Share

Chapter 92.

Author: Amaleo
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-14 23:51:07
Kai tidak langsung menjawab. Tatapan Kai jatuh pada Yuna tanpa berkedip, begitu gelap dan tak tertebak. Di dalamnya berkelindan kesal, geli yang tipis, bahkan sesuatu yang terasa lebih rumit dan membuat Yuna sulit bernapas.

Getaran vibrator rendah masih terdengar pelan di tangannya, tapi ia belum menggunakannya. Dengan gerakan lambat, Kai meletakkan benda itu di samping ranjang, seolah ingin menegaskan bahwa hukuman malam ini tidak akan semudah itu.

Yuna masih memeluk leher Kai dari bawah. Jem
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 93.

    Kai tidak langsung menjawab. Sorot matanya yang tajam dan dalam masih tertuju pada Yuna. Udara di antara mereka terasa berat—bukan karena jarak yang dekat, tapi karena perkataan Yuna yang baru saja diucapkan. “Kamu pikir setelah kontrak selesai, semuanya akan kembali normal?” tanya Kai rendah dan tenang, tapi ada tekanan yang sulit dijelaskan. Yuna yang tadinya menatap kosong ke langit-langit perlahan menoleh. Pandangannya bertemu dengan mata Kai, dan untuk sesaat ia hampir goyah. Ia lantas menarik napas pelan, seolah sedang menata ulang dirinya sendiri. “Saya hanya berharap bisa bebas setelahnya, tanpa keterikatan yang tak perlu.” jawab Yuna pelan yang kali ini tidak setajam sebelumnya. Kata ‘bebas’ terdengar sederhana. Tapi di dalamnya, ada kelelahan panjang dan luka yang belum sembuh. Namun di saat yang sama, ada harapan kecil yang ia jaga mati-matian. Jemarinya mencengkram pelan ujung selimut, seperti butuh sesuatu untuk menahan dirinya tetap utuh. Ia menelan ludah sebelum

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 92.

    Kai tidak langsung menjawab. Tatapan Kai jatuh pada Yuna tanpa berkedip, begitu gelap dan tak tertebak. Di dalamnya berkelindan kesal, geli yang tipis, bahkan sesuatu yang terasa lebih rumit dan membuat Yuna sulit bernapas. Getaran vibrator rendah masih terdengar pelan di tangannya, tapi ia belum menggunakannya. Dengan gerakan lambat, Kai meletakkan benda itu di samping ranjang, seolah ingin menegaskan bahwa hukuman malam ini tidak akan semudah itu. Yuna masih memeluk leher Kai dari bawah. Jemarinya terasa dingin dan gemetar, sementara tubuhnya menegang seperti hampir runtuh. Air mata mengalir pelan di pelipisnya dan meresap ke rambut di sisi wajahnya. Kai menunduk lebih dekat. Napasnya hangat menyapu bibir Yuna saat ia bertanya dengan suara rendah dan hampir serak. “Kamu benar-benar mau saya hukum seperti ini?” Yuna menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Senyum pahit tersungging di bibirnya yang masih bengkak karena ciuman sebelumnya. “Bukankah itu yang Anda inginkan?” balasnya ge

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 91.

    Yuna membeku.Pandangannya masih tertuju pada benda hitam mengkilap yang tergenggam longgar di tangan Kai. Vibrator. Alat itu menyala pelan dengan getaran rendah yang hampir tak terdengar, tapi cukup untuk membuat perutnya mual seketika.Di saat sama, kesadarannya datang seperti air dingin yang disiramkan ke kepala.Ini bukan sekadar hukuman biasa. Ini Kai yang sedang menggertak dan memperlakukannya sebagai pengganti Ciel. Tubuh Yuna menegang. Hasrat yang sempat muncul oleh sentuhan Kai langsung padam, diganti rasa lelah dan tersinggung yang menusuk pelan.‘Budak kontrak,’ batin Yuna getir. Tidak. Ia bukan barang sewaan yang bisa diganti sesuka hati, bahkan cadangan yang siap dipakai kapan saja Kai inginkan!Dengan napas tersengal, Yuna mengumpulkan kekuatan. Tangannya terangkat dan mendorong dada Kai yang bidang dengan sekuat tenaga yang ia miliki.“Kai … lepasin dulu.”Suara Yuna keluar gemetar, tap

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 90.

