Share

BAB 53

last update publish date: 2026-03-03 19:49:37

Sementara itu, di sisi lain Jakarta yang nggak kalah panas.

Bastian banting pintu mobilnya dengan keras pas sampai di parkiran depan rumah gedongannya. Wajahnya merah padam, penuh amarah, dendam, dan rasa malu yang nggak bisa ilang gitu aja dari otaknya. Gimana nggak? Malam itu harga dirinya diinjak-injak sama cowok dari antah-berantah di depan Vera, cewek yang selama ini dia incar mati-matian.

Dia ngelempar kunci mobil ke sopirnya. Sopirnya kaget sampai hampir jatuh nangkep kunci itu, nggak be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satria Idaman Wanita   BAB 94

    Kekacauan di lantai dasar gudang itu makin tidak terkendali. Bau anyir darah mulai bercampur dengan pekatnya asap mesiu. Jeritan kesakitan anak buah Bastian menggema memantul di dinding seng yang berkarat.Satria benar benar menari di atas penderitaan musuhnya. Pemuda berkaus oblong itu bergerak ke kiri dan ke kanan dengan sangat luwes. Sangkur bajanya berkelebat cepat, menyayat pergelangan tangan preman yang mencoba membidikkan pistol dari belakang tumpukan kardus. Preman itu menjerit melolong, senjatanya terlempar jauh ke lantai.Melihat pembantaian brutal tapi sangat taktis di bawah sana, lutut Bastian yang berdiri di balkon lantai dua langsung lemas. Tangan bos muda itu bergetar hebat memegangi pagar pembatas. Wajahnya yang tadi merah padam karena marah sekarang berubah sepucat mayat.Otak licik Bastian akhirnya menyadari satu kenyataan pahit. Orang yang sedang membantai belasan preman bersenjata di bawah sana itu bukan sekadar asisten pribadi atau tukang pukul biasa. Satria adala

  • Satria Idaman Wanita   BAB 93

    "Gue akuin, persiapan lu pada lumayan rapi hari ini," ucap Satria dengan suara baritonnya yang tenang dan berat, memecah kesunyian gudang yang mencekam.Satria memajukan badannya sedikit, menopang sikunya di atas paha. Tatapannya berubah jadi sangat dalam dan mengintimidasi, seolah dia yang sedang mengepung mereka semua, bukan sebaliknya."Mungkin kalian para mafia bayaran ini punya senjata api yang banyak dan mematikan. Nyali kalian juga boleh diadu kalau lagi main keroyokan begini," lanjut Satria dengan nada bicara yang sangat teratur, persis seperti orang yang sedang memberikan pengumuman penting."Tapi sayang banget, kalian semua lupa. Kalian tidak punya satu hal..."Satria sengaja memutus kalimatnya tepat di situ.Dia menutup mulutnya rapat-rapat. Bibirnya hanya menyunggingkan senyum miring yang sangat meremehkan. Suasana di dalam gudang pelabuhan itu mendadak hening total. Hanya terdengar suara deru napas kasar dari beberapa preman yang tegang.Trik psikologis jalanan yang dimai

  • Satria Idaman Wanita   BAB 92

    Satria masih duduk santai di atas kursi kayu usang itu. Tangannya mengetuk-ngetuk pelan sandaran kursi, sama sekali tidak peduli dengan kilatan logam dari belasan moncong senjata api yang mengepungnya."Gue kadang heran sama jalan pikiran orang kaya macam lu, Bas," ucap Satria memecah keheningan gudang. Nada suaranya dibuat sangat meremehkan, persis seperti orang tua yang sedang menasihati anak kecil yang nakal."Muka lu lumayan. Duit lu banyak, ya walaupun itu juga hasil ngerampok harta bapak lu. Tapi kelakuan lu bener-bener kayak bocah ingusan yang lagi tantrum gara-gara permennya direbut teman sedusut. Cengeng banget," lanjut Satria sambil menggelengkan kepalanya pelan.Mendengar makian yang sangat santai tapi menohok itu, Bastian yang berada di balkon lantai dua malah terdiam sesaat. Matanya melebar, lalu sedetik kemudian tawa keras meledak dari mulut bos muda itu. Tawanya menggema ke seluruh penjuru gudang yang sepi."Hahaha! Gila bener lu, Satria!" seru Bastian sambil memegangi

