Share

BAB 78

Auteur: Rainina
last update Dernière mise à jour: 2026-02-06 22:28:21

Sienna membulatkan matanya mendengar perkataan itu. Apa obat itu… membuat orang yang mengkonsumsinya jadi berbicara melantur?

"Itu... itu berlebihan sekali...." ucap Sienna dengan dahi berkerut. "Anda tidak boleh mempertaruhkan nyawa semudah itu, Tuan Duke! Itu mengerikan!"

Lucian terdiam sejenak. Ia mengamati reaksi Sienna yang terlihat begitu kesal dengan perkataannya. Ia lalu melangkah maju, mempersempit jarak di antara mereka.

"Kau harusnya senang mendengarnya, Sienna." ucap Lucian lembut,
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 85

    Sienna menarik selimut tebal itu hingga menutupi sebagian wajahnya, hanya menyisakan mata dan dahi yang terlihat. Pipinya terasa panas, dan wajahnya semerah tomat.Sienna meraasa malu setengah mati.Ini bukan pertama kalinya ia melakukannya dengan Lucian, tapi reaksi yang dikeluarkannya tadi... desahan yang terlalu keras, cakaran di punggung Lucian, dan betapa ia memohon sentuhan pria itu... itu semua terasa begitu asing dan liar.“Uhhh…” Sienna mengeratkan pegangannya pada ujung selimut, ingin menyembunyikan diri selamanya di balik kain itu.Sementara itu, di belakangnya, Lucian duduk bersandar pada kepala ranjang dengan napas yang mulai teratur. Ia menenggak habis isi botol kaca yang berisi ramuan penawar buatan Sienna. Untungnya botol itu tidak pecah saat Sienna menjatuhkannya tadi.Lucian menghela napas panjang setelah botol itu kosong, merasakan kepalanya mulai terasa jernih, meski hasrat di tubuhnya belum sepenuhnya padam."Sepertinya yang salah bukan ramuannya..." gumam Lucian

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 84

    Teriakan panjang dan tinggi lolos dari bibir Sienna, menggema di seluruh ruangan saat gelombang kenikmatan itu menghantamnya tanpa ampun. Tubuhnya menegang hebat, lalu lemas seketika di atas seprai yang berantakan.Napas Sienna tersengal, dadanya naik turun dengan cepat. Rasa malu yang luar biasa menyergapnya begitu kesadarannya perlahan kembali. Sienna buru-buru menutup wajahnya yang merah padam dengan kedua telapak tangan, tidak berani menatap Lucian setelah suara memalukan yang baru saja ia keluarkan.Namun, Lucian tidak memberinya waktu untuk bernapas atau bersembunyi.Pria itu, dengan napas yang memburu kasar dan keringat yang menetes dari pelipisnya, merangkak naik. Aroma Sienna yang kini bercampur dengan aroma gairah membuatnya gila. Tanpa aba-aba, Lucian memposisikan dirinya di antara paha Sienna dan menyatukan tubuh mereka dalam satu dorongan."Ahhh!"Sienna, yang tubuhnya masih sangat sensitif pasca pelepasan, sontak melengkungkan punggungnya. Sensasi penyatuan itu terasa

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 83

    "Cara... lain?" bisik Sienna dengan napas tercekat.Lucian tidak menjawab dengan kata-kata. Sebagai gantinya, ia menyelipkan lengannya di bawah lutut dan punggung Sienna, dan mengangkat tubuh mungil itu dalam dengan gerakan cepat.“Ahh…” Sienna memekik tertahan, secara refleks mengalungkan kedua lengannya ke leher Lucian erat-erat karena takut jatuh. Kepala gadis itu bersandar di bahu Lucian yang kokoh, menghirup aroma maskulin yang kini bercampur dengan aroma lain yang memabukkan.Tanpa membuang waktu, Lucian membawa Sienna menuju ranjang besar di tengah ruangan. Ia merebahkan tubuh gadis itu di atas tumpukan bantal dan seprai sutra, lalu segera menindihnya, mengunci pergerakan Sienna di bawah tubuhnya.Bibir mereka bertemu dengan cepat, Sienna, yang biasanya pemalu dan pasif, kini berubah drastis di bawah pengaruh ramuan itu. Biasanya, gadis itu hanya akan mengepalkan tangannya di seprai atau memeluk leher Lucian dengan kaku ketika ia tidak mampu menahannya lagi.Tapi kali ini berbe

