Short
Sang Ratu Tersembunyi

Sang Ratu Tersembunyi

By:  SodaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pernikahannya tinggal setengah jam lagi, tapi asisten tunanganku, wanita ini, baru saja menyerahkan selembar kertas padaku. Aturan nomor satu. Tidak boleh ada kontak fisik dengannya di luar, kecuali dia secara langsung mengizinkannya. Aturan nomor dua. Keintiman hanya boleh terjadi jika dia yang memulainya. Aku wajib memenuhi hasratnya setidaknya sekali dalam sebulan. Aturan nomor tiga. Dia bisa menuntut haknya kapan saja, di mana saja, dan aku tidak boleh menolak. ... Setelah aku selesai membaca seluruh kontrak dua halaman ini, aku harus berjuang keras mempertahankan senyum di wajahku. Menelan amarah yang membara di dalam perutku, aku menelepon tunanganku. "Alex, ini apaan sih?" "Apa maksudnya dengan kalimat kalau mempelai pria memiliki anak, mempelai wanita wajib membesarkannya, tanpa memedulikan siapa ibunya?"

View More

Chapter 1

Bab 1

"Nona Katarina, ini kontraknya. Silakan tanda tangani."

Asisten pribadi tunanganku, Victoria, meletakkan berkas-berkas itu di atas meja rias saat aku merapikan gaunku.

Gaun pengantin ini aku pilih sendiri. Victoria menemaniku waktu itu, dan membayarnya dengan kartu rekening Keluarga Mahardika.

Rasanya aneh, sebenarnya. Kakek hanya mengatakan dia sudah mencarikanku seorang tunangan. Aku bahkan belum pernah bertemu pria itu sejak kami bertunangan.

Aku sebenarnya tidak akan menikah dengannya kalau bukan karena kakek yang menjaminnya, mengatakan kalau pria itu baik dan keluarganya berada.

Aku terdiam sejenak, lalu mengambil berkas itu.

Di halaman pertama tertulis: [Kontrak Pernikahan.]

Baris demi baris klausul yang tidak masuk akal terpampang di hadapanku. Dua halaman penuh. Jari-jariku terhenti di klausul terakhir.

[Jika mempelai pria memiliki anak, mempelai wanita wajib membesarkannya, tanpa memedulikan siapa ibunya.]

Pelipisku berdenyut keras.

Keluarga Mahardika, ya, mereka memang punya kekuatan besar di Kota Velanusa dan statusku sekarang hanyalah anak angkat dari keluarga kelas di bawah dia.

Aku sudah menduga mereka akan menetapkan aturan untukku, tapi tidak yang sekejam ini.

Aku mengangkat kepala, menatap bayanganku di cermin saat berhadapan dengan Victoria.

"Ini ulah Alex?" Suaraku tetap tenang.

"Tentu saja." Senyum Victoria melebar. "Itu aturan Keluarga Mahardika. Sebaiknya kamu mulai membiasakan diri."

Aku meletakkan berkas itu dan mengambil ponselku.

Aku pun menelepon Alex.

Dia menjawab setelah tiga dering.

"Apa maksud kontrak ini?" tanyaku langsung.

"Oh, itu." Suara Alex terdengar meremehkan. "Tinggal tanda tangani saja. Itu cuma formalitas."

"Formalitas?" Genggamanku pada ponsel mengencang. "Kontrak ini memperlakukanku lebih buruk dari seorang pelayan! Setidaknya pelayan dibayar!"

"Jangan lebay." Dia menghela napas seolah berbicara pada anak manja. "Kamu itu pion yang diatur oleh Keluarga Wijaya, paham? Pion tidak perlu punya emosi. Setelah kamu menikah masuk ke keluarga ini, kamu akan menjadi istri seorang Wakil Bos. Selama tidak ada keadaan tidak terduga, kamu akan menjadi Nyonya Besar berikutnya. Sudah sewajarnya kamu berkewajiban membesarkan pewaris Keluarga Mahardika. Mengerti?"

