แชร์

Bab 9

ผู้เขียน: Skyy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-06 19:06:04

Mireya menarik napas perlahan, menenangkan dirinya. Senyumnya kembali, lebih lembut namun jauh lebih berbahaya. “Hotelku sangat nyaman,” katanya pelan. “Kalau mau, kita bisa bicara di tempat yang lebih tenang.”

Maknanya jelas.

Arka hendak menjawab ketika ponselnya bergetar.

Nama di layar membuat ekspresinya berubah.

Keira Adhistya.

Ia mengangkat panggilan.

“Datang ke rumahku.”

Suara di ujung sana serak, berat, jelas dipengaruhi alkohol.

Wajah Arka mengeras, ia tahu apa artinya ini. Kejadian sem
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 324

    Kaivan menarik napas perlahan sebelum melanjutkan. "Bos kita adalah sang Taring Alpha. Kalau dia bisa mati semudah itu, dia pasti sudah mati berkali-kali sejak dulu."Taring Baja menggertakkan giginya. "Tapi ledakan tadi—""Ledakan itu memang bagian dari jebakan." Kaivan langsung memotong ucapannya. "Masalahnya, bos juga tahu itu jebakan."Ia menatap reruntuhan yang masih terbakar di kejauhan. "Jadi aku tidak percaya dia masuk tanpa menyiapkan sesuatu."Arga menurunkan pandangannya sesaat. Jemarinya yang sejak tadi mencengkeram senapan perlahan mengendur.Taring Baja juga tidak lagi bergerak menuju pintu.Mereka semua mengenal Arka Mahendra lebih baik daripada siapa pun. Pria itu mungkin nekat, mungkin gila, tetapi tidak pernah bodoh. Dan untuk beberapa saat hanya suara api yang terbakar di kejauhan yang terdengar di dalam pos penjaga.Kemudian Kaivan berbicara lagi dengan nada yang jauh lebih tenang. "Kita tunggu. Kalau bos masih hidup, dia akan muncul.""Dan kalau ada orang yang cuk

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 323

    DUUAAAAARRR!Ledakan terakhir menghantam fondasi bangunan.Struktur tiga lantai itu runtuh dari dalam seperti kartu domino raksasa. Batu bata, beton, kaca, furnitur, dan balok kayu beterbangan ke udara sebelum berubah menjadi lautan puing yang dilalap api.Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit fajar.Dari kejauhan, Kaivan, Taring Baja, dan Arga yang telah mundur ke area instalasi pengolahan limbah hanya bisa menyaksikan bangunan utama manor runtuh di depan mata mereka."Bos—!" raungan Taring Baja pecah, tetapi suaranya tenggelam di tengah gemuruh ledakan.Arga tidak berkata apa-apa. Rahangnya mengeras, sementara jemarinya mencengkeram senapan begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.Sinar matahari pertama akhirnya menembus cakrawala dan menerangi medan yang dipenuhi asap, darah, serta kematian.Di sisi lain, Lorenzo berdiri tenang sambil menyaksikan kehancuran yang baru saja terjadi. Senyum puas perlahan muncul di wajahnya sebelum ia menoleh kepada Reginald."Perintahkan s

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 322

    Begitu melihat sosok itu, amarah yang selama ini ditekan kembali membuncah dalam dada Arka. Bayangan Siluman Hutan yang gugur, darah Taring Serigala yang membasahi tanah, serta tubuh Musang yang nyaris hancur akibat ledakan seakan muncul bersamaan di depan matanya.Ia tidak memberi peringatan, atau membutuhkan konfirmasi.Saat tubuhnya berhenti berguling dan posisi tembaknya stabil, jari Arka langsung menekan pelatuk.DORR!Suara tembakan mengguncang ruang kerja.Peluru menembus bagian belakang kepala sosok di kursi itu dengan presisi mematikan. Kursi kulit tersebut terhentak keras ke depan sebelum terbalik bersama tubuh yang duduk di atasnya. Darah, serpihan kayu, dan pecahan kulit berhamburan ke segala arah ketika mayat itu menghantam meja lalu jatuh ke lantai.Arka tidak langsung mendekat. Ia tetap mempertahankan posisi tembak sambil mengamati seluruh ruangan dengan tajam. Tatapannya bergerak cepat dari rak buku ke tirai jendela, lalu ke bawah meja dan setiap sudut yang mungkin dig

