Home / Fantasi / Sang Villainess Yang Disayang / 2. Bertransmigrasi dan Misi?

Share

2. Bertransmigrasi dan Misi?

Author: Hydragea
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-06 01:55:02

Otak cerdasnya langsung merangkai benang merah. Rambut hitam panjang, sifat angkuh, wilayah kuil. Ini adalah latar belakang karakter figuran antagonis dalam novel reverse harem yang dia baca sebelum mati. Tokoh yang ditakdirkan mati tragis di tangan Rosalie dan kelima beastman miliknya.

"Aku bertransmigrasi? Menjadi antagonis dan mati di tangan pemeran utama?" Scarlett mencengkeram tepi meja rias hingga jemarinya memutih.

"Tidak. Sialan. Aku baru saja meniti karier sampai puncak di dunia asli! Aku tidak mau mati konyol di tangan sekumpulan hewan peliharaan bermutasi!"

TING!

Sebuah suara denting digital yang jernih memecah keheningan kamar.

Tepat di depan wajah Scarlett, udara memudar dan membentuk sebuah layar monitor transparan bercahaya biru neon. Di tengah layar tersebut, muncul pusaran cahaya yang kemudian memadat menjadi sesosok makhluk kecil seukuran telapak tangan.

Makhluk itu menyerupai peri dengan gaun hijau daun, namun anehnya, dia tidak memiliki sayap sama sekali di punggungnya. Dia melayang dengan bantuan gelembung sihir kecil.

"Halo, Tuan Putri Scarlett! Selamat datang di Dunia Novel 'Belenggu Cinta Lima Beastman'!"

Peri kecil itu memberi hormat dengan membungkuk sopan, suaranya melengking tinggi mirip lonceng.

Scarlett mundur selangkah, matanya menyipit waspada.

"Siapa kau? Properti CGI jenis apa ini?"

"Aku bukan CGI! Perkenalkan, namaku Pixie, pemandu sistem pribadimu," peri tanpa sayap itu berkacak pinggang, mengerucutkan bibirnya yang mungil. "Jiwa aslimu di bumi sudah mati akibat kecelakaan kerja. Jika Anda ingin hidup kembali ke tubuh asli Anda di bumi, Anda harus menyelesaikan misi dari Sistem Utama."

Mendengar kata 'kembali', mata Scarlett langsung berbinar tajam. "Kembali ke tubuh asli? Bagaimana caranya?"

Pixie menjentikkan jarinya yang sekecil korek api. Layar transparan di depan Scarlett berubah, menampilkan sebuah grafik batang kosong berwarna merah menyala dengan tulisan besar di atasnya: [POIN PENDERITAAN: 0 ]

"Misi pertama adalah mengalahkan pemeran utama wanita dan menaklukkan kelima suami beastman. Misi kedua dalah mengumpulkan 'poin penderitaan' hingga penuh, dan menjadi penjahat nomor 1 di dunia ini," jelas Pixie riang. "Jalan utama yang paling disarankan oleh sistem untuk mengumpulkan poin ini dengan cepat adalah... menjadi antagonis sungguhan! Anda harus membuat alur cerita menderita, memprovokasi karakter, dan menyiksa target agar energi emosional negatif mereka bisa diserap sistem untuk memicu sihir pembalikkan dimensi."

Scarlett menyeringai tipis, melipat kedua tangannya di depan dada. Menjadi antagonis? Sebagai aktris peraih penghargaan, peran wanita kejam, manipulatif, dan licik adalah keahlian utamanya. Menghancurkan mental orang adalah hal mudah.

"Menarik," sahut Scarlett dingin. "Bertransmigrasi dan ada sistem penaut antagonis, aku bisa berbuat apapun sesuka hati!"

Setelah itu, dirinya tertawa. Suara tawa Scarlett terdengar renyah. Bagaimana tidak? Bertindak gila dan berbuat jahat tanpa ampun, itu suatu hal yang tidak bisa dilakukan di dunia modern-nya.

Karena sekarang dirinya tertaut sistem dan bukan di dunia miliknya, jadi ini benar-benar jackpot bagi Scarlett.

BRAK!

Tiba-tiba pintu kamarnya didobrak paksa oleh pelayan pria bertelinga anjing, menghentikan tawa Scarlett. Tanpa kata dan memberi hormat, pelayan itu berjalan mendekati meja rias milik Scarlett dan mengambil kalung mewah berliontin safir berwarna ungu.

