Share

BAB 89

Author: Rainina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-10 14:06:34

Lucian, yang baru saja turun dari keretanya sendiri setelah perjalanan dari Kuil Agung, menyipitkan mata. Ia melihat sebuah kereta mewah berwarna biru gelap dengan lambang Marquesate Ashford baru saja melewati gerbang utama.

Lucian menoleh sedikit, melirik Damien yang berdiri di belakangnya.

"Apa seseorang dari Ashford datang berkunjung?" tanya Lucian datar.

Damien mengerutkan kening, menggali ingatannya. "Saya tidak menerima laporan apa pun, Tuan Duke." jawab Damien sambil menggeleng.

"Biark
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 289

    "Mana ada pelayan yang waras menodai kehormatannya sendiri?! Dia berbohong untuk menyelamatkan nyawanya yang kotor setelah nafsu bejatnya ketahuan!""saya berani bersumpah atas nama dewa!" balas Rowan berapi-api, keringat dingin membasahi pelipisnya. "Surat itu ada padaku! saya bisa membuktikannya, coba periksa…"Rowan merogoh saku dalam jubah ksatrianya dengan panik, mencari-cari perkamen yang menjadi alasan kedatangannya. Namun, saku itu kosong. Tangannya meraba saku yang lain, wajahnya semakin memucat. Surat itu lenyap, entah terjatuh saat ia berlari kemari atau memang sejak awal ia telah diambil oleh seseorang di lorong tanpa ia sadari.Melihat Rowan yang membeku dengan tangan kosong, Alexandria melirik ke arah Elizabeth di ambang pintu. Tatapan mata wanita itu seolah berbicara dengan sangat jelas, Ini adalah akibat dari penolakanmu.Kau akan menyesalinya.Kalimat yang diucapkan Alexandria semalam bergema berulang-ulang di kepalanya seperti lonceng kematian. Kini ia paham sepenuh

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 288

    Sinar matahari pagi baru saja menyapu sisa-sisa embun di dedaunan ketika Permaisuri Sienna melangkah menyusuri jalan setapak berbatu putih di hamparan Taman Kekaisaran. Di belakangnya, Lady Elizabeth dan Lady Lesley mengekor dalam diam.Sienna melirik sekilas dari balik bahunya. Sang Permaisuri itu bisa melihat dengan jelas ada perubahan pada diri Elizabeth hari ini. Kantung mata sang putri Duke itu tampak sedikit menggelap, menandakan malam yang dilalui tanpa tidur. Sienna tersenyum tipis dalam hati. Tampaknya, umpan yang ia lempar di ruang minum teh kemarin telah membuahkan hasil.Sementara itu, Lesley terus menundukkan wajahnya, meremas sapu tangannya dengan gelisah, seolah udara istana pagi ini membawa firasat buruk yang mencekik lehernya."Udara semakin dingin." ucap Sienna memecah keheningan yang panjang, ia memutar tubuhnya menghadap kedua dayangnya. "Mari kita kembali ke paviliun. Aku ingin menyeduh teh hangat sebelum Yang Mulia Kaisar kembali dari rapat paginya.""Baik, Yan

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 287

    Malam telah larut. Setelah ketegangan yang menguras mental di ruang minum teh siang tadi, dilanjutkan dengan tugas rutinnya melayani Permaisuri di kamar utama, langkah kaki Lady Elizabeth terasa begitu berat.Tubuhnya lelah, dan pikirannya jauh lebih lelah. Terutama karena seharian ia terus merasa ketakutan Sienna akan bertanya mengenai dirinya dan Alexandria. Namun nihil, permaisuri tidak bertanya apapun.Sekarang, Alexandria hanya berharap bisa segera merebahkan diri, disambut oleh pelayan pribadinya yang akan membantunya melepas gaun berlapis yang mencekik ini, lalu tidur tanpa diganggu siapa pun.Namun, harapannya hancur berkeping-keping begitu ia membuka pintu kamarnya.Ruangan itu hanya diterangi satu lampu minyak yang meredup, namun Elizabeth bisa melihat dengan jelas ada sosok lain yang tengah duduk bersantai di sofa kamarnya. Jantung Elizabeth seolah berhenti berdetak. Sosok itu adalah Lady Alexandria Ashford.Refleks pertahanan diri Elizabeth langsung bekerja. Ia berbalik d