Pion ....

Kata itu menghantamku seperti pukulan.

Inikah pria menjanjikan yang dibicarakan kakek?

Aku memejamkan mata dan menarik napas panjang.

"Aku tidak akan menandatanganinya."

"Apa?" Suara Alex berubah tajam.

"Aku bilang, aku tidak akan menandatangani kontrak ini."

Tanpa menunggu jawabannya, aku pun memutuskan sambungan.

Senyum di wajah Victoria membeku.

"Kamu sudah gila?" Victoria melangkah maju. "Kamu tahu siapa Alex? Dia Wakil Bos termuda dalam sejarah Keluarga Mahardika! Sementara kamu hanya anak angkat Keluarga Wijaya, punya hak apa untuk menolaknya?"

"Hak?" Saat dia berbicara, aku sudah melepas gaun yang baru saja kupakai. "Victoria, sampaikan pada Alex bahwa meskipun Keluarga Wijaya tidak sekuat Keluarga Mahardika, bukan berarti kami bisa dipandang rendah."

Melihat tindakanku, Victoria mengerutkan kening.

"Kamu mau ke mana? Pernikahannya sebentar lagi dimulai!"

Aku mendengus. "Sudah jadi gini, untuk apa menikah lagi?"

Aku pun berbalik, meraih tas tanganku, dan berjalan menuju pintu.

Victoria menghalangi jalanku, raut wajahnya berubah dingin.

"Nona Katarina, kamu tidak bisa pergi." Suaranya terdengar mengancam. "Sebaiknya kamu berpikir jernih. Kalau pernikahan ini gagal, Keluarga Mahardika tidak akan tinggal diam."

"Minggir."

"Kamu .…"

"Aku bilang, minggir."

Aku menatap matanya dengan tegas.

Dia pun mundur selangkah.

Aku mendorong pintu hingga terbuka.

Di lorong, para tamu sudah berkumpul, dan gelas-gelas berdenting.

Saat aku muncul, bisik-bisik mulai terdengar.

"Bukankah itu putri kedua Keluarga Wijaya?"

"Beruntung sekali bisa menikah dengan Keluarga Mahardika."

"Semua orang di Kota Velanusa tahu Alex Mahardika adalah calon Bos. Sekarang dia akan hidup dalam kekayaan dan status tanpa batas!"

...

Aku mengabaikan mereka dan berjalan lurus ke arah lift.

"Katarina!" Victoria mengejarku, suara hak sepatunya berdetak tajam di lantai. "Kamu benar-benar mau menghancurkan pernikahan ini?!"

"Keluarga Mahardika akan membuatmu menyesal! Keluarga Wijaya akan mendapat hukuman!"

Para tamu mendengar suaranya, dan bisik-bisik semakin keras.

"Berani sekali kabur dari pernikahannya sendiri!"

"Diberi keberuntungan malah tidak tahu bersyukur."

"Keluarga Mahardika tidak akan membiarkan ini."

Aku pun berbalik dan melangkah masuk ke dalam lift. Victoria mengira aku hanya sedang jual mahal, ekspresinya pun semakin angkuh.

"Nona Katarina, kamu masih bisa berubah pikiran."

Aku tidak bisa menahan senyum.

"Gimana kalau aku tetap memilih pergi?"

Orang-orang ini tidak tahu bahwa nama keluargaku yang sebenarnya adalah Keluarga Wiranata.

Itu cara Kakek melindungiku, dengan mendaftarkanku di bawah Keluarga Wijaya.

Dibandingkan keluarga kami, Keluarga Mahardika tidak lebih dari pemain kecil.

Victoria menyadari aku serius.

Dia cepat-cepat mengulurkan tangan untuk menekan tombol di dekatnya, tapi sudah terlambat.

Pintu lift perlahan menutup di depannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status