Short
Drama Ahli Waris Keluarga Mafia

Drama Ahli Waris Keluarga Mafia

Por:  Crispy CocoCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Capítulos
283visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Kontraksi itu seakan merobekku menjadi dua. Penglihatanku pun mulai kabur. Suamiku, Rendi, adalah Sang Ketua, seorang pemimpin keluarga mafia yang menguasai Kota Celion, menggenggam tanganku. Mata gelapnya menyala dengan penuh cinta. "Sebentar lagi, Sayangku. Kau akan segera bertemu bayi kita." Keringat mengalir deras di wajahku. Aku masih ada kekuatan untuk tersenyum padanya. Lalu, seorang perawat masuk. Dia memegang sebuah jarum suntik. Kupikir itu untuk menghentikan rasa sakit. Namun, tangan Rendi terlepas. Dia mundur selangkah. Jarum itu menancap di lenganku. Aku mendengar suara Rendi yang dingin seperti baja. "Berikan dia suntikan dengan hati-hati. Dia harus bertahan sampai tengah malam. Tidak boleh semenit pun lebih cepat. Tunggu sampai Karin melahirkan terlebih dahulu." Saat itulah, aku baru tahu kalau dia berpikir aku menikahinya karena uang. Dia menunda persalinanku. Semua demi aturan Keluarga Ferano yang gila, bahwa putra pertama yang lahir adalah pewaris berikutnya. Rasa sakit menyiksaku. Aku mencoba meraihnya. Air mata mengalir di wajahku. Aku memohon padanya untuk berhenti. Dia hanya menggigit bibir dan suaranya sedingin es. "Kakakku sudah mati. Karin mengandung satu-satunya ahli waris. Kau harus melakukan apa yang diperintahkan. Kau dan anakmu tidak boleh mencuri hak warisnya." Obat itu masuk ke pembuluh darahku. Remasan hebat di perutku terasa seperti tangan tak terlihat, dan tiba-tiba saja … berhenti.

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Kepalaku terasa berputar. Mereka mendorongku ke dalam sebuah gudang bawah tanah rumah sakit. Sebuah sel darurat.

"Kurung dia di sini!"

Aku mengenali suara itu.

Dia adalah Indri Ferano, adik suamiku.

Dia mendekat, lalu sebuah pisau dingin menyentuh pipiku. Saat itulah, aku melihat pisau bedah di tangannya.

"Jangan salahkan Rendi, Elsa," katanya sambil menatapku. "Bayi di perut Karin adalah satu-satunya anak dari almarhum Tedy. Dialah satu-satunya yang pantas menjadi pewaris keluarga ini."

"Aku tidak pernah .... Aku tidak pernah ingin bersaing dengannya ...." bisikku.

Dia menutup mulutku dengan tangannya sebelum aku menyelesaikan ucapanku.

"Aktingmu yang payah ini membuatku muak! Apa kau lupa sudah mendorong Karin sampai jatuh dari tangga bulan lalu? Seorang janda hamil yang baru saja kehilangan suaminya?"

Mataku terbuka lebar. "Aku tidak pernah ...."

"Dia hampir kehilangan bayinya!" Suara Indri melengking. "Kalau saja pelayan itu tidak menemukannya, satu-satunya garis keturunan Tedy akan berakhir karena orang licik sepertimu!"

Rasa sakit yang menusuk seakan merobek perutku hingga membuatku sulit bernapas.

Indri mencibir. Dia menyeret sisi datar pisau bedah itu di pipiku. Logam itu terasa dingin di kulit.

"Aturan keluarga itu mutlak. Siapa yang pertama melahirkan pewaris, dialah yang menang. Jadi, kau dan bajingan kecilmu itu tak akan bisa menang."

Aku memegang perutku. Gelombang kontraksi baru mulai melawan pengaruh obat yang mereka berikan.

Rasa sakitnya begitu hebat hingga pandanganku berubah menjadi gelap.

"Panggilkan dokter. Aku sudah mau melahirkan, beneran ...."

"Melahirkan?" Indri tertawa seolah itu lelucon terlucu yang pernah didengarnya. "Hentikan sandiwaramu ini. Karin sudah jelaskan seluruh permainanmu kepada kakakku. Dia bilang kau akan melakukan aksi seperti ini hari ini."

Indri pun berbalik dan mengangguk kepada dua penjaga besar di luar.

"Awasi dia. Kalau dia berteriak, sumpal saja mulutnya."

Pintu dibanting tertutup.

Sebuah lampu darurat yang redup menerangi ruang bawah tanah itu.

Aku terbaring di lantai, darah sudah merembes membasahi gaunku.

Rendi mengambil ponselku ketika kami sampai di rumah sakit. Dia bilang ingin aku fokus pada persalinan, jadi dia menyimpan ponsel itu.

