مشاركة

Bab 205

مؤلف: QueenShe
last update تاريخ النشر: 2026-06-15 16:34:39

“Jangan lari kamu, Shanum!” teriak Fadil yang hanya beberapa langkah dari Shanum.

Suara itu menggelegar, memantul di antara dinding beton lorong gelap yang tak berujung. Shanum nyaris terpeleset saat telapak kakinya menginjak lantai licin. Napasnya tercekat sampai dada terasa terbakar. Perutnya nyeri tertarik tiap kali ia memaksa berlari.

Di belakangnya, langkah Fadil terdengar semakin mendekat, beradu dengan bunyi stick golf yang diseret kasar di atas ubin. Besi pemukul itu terangkat ke udara,
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 231

    “Dia dokter teman Mas Fadil kan?” tanya Gandi penuh penekanan. Mata pria itu menatap tajam, menuntut jawaban yang tak kunjung keluar dari bibir Shanum. “Sudah berapa lama kamu berhubungan dengan dia?”Shanum memundurkan langkahnya, mencoba memberi jarak. Layar ponselnya kembali menyala, menampilkan nama Prana yang memanggil untuk kesekian kalinya. Getaran di telapak tangannya terasa begitu mengganggu, tetapi ia sengaja memasukan ponselnya ke dalam tas agar Gandi tak bisa membaca nama yang tertera di sana.“Aku gak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu, Gandi. Tolong minggir, ini sudah malam. Aku harus pulang,” jawab Shanum terdengar tegas meski detak jantungnya kian berkejaran.Gandi maju satu langkah, kembali mempersempit jarak di antara mereka. “Pulang ke mana? Ke rumah ayahmu? Jawab, Shanum! Dimana kamu tinggal sekarang?”“Mau pulang kemana saja juga bukan urusan kamu, Gan!” jawab Shanum mulai terpancing emosinya.Gandi tak goyah, tatapannya tetap menuntut Shanum untuk mejjaw

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 230

    "Shanum."Tubuh Shanum langsung menegang. Suara ini sudah lama tak didengarnya, dan ia enggan berurusan dengan orang yang memilikinya. Walaupun sebenarnya dia bukan salah satu orang yang membuat Shanum tertekan.Perlahan Shanum menoleh ke samping. Darah di wajahnya seakan surut seketika begitu melihat sepasang suami istri yang sangat ia kenal berada dekat dari dirinya. Gandi—adik kandung Fadil, sekaligus teman sekolah Shanum sejak mereka masih kecil—dengan istrinya, Mega.Mata Mega menelusuri wajah Shanum dari atas sampai bawah dengan penuh penilaian. Sementara Gandi berdiri dengan kedua tangan di saku celana, memperhatikan Shanum tanpa berkedip. Sorot mata Gandi tampak kecewa, tak ada kehangatan seperti dulu kalau pria itu selalu membelanya dari amukan Fadil."Kebetulan sekali ya," suara Mega terdengar sinis.Jantung Shanum mulai berdebar cepat. "Kalian ngapain di sini?""Tentu kami makan malam juga disini." Mega melangkah mendekat, memotong jarak di antara mereka. Tatapan Mega beral

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 229

    “Mas, ada mertua Mbak Num marah-marah di rumah Ayah. Mereka baru tahu putusan cerainya keluar hari ini. Tante Kartika sampai bawa bodyguard segala.” Alis Prana langsung bertaut membaca pesan dari Tiara yang baru saja masuk.Pesan kedua menyusul beberapa detik kemudian. “Mereka anggap kita sembunyikan Mbak Num. Hati-hati, takutnya mereka telepon Mbak Num juga.”Rahang Prana mengeras seketika. Sejak pagi semuanya berjalan begitu baik. Shanum akhirnya bebas secara hukum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, wanita itu bisa bernapas tanpa dibayangi status pernikahan yang menyakitkan.Prana mengangkat pandangannya dari layar ponsel saat mendengar saat suara pelan dari ruang tengah.Disana Shanum tengah bersenandung. Nada lagunya tak terlalu jelas. Hanya potongan-potongan lirik yang keluar sesuka hati sambil duduk santai di sofa dengan kaki terlipat. Sebuah novel terbuka di pangkuannya, sementara senyum kecil beberapa kali muncul tanpa ia sadari saat membaca.“Cantik,” gumam Prana.Su