  • Satria Idaman Wanita   BAB 91

    Puluhan moncong senjata api kini terkunci lurus ke arah Satria. Suasana di dalam gudang yang pengap itu mendadak jadi setegang film aksi. Tapi anehnya, target yang lagi dikepung malah tidak kelihatan panik sama sekali.Satria memasukkan kembali ponsel bututnya ke dalam saku celana training parasitnya dengan gerakan sangat santai. Bukannya angkat tangan atau memohon ampun, ujung bibir Satria malah tertarik ke atas. Dia tersenyum lebar menampakkan deretan giginya, seolah olah dia cuma lagi nonton pertunjukan sirkus gratisan.Mata Satria menyapu sekeliling gudang. Dia melihat ada sebuah kursi kayu usang yang kakinya sudah agak miring tergeletak di dekat tumpukan kardus. Tanpa mempedulikan belasan orang yang siap menarik pelatuk, Satria berjalan santai menghampiri kursi itu.Dia menarik kursi kayu tersebut ke tengah ruangan, tepat di bawah sorotan lampu gantung yang agak redup. Satria menjatuhkan pantatnya di sana, duduk bersandar sambil menyilangkan kaki kanannya ke atas lutut kiri. Tang

  • Satria Idaman Wanita   BAB 90

    Setelah memberikan janji manis yang terdengar gila itu kepada Nona Vera, Satria langsung pamit keluar dari gedung Mahameru Group. Dia tidak punya waktu buat nongkrong di lobi atau minum kopi di kantin. Langkahnya panjang dan cepat menuju tempat parkir luar.Sambil berjalan, Satria menempelkan ponsel bututnya ke telinga. Nada sambung berbunyi beberapa kali sebelum akhirnya terdengar suara serak dari seberang sana."Woi, Satria! Tumben lu nelpon gue siang bolong begini. Ada angin apa nih? Katanya lu udah insaf jadi orang kantoran," sapa Kohar Mata Elang dengan nada mengejek.Satria tertawa kecil. "Insaf apanya, Har. Gue lagi butuh info cepat nih. Lu tahu kan perusahaannya si Bastian? Yang suka main proyek gede itu.""Oh, si bos muda belagu itu? Tahu lah. Kenapa emangnya? Lu nyari masalah sama dia?" tanya Kohar mulai serius.

  • Satria Idaman Wanita   BAB 89

    Satria duduk bersandar di kursi tunggu yang ada di depan ruang rapat utama. Ruangan itu berdinding kaca tebal kedap suara, jadi Satria bisa melihat jelas semua kepanikan yang terjadi di dalam tanpa mendengar suaranya.Di dalam sana, suasananya benar benar kacau balau. Nona Vera berdiri di ujung meja oval sambil menunjuk nunjuk layar proyektor dengan wajah tegang. Beberapa pria berjas rapi yang kelihatannya adalah manajer dan direktur perusahaan tampak menunduk lesu sambil memegang dahi mereka masing masing. Kertas kertas laporan berserakan di atas meja.Melihat bos galaknya yang biasa tampil penuh percaya diri sekarang terlihat sangat tertekan, dada Satria rasanya ikut sesak. Dia mengusap wajahnya kasar lalu menyandarkan kepalanya ke tembok."Buset dah," gumam Satria sendirian. "Kalau disuruh ngelawan orang bawa celurit sih gue tinggal maju. Lha ini lawannya ke

  • Satria Idaman Wanita   BAB 8

    "Ehem," deham Kiki keras. "Sudah, dong, dramanya. Lihat,tuh, es batunya sampai mencair gara-gara suasananya panas banget."Laras tersentak kaget. Dia buru-buru melepaskan tangan Satria danmenegakkan duduknya di kursi roda. Wajahnya merah padam karena malu ketahuanbermanja-manja di depan adiknya.

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Satria Idaman Wanita   BAB 38

    Menghadapi ancaman mutlak itu, tangan Satria yang bergetar akhirnya menyerah pada keadaan. Dengan gerakan yang sangat kaku dan ragu-ragu, jemari besar Satria mulai memberikan tekanan pelan. Dia meremas lembut bagian yang tertutup kain ketat itu. Kontras antara tangan kasarnya dan tubuh lembut gadis

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Satria Idaman Wanita   BAB 7

    Tanpa membuang waktu, Kiki meletakkan bantal sofa itu di pangkuanSatria, menutupi tenda yang sedang berdiri tegak itu dengan sempurna daripandangan Vera dan Laras."Nih, pakai bantal biar anget ya, Kak," ucap Kiki manis.Namun, di balik bantal itu, terjadi sesuatu yang membuat Satria nyaristerlo

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Satria Idaman Wanita   BAB 10

    Lima belas menit kemudian, Satria keluar dari kamar tamu belakang. Rambutnya masih sedikit basah, tapi wajahnya sudah segar bugar. Dia kembali mengenakan celana jins belel dan jaket denim usangnya—karena kaos oblongnya yang robek sudah berakhir di tempat sampah. Jadi, dia terpaksa menutup ritsletin

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status