Sekarang aku tahu alasannya. Dia takut aku akan meminta bantuan.

Aku meringkuk, mencoba bernapas menahan rasa sakit. Yang kulihat hanyalah wajah Rendi ketika dia memerintahkan anak buahnya untuk mengurungku. Tatapan jijik di sorot matanya itu.

Seolah aku adalah musuh, bukan istrinya, bukan wanita yang akan memberinya anak.

Rendi percaya setiap kebohongan yang Karin katakan. Setiap kejahatan yang dia tuduhkan padaku.

Indri pun demikian.

Aku teringat kejadian tujuh bulan yang lalu. Kakaknya yang bernama Tedy, Sang Ketua, seorang bos mafia yang sebelumnya, terbunuh dalam serangan oleh keluarga musuh.

Di pemakaman, saat semua orang tenggelam dalam kesedihan, Karin muntah di depan semua orang.

Dia hamil.

Anak itu menjadi harapan terakhir keluarga.

Aku mencoba menghibur Sang Ketua tua yang sedang berduka. "Jangan khawatir," kataku padanya. "Anakku dan Rendi juga akan tumbuh menjadi kebanggaan keluarga. Mereka akan ada untukmu."

Pria tua itu hanya menatapku, tanpa mengatakan apa pun.

Sekarang aku mengerti. Sejak saat itu, anakku sudah dianggap tidak ada.

Waktu terasa berjalan lambat.

Obat-obatan mulai kehabisan efeknya, dan kontraksi kembali datang.

Setiap kontraksi terasa lebih berat dari sebelumnya, seperti ada seseorang yang sedang memutar isi perutku dengan tang.

Aku bisa merasakan bayi itu akan segera keluar.

Aku mencengkeram telapak tanganku agar tetap terjaga, lalu merangkak ke pintu, meninggalkan jejak darah di belakangku, dan mulai menggedornya.

"Kumohon!" teriakku. "Aku butuh dokter!"

Tidak ada jawaban.

"Kumohon!" Aku membanting pintu dengan sekuat tenaga. "Bayiku sudah mau lahir ...."

Suaraku serak ketika seorang penjaga akhirnya menjawab dengan nada bosan, "Simpan saja tenagamu. Karin sebentar lagi akan melahirkan. Kau bisa menemui dokter setelah dia selesai."

"Tapi bayiku bisa mati ...."

"Kalau begitu, itulah yang pantas kau dapatkan. Utang nyawa diganti nyawa."

Tubuhku ambruk dan terasa membeku.

Ternyata, itulah yang terjadi. Di mata mereka, kematian bayiku adalah pembalasan atas dosa-dosaku.

Tepat ketika aku hampir menyerah, aku mendengar suara Indri di lorong. Dia sedang menelepon tidak jauh dari pintu. Dia sengaja ingin aku mendengarnya.

"Rendi, bagaimana keadaanmu?" Suara Indri terdengar ceria.

Suara Rendi terdengar lelah tapi mantap. "Kontraksi Karin baru saja dimulai. Dokter bilang semuanya baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Apa dia patuh?"

"Patuh? Dia berteriak histeris. Benar-benar jago akting."

Indri mencibir. "Kau terlalu lunak, Rendi. Kau tak bisa menunjukkan belas kasihan pada wanita seperti itu. Apa kau sudah lupa kalau dia mencuri oksitosin? Mencoba memaksakan persalinan lebih awal. Jika Karin tidak memergokinya, kita pasti sudah mengubur keturunan Tedy."

Oksitosin? Aku tidak mencuri apa pun!

Bagaimana Rendi bisa berpikir begitu?

Rendi terdiam sejenak. Kemudian suaranya berubah dingin. "Aku belum lupa. Aku juga belum lupa saat dokter memberitahuku bahwa Karin hampir saja kehilangan bayinya setelah jatuh itu. Anak tunggal Tedy .... Aku tidak akan biarkan apa pun terjadi padanya."

"Tepat sekali," kata Indri. "Jadi jangan khawatir, aku akan mengawasinya. Dia tidak bisa melakukan trik apa pun padaku. Apa dosis yang diberikan dokter cukup kuat? Dia tidak akan melahirkan lebih awal, kan?"

"Jangan khawatir." Suara Rendi terdengar tegas. "Dokter menjamin kalau itu hanya menunda persalinan. Dia bilang itu tidak akan membahayakan dia atau bayinya. Sedikit rasa sakit akan memberinya pelajaran agar tidak pernah mencoba menipu lagi. Setelah Karin melahirkan, dia baru boleh melahirkan bayinya."

"Baguslah. Kau fokus saja pada Karin. Aku akan mengurus yang ini."

Panggilan pun berakhir.

Dunia kembali sunyi senyap.
Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
11 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status