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 228

    "Ada apa ini?"Semua mata menoleh. Hendra berdiri di koridor dengan dua pengacara berpakaian formal. Kehadiran mereka membuat ruang terasa sempit seketika."Ada perlu apa jam segini?" Prana bertanya, mengabaikan Kalid.Hendra menepuk bahu Prana pelan. "Ada hal penting yang perlu disampaikan pada Shanum."Kalid yang menyadari kalau dirinya diluar kepentingan yang akan disampaikan pengacara Shanum, langsung mundur satu langkah. Ia sadar tak memiliki hak untuk ikut campur lebih jauh di sini."Ada banyak tamu," katanya kepada Shanum, bukan pada Prana yang masih memasang wajah batu. "Aku pamit dulu. Jangan lupa makan buburnya ya, biar cepat stabil."Shanum hanya mengangguk kecil. “Iya, dok. Terima kasih banyak.”Kalid membalikkan badan, mengangguk sambil tersenyum pada Hendra dan melangkah melewatinya dan dua orang lainnya menuju ujung koridor arah lift.Hendra mengangkat alisnya setelah Kalid menjauh. Dia menatap Prana penuh selidik. "Siapa dia?""Kalid."Mata Hendra membulat. "Ah! Kalid

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 227

    Tok! Tok! Tok!Ketukan keras di pintu apartemen membuat tangan Prana yang sedang mengoleskan selai di atas roti Shanum berhenti di tengah gerakan. Gerakannya tenang, namun tatapannya menajam.Shanum ikut mengangkat kepala. Mereka saling berpandangan. Suara ketukan di pintu apartemen itu membuyarkan ketenangan sarapan mereka.“Siapa, Mas?” tanya Shanum.Prana langsung masuk ke mode waspada. Di tengah situasi rentan karena kasus Fadil, kunjungan tanpa kabar seperti ini memicu alarm bahaya. Banyak hal yang dikhawatirkan. Apakah ini orang tua Shanum yang memang sedang mencari keberadaan Shanum? Atau pihak kepolisian yang membawa perkembangan baru?“Kamu teruskan sarapanmu,” pinta P rana. “Biar aku yang periksa.”Prana memeriksa lubang intip pintu, dan langsung tertegun. Ia membuka pintu dengan dahi berkerut dalam. Orang yang tak disangka-sangka sekarang berdiri di depan pintunya. Rahang Prana mengetat seketika, tangannya di handel pintu mengerat seketika.Dengan gerakan kasar Prana membuk

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 226

    “Di mana bunganya?” tanya Prana.Shanum menunjuk ke arah luar kamar. “Tadi aku taruh di meja sudut dekat ruang tengah.”Prana langsung turun dari ranjang. Dalam beberapa langkah panjang ia sudah keluar dari kamar dan berdiri di depan meja yang dimaksud Shanum. Sebuah rangkaian bunga lili terlihat sangat mencolok. Prana mengambil kartu kecil yang terselip di antara tangkai bunga.Lekas pulih, Shanum. Kalid.Hanya tiga kata. Tak ada kata berlebihan, tak ada rayuan. Prana menatap nama itu dengan seksama, mencoba mencari maksud lain yang tak tertulis. Tapi tak ada.“Kalid,” desisnya pelan.Alis Prana berkerut dalam. Tangannya menggenggam kartu itu lebih lama dari seharusnya. Ia merasa benda itu tak memiliki hak untuk ada di sini dan mengusik ruang pribadinya.Jelas sekali ia tak suka ada pria lain memberi perhatian pada Shanum. Di sisi lain, kepalanya juga memikirkan bagaimana bisa rekan sejawatnya itu bisa tahu Shanum tinggal di sini, namun ego dan rasa cemburunya sebagai seorang pria de

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 4

    Fadil melangkah lebar memasuki klinik baru milik Prana, tangannya mencengkeram pergelangan tangan Shanum, seperti menggiring tawanan menuju ruang interogasi. Shanum hanya bisa menunduk mengikuti langkah Fadil. Jantungnya bertalu hebat saat langkah mereka berhenti di depan pintu kamar yang kini tel

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 3

    “Makan yang banyak, Pran. Anggap saja rumah sendiri,” ujar Fadil akrab, sembari menyuap nasi dengan lahap. “Gimana? Sudah nyaman di atas?” Meja makan malam itu terasa seperti panggung sandiwara yang menyesakkan bagi Shanum. Aroma harum nasi hangat kalah oleh aura dominasi Fadil dan intensitas tata

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 2

    Shanum sudah berganti pakaian dengan daster katun sederhana yang tertutup hingga ke lutut, rambutnya sudah diikat rapi. Ia duduk di sisi sofa, berseberangan dengan Prana yang duduk tenang sambil sesekali melirik padanya. Fadil duduk disebelah Shanum, tampak sangat bersemangat. Kontras dengan dua

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 1

    “Aah… aku udah gak tahan… Aahh Shanum…” Tidak sampai tiga menit, erangan itu adalah tanda berakhirnya segalanya. Tanpa pemanasan, tanpa kecupan, apalagi usaha untuk memuaskan istrinya. “Sudah, Mas?” tanya Shanum getir. Fadil mencapai pelepasannya yang ia butuhkan, menyisakan kekosongan bagi S

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status