共有

Bab 9

作者: Skyy
last update 公開日: 2026-03-06 19:06:04

Mireya menarik napas perlahan, menenangkan dirinya. Senyumnya kembali, lebih lembut namun jauh lebih berbahaya. “Hotelku sangat nyaman,” katanya pelan. “Kalau mau, kita bisa bicara di tempat yang lebih tenang.”

Maknanya jelas.

Arka hendak menjawab ketika ponselnya bergetar.

Nama di layar membuat ekspresinya berubah.

Keira Adhistya.

Ia mengangkat panggilan.

“Datang ke rumahku.”

Suara di ujung sana serak, berat, jelas dipengaruhi alkohol.

Wajah Arka mengeras, ia tahu apa artinya ini. Kejadian sem
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 490

    Pemandangan di luar jendela bergerak cepat. Kobaran api yang menandai kekalahan dan kekacauan perlahan tertinggal di belakang, di dalam kendaraan hanya terdengar dengungan mesin dan bunyi radio yang sesekali berbunyi.Wiranata tetap memejamkan mata tanpa ekspresi. Seperti seseorang yang terpaksa memotong lengannya sendiri demi menyelamatkan nyawa, Wiranata sang rubah tua yang sepanjang hidupnya mengandalkan perhitungan dan intrik, akhirnya mengambil keputusan paling pahit yang pernah dibuatnya.Ia meninggalkan para prajurit yang masih bertempur di garis depan, bahkan melepaskan sebagian perwira menengah dan petinggi keluarganya, lalu diam-diam membawa dirinya kembali ke wilayah inti Keluarga Nirvana.Namun, ada satu hal yang tidak diketahuinya. Bahkan dalam pelariannya, seseorang masih mengawasinya dari balik bayangan.***Matahari sore menyinari Zona Bayangan melalui celah awan tipis, menghadirkan pemandangan yang terasa ironis di tengah medan perang yang masih berlumuran darah. Angi

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 489

    Mendengar seruan itu, Para staf langsung panik."Patriark, jangan!""Garis depan terlalu berbahaya! Situasinya sudah kacau dan peluru nyasar bisa datang dari mana saja!""Mohon tetap di pusat komando. Anda harus mengendalikan situasi dari sini!"Wiranata tidak bergeming. "Aku sudah memutuskan."Ia mengambil pistol dari meja dan memasukkannya ke sarung, lalu meraih pedang komando bergagang gading yang sudah lama tergantung di dinding. "Kalian tetap di sini, pertahankan garis pertahanan kedua sampai titik darah terakhir sesuai rencana. Aku akan memimpin langsung di garis depan."Tatapannya menyapu seluruh ruangan. "Laksanakan!"Tanpa memberi kesempatan untuk membantah, Wiranata berbalik dan berjalan menuju pintu. Para pengawal elitnya segera mengikuti dari belakang.Langkah kaki mereka perlahan menghilang di kejauhan, meninggalkan pos komando dalam keheningan tegang sebelum suara bisikan dan diskusi cemas kembali memenuhi ruangan.Mereka segera menaiki kendaraan off-road lapis baja dan

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 488

    BRAKK!Untuk ketiga kalinya, pintu pos komando terbuka keras hingga membentur dinding. Suara itu membuat seluruh perwira yang berada di dalam ruangan tersentak.Perwira kepercayaan yang sama kembali berlari masuk. Wajahnya pucat, tubuhnya basah oleh keringat, dan bibirnya gemetar hingga nyaris tak mampu berbicara. Ia hanya menunjuk ke arah pintu dengan tatapan penuh ketakutan."Patriark... ini... ini buruk—"Klik!Suara logam yang tajam langsung memotong ucapannya.Wiranata berbalik dengan gerakan cepat. Wajahnya begitu muram, sementara sisa kewarasan di matanya seakan telah terkikis oleh rentetan kabar buruk. Ia menarik pistol dari pinggang dan mengokang senjata itu sebelum mengarahkannya tepat ke perwira di hadapannya."Sialan!" Suaranya serak dan penuh amarah. "Kalau laporanmu kali ini tidak memuaskanku, aku akan menembakmu. Katakan, apa lagi yang terjadi?!"Laras pistol itu sedikit bergetar, tetapi tidak seorang pun meragukan keseriusannya. Kaki sang perwira langsung lemas, namun

