Share

Musuh Dalam Selimut

Penulis: Rachel Kim
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-10 22:21:57

‘Target ke toilet. Lakukan sesuai rencana. Ingat, aku tidak ingin mendengar kata gagal!’

‘Baik, Nona!’

Mia menatap kepergian Claire yang terlihat sempoyongan. Senyum licik menghiasi wajah wanita itu. Tidak sabar ingin melihat kehancuran sahabatnya sendiri.

Sahabat yang membuat Mia iri dengan segala hal yang Claire miliki. Kecantikan, kecerdasan, kekayaan, popularitas, keberuntungan dan masih banyak hal lainnya.

Hal yang tidak dimiliki oleh Mia.

Tidak heran kalau Mia memendam rasa iri dan benci yang teramat sangat pada Claire sejak lama meski dirinya dapat menutupinya dengan baik hingga Claire yang memiliki sifat naif tidak menyadari kebencian yang Mia pendam selama ini. Tidak sadar kalau sikap baik yang Mia tunjukkan selama ini hanyalah sekedar kepura-puraan.

Tidak sadar kalau wanita yang Claire anggap sebagai sahabat selama ini nyatanya hanyalah musuh di dalam selimut. Musuh yang menunggu waktu kejatuhan Claire dan malam inilah saatnya Mia melihat kejatuhan saingannya!

Sifat naif Claire memudahkan Mia untuk menjalankan rencananya malam ini, tentu saja dengan bantuan orang lain, seperti pria bayaran yang baru saja dihubunginya dan juga bartender yang sengaja memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Claire saat gadis itu berada di bar bersamanya.

Sejujurnya Mia merasa sedikit cemas dengan tindakannya karena jika obat perangsang dicampur dengan alkohol bisa membahayakan orang yang meminumnya, setidaknya itulah yang dirinya baca di internet, tapi setelah mencari informasi ke beberapa sumber, akhirnya Mia tetap nekat menjalankan rencananya karena menurut informasi yang dirinya dapatkan, alkohol dan obat perangsang memang berbahaya jika dikonsumsi secara bersamaan dalam jangka waktu yang lama, berarti jika hanya sekali harusnya tidak masalah kan? Maka dari itu Mia tetap melanjutkan rencananya!

Sejak awal, Mia meminta bartender agar memberikan Claire minuman dengan kadar alkohol paling tinggi, setelah terlihat mabuk, barulah sang bartender memasukkan obat perangsang ke dalam minuman non alkohol yang terakhir kali Claire konsumsi. Dan inilah hasilnya, rencana Mia berjalan lancar! Mulus!

Jika Mia hanya menatap kepergian Claire dengan senyum licik tanpa berniat beranjak sedikitpun, lain halnya dengan Levin yang mengikuti Claire dalam jarak aman.

Rasa penasarannya yang terusik membuat Levin enggan mengalihkan pandangan dari gadis itu dan malah mengikutinya bagaikan seorang penguntit! Levin tidak tau bagaimana caranya hingga gadis itu berhasil menarik perhatian Levin sejak pertama kali matanya menatap kehadiran Claire di area dance floor.

Melihat langkah kaki gadis di depannya yang mulai sempoyongan, Levin yakin kalau gadis itu mulai mabuk. Dan lebih yakin lagi saat gadis itu hampir jatuh terjerembab karena langkahnya yang tidak stabil menguatkan dugaan Levin, namun sebelum dirinya sempat menolong, seorang pria asing yang tidak dikenalnya melangkah maju dan menangkap tubuh mungil sang gadis.

Seringai tipis yang muncul di wajah sang pria membuat hati Levin terusik. Entah kenapa hati kecilnya terasa tidak nyaman dan diliputi kecurigaan.

Melihat dari gerak geriknya, seolah pria itu sudah menunggu gadis yang diikutinya dan langsung mengambil kesempatan saat gadis itu hampir terjatuh. Apakah itu hanya kecurigaannya saja? Atau firasat akan hal buruk yang mungkin terjadi?

‘Apapun itu aku harus mencari tau jawabannya!’ tekad Levin dan meneruskan langkah, mengikuti sang gadis dan pria asing tersebut.

Suasana yang ramai memudahkan Levin untuk menjalankan niatnya hingga pria itu tidak curiga sama sekali. Ternyata sang pria melangkah menjauhi bar membuat suasana di sekitar lebih tenang, tidak sebising saat berada di dalam bar. Kenyataan itu membuat Levin sadar kalau dirinya harus lebih berhati-hati agar tidak ketahuan.

Dering ponsel membuat langkah kaki pria asing itu terhenti dan kalimat yang didengar oleh Levin membuat kecurigaannya berubah menjadi keyakinan. Seketika itu juga hati Levin diliputi rasa geram. Entah kenapa.

