimakan oleh Chellia. Chellia mengalihkan pandangannya dari tubuh Sehan ke arah piring saji berisi cumi pedas mania. "Mmm, begini. Saat ini makanan yang dikirim ke kamarku berlebihan, dan aku lihat kakak tadi belum makan. Jadi aku bagi sedikit makanan untuknya. Siapa tau dia merasa lapar atau bagaimana gitu," jawab Chellia dengan menatap ke arah salah satu tangannya yang memb

  • Sang Penakluk Wanita   bab 126

    Bab. Tante Felicia benar-benar menguasai tubuh Sehan seorang diri. Wanita itu tersenyum sembari memejamkan mata saat dirinya sampai di puncak sedangkan Sehan belum merasa apa-apa. Bruk! Tante Felicia lemas dan menjatuhkan dirinya di samping tubuh Sehan. Beberaap menit kemudian dengkuran halus terdengar dari bibir Tante Felicia. "Sial, wanita itu seenaknya sendiri tidur begitu saja tanpa pedulikan aku yang belum sampai puncak pun!" geram Sehan kesal karena dia belum sampai puncak, Tante Felicia sudah tidur duluan. Sehan menyingkirkan tangan Tante Felicia yang masih berada di atas dadanya. Ia bangkit dari tidurnya dan akan menyelesaikan nafsunya dengan bermain solo di kamar mandi. "Aaargh, sial sekali! Lagi-lagi aku harus menuntaskan hasratku sendiri di kamar mandi! Entah kenapa tidak ada wanita yang bisa bertahan lebih lama dariku!" gumam Sehan sembari mengumpulkan kembali bajunya yang berserakan di lantai. Dengan langkah lunglai, Sehan menuju ke kamar mandi. Saat h

  • Sang Penakluk Wanita   bab 124

    Sehan seketika terdiam, ia tidak berani menggerakkan tubuhnya. Pasrah kemana tante Felicia akan membawa dirinya. "Sepertinya aku tidak akan bisa lepas dari tante Felicia. Selain berkuasa dan beruang, wanita ini sangat galak sekali. Hanya melirik saja tidak boleh, apalagi ketahuan kalau sedang melayani tamu pastilah wanita itu akan lebih heboh lagi," gumam Sehan di dalam hati. Saat ini yang ada di alam pikiran Sehan adalah mmeredam amarah dari tante Felicia. Tidak mau kehilangan sumber ATM-Nya Sehan kembali meurut dengan apa yang diperbuat tante Felicia. Bab. Tante Felicia menarik tubuh Sehan masuk ke dalam kamarnya. "Sehan, katakan apakah kamu tertarik dengan wanita itu?" Tanya tentang Felicia setelah mereka berdua sampai di dalam kamar. Sehan menggeleng dengan cepat. Tidak ingin wanita itu semakin marah kepadanya. "Tidak, Tante. Aku tidak sama sekali tidak tertarik dengan dia. Mana bisa aku tertarik dengan wanita sombong itu." Sehan menjawab dengan tatapan penuh harap k

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 123

    Tante Felicia menatap tajam ke arah pelayan resto itu. Ia sangat marah karena merasa dibedakan sebagai tamu yang menyewa kamar yang sama dengan kamar yang dikirimi makanan. "Nyonya, anda jangan salah paham terlebih dahulu. Pemilik kamar ini tidak tahu kalau dirinya akan mendapat kiriman makanan. Bukan resto atau pihak hotel yang memberikannya, melainkan orang lain yang mengagumi wanita itu." Si pelayan resto mengatakan apa yang ia ketahui. Memang benar adanya kalau bukan pihak hotel yang memberikan kiriman makanan pada Chellia. Tante Felicia terdiam, bisa ia lihat tidak ada kebohongan di wajah pelayan hotel itu. Selain itu setiap kata yang ia ucapkan saat menjawab pertanyaannya. Itulah yang membuat tante Felicia sedikit percaya kepadanya. Bab. 122 "Apa kamu tahu siapa yang sudah membayar makanan itu?" tanya tante Felicia kepada pelayan restoran itu. Pelayan restoran itu terdiam sejenak ia melirik ke arah Sehan. Saat ia mengantar tadi manajernya mengatak

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 122

    Bab Dengan tatapan sendu yang menjadi ciri khas seorang Sehan, lelaki itu berusaha meluluhkan hati wanita yang sangat ini tengah menatap tajam ke arahnya. Helaan nafas panjang terdengar dari bibir tante Felicia. Wanita itu berusaha untuk meredam amarahnya setelah melihat tatapan sendu dari Sehan. "Baiklah kali ini aku maafkan! Tapi dengan satu syarat kita main dua ronde terlebih dahulu. Kamu kan juga tadi habis isi tenaga jadi bisa dong kita main dua ronde?" Tante Felicia mengajukan syarat agar semua permintaan maaf Sehan bisa Ia terima. Sehan membulatkan kedua matanya, Dia sangat terkejut manakala tante Felicia mengajukan syarat agar permintaan maafnya diterima. "Apa? Dua ronde?" pekik Sehan dengan sedikit rasa terkejut. Sama sekali Dia tidak menyangka kalau wanita yang ada di depannya itu akan meminta dirinya melayani nafsunya. "Iya, harus dua ronde tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Kalau kamu tidak mau ya sudah aku tidak akan memaafkanmu!" seru T

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 121

    Devan tidak menjawab pertanyaan Amanda. Dia hanya mengendikkan bahunya saja. Devan sudah malas membahas wanita yang sudah membuat harinya menjadi ruwet. "Ya sudah sebaiknya kita tinggal saja. Wanita itu terlalu sulit diatur." Amanda yang tidak suka dengan Chellia merasa senang tidak melihat wanita manja yang suka bikin masalah saja. Semua anggota pun makan dengan lahapnya. Mereka sama sekali tidak ada yang ingat pada Chellia kecuali Sehan. Sehan merasa kasihan pada Chellia. Ia pun berinisiatif meinta pelayan restoran untuk mengirim makanan ke kamar Chellia. "Hei, kamu kemarilah!" panggil Sehan pada salah satu pelayan restoran. "Ya saya, Tuan. Apa yang bisa saya bantu?" tanya pemuda itu pada Sehan. "Katakan apa ada pelayanan antar makanan ke kamar?" tanya Sehan langsung pada inti pertanyaan. Pemuda itu tampak diam sejenak. Mengingat apakah ada peraturan yang mengizinkan mengantar makanan ke kamar tamu hotel. "Biasanya para tamu akan memesan langsung ke restoran lewat telpon

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status