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 82

    "....Apa?"Air mata Sienna berhenti sepenuhnya, kesedihannya menguap begitu saja digantikan oleh kebingungan atas perkataan Lucian.Lucian tidak menjawab dengan kata-kata manis. Ia menarik tubuh mungil Sienna ke dalam pelukan erat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu, menghirup aroma alami Sienna yang kini menjadi satu-satunya pegangan kewarasannya di tengah badai hasrat yang menyerangnya saat ini."Menurutmu..." bisik Lucian dengan suara serak. "kenapa aku membawamu kemari, Sienna? Kenapa aku membawamu ke kastilku?"Sienna terdiam dalam dekapan itu. Mencoba mencerna pertanyaan itu dengan logika yang ia yakini selama ini."Maksud... maksud saya..." Sienna tergagap. "Anda membeli saya dari ayah saya dengan sekantong penuh emas. Dan sebagai Duke, Anda diperbolehkan memiliki seorang 'selir' atau budak untuk menghangatkan tempat tidur. Saya pikir..."Lucian menundukkan kepalanya, menatap Sienna dengan tatapan terluka yang bercampur dengan kabut nafsu."Apa... hhh..." Lucian

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 81

    Napas Lucian tersengal. Panas di tubuhnya semakin menjadi-jadi akibat sentuhan Alexandria. Obat itu berteriak padanya untuk menyerah, untuk memeluk tubuh wanita di hadapannya dan menuntaskan hasrat yang membakar dirinya dari dalam.Tapi wajah kecewa Sienna saat melihatnya tadi memenuhi kepala Lucian, mempertahankan kewarasannya."Diam..." geram Lucian rendah."Berhentilah melawannya Lucian." Alexandria mendekatkan wajahnya, hendak mencium bibir Lucian."KUBILANG DIAM!"Dengan sisa tenaga terakhir yang dikumpulkan dari amarahnya, Lucian mencengkram bahu Alexandria.BYUR!Lucian mendorong tubuh Alexandria sekuat tenaga. Wanita itu terlempar ke belakang, menghantam air dengan keras hingga kepalanya membentur sisi bak mandi marmer."Argh!" pekik Alexandria kesakitan.Lucian menyeret tubuhnya sendiri keluar dari bak mandi. Tangannya menarik jubah mandi dan menghampirkannya secara asal, pria itu berusaha mencari pegangan agar tetap berdiri..Ia harus mengejar Sienna. Sekarang.="Nona Sienn

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 80

    Sementara itu, di balik pintu penghubung antara kamar tidur Lucian dan kamar Lucian, Sienna berdiri dengan gelisah. Di tangannya, ia menggenggam erat sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening. Itu adalah ramuan penawar standar yang baru saja ia racik ulang dengan panik.Ia begitu yakin pasti ada yang salah dengan ramuan yang diminum Lucian sebelumnya. Tidak mungkin Duke yang dingin dan berwibawa itu tiba-tiba berbicara manis dan melantur tentang kepercayaan akan nyawanya jika bukan karena efek samping ramuan yang berlebihan. Ia harus memberikan penawarnya sebelum Lucian mulai berhalusinasi lebih parah dan mengatakan hal aneh di hadapan para ksatria Duchy."Masuklah jika Anda ingin masuk, Nona." suara Marta mengejutkan Sienna.Sienna menoleh cepat dengan mata membulat. "Bagaimana kalau Tuan Duke marah padaku? Aku sudah memberinya ramuan aneh tadi...""Tidak akan." potong Marta dengan senyum yang hangat. "Tuan Duke sangat peduli pada Anda. Beliau tidak akan marah hanya karena hal ke

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status