“Saya sudah bersama dengan gadis ini. Sepertinya dosis obat yang anda berikan terlalu banyak, tidak heran kalau gadis ini hanya bisa pasrah dalam pelukan saya sambil terus meliukkan tubuhnya dengan gelisah karena tidak sabar ingin segera dipuaskan. Tapi hal ini juga memudahkan saya untuk menjalankan rencana selanjutnya.”

Levin tidak tau apa jawaban dari lawan bicara sang pria karena kalimat selanjutnya membuat Levin semakin muak. Jawaban yang membuat Levin ingin segera meninju pria brengsek itu. Hal yang aneh sebenarnya karena bisa dibilang dirinya tidak memiliki urusan atau hubungan apapun dengan gadis yang sedang dijebak itu, tapi kenapa dirinya merasa emosi? Mungkinkah karena rasa kemanusiaan? Bisa saja kan?

Apalagi meski brengsek, tapi Levin tidak pernah menjebak wanita manapun hanya untuk memuaskan gairahnya! Tidak seperti pria yang diikutinya ini!

“Anda tenang saja, malam ini saya akan mengirimkan video tentang aktivitas panas kami berdua agar keinginan anda untuk menghancurkan gadis ini bisa tercapai, Nona Mia,” ucap sang pria sambil tergelak membuat Levin kian geram.

“Rasanya saya juga harus berterima kasih pada anda karena telah memberikan gadis secantik, seseksi dan semulus ini untuk saya nikmati secara cuma-cuma alias gratis,” tambah sang pria dengan raut mesum.

Jika mengikuti emosi, ingin rasanya Levin keluar dari tempat persembunyiannya dan menghajar pria itu habis-habisan. Levin memang bukan pria baik, dirinya sudah sering tidur dengan banyak wanita, tapi mereka melakukannya secara sadar dan atas keinginan masing-masing. Levin tidak pernah memperkosa wanita manapun!

“Siap, Nona. Saya akan menjalankan perintah anda dengan senang hati! Anda hanya tinggal menunggu hasil akhirnya malam ini. Saya akan langsung mengirimkan videonya kepada anda setelah junior saya terpuaskan!” kekeh pria itu. Kekehan yang membuat Levin muak hingga ingin menghajar pria itu sampai babak belur!

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Levin....niatmu baik , menyelamatkan Claire dari jeratan lelaki hidung belang...tapi jangan sampai kau jadi tertuduh sebagai orang yg ingin menjebak Claire...
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Hanya karena iri ,Mia tega menjebak sahabatnya sendiri.... Mia....kau bukan sahabat buat Claire....kau racun penghancur hidup Claire Mia, hidupmulah yg akan hancur
goodnovel comment avatar
Viva Oke
ayolah Levin jangan lelet, selamatkan Claire.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Tabir Kebenaran Yang Terkuak

    Claire terdiam. Penjelasan Levin menjawab seluruh pertanyaan yang selama bertahun-tahun ini menjadi teka teki baginya. Akhirnya tabir kebenaran terkuak. “Aku tidak tau kalau ternyata dia sangat membenciku.”“Dia iri padamu, Claire.”“Rasa iri memang menakutkan!” keluh Claire. “Kamu tidak perlu khawatir, Claire. Sekarang ada aku yang akan menjagamu dan Revel. Aku tidak akan membiarkan wanita licik itu menyakitimu atau putra kita, okay?”Nick menatap Levin. Pria itu memang mengucapkan janjinya pada Claire, tapi entah kenapa hatinya ikut merasa tenang setelah mendengar janji yang diucapkan dengan penuh keyakinan itu. Nick yakin kalau dirinya tidak salah merelakan Claire pada pria yang menjadi rivalnya! Setidaknya tidak sia-sia Nick mengorbankan perasaannya.“Aku harap kamu menepati janjimu karena kamu pasti tau kalau Mia adalah wanita licik yang nekat melakukan apapun agar rencananya berhasil,” ucap Nick. “Ya, aku akan mempekerjakan beberapa bodyguard unt

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Pembahasan Tentang Mia

    Keesokan paginya…Claire menggeliat, tubuhnya terasa letih seolah baru saja lari marathon berkilo-kilo meter. Wanita itu membuka mata dan mengedarkan pandangan, menyadari kalau sudah 2 hari ini dirinya bangun dengan status yang berbeda. Status sebagai istri Levin.Claire menatap lengan kokoh Levin yang sedang melingkari pinggangnya. Perlahan Claire berusaha menyingkirkan lengan Levin namun belum sempat menyelesaikan niatnya, tiba-tiba saja Levin menarik tubuh Claire agar semakin merapat ke arahnya hingga wanita itu menjerit kaget! Claire pikir Levin belum bangun, tapi nyatanya pria itu hanya berpura-pura tidur! *** Claire baru selesai mengoleskan skincare ke wajahnya saat melihat Levin keluar dari kamar mandi dengan tubuh topless. Refleks, Claire mengalihkan pandangan, enggan menatap tubuh kekar Levin atau ingatannya akan terbang pada kegiatan mereka kemarin. Kegiatan yang menghabiskan waktu seharian hingga menelantarkan Revel! Astaga, orangtua macam

