Share

Ternyata

"Je, may I come in?" tanya Aruna.

Jeso yang tengah berbaring menoleh ke belakang. 

"Tumben izin, biasanya asal nyelonong aja," sahut Jeso. 

Aruna berdecak dan berjalan ke arah ranjang. 

"Aku boleh ngomong sesuatu ngga?" tanya Aluna setelah duduk di tepi ranjang. 

Jeso berbalik dan memundurkan tubuhnya, menepuk sisi depannya yang kosong mengisyaratkan agar Aruna tidur di sampingnya. Aruna menurut dan membaringkan tubuhnya ke sisi kiri Jeso. 

"Mau ngomong apa?" tanya Jeso.

Aruna memiringkan tubuhnya menghadap Jeso. "Kamu keberatan ngga--"

"Ngga."

Aluna mencapit hidung Jeso dengan kedua jarinya. "Aku belum selesai ngomong!" kesal Aruna. 

Jeso tertawa. "Keberatan soal apa? Kamu di atas aku? Ngga masalah."

Aluna berdecak. "Pikiran kamu tuh sekali-kali jangan sex bisa ngga sih?" 

"Ngga bisa, 'kan aku cowok."

"Ya tahu, tapi ya jangan selalu soal itu lah

Sy Mcr22

Hallo, guys. Aku harap kalian menikmati ceritaku ya. Jika berkenan boleh aku minta vote dari kalian, hehe. Kalau berkenan sih, ngga juga itu hak kalian. Akan tetapi, vote kalian benar-benar apresiasi buat aku yang sedang berkarya ini. Terima kasih banyak, ramaikan komentar juga boleh. Hehe, maaf ngelunjak. Stay happy, guys. And, stay with Aruna dan Jeso.

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Julia Samuel
ayo Aruna selidik musuh suamimu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status