Home / Pendekar / Sang Penguasa Dunia Silat / 3. Kerasukan Obsesi Ekstream

Share

3. Kerasukan Obsesi Ekstream

Author: QUEEN NIS CA
last update Last Updated: 2025-11-10 23:50:36

Semua orang merasa tertekan, apa lagi para prajurit yang tidak memiliki basis kultivasi. Tangan mereka langsung menyumpali lubang telinga. Saking tidak tahannya dengan tekanan suara, para prajurit itu sampai berguling-guling di atas tanah.

Zhang Ruling dan Tang Huang segera mengatur keseimbangan energi di tubuh mereka. Sedangkan Mu Zehuai tetap berbaring tenang sembari memejamkan mata.

Dari luar tampak tenang, tetapi sebenarnya dia sedang sibuk mengontrol kedua energi yang saling bertentangan di dalam tubuhnya. Dua energi itu sedang bergejolak hebat.

'Kenapa energi di dalam tubuhku sangat sulit dikendalikan? Sungguh sial!' gumam Mu Zehuai dalam hati.

Bagaimana pun, Ilmu Sukma Penghancur Hati adalah sumber kekuatan yang sangat jahat dan bertentangan dengan ajaran lurus yang pernah dilatih Mu Zehuai di Sekte Bulan Misterius. Keduanya saling berbentrokan bagai api melalap dan air memadam.

"Pada akhirnya, Ilmu Sukma Penghancur Hati tetap muncul di dunia persilatan," ucap seorang pria paruh baya berjanggut lebat.

Semua rambut yang tumbuh di sekujur tubuhnya telah memutih. Panampilannya serba putih, termasuk pakaian dan seruling giok di genggaman tangannya.

Dia adalah Bai Song Hao— sang ketua Biro Musik, juga seorang Dewa Pedang Suara. Setelah menampakkan diri, aura tekanan yang dibawa Bai Song Hao perlahan menghilang.

Zhang Ruling langsung menghela napas lega. Tatapan matanya beralih menatap sosok Bai Song Hao yang berdiri memunggunginya.

"Dewa Pedang Suara? Sungguh pemandangan yang langka. Seingatku, Dewa Pedang Suara tidak pernah mencampuri urusan duniawi. Tapi sekarang kenapa Anda tiba-tiba muncul di tempat ini? Ingin menonton pertunjukan?" sarkas Zhang Ruling, sengaja menyindir kemunculan Bai Song Hao.

Tanpa basa-basi, Bai Song Hao langsung menjawab, "Untuk membasminya!"

Seruling di tangan Bai Song Hao menunjuk tegak ke arah Mu Zehuai yang masih terbaring tenang, sama sekali tidak terkecoh oleh kedatangan seorang ahli lain yang menginginkan nyawanya.

"Ingin membunuhku? Kita lihat apakah kau punya kemampuan itu atau tidak!" cetus Mu Zehuai.

Mu Zehuai menggertak dengan sangat arogan. Tanpa bergerak sejengkal pun dari posisinya, pertarungan batin mulai berlangsung di antara mereka.

Melihat kemampuan lawannya yang sepadan, sepertinya pertarungan sengit ini akan menguras banyak energi. Kebetulan sekali, dia ingin mencoba seberapa kuatnya Ilmu Suka Penghancur Hati yang legendaris ini.

Set!

Tekanan batin akhirnya berhenti. Setelah saling menekan, keduanya akhirnya menghela napas berat.

"Ilmu Sukma Penghancur Hati memang luar biasa. Kutebak, tingkatanmu sekarang telah naik ke tahap pembentukan pil. Benar 'kan?" tebak Bai Song Hao. Sedikit berbasa-basi membahas kehebatan lawannya yang cukup tangguh.

"Hekh!" Mu Zehuai tidak berkomentar. Seringaian sinis adalah jawaban singkat darinya.

"Sayang sekali. Pemuda berbakat sepertimu pada akhirnya harus mengambil jalan ini. Jika—"

Mu Zehuai segera menyela. "Jika apa?"

Setelah terbaring malas-malasan, Mu Zehuai akhirnya menggerakkan tubuhnya. Dalam sekejap mata, tubuhnya berteleportasi tepat di hadapan Bai Song Hao.

Tatapannya dingin, menghunus tajam bagaikan pedang es beku.

Penampilannya tetap sama seperti sebelumnya, tetapi auranya jauh berbeda. Aura yang terpancar dari tubuh Mu Zehuai terasa gelap karena diselimuti hawa negatif.