"Nona Besar, Nona Kedua meminta kalung ini untuk dipakai hari ini." Suara pelayan itu terdengar ketus.

Dengan entengnya, pelayan itu lantas berjalan mendekati pintu keluar sambil membawa kalung milik Scarlett.

Scarlett mengernyit dalam, tanda dia tak menyukai sikap kurang ajar pelayan rendahan itu.

"Mau mencoba bagaimana sistem bekerja?" Pixie menjeda kalimatnya. "Siksa pelayan itu sekarang."

Scarlett menampilkan smirk tipis di bibirnya. Lihat bagaimana aktris berbakat melakukan akting totalitasnya.

"Berhenti!" Suara Scarlett terdengar dingin.

Lantas dirinya berdiri dari kursi meja riasnya. Menatap punggung pelayan itu yang masih berjalan tanpa mematuhi perintahnya.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk?"

Pelayan itu berhenti, hanya menatap sinis dari sudut matanya tanpa menoleh sedikit pun.

"Ada masalah? Aku tak punya banyak waktu untuk dibuang di sini. "Pelayan itu lantas berjalan kembali, "Nona Kedua sedang menunggu."

Tanpa aba-aba, Scarlett menendang punggung pelayan kurang ajar itu. Pelayan itu pun tersungkur ke lantai dan kalung yang dipegangnya pun terlepas.

"Akhggg!"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Maufy Izha
Wawww transmigrasi+sistem? Mantappp lanjut Thor
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Sang Villainess Yang Disayang   112. Pemenang Final

    Di tengah ruang makan palsu yang sunyi dan mencekam, Scarlett berdiri tegak dengan keanggunan seorang ratu yang baru saja merebut kembali takhtanya. Sepasang mata ungunya berkilat tajam, tidak lagi menyisakan setitik pun keraguan atau ketakutan. Dia menatap lurus ke arah kegerangan hampa di depannya, lalu melanjutkan ucapannya dengan nada suara yang memancarkan keteguhan absolut. "Jadi... tolong percaya juga bahwa aku bisa bangun dengan kekuatanku sendiri," ucap Scarlett, suaranya menggema penuh otoritas, memotong sisa-sisa melodi ilusi yang menakutkan. "Satu-satunya keinginanku saat ini adalah... bawa aku pergi dari tempat terkutuk ini!" WUSH! Tepat setelah kata terakhir itu selesai diucapkan, semua pendaran cahaya di tempat itu mendadak lenyap total dalam sekejap mata. Suasana menjadi gelap gulita selama satu detik, sebelum akhirnya

  • Sang Villainess Yang Disayang   111. Kesadaran Scarlett Kembali

    Suasana di dalam aula Grand Forum of Trials semakin menegangkan seiring berjalannya waktu. Fokus ribuan pasang mata kini terbagi di antara layar-layar magis yang melayang di udara. Sang MC, yang sejak awal memandu jalannya final dengan cermat, melangkah ke tepi panggung utama. Pandangannya bergantian menatap layar emas milik Rosalie dan layar ungu milik Scarlett. "Nona Muda Kedua dari keluarga Grand Duke sepertinya sudah mulai menemukan celah ilusi!" seru MC dengan suara membahana, memberikan analisis terbarunya. "Melihat fluktuasi energinya, dia mungkin akan segera keluar dan memenangkan seleksi ini!" Jika dilihat langsung dari arah gerbang dimensi emas, gejolak energi yang terpancar dari tubuh Rosalie memang sudah mulai stabil. Isak tangis dan ketakutannya akan kemiskinan perlahan mereda karena log

  • Sang Villainess Yang Disayang   110. Halusinasi dan Ketakutan Scarlett

    Scarlett masih berusaha mencerna seluruh ucapan Valerian yang terasa begitu nyata namun membingungkan. Di tengah lamunannya, suara berat dan serak milik Killain mendadak terdengar dari arah belakang kursinya. "Kalau begitu, aku yang bertanggung jawab untuk membereskan dan mempersiapkan kamar," ucap Killian, nadanya datar namun sarat akan pengabdian. "Agar Tuan bisa merayakan hari ulang tahun ini dengan tenang tanpa ada gangguan." Kalimat itu benar-benar mencerminkan ciri khas sang bodyguard. Dia selalu siap siaga, penuh pengertian, dan fokus pada kenyamanan mutlak Scarlett. Tidak mau kalah, Zayn menimpali dari posisinya. Duyung berambut biru itu sengaja memasang nada suara yang dibuat-buat mengalah, terdengar sedikit menyedihkan namun sangat manja di telinga Scarlett. "Selama Tuan merasa senang... bagiku, melakukan apa pun sama sekali tidak menjadi masalah."