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 321

    Arka langsung berlari menuju tangga. Tujuannya hanya satu, yaitu ruang kerja pribadi Lorenzo di sisi timur lantai tiga. Terlepas dari apakah itu jebakan atau bukan, ia harus memastikan semuanya sendiri."Dia di tangga!""Target naik ke atas!"Dor! Dor! Dor!Rentetan peluru menghantam pegangan tangga dan dinding di dekatnya hingga serpihan kayu berhamburan.Arka sama sekali tidak membalas tembakan. Sambil terus bergerak naik, ia justru menempelkan potongan terakhir bahan peledak plastik di sudut antara lantai dua dan lantai tiga, lalu mengatur penundaan selama tiga detik.Setelah itu ia langsung melesat ke atas.Begitu mencapai beberapa anak tangga terakhir, Arka menerjang pintu darurat lantai tiga dan berguling masuk tepat saat hitungan waktu berakhir.BLAAARR!Ledakan keras mengguncang area tangga di belakangnya. Jeritan bercampur suara reruntuhan langsung memenuhi lorong dan memutus pengejaran untuk sementara.Arka bangkit sambil mengamati sekeliling. Karpet merah tua membentang di

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 320

    Dengan satu hentakan tangan kiri yang kuat, Arka mencengkram laras senjata musuh, membelokkannya ke arah tanah. Sementara belati di tangan kanannya melesat maju, menembus ke balik tulang rusuk bagian bawah dan mengunci jalur jantung.Pria itu tersentak, sepasang matanya melebar menatap wajah Arka yang sedingin monster, sebelum akhirnya lunglai tak bertenaga dalam dekapan senyap sang komandan.Empat orang tumbang dalam waktu kurang dari satu menit.Arka membuang peluru yang mulai menipis dari senapannya, menggantinya dengan peluru baru dari saku dengan satu hentakan yang bersih. Tatapannya kini beralih menembus sisa-sisa kepulan asap mesiu, mengarah langsung pada jendela besar ruang kerja lantai dua bangunan utama yang tampak sunyi.Ia kemudian pergi ke balik bukit buatan dan bukannya menjauh, ia justru bergerak menyerong menuju sisi timur bangunan utama. Dalam operasi seperti ini, tempat paling berbahaya sering kali menjadi lokasi yang paling tidak diduga lawan.Dua belas personel ber

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 319

    Tanpa berniat menjinakkan jebakan tersebut, Arka justru menempelkan peledak kedua miliknya langsung pada pilar penyangga utama yang berada tepat di samping rangkaian bom musuh. Dia merekayasa sebuah ledakan terkontrol yang sengaja dirancang untuk memicu seluruh jebakan milik Montara secara berantai.Setelah memastikan seluruh pemasangan selesai dan berada dalam radius aman, Arka perlahan melangkah mundur, kembali menuju pintu dapur tempat dia masuk. Dia mengeluarkan detonator dari saku celananya.Ibu jarinya menempel ketat pada tombol penekan berwarna hitam. Tatapannya menembus kegelapan, mengunci ke arah koridor dalam."Mari kita lihat wajah siapa yang akan muncul setelah ini," bisik Arka pada kesunyian, sebelum akhirnya menekan tombol picu tersebut tanpa ragu.Arka tidak membuang waktu. Langkah kakinya yang seringan bayangan langsung membawanya melesat, membelah semat yang rimbun di area taman belakang.Cahaya fajar yang kian menyengat mulai mengikis sisa-sisa kabut pagi, memperpend

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 63

    Garuda Hitam dan Taring Baja melangkah masuk tanpa ragu. Aura mereka yang dingin dan menekan langsung bertabrakan dengan atmosfer glamor di sekitarnya, menciptakan kontras yang membuat beberapa petugas keamanan di pintu langsung waspada.

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 61

    Lampu bedah menyala terang, menyorot luka mengerikan di punggung Arka.Vanessa mengenakan sarung tangan steril, pikirannya sepenuhnya bersih dari gangguan. Instruksinya jelas, cepat, dan presisi saat ia memimpin tim.

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 60

    Mireya menoleh sekilas, mengangguk singkat. Untuk sesaat, semua konflik di antara mereka menghilang, digantikan satu tujuan yang sama.Namun tepat ketika pintu ambulans hampir tertutup—

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 59

    Di bawah komando Bayangan Azura, seluruh tim bergerak cepat dan terkoordinasi, mengangkat puing beton serta rangka baja dari titik sumber suara tanpa jeda. Debu beterbangan di udara, napas tersengal, dan setiap detik terasa memanjang seolah waktu sendiri menahan me

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status