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Kegilaan Pengantin Baru Part 2

    Levin mengerang nikmat saat wanita itu berhasil memuaskannya lagi. Semburan lahar panasnya sampai mengotori lantai tempat mereka berpijak. Ya, tadi, setelah membiarkan Claire istirahat, Levin langsung menggendong wanita itu untuk melayani hasratnya di kamar mandi! Tempat yang memudahkan mereka saat ingin membersihkan diri setelah bercinta seharian. “Kamu memang gila, Levin! Aku lelah sekali. Tubuhku rasanya remuk karena seharian harus melayani hasratmu!” gerutu Claire. “Aku janji tidak akan memintanya lagi. Sekarang, aku hanya akan membantumu membersihkan diri, okay?”Mata Claire memicing curiga. Menimbang-nimbang, apakah Levin serius dengan ucapannya atau hanya sekedar modus? Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Claire memutuskan percaya pada pria itu karena sejujurnya Claire merasa sangat lelah hingga enggan berdebat. “Kamu mandi pakai shower saja, aku mau mandi di bathup!” “Tidak mau. Aku juga mau mandi di bathup. Nanti aku akan membantu menggosok

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Kegilaan Pengantin Baru Part 1

    Levin ambruk menindih tubuh Claire saat pria itu lagi-lagi berhasil menghangatkan rahim Claire dengan benihnya. Levin memandang wajah Claire yang memerah akibat gairah dan rasa puas. Deru nafas yang masih memburu membuat dada Claire bergerak naik turun, seketika itu juga gairah Levin kembali bangkit! Tanpa kenal lelah Levin mengulang percintaan panas mereka yang membuat Claire hanya bisa tergeletak pasrah menghadapi gempuran nafsu suaminya. Serius, jika bicara mengenai seks, Levin seolah tak pernah puas! Pria itu selalu ingin lagi dan lagi! Levin masih asyik mendominasi tubuh Claire meski istrinya sudah telungkup tidak berdaya, terlalu letih menghadapi hasrat liar suaminya yang enggan berhenti! Ya, bagaimana tidak? Disaat tubuh Claire sudah lemas bagai tak bertulang karena terlalu sering meraih kenikmatan akibat pelepasan yang berkali-kali menghampirinya, Levin justru masih sibuk menghujam juniornya ke dalam milik Claire dengan penuh tenaga! Tidak heran kalau Claire h

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Mereguk Kenikmatan Yang Tertunda

    Keesokan paginya…Claire sedang berdiri di depan walk in closet, sibuk memilih pakaian yang ingin dikenakannya untuk menjemput Revel saat tubuhnya dipeluk dari belakang. Tanpa perlu menoleh pun Claire sudah tau siapa yang memeluknya seperti ini. Tentu saja Levin, suaminya. Siapa lagi? Lagipula hanya mereka berdua yang tinggal di rumah ini. Claire menoleh dan memberikan satu kecupan singkat di bibir pria itu, kecupan selamat pagi, membuat senyum Levin terkembang lebar. Tanpa ragu Levin membalik tubuh wanita itu dengan mudah agar berhadapan dengannya. “Kenapa?” tanya Claire saat Levin menatapnya dalam-dalam.“Hanya ingin memandang wajah istriku saja. Akhirnya setelah menunggu sekian lama aku berhasil juga memperistrimu! Sungguh penantian yang tidak sebentar!”Claire mencibir. Cibiran yang membuat Levin gemas dan langsung melumat bibir wanita itu. Enggan melepaskannya lagi. Cukup semalam Levin ditinggal tidur, sekarang, Levin ingin menagih haknya! Bukankah Claire

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Good Night, My Wife!

    Claire melambaikan tangan, melepas kepulangan Revel yang masih terlelap dalam pelukan daddy Alex. Begitu juga dengan daddy Keenan serta mommy Carol yang memutuskan pamit. Sedangkan Susan dan Nick sudah pulang sejak tadi. “Kita juga harus pulang, Claire. Sudah malam, kamu pasti lelah dan ingin istirahat.”Sebenarnya, itu hanya sekedar ucapan saja. Meski Levin tau kalau Claire lelah, tapi dirinya tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk melakukan hal itu pada Claire kan? Hal yang wajar dilakukan oleh pasangan suami istri! Meski sebelum menikahi Claire, mereka sering melakukan hal itu, tapi tetap saja berbeda kan? Apalagi ini malam pengantin mereka! Jadi, Levin tidak akan segan meminta haknya malam ini! Apalagi sudah sebulan lebih dirinya tidak menyentuh Claire, sejak percintaan mereka terakhir kali saat di Melbourne waktu itu, karena Claire tidak ingin melakukannya sebelum mereka resmi menjadi suami istri dan karena Levin tidak mungkin menerobos masuk ke rumah Clai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status