  • Sang Villainess Yang Disayang   109. Halusinasi Scarlett

    Di dalam ruang makan yang hangat dan dipenuhi aroma manis, ibu Scarlett melangkah mendekat dengan langkah kaki yang begitu lembut. Wajahnya memancarkan kasih sayang yang murni, tipe kehangatan keluarga yang sudah sangat lama tidak pernah Scarlett rasakan sejak terjebak dalam permainan penaklukan ini. Wanita paruh baya itu menurunkan tubuhnya sedikit, menyerahkan sebuah kue ulang tahun dengan hiasan buah stroberi segar yang cantik tepat ke hadapan Scarlett. "Scarlett, selamat ulang tahun. Mulai sekarang, ayah dan ibu akan selalu menemanimu di masa depan," ucap sang ibu dengan suara keibuan yang teramat lembut. Scarlett tercengang di kursinya. Tubuhnya kaku, dan sepasang mata ungunya mendadak berkaca-kaca menatap pendaran lilin di atas kue stroberi tersebut. Dadanya terasa begitu sesak, dihantam oleh gelombang emosi yang luar biasa besar. Dia tahu betul ini adalah ujian final dari gerbang dimensi ilusi, namun menyembunyikan kebenaran ini dari hatinya sendiri adalah hal y

  • Sang Villainess Yang Disayang   108. Ketakutan

    Setelah tatapan penuh kebencian dari Rosalie membakar udara, tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk saling melempar dendam. Detik berikutnya, sang MC melangkah ke tengah panggung utama dengan wibawa seorang penyihir agung. Kedua telapak tangannya diangkat tinggi-tinggi ke udara, memancarkan pendaran cahaya magis yang sangat menyilaukan mata. "Final seleksi dimulai!" teriak sang MC dengan suara menggelegar. Bersamaan dengan seruan itu, gelombang energi hisap yang luar biasa kuat memancar dari ketiga gerbang dimensi di tengah arena. Tanpa bisa menghindar, tubuh Scarlett, Rosalie, dan kandidat ketiga—Aveline—seketika ditarik paksa masuk ke dalam pusaran pendaran cahaya. Jiwa mereka diseret tanpa ampun, dilemparkan ke dalam labirin ilusi yang akan menguliti ketakutan terdalam di lubuk hati masing-masing. Sedangkan tubuhnya dikurung dalam gerbang dimenasi. Di atas tribun penonton, tiga buah layar magis raksasa berukuran masif mendadak mengambang di udara, berpendar terang untuk

  • Sang Villainess Yang Disayang   107. Perhatian Para Suami Binatang (2)

    "Terlebih... jangan membuatku menunggu terlalu lama," bisik Elian, suaranya bergetar dengan nada menuntut yang nakal. "Aku juga sangat ingin merasakan... apa yang sudah dirasakan oleh Valerian malam itu." DEG! Kalimat itu bagai sengatan listrik yang langsung membuat tubuh Scarlett menegang sesaat. Matanya membelalak kecil. Bagaimana bisa rubah licik ini mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar pribadi Valerian dua malam lalu?! "Kamu... tau?" Elian hanya menyeringai tipis, matanya berkedip genit satu kali ke arah Scarlett. Lalu dia menegakkan punggungnya lagi, wajahnya dibuat setenang mungkin, padahal satu detik sebelumnya baru saja mengucapkan satu rahasia Scarlett. Banyak sekali pertanyaan yang mendadak berputar di dalam kepala Scarlett setelah mendengar bisikan nakal dari Elian. Dia ingin sekali menuntut penjelasan dari mana rubah licik itu bisa mengendus rahasia malam intimnya dengan Valerian. Namun, sebelum kata pertama sempat keluar dari bibirnya, sebuah be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status