"Tidak ada kata 'jika.' Sekali pun ada, jika tanpa keberuntungan ini ... seharusnya aku sudah lama mati!" geramnya. Tatapannya beralih menatap Tang Huang dan Zhang Ruling secara bergantian.

"Aku tidak salah!" tegasnya. Selang hanya beberapa detik kemudian, nada bicaranya menurun. Terdengar lebih tenang bagaikan air mengalir. "Tapi ... itu sudah tidak penting lagi. Karena di dunia ini, hanya orang kuat yang pantas bicara!" cetusnya.

Jleb!

Tiba-tiba sebuah tombak menusuk punggung Mu Zehuai. Salah seorang prajurit mencari kesempatan dalam kesempitan. Tusukannya begitu dalam hingga menembus ke perutnya.

Wajah Mu Zehuai tertunduk, menatap ujung tombak yang berlumuran darahnya sendiri. Akan tetapi, bukannya meringis kesakitan, Mu Zehuai justru tersenyum misterius.

"Darah?" Jari telunjuk Mu Zehuai mencolek darah yang melumuri ujung tombak itu, lalu menjilat darahnya ke mulutnya sendiri.

Mu Zehuai lantas berbalik seraya berucap, "Cari mati!"

Telapak tangannya menarik prajurit itu bagaikan magnet. Mu Zehuai mencekik lehernya, lalu menghisap energi hidupnya.

"Mu Zehuai! Kau sudah gila!" hardik Zhang Ruling.

"Dia memang sudah gila," tambah Tang Huang. Tatkala Zhang Ruling hendak maju menyerang, lagi-lagi Tang Huang mencegahnya. "Kau mau apa?" tanyanya.

Zhang Ruling meninju lengan Tang Huang yang menghadang jalannya. "Dia sudah kehilangan akal sehatnya. Jika dibiarkan begitu saja, dia bisa—"

Bai Song Hao menyela ucapan Zhang Ruling. "Tidak perlu. Tidak ada gunanya kau menghentikannya. Inilah kehebatan Ilmu Sukma Penghancur Hati. Dia bisa menyerap energi kehidupan manusia, termasuk basis kultivasi. Jika kau mendekatinya, maka basis kultivasimu yang akan terserap selanjutnya," tutur Bai Song Hao menjelaskan panjang kali lebar.

"Baiklah, dasar rubah tua! Sudah kuduga, kau datang hanya untuk menonton pertunjukkan. Jadi, apa gunanya punya basis kultivasi tinggi kalau kerjaanmu hanya menjadi pajangan di sini? Hah!" murka Zhang Ruling. Emosinya bergejolak bagaikan api melalap kayu bakar.

"Dia sudah kerasukan obsesi ekstream. Tanpa turun tangan sekali pun, tubuhnya akan meledak sebentar lagi," ungkap Bai Song Hao.

Dalam dunia persilatan, orang yang sudah kerasukan obsesi ekstream bagaikan orang yang sudah mendekati ajal kematian.

Ketika seorang praktisi telah kerasukan obsesi ekstream, maka akal sehatnya sudah tidak lagi berfungsi. Pikirannya telah dikendalikan oleh hawa negatif. Jiwanya bagaikan telah meninggalkan raga. Sukar untuk diselamatkan.

Tidak puas menyerap energi hidup seorang prajurit, Mu Zehuai langsung menyerap energi 30 orang prajurit sekaligus.

"Tidak bisa! Jika mereka mati tidak wajar, nanti akan sangat merepotkan." Mengingat identitasnya sebagai putra seorang adipati, Zhang Ruling mulai merasa gelisah andaikan para prajurit itu mati di bawah pengawasannya.

Namun, sebelum Zhang Ruling bertindak, Mu Zehuai lebih dulu menunjukkan gejala yang tidak wajar.

"Aaargghhh!"

Dia berteriak kesakitan, lalu berhenti melakukan ritual sesat. Siksaan bertubi-tubi mulai menggerogoti tubuhnya. Lagi-lagi dia mengalami serangan balik.

"Lihatlah. Sudah kubilang, kita tidak perlu repot-repot membunuhnya," tukas Bai Song Hao.

"Tapi ... aku tetap harus membunuhnya dengan tanganku sendiri." Kali ini giliran Tang Huang yang maju melancarkan serangan.

Tinjauan tangan besinya telah siap menghantam Mu Zehuai dari arah belakang. Kekuatan maksimal telah dikerahkan lewat tinjuannya.

Namun, tiba-tiba ...

Duaaar!

