Teilen

Chapter 95.

last update Veröffentlichungsdatum: 15.04.2026 23:57:08
Suasana kantor mendadak hening total. Hanya terdengar napas Rosie yang tersengal karena syok. Pipinya memerah terang dengan bekas lima jari yang jelas terlihat.

Rosie memegang pipinya dengan mata melebar penuh amarah dan tidak percaya.

“Kamu … berani tampar saya?!” bentaknya nyaring. Suaranya pecah. “Yuna sialan! Kamu pikir kamu siapa?!”

Salah satu temannya langsung maju hendak membalas, tapi Alya cepat berdiri di antara mereka.

“Kak Rosie, stop! Ini sudah keterlaluan!”

Beberapa karyawan mu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 121.

    Langkah Yuna terasa berat saat ia dan Kai berdiri beberapa meter dari Firas. Udara di lobi rumah sakit mendadak terasa lebih dingin. Karena detik itu juga, Yuna tahu ini bukan sekadar pertemuan biasa.Yuna berdiri kaku di samping Kai, jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa mau meledak. Yuna merasa dunia berputar.Ini sangat … sangat salah. Karena seingat Yuna, ini tidak seharusnya terjadi!Dalam cerita Novel yang ia ingat, tidak pernah ada adegan seperti ini. Tidak ada pertemuan antara Firas dan Kai di rumah sakit, apalagi di koridor rawat inap seperti sekarang!Situasi seperti ini … tidak ada di alur yang ia kenal. Dan sekarang, semuanya terasa sudah melenceng terlalu jauh dari jalur semestinya.Firas menatap mereka berdua bergantian. Wajahnya masih tenang, tapi sorot matanya berubah waspada.“Kai … Verazo?” ulangnya pelan sambil memastikan.Kai tidak terlihat terkejut. Ia justru berjalan maju setengah langkah

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 120.

    Kai mengangkat alis seolah memastikan ia tidak salah dengar, sebelum sudut bibirnya terangkat membentuk senyum dingin yang tipis.“Sudah saya duga, kamu akan pilih itu.”Yuna menunduk dan merasakan jantungnya berdegup kencang sambil memejamkan mata. Rasa bersalah pada Yuvita terus menekan dadanya seperti batu berat.Ia tidak bermaksud tidak mau merawat ibunya di rumah sendiri. Tapi setelah dipikir ulang, ia juga butuh celah agar tidak terkekang sepenuhnya—apalagi dengan sopir tetap yang akan mengawasi setiap gerak-geriknya.Di sisi lain, ia tahu pilihan ini akan membuatnya semakin berhutang budi dan terikat lebih dalam pada Kai.Kai maju mendekat. Tangan besarnya mengangkat dagu Yuna dengan lembut namun tegas dan memaksa gadis itu menatap langsung ke matanya. Wajah mereka sangat dekat.“Kamu akhirnya bisa berpikir rasional, Yuna,” bisiknya rendah. “Selama kontrak ini berjalan, jangan buat saya kewalahan dengan sikap kamu yang emo

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 119.

    Yuna merasa jantungnya hampir copot. Ia menarik napas cepat, berusaha menenangkan diri sambil memasang senyum ringan yang dipaksakan.“Oh … itu teman kampus saya, Pak,” jawabnya dengan nada biasa, seolah tidak ada yang aneh. “Dia kebetulan lewat dan mampir sebentar. Mau ngajak makan siang, tapi saya tolak karena masih banyak kerjaan.”Kai menatapnya tanpa berkedip. Tatapannya seperti sedang meneliti jika ada kebohongan di wajah Yuna. Untungnya mereka masih di lobi gedung yang cukup ramai, jadi Kai tidak langsung menekan.“Begitu,” katanya datar dengan nada suara yang tidak menunjukkan percaya atau tidak. “Nanti kita bicara lagi setelah pulang.”Yuna mengangguk kecil sambil berusaha terlihat tenang meski telapak tangannya sudah berkeringat dingin.“Iya, Pak.”Kai tidak berkata apa-apa lagi. Ia berbalik dan berjalan menuju lift pribadi. Yuna baru akan berjalan ke arah lift biasa ketika ingatannya tersentak keras.Tadi pagi

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 118.