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 487

    Pos komando langsung berubah kacau. Telepon berdering tanpa henti, para petugas komunikasi berteriak menerima laporan dari garis depan, para perwira staf berusaha memperbarui peta secepat mungkin. Namun, laju kekalahan Keluarga Wijaksana dan pengejaran Keluarga Mahardika membuat situasi berubah lebih cepat daripada yang mampu mereka petakan.Seorang perwira senior mendekat dengan wajah pucat. "Patriark, apa yang harus kita lakukan? Jumlah mereka terlalu besar dan serangannya terlalu cepat. Pasukan kita bahkan tidak sempat membentuk pertahanan sebelum mereka menerobos!"Ia menelan ludah. "Haruskah kita mundur, atau...""Mundur? Kita harus mundur ke mana?"Begitu garis depan dihantam gelombang pasukan Keluarga Wijaksana yang melarikan diri, garis pertahanan kedua dan ketiga juga akan ikut terseret. Seluruh posisi Keluarga Nirvana bisa runtuh, Keluarga Mahardika yang mengejar dari belakang pasti memanfaatkan kekacauan untuk menerobos masuk.Namun, bertahan juga bukan pilihan mudah. Berte

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 486

    Wiranata menutup telepon dengan Bramantyo tanpa menunjukkan emosi. Tidak ada simpati terhadap keadaan Bramantyo, tetapi juga tidak ada kepuasan atas keberhasilan rencananya. Ia hanya berjalan tenang kembali ke meja dan mengamati posisi pasukan yang ditandai di atas peta.Keluarga Mahardika sedang melancarkan serangan balik, sementara Arka terus menghantam dari belakang. Bramantyo kini sudah berada dalam keadaan panik."Sampaikan perintah." Suaranya tidak keras, tetapi langsung membuat para perwira yang sejak tadi memperhatikan menjadi tegang. "Perintahkan pasukan di tebing untuk segera mundur."Jarinya berpindah ke wilayah pertahanan timur Keluarga Mahardika. "Setelah itu, tekan sayap timur mereka. Tidak perlu serangan penuh. Cukup buat mereka tidak berani menarik pasukan untuk membantu garis depan."Senyum tipis muncul di wajahnya. "Arka sudah menyerahkan tebing. Tidak ada alasan bagi kita terus berebut tempat itu."Tatapan Wiranata menyapu seluruh ruangan sebelum ia melanjutkan. "Ba

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 485

    Pos Pengamatan Garis Depan Keluarga Wijaksana.Bramantyo telah memecahkan gelas air ketiganya. Matanya merah dan bengkak ketika melihat pasukan lapis baja yang menjadi kebanggaannya terjebak dalam kekacauan melalui teropong.Serangan mereka bukan hanya berhenti, tetapi di beberapa sektor bahkan mulai dipukul mundur oleh serangan balik Keluarga Mahardika. Dari belakang, laporan buruk terus berdatangan: pos komando jatuh, jalur suplai terputus, dan posisi artileri hancur."Tidak berguna! Kalian semua tidak berguna!"Ia berteriak melalui walkie-talkie, tetapi yang menjawab hanya suara statis bercampur dentuman ledakan dari kejauhan. Keunggulan yang selama ini menjadi sumber kepercayaan dirinya perlahan runtuh, begitu pula keyakinan pasukannya terhadap kemenangan.Kepanikan menyebar di antara pasukan Keluarga Wijaksana. Kali ini bukan sekadar ketidaksiapan menghadapi serangan balik, melainkan ketakutan karena mereka mulai merasa terisolasi dan tidak berdaya menghadapi musuh yang tidak ter

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 59

    Di bawah komando Bayangan Azura, seluruh tim bergerak cepat dan terkoordinasi, mengangkat puing beton serta rangka baja dari titik sumber suara tanpa jeda. Debu beterbangan di udara, napas tersengal, dan setiap detik terasa memanjang seolah waktu sendiri menahan me

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 28

    “Sekarang…” Arka berdiri di depannya, tatapan matanya dingin. “Siapa yang tidak bisa keluar hidup-hidup?”Tubuh Bima gemetar, tidak ada lagi kesombongan yang tersisa di wajahnya.Tiba-tiba—KRING~Ponsel Arka berdering, ia melirik layar.Nomor terenkripsi.[Taring Bayangan.]Arka sedikit mengernyit

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 22

    “Nona Keira…” Arka berkata datar. “Jangan berlebihan. Percaya atau tidak, kalau kepalamu terbentur kaca mobil di sana, mungkin mobilnya yang akan pecah.”“Tidak! Tidak!” Keira langsung panik. “Turunkan aku! Aku tidak akan mencubitmu lagi.”Suara Keira tiba-tiba berubah sangat patuh.Mireya yang men

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 14

    Wanita itu tampak kehilangan kesadaran. Langkahnya tidak stabil, rambutnya sedikit berantakan, gaunnya kusut.Leonard dengan gugup menggesek kartu kamar.Beep.Pintu terbuka.Wajah Leonard langsung dipenuhi kegembiraan yang hampir tak bisa disembunyikan. Ia menarik tubuh Keira masuk. Namun tepat sa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status