Terjadi sebuah ledakan dahsyat. Suaranya menggelegar nyaring hingga menghempaskan semua orang yang berajarak dekat di sekitarnya. Sedangkan Tang Huang, Zhang Ruling dan Bai Song Hao segera mundur menghindari ledakan dengan kemampuan qinggong yang mereka miliki.

"Bom Petir Kematian?! Ini milik Sekte Iblis!" kaget Zhang Ruling.

"Semuanya, orangnya akan kubawa pergi. Sampai berjumpa lagi. Hahaha!" Gelak tawa pecah membahana menggema di udara. Dia membawa pergi Mu Zehuai tanpa meninggalkan jejak.

Sosoknya tidak terlihat karena terhalang oleh tebalnya kabut beracun.

"Siapa dia?" Zhang Ruling bertanya-tanya karena penasaran dengan identitas orang yang turut datang mencampuri urusan.

"Wakil Sekte Kerajaan Gelap, Wang Hui," ungkap Bai Song Hao.

"Gawat! Jika memang benar itu dia ... mulai saat ini, dunia pasti akan berada dalam masalah besar," imbuh Tang Huang. Hatinya dilanda badai kegelisahan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sang Penguasa Dunia Silat   36.

    "2 hari lagi bulan purnama. Aku harus mulai mengekstrak mawar-mawar china ini untuk dijadikan minyak wangi," ucap Yue Ji sembari memandangi bunga mawar yang tumbuh subur di halaman kediamannya di sekte iblis Kerajaan Darah.Sebagai seorang master kultivator tingkat tinggi, Yue Ji mendapat perlakuan istimewa atas prestasi yang dia capai untuk sekte iblis Kerajaan Darah. Oleh sebab itu, ia memiliki rumah atau kediaman pribadi yang cukup luas dan dihiasi dengan halaman untuknya menanam mawar china yang dijadikan sebagai senjata mautnya ketika dia bertarung.Yue Ji menanami halaman rumahnya dengan berbagai macam tanaman mawar yang beragam. Namun, yang paling dia rawat dengan sepenuh hati adalah mawar china, karena hanya mawar china yang memiliki efek paling tinggi untuk dijadikan senjata kultivasinya."Yue Ji." Seseorang menyerukan namanya hingga membuat Yue Ji reflek menoleh ke arah sumber suara.Tatkala Yue Ji mendapati sosok yang menyerukan namanya, ia pun mengernyitkan kedua alisnya s

  • Sang Penguasa Dunia Silat   35. Dendam

    "Dasar pengecut!" hardik Li Jing, sang kakak seperguruan pertama.Mulutnya yang terbungkam rapat sejak tadi, kini langsung menyemburkan kata-kata menohok. Matanya menghunus ke arah Yi Xuan, pembawaannya tenang, tetapi cukup mengintimidasi lawan. Giliran Yi Xuan terbungkam seribu bahasa. Kakak seperguruan pertama telah bicara, dia tidak berani membantah lebih jauh. Wajahnya tertunduk takut, sekaligus merasa bersalah. "Saudara sekalian, ayo kita pergi," himbau Li Jing, membubarkan para murid yang masih berkumpul di aula. Beberapa murid mengikuti Li Jing, sisanya tetap mematung di tempat. Di halaman sekte, para pengikut Li Jing mulai penasaran. Sebenarnya, apa yang ingin dilakukan Li Jing? Apakah benar dia akan menagih nyawa terhadap Yue Ji? Salah seorang murid akhirnya angkat bicara. "Kakak pertama, haruskah kita berdiam seperti ini? Sekte Angin Phoenix tidak bisa ditindas semena-mena!" geramnya. Wajahnya tampak kusut karena dikendalikan emosi. Li Jing tenggelam dalam keheni

  • Sang Penguasa Dunia Silat   34. Jenazah Murid Dipulangkan

    Sekte Angin Phoenix, Kota Emas Cahaya. Di dalam sebuah aula diskusi, tampak para murid yang sedang berkumpul membicarakan masalah yang menimpa sekte. Kegaduhan menguasai ruangan, menambah kesan gelap ruangan yang hanya bertemankan cahaya lilin meremang. Wajah mereka ditekuk masam, memancarkan kebencian yang tak pernah padam bagaikan api abadi berkobar tatkala menatap 5 jenazah terbaring dibungkus kain putih sekujur tubuhnya. Mereka tak lain adalah murid Sekte Angin Phoenix yang baru saja dipulangkan ke sekte. "Tidak bisa dibiarkan! semakin hari, wanita iblis itu semakin kurang ajar. Berani sekali mereka membunuh murid-murid sekte kita!" cetus salah seorang pemuda yang tak lain berasal dari sekte Xu Feng. "Benar, kita harus membalaskan dendam saudara-saudara kami!" sambung yang lain. "Jadi, bagaimana dengan keputusan sekte? apa mereka mengizinkan kita pergi melawan Yue Ji?" tanyanya. Kreeek ... Terdengar suara pintu yang didorong dari luar ruangan. Kemudian, muncullah seorang

  • Sang Penguasa Dunia Silat   33. Tangkap Mereka!

