Short
Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku

Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku

Oleh:  SelamatTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Bab
1.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku sudah lima tahun menikah dengan James, tetapi tidak ada seorang pun yang tahu aku adalah istrinya. Aku tidak ingin mendapat perlakuan istimewa karena gelar istri pemimpin mafia, sehingga aku menolak untuk mengumumkan pernikahan ini ke publik. Hubungan kami sangat baik dan setiap hari terasa seperti masih berpacaran. Namun, tepat di hari pertamaku mulai bekerja di rumah sakit baru, perasaanku hancur. "Clara, kamu belum tahu ya?" Seorang rekan kerja mendekat dan berbisik dengan misterius, "Katanya pasien baru ini adalah istrinya James, nyonya Keluarga Polin." Aku langsung tertegun. Kalau dia adalah nyonya, aku ini siapa? Kalau anak di kandungannya adalah calon pewaris Keluarga Polin, anak di dalam kandunganku ini apa? Aku memaksakan diriku untuk tetap tenang dan menjaga profesionalisme sebagai dokter selama pemeriksaan kehamilan. Aku tidak membiarkan siapa pun melihat betapa hancurnya diriku. Aku selalu merasa semua ini hanya gosip, bukan nyata. Namun, saat aku mendengar James memanggilnya tuan putri, aku akhirnya mengerti hubungan ini sudah seharusnya berakhir. Dia sudah memiliki tuan putri yang lain, aku pun merestuinya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Di hari pertama aku mulai bekerja di rumah sakit swasta di Kota Hamala, aku mendengar perawat di sebelahku berkata sambil tersenyum, "Dokter Clara, hari ini kamu benar-benar beruntung sekali. Baru datang saja sudah langsung menangani pasien VIP."

Aku mengangkat kepala, lalu menatap perawat itu dengan agak bingung. "Benarkah? Kenapa bisa dibilang beruntung?"

"Biaya pendaftaran VIP itu 50 ribu dolar."

Dengan ekspresi misterius, perawat itu menurunkan suaranya dan berkata, "Aku dengar pasien ini adalah istri dari bos mafia, James."

Jantungku menegang saat mendengar itu, tetapi ekspresinya tetap tenang. "Benarkah? Berarti dia tokoh penting ya."

Melihat aku tidak tertarik untuk bergosip, perawat itu tampak agak kecewa. Namun, tak lama kemudian, dia kembali bersemangat. "Dokter Clara, lihat, ini dia dan istrinya."

Saat mengatakan itu, perawat itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto padaku.

Aku menatap foto itu dengan saksama. Ternyata pria di foto itu adalah suamiku yang sudah menjalani pernikahan rahasia denganku selama lima tahun, James. Sementara itu, wanita yang bersandar di sampingnya ternyata adalah adik tiriku, Renna. Hawa dingin langsung menjalar dari telapak kaki hingga ke kepalaku dan kenangan-kenangan pun menyerbu seperti gelombang air.

Setelah ibuku meninggal dunia saat iyu, ayah membiarkan Renna dan ibunya masuk ke dalam rumah. Karena dia terus menyiksa dan menindasku, rumah ini perlahan-lahan tidak memiliki tempat untukku lagi. Hanya James yang selalu mendukungku dan terus berkata tidak akan pernah meninggalkanku meskipun semua orang meninggalkanku.

Namun kini, Renna malah mengandung anaknya James dan tinggal di kamar VIP yang dipesan James khusus untuknya. Pengkhianatan yang diam-diam adalah yang paling mematikan.

Aku menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. "Bagaimana kondisi pasien itu sekarang?"

Melihat aku sepertinya lebih tertarik pada kondisi pasien, perawat itu menyimpan ponselnya dan mulai menjelaskan, "Nama pasiennya Renna. Saat ini usia kehamilannya lima bulan lebih dan kondisinya cukup stabil. Setiap minggu saat pemeriksaan kehamilan, Pak James selalu menemaninya. Dia benar-benar sangat bahagia. Bukan hanya tampan dan kaya, suaminya juga sangat menyayanginya."

Lima bulan? Pemeriksaan kehamilan seminggu sekali?

Aku tiba-tiba ingat James selalu pergi dinas dua hari setiap minggu sejak beberapa bulan yang lalu. Ternyata selama ini dia selalu menemani orang lain melakukan pemeriksaan kehamilan. Air mata yang tak tertahankan lagi langsung mengalir dan membasahi maskerku.

Perawat itu masih terus berceloteh, "Menurut Dokter Clara, Pak James itu sangat baik pada istrinya, 'kan?"

Aku tersenyum, tetapi senyuman di balik masker ini terlihat lebih menyedihkan daripada tangisan. "Iya, sangat baik."

Saking baiknya, aku sampai merasa diriku ini hanya sebuah lelucon.

Aku menggenggam erat lembaran hasil pemeriksaan kehamilan sampai ujung jariku memutih dan napasku di balik masker menjadi makin sesak.

"Dokter Clara?"

Perawat itu mendorongku dengan lembut. "Sudah waktunya melakukan pemeriksaan detak jantung janin untuk Nyonya."

Aku secara refleks mengangkat stetoskop, lalu menempelkan kepala logamnya ke perut Renna yang menonjol.

Duk ... duk ....

Suara detak jantung janin itu seperti palu berat yang menghantam gendang telingaku, membuat mataku terasa perih.

Perawat itu berkata dengan nada iri, "Pak James biasanya selalu datang menemani Nyonya. Kenapa kali ini nggak datang?"

"Dia tiba-tiba harus menandatangani kerja sama yang bernilai puluhan juta dolar, aku yang menyuruhnya mengutamakan pekerjaan," jawab Renna.

Renna manyun dengan manja, lalu melanjutkan, "Dia itu terlalu lengket denganku. Karena nggak bisa menemaniku kontrol ulang, dia memberiku cincin ini sebagai permintaan maaf."

Jari Renna yang mengusap perutnya mengenakan cincin berlian dihiasi batu rubi merah yang menyilaukan mataku. Rubi itu adalah barang lelang senilai dua triliun yang James menangkan di pelelangan pada hari jadi pernikahan kami.

Saat itu, James berkata, "Lara, warna ini cocok denganmu. Tunggu sampai dudukan cincinnya selesai dibuat, aku baru akan memberikannya padamu."

Aku bahkan sempat menertawakan James dan berkata aku ini dokter bedah yang setiap harinya harus memegang pisau operasi, tidak mungkin memakai barang yang begitu mahal.

James memelukku dan berkata, "Baiklah. Kalau Lara nggak suka, kita nggak mau ini lagi."

Ternyata bukan tidak jadi diberikan, melainkan sudah berganti pemilik.

"Dia bilang setelah anak ini lahir, dia akan memberiku sebuah pulau kecil agar aku dan anak bisa beristirahat dengan baik di sana."

Ucapan Renna itu bagaikan sebilah pisau yang menusuk tepat ke jantungku. Aku menundukkan kepala dan mencatat di rekam medis, tetapi tanganku tiba-tiba bergetar dahsyat hingga ujung pena menembus kertas.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status