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 286

    Keheningan yang menyusul setelah pertanyaan kurang ajar itu terlontar terasa sangat kental, seolah seluruh udara di ruang minum teh itu telah tersedot habis.Namun, alih-alih meledak dalam kemarahan atau memanggil para ksatria yang berjaga di luar, Sienna justru tersenyum.Ia menatap Alexandria dengan sorot mata layaknya seorang manusia yang sedang mengamati tingkah laku seekor serangga kecil yang mencoba menggigitnya."Kau terlihat begitu tertarik pada urusan pribadiku dan Kaisar di dalam kamar kami, Lady Alexandria." balas Sienna. "Hingga membuatku bertanya-tanya, apakah tidak ada hal lain yang lebih berharga untuk mengisi pikiranmu di kondisimu saat ini?"Alexandria sama sekali tidak tersinggung oleh balasan itu. Ular berbisa itu justru merasa bahwa ia telah berhasil menekan titik lemah Sienna.Alexandria melebarkan senyumnya, menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi dengan gestur tubuh yang memancarkan superioritas."Tentu saja aku tertarik, Yang Mulia." jawab Alexandria dengan nada

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 285

    Ketegangan seketika menebal, merayap dan mencekik udara di ruang minum teh itu begitu Alexandria menyelesaikan kalimatnya.Kata-kata yang baru saja dilontarkan wanita bergaun zamrud itu bukan lagi sekadar sindiran, melainkan tuduhan terang-terangan bahwa sang Permaisuri tak lebih dari seorang pencuri tak beradab yang merebut posisinya.Mendengar kalimat yang berpotensi memicu hukuman mati itu, Lady Elizabeth dan Lady Lesley langsung mencuri pandang ke arah Sienna dengan panik. Jari-jari Elizabeth menegang di atas pangkuannya, bersiap jika nyonyanya meledak dalam amarah atau memerintahkan ksatria masuk. Sementara Lesley menggigit bibir bawahnya,pikirannya langsung memperhitungkan ke siapa ia harus berpihak jika itu semua benar terjadi.Namun, Sienna sama sekali menolak untuk terprovokasi.Wajah cantik sang Permaisuri tetap tenang. Ia bahkan tidak berkedip. Alih-alih marah, matanya menatap lurus ke arah Alexandria dengan sorot tenang."'Merebut' sesuatu yang menolak menjadi milikmu...

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 284

    Lucian terdiam, mencerna strategi istrinya. Pikirannya yang tajam sebagai ahli perang segera menangkap arah pemikiran Sienna."Maksudmu... kau ingin menggunakan dirimu sendiri sebagai umpan untuk memancing tikus-tikus lain keluar?" geram Lucian, tangannya tanpa sadar mencengkram seprai. "Itu terlalu berisiko, Sienna. Terutama dengan kondisimu saat ini.""Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada anak kita, aku berjanji." ucap Sienna meyakinkan, menekan tangan Lucian lebih erat ke perutnya. "Aku akan membawa Elizabeth dan ksatria. Aku akan sangat berhati-hati dengan apa pun yang kusentuh atau kuminum di sana."Sienna menatap suaminya dengan tatapan memohon sekaligus menuntut kepercayaan. "Kita tidak bisa hanya bertahan di dalam kamar ini selamanya, menunggu mereka memicu ledakan."Lucian menatap dalam ke mata biru istrinya. Ia melihat api keberanian yang sama dengan yang ia miliki saat ia memutuskan untuk merebut takhta. Setelah keheningan yang cukup lama, Lucian akhirnya menghe

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 190

    Suara derap tapak kuda yang gila membelah amukan badai salju di pelataran depan Duchy Lorraine. Kuda perang raksasa berwarna hitam legam itu menerobos masuk melewati gerbang besi yang baru setengah terbuka.Bahkan sebelum kuda itu benar-benar berhenti berderap, Lucian melompat turun dari pelananya

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 161

    Ruang pertemuan rahasia di kediaman utama fraksi Utara malam itu terasa sesak oleh ketegangan dan antisipasi. Lampu kristal yang berpendar keemasan menyinari wajah-wajah para bangsawan tinggi yang saling berbisik tak sabar. Asap cerutu berbaur dengan aroma anggur merah yang menguar di udara.Keheb

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 149

    Cahaya keemasan matahari melalui celah tirai tebal di kamar utama kediaman Borgia.Sienna mengerjap pelan, menyesuaikan matanya dengan cahaya. Ia menggeliat di balik selimut tebal yang hangat, meraih sisi ranjang di sebelahnya. Tempat itu kosong dan terasa dingin. Lucian pasti sudah bangun lebih a

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 144

    Kereta kuda putih berlambang matahari Kekaisaran itu akhirnya berhenti di pelataran paviliun pribadi istana yang jauh dari kastil kaisar. Lucian turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Sienna. Dengan genggaman protektif yang tak pernah ia lepaskan, sang Duke memandu istrinya me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status