    "Malam ini, aku menerima laporan bahwa Kediaman Hakim Chu sedang dikepung oleh orang asing. Kupikir tikus dari mana, ternyata ...." Ucapannya menggantung disengaja. Tatapan bengisnya langsung melirik Mu Zehuai, menatap remeh seolah menganggap segala yang ada di hadapannya terlalu mudah diinjak di bawah kakinya. "Sudahlah. Jangan bahas itu lagi. Aku tanya, di mana Tuan Hakim Chu? Kalian sudah membunuhnya? Benar, bukan?" Zhang Ruling mengalihkan topik, menuding langsung dengan asumsi sepihak darinya. Senyum semirik menambah keculasan yang terpapar di wajahnya. Dituduh sedemikian rupa, Mu Zehuai tetap memasang sikap tenang bagaikan air mengalir. Mu Zehuai membalas tuduhan itu dengan senyuman tipis. Wajah dan tatapannya tetap datar dan dingin. Badai pun takkan mudah menghoyahkan keteguhan sikapnya. "Aku tidak mengerti apa maksud Jendral Muda. Zhang Ruling, sepertinya kau salah paham. Malam ini, Chu Ling Long secara pribadi mengundang kami untuk bertamu ke rumahnya. Apa ada yang

  • Sang Penguasa Dunia Silat   32. Penghakiman

    Matanya menatap nyalang sosok Li Sanggu. Langit malam yang diselimuti kegelapan pun mengalahkan pekatnya kebencian yang berkecamuk di dalam hatinya. "Bocah tengik dari mana ini? Beraninya kau tidak menghormatiku! Bahkan kaisar sekali pun tidak memperlakukanku seperti ini!" Ucapannya tercekat. Dia tidak berniat melanjutkannya lebih jauh.Zhang Ruling sampai tidak segan menyinggung pemimpin agung negeri ini. Namun bagi Li Sanggu, semua itu tidak cukup memprovokasinya. Tanpa gentar Li Sanggu membalas, "Tentu saja. Apa kau pikir aku takut? Sekali pun Kaisar kalian berdiri di hadapanku ... Lantas kenapa?" balas Li Sanggu dengan suara stabil, tidak takut jika ucapanya yang lancang tersebar dan terdengar hingga sampai ke telinga kaisar. "Lancang!" Zhang Ruling menuding dengan suara lantang menggelegar, setara kilat menyambar di tengah hujan.Li Sanggu mencondongkan kepalanya ke samping. Sengaja memasang ekspresi cengo. "Kenapa? Apa kau merasa tidak percaya diri ... sampai-sampai harus me

  • Sang Penguasa Dunia Silat   31. Pengepungan

    Untuk saat ini, belum ada cara untuk menyadarkan mereka. Akan tetapi, Mu Zehuai yakin Li Sanggu pasti memiliki caranya. Dia ingin memercayai seseorang sekali lagi. Dia harap Li Sanggu tidak akan mengkhianati kepercayaannya. "Jangan pikirkan itu dulu. Sekarang yang terpenting adalah keluar dari tempat sial ini dan kembali ke sekte," himbau Mu Zehuai. Setelah Li Sanggu berhasil menyadarkan para tahanan yang pingsan, Mu Zehuai segera memasukkan dua rekannya ke dalam kantung persenjataan."Semuanya, ayo kita keluar dari sini," himbau Li Sanggu. Menatap lekat para tahanan yang telah kehilangan cahaya harapan, berharap mereka memiliki semangat untuk tetap bertahan hidup.*** Halaman Kediaman Chu Ling Long "Itu mereka!" "Lancang!""Pembunuh rendahan beraninya menginjakkan kaki ke rumah seorang pejabat bersih! Negara ini benar-benar sudah kehilangan aturan!" "Hari ini berani datang ke rumah seorang Hakim, besok-besok mungkin akan berani datang ke istana Kaisar!" "Nyali kalian sunggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status