    Yuna menarik napas tajam. Emosinya sudah berada di ujung tanduk. “Tidak, Darren. Saya masih banyak kerjaan. Kalau ada yang penting, bilang saja lewat telepon.” Darren terdiam sebentar, lalu tiba-tiba suaranya sedikit naik. “Kalau begitu saya naik ke lantai kamu sekarang.” Yuna langsung panik. Bayangan Alya melihatnya bersama Darren, rekan kerja yang sedang memperhatikan, dan gosip yang akan menyebar membuat darahnya serasa surut. “Jangan!” potongnya cepat. “Baik, saya turun. Tunggu di parkiran saja. Jangan masuk ke lobi.” Ia menutup telepon tanpa menunggu jawaban Darren, lalu berjalan cepat menuju lift dengan jantung berdegup kencang. Beberapa menit kemudian, Yuna sampai di lantai lobi. Ia langsung menemukan mobil SUV hitam milik Darren yang diparkir di area parkiran tamu. Ia membuka pintu penumpang dan langsung masuk. Darren menyapa dengan hangat. “Yuna, yuk. Kita mak—” “Langsung ke intinya saja,” potong Yuna dingin. “Saya nggak mau pergi makan siang. Bicara di

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 117.

    Yuna merasa dadanya seperti diremas kuat-kuat yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam. Apa ia harus terus berbohong? Apa ia boleh menyakiti orang yang tulus seperti Alya hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri? Yuna menarik napas pelan sambil berusaha menjaga wajahnya tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. “Eh? Enggak kok, Alya,” jawab Yuna cepat sambil berusaha terdengar ringan. “Saya juga heran kenapa dia jadi nanya-nanya soal saya. Padahal kita jarang banget ketemu, apalagi sampai dekat.” Alya tidak langsung mengangguk. Matanya masih menyipit penasaran seolah belum sepenuhnya percaya. “Beneran, Kak? Tapi… kok rasanya aneh. Dia sering nanya soal Kakak, tapi kalau nggak bahas Kakak, malah hampir nggak pernah chat aku.” Yuna merasa dadanya semakin sesak. Ironis sekali. Ia sendiri yang masuk ke dalam sandiwara ini, ia sendiri yang berbohong berkali-kali pada Alya, tapi sekarang justru berusaha mati-matian menjaga hubungan Alya dan Darren tetap utuh. Ia meng

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 116.

    Yuna langsung merasa dadanya sesak. Tawaran itu seharusnya melegakan, tapi justru membuatnya panik. Bayangan ancaman Kai semalam langsung muncul—lisensi Firas yang bisa hilang dalam sekejap hanya karena terseret ke dalam hidupnya. “Tidak usah, Firas,” jawab Yuna cepat, nada suaranya sedikit terlalu tinggi. “Saya bisa urus sendiri. Terima kasih.” Firas terdiam sesaat di seberang sana. “Kenapa?” tanyanya pelan, ada kekhawatiran yang jelas. “Kamu tiba-tiba terdengar … tegang.” Yuna menelan ludah. Tangan kirinya mencengkeram setir hingga buku-buku jarinya memutih. Suara Kai yang dingin terus terngiang-ngiang dipikirannya mengenai Firas. “Nggak apa-apa,” jawabnya cepat dengan suara bergetar. “Benar-benar nggak apa-apa. Saya cuma … lagi banyak pikiran soal Ibu saya.” Firas diam lebih lama kali ini. Yuna bisa merasakan perubahan di nada suaranya ketika pria itu akhirnya berbicara. “Yuna … kamu lagi menghindar lagi ya seperti dulu? Seolah kamu takut terlalu dekat dengan saya.” Yuna m

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 39.

    Koridor lantai dua rumah sakit terasa terlalu sunyi untuk ukuran tempat yang sedang mempertaruhkan nyawa seseorang. Di ujung lorong, lampu merah bertuliskan Operasi Berlangsung masih menyala dan tak berkedip. Yuna duduk diam di kursi tunggu dengan tubuhnya sedikit membungkuk, kedua tangannya saling

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 38.

    Dunia seolah berhenti berputar. Napasnya tersendat, tangannya gemetar hebat hingga HP-nya hampir jatuh. Air mata langsung menggenang di pelupuknya, mengaburkan pandangan. ‘Tidak … tidak boleh …’ pikirnya dalam hati, panik yang membuncah seperti gelombang dingin. Sekejap, ingatannya langsung meny

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 37.

    Yuna melongo, mulutnya terbuka kecil tanpa suara. Otaknya berusaha memproses kata-kata itu, tapi tubuhnya masih terasa lemas, panas, dan kosong akibat penghentian mendadak tadi. Yang benar saja?! Setelah semua yang baru saja terjadi, Kai malah bicara soal makan malam di tengah kondisi seperti in

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 36.

    Dunia Yuna langsung jungkir balik, jantungnya berdegup kencang. Pria ini … sudah gila, ya?! “K–Kai, Anda serius …?” Kai melangkah mendekat. Ia meletakkan lingerie itu di tangan Yuna, lalu menatapnya dari dekat. “Kamu ingat janjimu tadi siang?” suaranya dingin, tapi ada nada yang hampir seperti b

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status