    Beberapa detik hening menggantung di antara mereka. Lalu perlahan, alis Yuna terangkat. Tatapannya berubah antara tidak percaya, bingung, dan … sedikit ingin tertawa, tapi ditahan mati-matian.Jadi … ini alasannya?Kai menggeleng pelan. Ekspresinya berubah semakin tidak sabar dengan nada suara yang tipis penuh sindiran.“Itu terjadi saat semuanya sudah … berjalan,” katanya singkat, seolah enggan menjelaskan terlalu detail. “Tapi tiba-tiba dia bilang perutnya sakit.”Ia menghela napas kasar, jelas kesal mengingatnya.“Dan situasinya langsung berubah.”Yuna terdiam cukup lama sambil mencoba mencerna ucapan Kai yang masih enggan menatapnya dengan ekspresi yang terlihat canggung.Bayangan adegan itu langsung muncul di kepalanya—Kai yang sudah siap, lalu tiba-tiba situasi berubah drastis.Awalnya ia hanya tersenyum kecil, tapi tak lama kemudian tawanya pecah. Mulai dari pelan, lalu semakin lepas hingga bahunya bergun

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 89.

    Yuna membeku. Tubuhnya menegang seketika, pipinya memanas bukan hanya karena malu, tapi juga karena campuran kesal dan tersinggung yang mendadak muncul.Kenapa harus dirinya …?Tadi Kai bisa saja langsung menghabiskan malam dengan Ciel sepuasnya selama ia tidak ada di Penthouse. Kenapa malah menunggu Yuna pulang dan meminta ini? Apa ia hanya mainan cadangan yang lebih mudah dikontrol?Yuna merasa seperti ‘pengganti’ yang dipakai Kai saat birahi setelah berhubungan dengan wanita lain. Pikiran itu membuat dadanya sesak.“Kai …” suaranya gugup dan hampir bergetar. “Anda kan baru saja habis sama Nona Ciel? Saya … capek banget hari ini.”Kai mendekat lebih lagi dengan suara serak dan rendah. “Justru karena itu saya butuh kamu.”Yuna panik. Otaknya berputar cepat mencari cara kabur. Tiba-tiba ia punya ide kekanakan yang muncul mendadak.Ia lantas berpura-pura menguap lebar-lebar sambil memegang perutnya.

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 88.

    Jantung Yuna langsung berdegup kencang, sekaligus wajahnya memucat seketika. Campuran panik, kesal, dan rasa bersalah menyeruak di dada. Ia buru-buru meletakkan ponsel di pangkuan sambil berusaha menjaga ekspresi tetap normal di depan Firas. Namun, tangannya yang memegang ponsel sedikit gemetar. Firas memperhatikan perubahan wajah Yuna dengan ekspresi khawatir. “Ada apa, Yuna? Kamu tiba-tiba pucat.” Yuna tersenyum kaku. Kali ini ia terpaksa berbohong untuk kesekian kalinya. “Oh, ini dari Bos. Ada pekerjaan mendadak yang harus saya selesaikan malam ini.” Firas terdiam sejenak sebelum ia bertanya dengan penuh hati-hati. “Dari … Kai Verazo?” Yuna menegang sejenak saat mendengar nama itu disebut oleh Firas. Ia hanya bisa mengangguk pelan dan mengiyakan. “Iya.” Firas terdiam sesaat. Senyumannya tetap terjaga, meski terlihat sedikit memu

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 33.

    Pertanyaan itu menggantung di udara. Yuna tidak langsung menjawab. Tangannya refleks mencengkram ujung rok di bawah meja dengan napasnya tertahan. Darren tidak mengalihkan pandangan sedikit pun, dan justru … itu yang membuat Yuna semakin tertekan.Kalau ia jujur, semuanya akan

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 32.

    Yuna menatap layar ponselnya dengan jantung yang berdegup tak karuan. Chat dari Darren terasa seperti bom waktu yang meledak pelan di tangannya. “Yuna, ayo kita ketemuan berdua. Sekarang saya ada di depan gedung kantormu.” Yuna menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Tiba-tiba, perasaan takut langsung

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 30.

    “Jam 07:40?!” suara Yuna naik setengah oktaf, hampir berteriak. Tubuhnya langsung duduk tegak hingga selimut melorot dari bahu. Kepala masih sedikit pusing, tapi yang lebih parah adalah rasa panik yang langsung menyergap. Jam masuk kantor pukul 8 pagi. Yuna menoleh ke samping ranjang. Kai suda

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 29.

    Yuna langsung panik. Tangannya refleks menepis cengkeraman Kai di pergelangan, tapi pria itu tidak bergeming sama sekali. Malah jarinya mengencang pelan. Ia mendengus kesal sekaligus malu. “Ma–mau ke mana lagi? S–saya mau tidur di kamar tamu lah!” jawab Yuna gelagapan, suaranya naik setengah o

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status